Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Kecelakaan-kecelakaan


__ADS_3

.” tapi mama gue nggak sasimo, sana sini mau. Suka main cowok, dia cewek tegas dan berani. Nggak kayak loe yang petakilan, suka main cowo sana sini.” Jelas bara menekan semua perkataannya. Letta sedikit sakit hati mendengar pernyataan Bara mengenai pandangan terhadap dirinya.


“ gue nggak sasimo. Gue hidup di sepuluh tahun udah meninggal, hidup di tubuh Aletta asli dan dia ninggalin utang yang banyak ditengah keluarga miskin, dia juga nekan orang tua buat minjam direntenir kolektor bahkan bank. Gue sendiri nggak mampu buat bayar itu semua, karena itu Letta Deket sama mereka cowo cowo yang kontrak kencan sama pemilik asli tubuh ini. gue Cuma ambil uang dari cowok cowok kontrak Letta buat bayar utang.” jelasnya kembali.


Bara mendengarnya menjadi lemas, tidak tau harus bicara apapun, melirik Letta yang santai di sebelahnya bara bisa melihat wajah letta yang datar dan tak bicara apapun lagi sembari memainkan penanya sendiri. Letta terlihat sangat tegas dan terlihat mirip dengan ibunya.


Tidak ada hal yang berarti dari pembicaraan keduanya, usainya Letta pulang bersama Nato ke rumah, tidak ada yang saling pelukan atau apapun yang berarti. Bara langsung pergi dari sana dan Letta tak ambil suara.


sama sama pulang sore, Letta menunggu Nato yang pulang jam lima sedangkan dirinya jam 3. Melintasi beberapa perbukitan Letta merasa ada mobil mengikutinya dari belakang, letta meremas pegangannya di stir mobilnya dan melaju mobilnya lebih cepat,


Nato yang mnatap santai kedepan menoleh memandang letta aneh,.” Ada apa?” Tanya Nato mengerat pegangannya.


Letta diam saja membuat Nato semakin ketakutan, melirik kebelakang semakin banyak orang yang mengikuti mereka, Nato jadi paham jika ada yang mengikuti mereka.


Sampai di turunan Letta tak merendahkan gasnya dan meluncur bebas,


Srakk dar, dari belakang terdengar suara mobil menabrak mobil dari kanan dan hanya tersisa satu.


Nato ketakutan dan Letta sangat tenang membawa mobil di jalan yang curam tanpa menurun kecepatannya,


tetapi di dekat jembatan ada dua mobil menghalang di kiri dan di kanan jalan hingga Letta yak mampu mengendalikan mobil yang begitu kencang di turunan . Letta mengepalkan tangan di stir.


” Letta awas.” Teriak Nato ketakutan.


Letta menginjak rem cepat hingga ban mobil bergeser dan body samping mobilnya terpental menyenggol pinggiran jalan, Nato memejam kan mata meringis kesakitan saat tubuhnya tergoncang cukup besar dan kepala yang terbentur dengan sebela mobilnya.


Letta menghela nafas pelan melirik nato, mereka baik baik saja, hanya kaca sebelah Letta yang pecah dan membuat dirinya terluka membuat cukup banyak keluar darah.


Nato melirik Letta yang sudah dibanjiri darah disebela pelipis dan kepalanya.” Letta loe nggak apa apa?” Tanya nato pelan., bergetar takut.


Srak. Nato semakin kaget saat seseorang mendekati mobil mereka dan menodong pistol di kepala Letta.


Letta terdiam merasakan todongan dikepalanya. Nato gemetar ketakutan melihat Letta yang di todong.” Keluar.” Tegas dari yang menodong, pria berperawakan tinggi menggunakan kupluk wajah hanya menyisahkan matanya saja, tangannya bahkan menggunakan sapu tangan hitam sintetis.


“ loe siapa?” teriak Nato kepada nya membuat kepalanya juga ditodong postol dari belakang pria yang tadi. Nato terdiam di sana mengangkat tangan reflek,


" Loe jangan keluar!!" tekan Letta pada Nato berbisik.


Letta membuka pintu tenang membiarkan darah menyucur di kepalanya sampai ke baju miliknya.


”Letta.” bisik Nato menggeleng segera keluar dari arah kanan mobil mengikuti Letta terpincang kesakitan dan terhenti sebab tersadar jika ia sudah dikepung beberapa orang menggunakan senjata api.

__ADS_1


Nato melirik dimana Letta yang memandang dirinya dan keempat dari mereka. “ masuk.” Bisik Letta pada Nato menekan.


“nggak..!!” teriak Nato tidak teruma, ingin memberontak tapi tubuhnya terlalu takut dengan pistol.


