Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
berita


__ADS_3

Pulang dari kampus, teman teman Letta berbondong bondong ke kamar milik Letta, mereka dengan semangat membawa buah dan juga kue kue yang dibeli untuk Letta. lihat sekarang kamar Letta sudah penuh karena teman-teman nya.


” Cie,. Ini siapa yang kasih?” Tnaya Betta melirik bunga lili di brangkar Letta


Letta melirik bunga lili yang diberi oleh Renja tadi sore, dia hanya sebentar, paling hanya 10menit saja dan dia pulang dengan wajah masam karena Letta terlanjur badmood kepada dia yang menyalahkan Letta penuh luka dan masalah yang dirinya hadapi.


“ ada tadi dari dokter.” Jelas Letta bohong.


Betta mendnegar hal itu menaiki alisnya bingung.” Dokter nya suka sama loe?” tanyanya berbisik.


Letta segera menggeleng cepat dan berkata pelan.” bukan suka, di setiap tamu mungkin dikasih.” Jelas Letta bohong.


Betta mendengar hal itu mendelik tidak terima.” Gue dulu sakit nggak ada dikasih bunga cantik begini deh perasaan.” Gumam Betta murung


“ mungkin karena loe nggak cantik kali.” Jelas Udin ceplos.


Semua terkekeh membuat Betta menatap Udin bengis dan kesal.” Betta cantik kok.’ jelas Bastian polos membuat Betta memandang Bastian terharu karena di bela.” Tapi kalo ditengah-tengah monyet, iyakan letta?” tanyanya menatap Letta polos.


Seluruh terbahak mendengar ucapan Bastian.


“ anjing loe. Mati saja sana.” Teriak Betta pada Bastian melempari buah jeruk diatas meja kepada Bastian kesal.


Bastian reflek hendak berlari,. Tetapi karena di tengah tengah Udin dan Nato, mana bisa ia cepat pergi.


Plak. suara renyah itu menimpa wajahnya. Seluruh terbahak melihat wajah lempeng Bastian yang bisa-bisanya malah menjilati air jeruk yang menetes usai menimpa wajahnya tenang


“ ini nih punya temen sengklek semua Letta. nggak ada yang waras lagi kan?” gumamnya memainkan bunga lili ditangannya tenang.


Letta terkekeh pelan.” loe suka bunga lili?” Tanya Letta pelan.


Betta mengangguk tersenyum senang.” Suka banget malah, apalagi warna putih begini.” Gumamnya mencium aroma bunga yang ia pegang.


Tersenyum senang.” Wangi banget.” Wajahnya terlihat sangat mereka senang hanya karena sebuket bunga.


“ yah udah kalo loe suka, loe ambil aja.” Gumam Letta terkekeh pelan.


Betta menatap Letta menolak.”Ngak lah, kan ini buat loe kenapa juga ngasih sama gue.” jelas nya menolak pada Letta yang malah memberikan bunga miliknya kepada dirinya.


“ gue nggak terlalu suka bunga, nanti layu aja kan rugi.” jelas Letta jujur.


Betta mendengarnya menatap Letta dengan berbinar.” Beneran??? Kalo gitu, gue aja yang rawat. Kan kasihan kalo layu, mana cantik banget gini.” Gumamnya pelan menatap nanar bunga.

__ADS_1


“ sebenernya tu kode sih.” gumam Bastian pada Udin dan Letta, mereka melirik keduanya dengan tenang.


” Siapa yang mau kasih Betta bunga besok besok bunga LIli aja, dia suka tu.” Jelas Letta melkirik nato yang diam saja sejak tadi. Bastian dan Udin menatap Nato dnegan heran dan bertanya.


“ kok malah natap gue sih?” Tanya Nato heran di ungkit ungkit.


” Enggak. Kita Cuma bilang kalo Betta suka bunga lili, lain kali kalo ada yang suka kasih bunga lili aja. Nanti dirawat sepenuh hati.” Jelas Letta di sana dengan polos.


