Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
salah trik


__ADS_3

" Siapa nama kamu????" Tanya kakek Mars dingin menatap tingkah Letta yang benar benar tidak mencerminkan wajahnya yang cantik.


Letta terlihat sangat barbarly, lihat dia bahkan bicara celamotan.


Letta melirik kakek Mars dan berdehem.” Letta Yonarsa kakek.” Ujar Letta pura-pura sopan kepada kakek mars.” Nama kakek siapa? Atau ada panggilan?” Tanya Letta kembali. Melirik nenek di sebelah kakeknya.” Dan nenek siapa? Pakek skincare apa kok masih cantik dan kelihatan muda? kok mau sama kakek yang kelihatan usah tua?” Tanya Letta polos.


Si nenek tersenyum malu malu melambaikan tangan.” Bisa aja kamu, nama nenek ini m Mawar. Ini kakek namanya Venus.” Ujarnya lembut. berbeda dengan Venus yng melotot tak suka


Letta mengangguk.” Woh berarti mnama nama kakek dan keluarga ini memang terinsfirasi dari tata surya. Unik unik.” Gumam Letta membuat Mawar terkekeh.” Nama saya juga kan, sama dengan mamanya mars, kayak paketan nama nama bunga.” Ujarnya. Letta mengangguk pelan.


“ kalo kamu? Saya baru dengar marga Yonarsa. Dari mana itu?” Tanya Venus kepada Letta pelan.


Letta menggeleng.” ayah sama ibu saya Cuma penjual goreng kakek nenek, jadi dia nggak punya apa apa sampai harus di kenal, dan marga Yonarsa hanya marga kecil yang diberi oleh ayah, berharap kelak kami bisa berkumpul dengan marga yang dibuat.” Ujar Letta dengan tegas.


“ ohhh jadi kamu miskin?” Tanya Mawar dengan polos.


Letta mengangguk juga polos.” iya nek, saya miskin, tapi kata bapak saya kami nggak miskin kok, Cuma keluarga cukup dan sederhana, cukup makan, cukup sekolah dan cukup bahagia.” jelas Letta kembali dengan polos.


Mawar mendengarnya mengusap pipi Letta dan mencubitnya pelan.” kamu menggemaskan sekali.” Gumamnya terkekeh.


Letta mendengarnya mengusap tangan nenek tersebut dengan lembut.” Nenek juga,. Ini pertama kali saya berinteraksi dengan kakek dan nenek senyaman ini.” jelas letta dengan jujur.


“ kamu nggak punya kakek nenek?” Tanya Venus pelan.


Letta menggeleng pelan mengingat dikehidupan sebelumnya ia memiliki kakek angkat mengajarkan keburukan tapi nyatanya untuk kebaikannya yang sceuil, menderitanya suemur hidup. sama sekali tidak sebanding.


Letta menghela nafas pelan.” hubungan kami dulu enggak baik sampai dia meninggal. Kakek orangnya cukup keras dan juga tegas.” Jelas Letta pelan mengingat Ragiel. Semoga saja sih kakek masuk neraka jahanam..!!!


“ oh..” gumamnya Venus pelan, kentara melihat kesedihan dan kerinduan dimata letta membuatnya tak nyaman.” Kamu bisa anggap saya kakek kamu.” Jelas venus kepada letta gugup. Letta tersenyum menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“ kan emang Letta ini menyenangkan moms, dad, kami saja senang dengan Letta, rumah jadi ramai, dia juga terbuka da jujur.” Ujar Bunga memegang bahu Letta dengan gemas. Letta tersenyum miris mendengarnya.


Mawar dan Venus menghela nafas.” tapi dia miskin.” ujarnya Venus pelan.


Letta melirik venus kesal.” Tapi ngak miskin banget kok, kan sudah dibilang kami keluarga sederhana.” Ujar Letta mencegah.


“ iya sederhana.” Ujarnya membuat Venus terkekeh geli. Letta memang menggemaskan bicara hal hal


“ yaudah gimana Mars??? Kamu beneran mau pitus pertunangan?” Tanya Venus pada Mars.


Mars mengangguk.” Nanti siang kami akan menghubungi kembali keluarga Kirana untuk membicarakannya, sebab nanti malam kita ada acara kan. “ jelas Mawar kepada mars.


Mars melebarkan mata binar.” jadi kami beneran putus kan pertunangannya?” Tanya mars.


