Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
bertemu Calisa


__ADS_3

“ oh bawa sini.” Jelas Reno.


Karena Reno memang pemegang peeriksana data dan keuangan. Jasmine dengan gugup mendekati Reno dan memberikan berkas.


Sesekali melirik putra tapi putra malah membuka HPnya, bisa ia lihat wallpaper nya adalah Foto Letta yang sedang memegang tepung seperti sedang memasak sesuatu. Dada Jasmine terasa nyeri melihat hal itu.


Jasmine salah, salah karena terlalu mencintai orang yang tidak mencintai dirinya, dan akhirnya cinta itu harus menyakiti dirinya sendiri begitu dalam.


Gina melihat bagaimana ketidak peduliannya Putra kepada jasmine geram, sangat kesal rasanya. “ Ren menurut loe cowok yang udah ngerusak cewek itu gimana sih??” Tanya Gina blak blakan.


Reno melebarkan mata mendengar pertanyaan Gina terang terangan. " Soalnya gue ada temen yang udah di rusak tapi nggak dinikahin., brengsek banget kan itu cowok.” Tegas Gina dengan melirik Putra melihat repon Putra mengenai pertanyaan dirinya.


Putra mendengar itu diam, menatap Hpnya dengan aura suram. Reno melotot kepada Gina.


“ Gina.” Gumam Jasmine tersinggung, ia belum menceritakan apapun kepada Gina, tapi pertanyaan Gina seakan-akan tau keadaan dirinya.


“ brengsek..” gumam Gina kesal.


” Cowok gitu nggak bisa dihargain,.ng."


“ kenapa perempuan selalu merasa menjadi korban saat sudah ditinggalkan?? Menolak menjadi tersangkah meskipun itu salahnya sendiri, merugikan dia sendiri?” Tanya Putra kembali tenang.,


Gina mendengar itu melirik Putra yang angkat bicara,. Hati, perasaan Putra menjadi gatal untuk angkat suara. Gina hanya bisa diam memandang Putra bungkam. “ kalian merasa karena kalian perempuan jadi kalian yang di rusak??? Padahal melakukan hubungan intim itu keterlibatannya antara dua orang, satu orang dan stau lainnya. Jika salah satu menolak sudah pasti tidak aka nada terjadinya sebuah keadaan yang tidak diinginkan? Tidak akan akan terjadi kan?” Tanya Putra dengan alis terengut jelas. " Kalian pikir kaki siapa yang terbuka lebar? laki-laki atau perempuan???" Tanya Putra lagi dingin.


“ paling menjadi korban, wanita, masa depannya rusak lah, keperawanannya rusak lah.. atau bahkan merasa dirinya sudah tidak berharga, Come on, kenapa tidak pernah berpikir hal itu sedari awal saat melakukan?? Mengapa saat sudah terjadi baru bilang laki laki brengsek dan kalian sebagai tersangkah?” Tanya Putra masih dengan pikirannya yang kacau


” P--Put.” Gumam Reno gugup, melihat aura suram milik Putra jadi paham, jika Putra saat ini memang tidak baik baik saja.


“ nggak. Saya nanya sama Gina.. tadi kan dia bilang temannya di rusak sama laki laki yang tidak bertanggung jawab. Jadi yang menjadi tanggung jawab itu maksudnya gimana? Mau gimana??? Tolong jelaskan.” Tegas Putra dengan serak.


“ Yah..” guna takut, tangannya bahkan gemetar.” Ya nikahin lah. Kan kasihan ceweknya rusak dan kehilangan ma..”


“ masa depannya? Yang kamu maksud rusak itu gimana??? Tanggung jawab harus lewat sebuah pernikahan?” Tanya Putra dengan kesal memotong ucapan Gina.


Reno cemas cemas harap melihat suasana yang sudah suram dan panas, bahkan Jasmine tak bisa bersuara melihat mereka. Putra mengangguk tegas.” jadi yang rusak hanya perempuan saja begitu? hanya masa depan perempuan yang dikhawatirkan sedangkan laki-laki tidak begitu?” Tanya Putra.


Putra menunjuk kepalanya dan menatap Gina sinis.” Mangkanya kalo sekolah jangan selalu nyalahin guru kalo kamu bodoh, pikir kenapa kamu yang bodoh, kenapa temen kamu pinter.. “ jelas Putra tersenyum sinis.” Jangan sampai kamu yang bodoh sekolah yang disalahin, kan sekolahnya rugi nyekolahin manusia nggak ada otak kayak kamu. Brakkk..” Putra mendengus segera menjauh dengan wajah suramnya usai memukul kuat meja didepannya.


