Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Apartemen baru


__ADS_3

Haloo semuanya, maaf yah udah cukup jauh dan lebih cepat meloncat ke tahun berikutnya. Maaf bukan mengulur waktu agar endnya lama, tapi jadwal aku tamat emang ahkhir bulan ini. doakan saja agar lebih cepat tamat dan hasilnya memuaskan. Menurut kalian jodojh Letta siapa paling bagus???? Ada beberapa kandidat yang paling bagus loh. haha...


.


.


.


Menatap Lagi notif yang ia dapatkan, Letta kembali pusing dikamarnya, sebab dirinya di arahkan di rumah sakit kota yang artinya ia harus ke kota untuk koas. Ia sudah menyiapkan apartmen dirinya, dan jarak apartemen ke kota cukup lumayan, yakni dua puluh menit, jika macet bisa jadi juga satu dua jam itu. letta juga menyiapkan uang agar nanti bisa beli motor di sana,. tentu saja Nadia dan Agung jangan sampai tau.


“ inget yah letta, di sana selalu kabarin bapak ibu. Kemanapun kamu, lagian kalo sama Nato jangan mau tau ruangan berdua,. Ibuk bukan nggak percaya sama Nato, tapi tetap saja. Dia laki laki dewasa, ibuk takut kalo ada skandal dari kalian.” Jelas Nadia sembari melipatkan pakaian Letta ke dalam koper.


Letta berdehem. Nadia dan Agung terus mewanti wanti dirinya dan Nato agar tidak saling suka, mereka sama sekali tidak ingin Letta dan Nato punya skandal, padahal letta menatap Nato saja seperti saudara sendiri.


Mana mungkin mereka ada hubungan kan.


oh iya, Nato sudah lulus enam bulan lalu, lebih duluan dari letta. dia lulus di waktu yang pas. 4 tahun, dan sekarang bekerja di perusahaan besar di kota, jadilah dirinya dan Nato satu apartemen, sebelumnya Nato ngekos, tapi karena mendengar Letta membeli apartemen yang berisikan tiga kamar dia ingin tinggal di apartemen letta saja, itung itung ngirit dan bisa menjaga letta katanya. Tapi Agung dan Nadia menolak awalnya. Mereka menyarankan Nato untuk sewa lain gedung saja.


Tapi Nato tetap kekeh dan memberikan banyak bujukan akhirnya yah dia duuan di apartemen Letta. Nato beralasan takut Letta makan makanan sembarangan, jika ada dirinya letta kan bisa di control makannya. Ia juga akan stay jaga letta.


“ yaudah.. hati hati yah sayang... ibuk bapak Cuma bisa doain kamu agar baik baik terus. Ingat kalo ada masalah pulang, kamu masih punya rumah.” Tegas Nadia pada letta sedih.


Letta mengangguk memeluk Nadia.” Rumah ternyaman.. Letta akan pulang baik bahagia maupun ada masalah.” Jelas letta tegas.


Nadia mengangguk senang, semenjak tau letta bukan anaknya. Nadia merasa sedih awalnya, tapi sekarang tidak. Ia bersukur sebab bisa merasakan punya anak perempuan sebaik letta. ia bersyukur tuhan menitipkan letta di sisinya.


‘'Yuk kedepan.” Gumam Nadia segera membawa Letta. baju yang sudah di siapkan segera di tarik Nadia tapi saat Letta ingin membawa yang lain Agung sudah lebih dulu masuk dan mengambil semua barang.


Letta senang, sebab di rumah ini dirinya benar benar dijadikan seorang putri, tidak pernah di tuntut apapun. ia hanya dituntut untuk selalu sehat dan bercerita apapun yang buruk.


Usai berpamitan kepada ibu dan ayahnya. Agung dan Nadia berat jika Letta harus jauh dari mereka, tapi mau bagaimana lagi? karena pendidikannya letta harus jauh, mereka harus merelahkan letta untuk koas jauh dari rumah,


Melambaikan tangan menatap Letta yang sudah menjauh Agung dan Nadia saling berpelukan.” Letta pasti bisa jaga diri. Nanti kita suruh Nato aja buat kasih kabar terus. “ gumam Nadia pada sang istri.