” Masuk nato..” teriak Letta kuat, Nato bergetar ketakutan, Letta memandang Nato penuh amarah dan penuh penekanan.


Nato melepas menggeleng, Letta memaksa Nato dan segera masuk. Nato memasuki pintu belakang mobil kembali untuk mencari ada sesuatu dalam mobil tidak, Letta melihat Nato Sudah masuk melirik ke dua orang di sebelah kanan dan kirinya. Segera berjalan kemana yang mereka suruh letta menarik kaca yang menancap di kepalanya. Mereka meringis melihat hal itu,


Mereka tidak tersadar saat Letta berhenti hal itu memutar tubuh dan menepis kedua tangan mereka memegang senjata api dan menusuk cepat kaca itu ke mata salah satu dari mereka membuat ia berteriak. Letta membalik tubuh dan.


duar. Duar. Dua tembakan mengenai tubuh yang ia tusuk.


Letta merebut pistolnya dan menodong ke satu paling dekat dan duar... tepat mengenai kepalanya hingga terdengar suara ledakan cukup kuat dan darah yang mengucur deras.


“ letta.” teriak Nato ketakutan, ingin keluar tapi dirinya sadar dirinya tak punya apapun, sampai mendapatkan pisau dapur milik ibunya ada di sana. Nato buru buru mengambilnya dan menatap kearah dua pria yang mengarahkan pistol pada Letta.


Nato dengan pelan keluar dari mobil dan menusuk bahu pria yang baru saja hendak menembak Letta. Dsrak. Arhj.


Teriaknya di sana karena tertusuk Nato. Nato bergetar di tempatnya menatap sang pelaku.


Letta melihat Nato yang keluar menusuk salah satu dari mereka mengarahkan tembakan di pria satu lagi duar... belum sempat ia menembak Nato ia sudah jatuh duluan.


Nato kembali menusuk pria yang tadi ingin menembak Letta.


Segera melompat dan menendang kuat pria tersebut hingga terjatuh, ia tersenyum mengarah tembakan kepada Letta.


duar. Letta tersentak mengelak, srak,, baju kedokteran miliknya sobek dan berubah menjadi merah dibagian lengannya. Nato melihat itu kaget memandang letta.


“ letta.’ gumamnya ketakutan.


Letta mendekati Nato dan memeluknya erat saat peluru kembali mengarah kepada Nato, Nato berteriak saat suara ledakan itu memeluk belakang Letta, keduanya terguling di jurang sebelah jalan sata keduanya sama sama mengelak orang yang entah dari mana masih menyerang keduanya. Nato bergetar ketakutan makin mengeratkan pelukan mengguyur terhempas ke sungai.


Letta mendongak merasakan sakit dilengan dan kepalanya.” Letta.” gumam Nato bergetar ketakutan melihatnya,


Letta merasa air mengenang dan nato merasa tak ada pijakan, sangat takut. Nato tidak bisa berenang.


Letta segera menggerakkan kakinya dan memeluk Nato lebih erat,” pegang gue, jangan takut..” tegas Letta.


Nato menahan diri agar tidak bersuara. Letta segera memeluk Nato dan membiarkan tubuh keduanya hanyut. Benar benar hanyut dan disana ia bisa melihat di daratan banyak yang mengejar mereka membawa senjata api, ada sekitar lima orang lagi. Letta menarik kepala Nato agar tenggelam bersama dan hanyut bersama.


Mereka di atas menatap Letta dan Nato sudah tak terlihat dan hanyut segera hendak mengejat tetapi tertahan oleh rekan.” Sepertinya dia hanyut, ini sungai berbahaya, banyak predator.” Tegas yang lain.

__ADS_1


Mereka saling tatap dan mengangguk tak percaya.,” bagaimana laporan dengan tuan?” tanyanya tegas pada rekan utama.


“ biar aku yang mengatakan jika dia sudah mati karena hanyut.” Jelasnya kembali tegas.


Mereka mengangguk tegas dan segera keatas untuk pergi.” Cepat sebelum mobil di temukan.” Jelas mereka cepat, buru buru mereka meninggalkan lokasi pembunuhan untuk Letta. jika dihutung artinya mereka berjumlah sepuluh orang termasuk empat yang sudah meninggal


Letta samar-samar kehilangan nafasnya dan Nato pun sebisa mungkin menahan nafasnya agar tak habis, menatap darah yang mengelilingi air disekelilingnya, Nato hampir menangis di dalam air, wajah Letta terlihat dingin dan biasa saja di sela lukanya.


Merasa sudah jauh Letta menarik sisa-sisa kesadaran, segera menarik nato keatas dan menatap ke datar, sudah tak ada siapapun dan jauh. Letta melihat sekeliling, di ujung ada pohon besar dan berakar, di sana terlihat sedikit surut airnya.