Baik Jasmine maupun yang lain memejamkan mata shok. Putra sangat keras memukul meja.


" Tuh gara-gara loe sih!" Gumam Reno pada Gina kesal, Gina hanya meneguk Saliva kering, tak berani bicara apapun lagi.


“LETTA..!!! Ada teman kamu diluar.” Teriak Nadia pada Letta yang sednag menonton televisi di ruang tengah.


Letta mendengar itu menguap pelan.” bentar.” Teriak Letta segera berdiri melihat siapa yang datang ke rumahnya.. Xior..


Letta menatap Xior tersenyum lebar.” Eh Xior.. ayo masuk.” Jelas letta.


Xior mengangguk, melirik sekeliling rumah Letta, rumah Letta ini type rumah yang sangat nyaman ditempati, melirik kearah anak yang tidur dilantai dengan liur yang menetes Xior membuang muka.


“ Kita harus ketokoh perhiasan.” Jelas Xior. Letta mendengar ityu mengangguk pelan.

__ADS_1


'' dua hari lagi acaranya.. kamu ngak lupakan letta?” Tanya Xior.


Letta mendengar itu diam, tidak bicara apapun lagi. xior melihat itu menjadi paham.” Kamu.” Kita keluar saja yuk untuk bicara.” Jelas Letta dengan pelan.


Xior mendengar itu berdehem paham. Mengangguk memilih membawa Letta menuju salah satu café yang berada di dekat tokoh yang akan mereka masuki kelak.


Mereka memang sudah memesan beberapa cincin.. dan akan diambil hari ini. sepertinya Putra dan Bima sama sama sibuk. Xior sendiri tau apa yang menjadi kesibukan mereka, karena itu juga ia memiliki menemui Letta kali ini.


" teh poci satu yah.” jelas letta pada writers pelan.” sama nasi goreng hati empela saj--.”


“ tidak bnoleh.. “ tegas Xior dingin.


Letta menatap Xior cemberut. Xior memandang pelayan dengan dingin.” Berikan dia salad buah sama oatmil saja.” Tegasnya.


Letta membuang buku menu kedepan kesal. Sebagian Xior menatap letta malas.” Ba baik tuan.. nona..” jelas pelayan segera menjauh dari mereka..


Letta diam diam tak sengaja melihat ada yang masuk ke dalam café.. mengerjab pelan letta melihat siapa yang datang.. “ itu Bima?” gumam letta pelan.


Xior melirik dari kaca di belakang letta dan berdehem pelan.” jangan dilihat.” Jelas Xior.


Letta berdecap kesal segera menjemput di depan tubuh Xior.” Kita harus pindah ke sana agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.” Jelas letta.


Xior mendengus enggan tapi Letta sudah menarik tubuh Xior. Sehingga bagian dimana Bima dan Calisa yang duduk berhadapan dan dibelakangnya itu ada pembatas seperti kerangka bambu menutup setengah kepala. disana letta membelakangi Bima dan Calisa agar mendengar apa yang mereka katakan.


Xior hanya diam di sebelah letta. “ kau mau pesan apa?” Tanya Calisa kepada Bima.


Bima tersenyum tipis pada Calisa.” Aku ingin teh leci saja dan spageti.” Jelas calisa lembut.


Calisa terkekeh pelan.” kau ingat makanan pavort ku.” Jelas calisa senang. Bima tersenyum tipis.


“ mereka sudah lama kenal?” gumam Letta berbisik pada Xior.


” Mereka mantan,” bisik Xior.


Letta melotot pada Xior, Xior mengangguk pelan.” mereka pernah menjalani hubungan selama 7 tahun sebelum Bima menikah dengan mantan istrinya itu...” jelas Xior berbisik. Letta jadi paham sekarang jika begitu.


“ kau benar benar jadi menikah dua hari lagi?” Tanya Calisa pada Bima.


Letta melebarkan mata segera memasang telinganya mendengar pertanyaan Calisa pada Bima. Apa Bima jujur dia akan menikah.?


Bima mengangguk pelan.” iya kami akan menikah.” Jelas Bima, terdengar berat.


Apa Bima tidak menyukai dirinya lagi kah??


Calisa mengangguk sedih.” Kamu pasti akan menemukan lelaki terbaik.” Jelas Bima serak, terdengar tidak rela mengatakan itu. Calisa tak bersuara di sana, hanya memasang wajah sedih.


” permisi nona.. tuan... ini pesanan nya.” Jelas pelayan melirik Xior dan Letta.