Tentu saja Agung itu type ayah yang posesif, ia sangat posesif pada anak anaknya..


Tiga jam setengah letta sampai di apartemen yang akan ia tempati, harusnya dua jam setengah sudah harus sampai, tapi karena macet. Perkotaan itu sangat macet beda dengan di kotanya yang tidak terlalu macet, bahkan jika bukan hari besar tidak pernah macet.


Sampai di sana, ia melihat ada Nato yang berdiri di lobi dengan tidur di tempat duduk, Letta terkekeh pelan melihat itu, segera turun dari mobil dan menuju kearah Nato yang tertidur. Menyenggol lengan Nato Letta berdehem pelan.” Nato...” gumamnya.

__ADS_1


Nato terganggu membuka matanya, menatap letta dan mengucek matanya. Nato segera duduk dan melirik Letta kesal.” Lama banget sih? katanya udah otw kok jam segini baru sampek?” tanyanya menatap jam menunjukan jam 7 malam.


Letta menggaruk tengkuknya.” Macet banget.:” gumam letta lirih.


Nato menghela nafas pelan dan menatap mobil letta.” mana barang barang loe? Gue bawain.” Tegasnya.


Letta segera membawa Nato dan mengeluarkan barang nya, tapi Nato lebih dulu mengambil alih.” Loe bawain tote bag loe aja.” ketus Nato pada Letta.


Letta berdehem pelan, tiga kopernya dibawa oleh Nato, dan dirinya hanya bawa tote bag kecil. “ gue bawa sa..”


“nggak usah.. nanti gue di cincang sama pak agung kalo tau anaknya sudah.” Ketusnya.


Letta terbahak, Nato memang selalu mengatas nama ibu dan ayahnya saat melakukan hal baik untuk dirinya, padahal Agung dan Nadia tidak mungkin sebegitunya kan???


Melangkah menuju apartemen mereka yang berada di lantai 11, Letta dan Nato segera memasuki lift yang kosong, menatap keseluruhan dari lift hingga ke atas mereka segera menuju kamar milik Letta, berada di nomor 1023, membuka pintu letta, Nato segera masuk dan menaruh koper Letta di dalam apartemen.


Segera terkapar di sofa dengan wajah lelahnya." eleh gitu doang lo.” Gumam Letta mencibir.


Nato mendengus.” Loe bawa besi semua yah?” tanyanya mendelik.


” Sorry, nggak usah drama. Itu ada rodanya. Loe tinggal Derek dan dorong yah.” ketus letta.


Letta mendengus menarik kopernya ke kamar miliknya. Kamar ia dan Nato berhadapan saja. Menaruh barang di sana Letta kembali mengambil koper di depan.” Loe udah masak nat?” Tanya Letta melirik Nato yang mengikutinya sembari membawa satu koper lain.


Nato menggeleng.”kita makan diluar aja ntar. Gue pulang kerja jam empat, terus nungguin loe, nggak sempet masak.” Jelas nato jujur.


Letta mengangguk pelan.” Gimana kerjaan loe?? Suka nggak?” Tanya Letta.


Nato sudah menjadi asisten arsitektur, dirinya belum jadi arsitek sepenuhnya. Yang namanya juga mulai dari bawah, ia harus magang minimal enam bulan sedangkan ia baru kerja tiga bulan.


Nato mengangguk.” Cuma lah bos gue rada rada deh.” Gumam Nato mencibir bosnya.


Letta menaiki alisnya.” Rada rada gimana?” Tanya Letta.


Nato menatap letta ragu.” Nggak tau deh gue, kayaknya gue mau cari kerjaan di tempat lain aja, dia tu kayak gay gitu.” Gumam nato melotot, pertanda akan memulai pergibahan.


” Serious loe?” Tanya Letta kaget.


Nato mengangguk.” Masa dia pegang pantat gue anjir, terus terus aja natap gue, bilang gue ganteng banget. Gue kan jadi geli.” Gumam nato merinding.

__ADS_1


” Mana dia ngajak clubbing gitu. sama ke hotel, letta gue takut banget.” Gumamnya lirih pada Letta.


letta ingin tertawa rasanya melihat wajah nato.” Loe bikin cv aja nggak sih?? bikin tempat arsitek sendiri gitu, jadi loe freelance, loe jual desain aja...” jelas Letta serius.