Lett menggeleng pelan mempertahankan kesadarannya, “ pegangan erat. Gerakin kaki loe tenang Nato.. gerakin tangan loe juga tapi tangan satu pegang pinggang gue erat.” Jelas Letta.


Nnato mengangguk memeluk pinggang Letta erat sama sama mengguyur menyusut sungai hanyut sampai di ujung dan hampir kembanli hanyut Letta memegang akar pohon, Nato melihat itu segera menggapainya juga dan mendorong Letta lebih lagi. Letta pun menarik sekuat tenaga dan mendekatkan Nato di dekat akar. Kesadaran Letta samar samar hilang dan Nato melihat itu buru buru memegang pinggang Letta erat.” Letta. bisik Nato ketakutan.


Letta membuka matanya dan menggeleng pelan, meneguk Saliva yang terasa kembung sebab kebanyakan minum air., Nato segera mendarat dan melirik Letta yang memegang akar kayu, segera ia tarik tangan Letta dan berusaha menarik letta. letta tak lagi kuat, tubuhnya benar benar lemas karena kehabisan darah. Dirinya memiliki penyakit kurang darah mudah sekali lemas


“ letta pliis jangan bikin gue takut.” bisik Nato pelan, dengan sekuat tenaga menarik tubuh Letta hingga Letta mendarat dengan selamat.


Letta terkekeh tertidur di tanah tanah di membuat wajahnya penuh tanah. Nato menepuk pelan pipi Letta dan menggeleng nanar.” Letta loe nggak boleh mati.” gumamnya pelan.


Letta membuka matanya, tidak lagi ada tenaga.” Gue nggak apa apa.” Bisik letta lemas.


Nato terlemas melihat hal itu segera menaruh kepala Letta di pahanya dan mengusap ewajah letta menggunakan tangannya, menatap luka dalam dikepala Letta terus mengeluarkan darah khawatir.


Nato menangis tanpa diminta.” Loe tunggu.” Jelas Nato segera menaruh kepala Letta kasar berlari menatap rerumputan sekitar.


Letta meringis memegang kepalanya,. Ia sangat pingin hilang kesadaran, ingatan nya terjadi di akhir hidupnya. Apakah dirinya akan mati mengenaskan dalam keadaan yang sama? mati dibunuh?? Tapi mengapa tetap ada yang ingin membunuhnya? siapa yang ingin membunuh dirinya yang begitu keji begini???


Samar-samar Letta tak lagi bisa membuka matanya, tatapannya sudah memudar Letta di sana sudah tak kuat lagi, tubuhnya benar benar lemas tak bertenaga, “ gue belum puas di hidup ini.” bisik Letta sedih, dirinya baru saja merasakan sedikit kebahagiaan.


Sedangkan Nato yang masih mencari rerumputan mendapatkan daun yang dirinya inginkan, daun Malaysia yang digunakan saat kecil dulu, dan daun gulanto, daun yang membuat darah berenti dan agar tidak terinfeksi.


Segera menariknya hingga akar kedua pohon tersebut ia segera berlari kemana ia meninggalkan letta, tak sadar melewati semak semak yang cukup tajam. kaki Nato tertusuk duri. Nato meringis kesakitan menatap duri itu, melihat dedaunannya kembali Nato tersadar itu juga bagus, Daun selisa, ia mengambil bunganya an kembali berjalan dan meleewati cukup jauh.


Ditempat Nato lemas memandang tubuh sang adik, Letta tak sadarkan diri, segera menaruh kepala Letta di pahanya Nato menyentuh nafas Letta, sudah lemah tapi masih ada. Ia segera mengambil dedaunan tadi dan mengunyahnya, membuka baju yang dirinya kenakan. Ia menaruh daun yang ia kunyah di kepala Letta dan di luka-luka,.


Menyobek bajunya dan mengikatnya kuat, sama sekali tidak terasa pahit dedaunan itu., Nato kepalang takut membuka lengan adiknya, disana luka lebih lebar ia segera kembali memaksa kunyah dan menaruh dilengan Letta, tangannya bergetar sangat takut kembali menggigit baju dan merobek paksa, sulit hingga tangannya lecet tapi rasa takut menguasia dirinya.


“ letta.” bisiknya menepuk pelan pipi Letta yang dingin.” Plis jangan pergi letta. jangan mati.. dek gue benci sama loe kalo mati.” Bisik Nato ketakutan.


Nato memukul kepalanya sendiri melihat keadaan letta,.” bodoh, bahkan loe sama sekali nggak bisa lindungi adik loe nato.” Teriaknya.

__ADS_1


” Argh.” Teriak Nato memukul dadanya sendiri. sesak dan takut menjadi satu.


__ADS_2