Mawar berdehem “ asal cucu nenek ini senang.” Ujarnya. Mars geregetan segera meloncat dan memeluk letta. letta mendelik melirik mars di sebelahnya. Ini modus kan?


“ kamu bisa bahasa korea Letta?” Tanya Venus membuat pelukan Mars kaku segera melepaskan letta.


“ bahasa apa saja yang kamu bisa?” Tanya Venus mulai serius.


Letta mengernyitkan dahinya.” Sebenarnya banyak, inggris, korea, mandarin, Prancis, romawi juga. Hanya saja sudah lama tidak menggunakan bahas amereka saya sedikit kaku.” Jelas Letta meringis pelan. sudah lama tak menggunakan keahlian bahasanya mungkin permasalahannya berada di lidahnya yang agak kaku,


Venus mendengarnya kagum.” Wah bulan depan saya mau ke Korea untuk urusan bisnis, kamu mau bantu saya jadi penerjemah tidak? Sebab saya juga belum menemukan orang yang pas. Itung itung kamu bisa jalan jalan secara gratis, “ jelas Venus.


Letta mendengarnya tersenyum senang.” Di bayar nggak kek?” Tanya Letta.


Mars melotot melirik Letta, Letta terkekeh.” Yah nggak gitu, kemaren rumah letta di sita gara gara pinjamannya nggak lunas, salah Letta sih gadai rumah kemaren buat beli mobil.” Jelas Letta dengan meringis


“ kenapa kamu lelang Cuma buat beli mobil?” Tanya Venus mengernytitkan dahi.

__ADS_1


Letta menggela nafas pelan.” Letta tu nakal kek, yah namanya juga anak muda kan, jadi yah begitu, nah pas udah di usir Letta kredit rumah, dan sekitar satu miliyar lebih lagi biar lunasnya. “ jelas Letta jujur.


Venus mendengarnya mengangguk pelan.” Cuma satu miliyar kan?? nanti saya transfer yah.” Jelasnya.


Letta melebarkan mata memandang Venus tak suka,. niatnya agar mereka tidak setuju pada dirinya “ kek saya nakal loh kek, suka membully orang, suka bolos dan suka ajib ajib alias clubing.” ujar Letta menunjukan diri dengan mabok.


Venus mengangguk pelan.” iya nggak apa apa, namanya juga masih muda kan, asal kamu nggak jual diri dan mengonsumsi obat terlarang saja sudah cukup.” jelas Venus menikmati kuah makananya.


Mawar terkekeh melihat Letta yang polos bicara jujur.” Kakeknya Mars ini dulu malah ketua geng, bolos dan begituan sudah makanannya, apalagi bully orang. nenek pun juga.” Ujarnya bangga.


Letta melirik mereka dengan lirikan maut, enak saja mereka ini bicara yah..!! dirinya salah sasaran jika begini. Melirik Mars yang memandangnya dengan remeh Letta hanya bisa pasrah, entah siapa yang akan lebih dulu mengetahui dirinya memiliki prospek buruk begini letta takut tau.


Yang jelas Letta harap semua terselesaikan tanpa ada yang menjadi korban.


sudah tak bisa terselamatkan dirinya.


...----------------...


Usai dari rumahnya Mars bertemu kakek neneknya. Letta pulang ke rumahnya, ibu dan ayahnya masih sibuk di depan banyak ditanyakan tapi letta hanya menjawab dengan tenang. Melemparkan tasnya di atas kasur.


Letta menghela nafas hendak menidurkan diri. Tapi ia berhenti melirik Nato yang berada di depan pintu kamarnya dan menunduk. “ ngapain loe?” Tanya Letta.


Nato melirik Letta dengan lirikan memelas, memilih masuk meski tanpa di suruh. Nato memilin ujung bajunya dan berdehem. Letta menaiki alis melihat wajah Nato yang bonyok, tangan yang terluka, bahkan celana bagian lututnya bolong.


“ berantem?” Tanya Letta mulai melunak


Nato memandang lamban lantai mendengarnya. “ siapa yang buat loe begini?” Tanya Letta dingin.


Nato memandang letta nelangsa, dirinya merasa seperti Letta yang kakak bukan dirinya, padahal dirinya disini laki-laki. Nato merasa kehilangan jati diri sebagai kakak.

__ADS_1


“ gue berantem di tempat kerja tadi.” Jelasnya gugup dan tak tenang.


__ADS_2