Xior dan Letta mengangguk segera mengambil pesanan mereka, melirik pesanan Xior yang hanya kopi biasa Letta memicingkan mata.” Pesan satu lagi nasi bakar ayam betutu.” Jelas Letta dengan pelan.


“ letta.”

__ADS_1


“ Ini ayam kampung jadi sehat..” jelas letta menyelah ucapan Xior.


” Tidak akan berpengaruh dengan penyakitku.. beberapa hari ini juga aku terasa sehat kok.’ “ jelas Letta. pelayan segera menjauh membuat pesanan Letta.


Letta menatap sayuran itu kesal. Menyebalkan, sayur hijau, irisan tomat, alvokad.. mayones ini benar benar menyebalkan sejujurnya. Syukurlah Letta memang menyukai sayuran jadi masih bisa mencerna semua ini dengan baik.


“ aduhhh saya mau ketoilet dulu yah.” jelas Calisa pada Bima.


Letta mendengar itu tersenyum lebar...” gue ke toilet dulu.” Jelas letta pada Xior semangat,


Xior melihat letta hanya bergumam saja, letta buru buru ke toilet untungnya Calisa ke toilet yang arahnya di arah dekat letta sehingga saat Letta kesana tak harus lewat di depan Bima.


Saat di toilet Letta melihat Calisa yang berdiri didepan wastafel dan memandang kaca kosong, mata yang memerah dan air mata yang berjatuhan. Letta menjadi heran melihat hal itu.


.” Mbak ada apa?” Tanya letta pelan kepaa calisa. Calisa wanita dewasa, terlihat sangat keibuan dan baik hati. Lihat bagaimana wajah suramnya yang putus asa.


apa dia sakit hati mendengar Bima akan menikah dengan dirinya?


artinya dia mencintai Bima kan?


Calisa menghela nafas pelan dan menggeleng. Letta melihat tangan calisa yang gemetar disana,, apa wanita ini baik baik saja???


Calisa kembali menangis di sana membuat Letta terganggu. Letta tidak tau bagaimana cara menenangkan orang menangis. “ hiks hiks.. bahkan kamu tetap tidak bisa aku miliki.” Gumam Calisa bergetar.


Letta paham sekarang... “ mbak patah hati?” Tanya Letta pelan. Pertanyaan terbodoh yang Letta utarakan..


Calisa bergumam pelan dan seidh.” Laki laki yang aku cintai bertahun tahun, sudah bercerai dengan istrinya.. itu sempat membuat aku bahagia, tapi kabar buruk dia akan kembali menikah padahal aku tak menikah karena begitu mencintainya hiks hiks. Hatiku sakit sekali.” Gumam Calisa memukul dadanya sendiri. Tangis itu sangat pilu.


Letta sangat tidak paham bagaimana cara menenangi seseorang, sehingga ia hanya bisa menatap calisa penuh iba.” Aku bahkan tidak bisa menikah karena masih mencintai dia hiks hiks.. Mengapa perasaan ini tidak adil.” Gumam Calisa kembali menangis didepan wastafel. Ada dua orang masuk kaget tetapi segera ke toilet bilik membuat Letta berdehem pelan.


“ hmm mbak..” gumam Letta pelan. calisa atak menyahut.


” Aku,,” Letta ragu.


Letta tau jika dirinya tertarik dengam Bima, tapi Letta lebih tau jika wanita di depannya ini lebih mencintai Bima dari dirinya. Dia juga terlihat lebih pantas dan cocok. Tidak ada penyakit, tidak ada beban..


Letta bergumam pelan memandang calisa.” Bagaimana jika mbak menikah dengan Bima?” Tanya Letta pelan.


“ kamu kenal dia?” Tanya Calisa pelan dan kaget.


Letta mengangguk pelan.” yang akan menikah dengan dia adalah aku.” Jelas Letta Serius..


Calisa tertegun mendengar itu, wajahnya terlihat kaget memandang letta..” kamu terlihat masih sangat muda tapi..” jelas calisa melihat Letta dari atas hingga kebawah.


Letta mengangguk.” Usia ku masih 18 tahun.” jawab Letta.


Calisa melebarkan matanya. Apalah Bima akan menikahi gadis dibawah umur.?


” o oh aku tidak bernmiat menjadi pelakor. Bima tidak bersalah, dia tidak mendekati ku, aku saja yang tidak tau jika dia akan menikahi kamu, dia baru memberi tahuku tadi pagi..” jelas Calisa gugup..


Calisa meringis ingat tadi sudah bicara mengenai dirinya yang menginginkan Bima di hadapan Letta sebagai calon Bima.

__ADS_1


__ADS_2