Nato mendengarnya melirik Letta aneh dan juga tak suka. “ kode.’ Bisik Bastian membuat semua terbahak.


Betta di sana menatap teman-temannya kesal, paham maksud temannya.” Kalian is.” Gumamnya menghentak hentakkan kaki kesal.


Semua terbahak dibuatnya. Betta memang sangat lucu di antara yang lain.


...----------------...


Hidup itu indah jika ditempat yang tepat, mau bagaimanapun, hidup akan tetap indah. Letta mengalami hidup penuh duka, sama sekali tidak menyalahkan takdir dirinya yang sakit ataupun penuh masalah. Masalah yang dirinya rasakan kali ini tidak ada tandingannya dengan bahagia yang ia rasakan saat mendapatkan keluarga penuh kasih, tidak pernah pula Letta meminta hal lebih terkecuali selalu bersama orang orang yang baik ini.


“ ada rame rame apa nih?” Tanya Nato menatap bingung orang orang yang berlalu lalang.


Mereka melirik Nato dan menggeleng.” itu foto anak baru yang kemaren berantem sama kak Tama,. Kesebar, katanya dia ayam kampus.” Jelas salah satu perempuan di sana dengan dingin.


Nato mendengar hal itu menaiki alisnya, menatap kedepan, ia menerabas keramaian membuat beberapa orang menatapnya dengan tak suka. tatapan nato melebar melihat Letta yang di berbagai acara dengan lelaki yang berbeda beda. Ada Zeyn yang memeluknya, ada Bima yang juga di salah satu rumah sedang berciuman, lalu ada Mars, di sebuah café.


Tangan Nato menyentuh foto dengan murkah dan sesak.” Ini bukan adek gue.” tekan Nato dengan dingin, menarik semua foto dari Mading nanar dan dingin,


Mereka melirik Nato dengan alis terangkat.” Fotonya asli, coba deh lihat.” Tegas yang lain.


“ nggak, ini pasti aditan.” Gumam Nato nanar, Nato segera pergi dari sana.


Nafas Nato seperti terhenti, jantungya berjalan lebih cepat. sesak dan nanar. Nato menatap lagio foto foto yang tersebar luas, siall ini benar benar asli dimatanya.


Di sisi lain ada Fahmi dan teman temannya menatap aneh sekitaran, banyak foto bertebaran, bahkan seperti ada yang menghamburkan dari atas. “ eh apa nih?” Tanya Fahmi pelan memungut satu poster yang terjatuh di kakinya.


Tersentak melebarkan matanya, terlihat foto tak pantas letta bersama pria, “ apa tu?? Jualan apa?” Tanya Renja tenang melirik fahmi


Mereka juga sontak kaget melihat foto di tangan Fahmi. Renja segera merebut foto tersebut dan menatap nanar poster yang ada. Ia melirik sekeliling yang semua orang sudah mulai memungut poster poster yang bertebaran di sekitaran.


Sesak tangan Renja mengambilnya.”Letta.” gumamnya nanar dan lirih,


Fajar di sana ikut merunduk, memungut satu poster yang di dekatnya, sama sama kaget dna terdiam, dadanya memburu panas melihat hal ini.” ini nggak mungkin letta kan?” Tanya Fajar pelan.

__ADS_1


“harusnya bukan.” Gumam Renja nanar melirik keseluruhan foto, dimana ada juga letta bersama berbagai pria yang berbeda.” Ini kelihatan alsi banget.” Gumamnya nanar,


“ ini pasti bukan Letta.. gue tau Letta siapa dan dia nggak mungkin jual diri gini. “ jelas Renja tegas kepada teman temannya.


“ tapi ini asli.” Jelas fajar tegas. Melirik seluruh orang sekitar sudah mulai mencibir Letta.


” enggak. Ini nggak mungkin dia, gue tau dia.” Tegas Fahmi dingin. Letta sosok sahabat ayahnya tidak mungkin semurah ini dan juga mau menjual diri.


“ loe tau apa tentang dia?” Tanya fajar dingin.