“ gue mau di tempat kerja agar ada pengalaman gitu, nanti baru buka sendiri pas udah banyak rekan yang dikenal.” Jelas nato ragu.


” Yaudah kalo gitu nanti deh gue cari, jangan disana. bahaya itu.” Gumam Letta,


Nato mengangguk pelan.” gue aja yang nyusun pakaian loe. Loe mandi aja gih, loe pasti capek.” Umam Nato kembali.


“ dih emang loe mau nyiapin HB, CD gue dan lain lain?” Tanya Letta kesal.


” Asal loe tau pakaian loe gue yang jemur, ibuk Cuma nyuci, nggak usah sok sokan deh.” Ketus Nato. Letta mendengar itu mendengus, mengangah Nato ini seperti nak perempuan saja, rajin sekali membantu Nadia, ,mungkin juga karena waktu dia di rumah itu lebih banyak ketimbang Letta,.


Tapi tidak juga, ia juga sibuk. Hanya saja Nato type yang tidak bisa diam, selagi bisa dikerjakan ia akan mengerjakannya dengan baik.” gue mandi dulu deh, ntar kita cari makan." Gumam Letta. nato mengangguk membuka koper milik Letta pelan.


Jika kalian pikir Nato menyukai letta. kalian salah besar. Nato rasa Letta memang adiknya yang harus di jaga, apalagi mengingat jantung letta bermasalah usai membantunya agar tidak mati saat tenggelam itu. Nato sadar diri, ia berhutang cukup banyak pada Letta awalnya.


Tapi lama kelamaan ia nyaman dan terus ingin melindungi letta, Letta sangat baik, membantunya dalam kuliah, keuangan, bahkan usaha nya yang di rintis Letta memberi trik marketing dan lokasi yang bagus. Baginya letta itu sangat baik, dan ia mau letta selalu menjadi adiknya.


Untuk kekasih. Nato tidak punya, ia bertekat untuk menikah nanti saat dirinya sudah sukses, seperti kata Agung. Pantang untuk laki laki memacari seorang gadis tampa ada itikat untuk di nikahi.


Sesudah mandi dang ganti baju, Letta sangat segar, menghidupkan ac di temperature yang tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, sekitar 21celsius, melihat nato yang menggantung pakaiannya dilemari, letta menyisir rambutnya tenang didepan kaca, memberikan pelembab dibibirnya Letta melirik jam sudah pukul 8 malam.


“ kita makan dulu aja yuk.” Ajak Letta.


Nato mengangguk tegas.” dikit lagi. sepuluh menit oke.” Gumamnya.


Letta hanya berdehem. Nato kembali menggantung pakaian pakaian itu dan barulah mereka menuju ke rumah makan, tak jauh dari sini, merdeka tak perlu menggunakan mobil, sebab di dekat sini ada rumah makan dan restoran.


Di sini ada restoran seafood, ada juga restoran Jepang, ada juga rumah makan., mereka memilih untuk makan di rumah makan saja, makan dengan porsi yang sehat, letta hanya mengambil nasi dan sayur tumisan kangkung, dan juga dendeng.


“ masih enak masakan ibuk.” Gumam letta menatap makanan yang sedang ia makan mencibir.


” Jelaslah.,. jangan disamakan.” Gumam nato.


Letta mengangkat bahunya, masakan nadia itu memang khasnya, sangat enak dan lezat karena itu catering Nadia sukses besar, sampai para pejabat saja pesan dengan dia jika ada acara besar. Setelah makan barulah mereka kembali ke apartemen milik mereka.


Letta lanjut segera tidur karena besok dirinya sudah mulai untuk melakukan koas, sedangkan nato kembali melakukan pekerkannya yang belum selesai sepenuhnya. Merapikan baju Letta. saat melihat Letta tertidur Nato tersenyum segera mendekat,.

__ADS_1


menarik selimut milik Letta sampai ke lehernya, mengusap pipi Letta dan mengecup keningnya lamban. " Sehat terus yah!!" gumamnya lirih.


__ADS_2