Fahmi terdiam pelan mendengar ujaran dari Fajar. Benar, dirinya tau apa memang tentang letta?? letta tetap letta, belum tentu sosok alleta teman dari sang ayah.


...----------------...


Brak.... Nato menendnag pintu rumah sakit Letta keras. Letta yang tertidur sontak membuka matanya menatap kaget kedepan. Brak.. Letta tertegun melihat foto foto yang berserakan di kaki dan juga tubuhnya. ia menatap Nato kaget, ada apa sampai wajah nato memerah dan menatapnya datar.” Ada apa?” Tanya Letta dengan serak.


“ loe lihat itu.” tegas Nato pelan menunjuk poster. Letta mengerjab linglung, mengambil salah stau poster,


Letta ,melebarkan mata melihat hal itu, mengambil foto foto yang ia bisa gapai, ia kaget, “ ini?” Tanya Letta menoleh menatap nato tertegun.


Plak... Letta terdiam merasa pipinya kebas, mendapat tamparan talak dari sang Nato.


Nato menatap letta benar benar marah, letta diam menikmati rasa perih yang belum sembuh sekarang kembali terasa perih. “ gue nggak nyangkah kalo selama ini loe jual diri buat semua kemewahan ini., loe murahan.” Teriak Nato menggema di sana.


Letta terdiam mendengar utara hati Nato, selama ini tidak ada rasa sakit jika orang lain mengatakan dirinya murahan. Letta menatap Nato yang menangis di depannya, tatapannya sama merah dengan dirinya.” Gue pikir loe udah berubah, taunya sama aja, loe jual diri, loe murahan dan sekarang., loe permalukan bapak ibuk, nanti apa alasan loe kalo mereka tau??? “ teriak Nato kembali.


“ bapak sayang banget sama loe, dia banggain loe kemana mana, berkoar kemana mana kalo anaknya baik, udah berubah. Eh nggak taunya anaknya ngelont3. Otak loe dimana letta, loe mikir nggak.. loe mikir nggak..!” teriak Nato kembali memaki letta berkali kali.


Letta di sana diam kehilangan suara di depan Nato. Nato menggeleng pelan mengusap air mata nya jatuh.” Seluruh anak kampus udah tau kelakuan loe, entah siapa pelakunya. Tapi yang pasti ini juga udah masuk berita, bapak sama ibuk pasti bakal tau. Gue nggak tau sekecewa apa mereka sama loe. Mereka pasti bakal marah besar.” Teriak Nato kembali.


Letta berdehem pelan.” nato..”


“ diem loe Letta, diem..” teriak Nato menggema di sana,


Letta diam tak menatap Nato lebih.” Gue nggak mau denger alasan apa yang bakal loe kasih sama gue, tapi gue bener bener kecewa sama loe. Harta loe, harta paling berharga loe sebagai cewek loe jual gitu aja. Otak loe dimana.” Teriak Nato menunjuk kepala Letta dan mendorongnya kuat. Letta diam didepan nato.


“ loe nggak mikir??? Apa otak loe Cuma duit? Gue tapi kita miskin tapi nggak gini caranya. Loe jahat, loe jahat sama diri loe sendiri, sama bapak, sama ibuk.. gue malu punya adek kayak loe. GUE MALU.” Teriak nato kembali berteriak.


Letta diam mendengar hal itu, dadanya semakin sesak dan semakin nanar. menggeleng pelan Nato menatap letta.” gue udah nanya berkali kali sama loe mengenai uang selama ini loe dapetin dari mana, sekarang kebongkar. Gue nggak butuh barang mewah dari loe. Gue nggak butuh rumah bagus gini. Kalo gue tau. Gue lebih baik bunuh loe aja letta.” teriaknya kembali menarik rambut letta dan memukulnya kuat.


Letta diam menikmati pukulan Nato kepadanya. letta diam menikmati seluruhnya. Nato terus menangis sembari memukul letta.

__ADS_1


“ gue benci banget sama loe Letta. gue benci.” Teriak Nato melepaskan kepala Letta lemah sebab dada yang menyempit.


__ADS_2