Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
rumah baru


__ADS_3

.” Loh Let ini kan tempat jualan ibuk, “ ujar Nadia pelan menatap tempat ia menjual gorengan tokoh yang Letta kemaren beri, bahkan gorengan yang ia tinggalkan dan di jaga oleh orang sebelahnya masih ada,


“ nah dibelakang ruko ini kita tinggal, temen Letta itu dia mau pindah jadi dia jual ini rumah dan ruko. Letta nyicil beli nya deh” Jelas letta bohong.


Nadia mendengarnya kehilangan suara dam Agung pun mengerjab pelan.” udah nggak usah dipikirkan, harganya murah kok. ayok masuk lihat rumahnya.” Ujar Letta membujuk.


Keduanya mengangguk, sedangkan Nato hanya diam saja dengan Nemo yang tertidur karena kelelahan, Nemo ditingalkan di mobil sedangkan Letta membuka pagar rumah, rumah ini memang di pagar, tokoh ada di bagian sebelah berbeda ada tembok pembatasnya, tidak besar tapi ini jauh lebih layak dari rumah sebelumnya, rumah dua tingkat dengan warna Full abu muda dipadukan abu tua. Agung dan Nadia hampir menangis melihat ini rumah.


“ Nah masuk masuk.” Letta membuka rumah dengan kunci yang ia pegang.” Nah kalo gini kan ibuk deket jualannya. “ jelas letta semangat, semua rencanaya berjalan tanpa ia jalankan, kemaren mikir bagaimana cara mengajak mereka pindah sekarang malah pindah beneran, itulah yang namanya di balik kesusahan pasti ada kemudahan ea ea.


“ Wah keramik let lantainya.” Jelas Nadia kagum, Letta Tersenyum lebar membuka pintu lebih lebar. sebab rumah sebelumnya lantainya hanya semen biasa.


” Nah pilih lah sendiri kamarnya tapi Letta mau kamar di lantai dua saja, dan iya itu Nato ambillah gorengan sama minuman buat itu akang akang yang nurunin barang.” Jelas Letta.


Nato hendak menolak membuat Letta Tersenyum evil.” Mau atau nggak gue kasih kamar.,!!!” Ancam letta.


“ loe suka ngamcem,” ujar Nato malas menghentakkan kakinya segera pergi.


Letta terkekeh pelan, ''oh astaga.. Letta lupa, kita kan belum ada kasur sama prabotan rumah, ini masih plong.” Gumam Letta menepuk jidatnya pelan.


Nadia dan Agung mengeleng pelan.”nggak apa apa, kita bisa tidur di alasin sama karpet aja.” Jelas Agung tak enak.


Letta mengeleng pelan.” bawain Nemo keluar dulu dari mobil Letta mau beli kasur.” Jelas Letta.


Keduanya hendak menolak tapi yah mau bagaimana lagi? Letta sudah keluar. Tak enak hati segera menggendong Nemo keluar dari mobil dan letta kembali pergi.


Nato yang membawa gorengan dan teh dari warung memutar bola mata jengah.” Bantu beres beres oy.” Teriaknya tapi namanya juga Letta. mana ada dia mendengar kan Nato, malah ia balas klakson panjang membuat wajah Nato memerah karena kesal.


...----------------...

__ADS_1


Masih menggunakan seragam letta memasuki mall bagian porniture rumah, menatap keseluruhan kasur yang nyaman. Letta mengangguk pelan melihat keseluruhannya. Sampai tidak sadar ada seseorang mengikuti dirinya sejak tadi,


“ kalo mau yang bagus yang ini.”


Letta jaget melirik ke sebelahnya. Bima yang menggunakan pakaian rapi dan lengkap dengan jas nya.


Tiba tiba ada Bima Tersenyum kepadanya kan merinding, apalagi ingatan kemaren membuat Letta agak membuat jarak. Bima Tersenyum melihat Letta yang begitu menggemaskan.” kenapa nggak bilang kalo mau belanja atau rehab kamar? Kan saya bisa bantu baby.” Ujarnya menahan bahu Letta dan mengusapnya.


Meremang tubuh Letta. Letta alihkan dengan mengangguk kaku.” Iya nih om, saya mau beli kasur tapi kasurnya..” Letta diam sejenak menghitung anggota keluarga,. Ada Nato, agung dan Nadia satu saja kasurnya, lalu ada Nemo dan dirinya “ ada empat. Soalnya kami habis pindahan.” Jelas Letta pelan.


Bima mendengarnya mengangguk paham.” Ohh gitu, pindahan yah.. ayo sini saya temenin buat beli barangnya.” Jelas Bima menggenggam tangan letta.


“ duh tapi om-om ngapain bisa di sini?” Tanya Letta heran padanya. Bima kan Orang sibuk.


“ yah gimana dong kan ini tadi om baru udah rapat sama manager ini mall. Mall ini kan punya om.” Jelas Bima santai.


Letta melebarkan matanya kaget. Aha... tiba tiba pikiran Licik letta keluar tiba tiba, dengan Tersenyum tipis Letta pura pura paham.” Oh gitu yah om. Letta baru tau,.” Ujar letta. Bima terkekeh mengusap pipi letta lembut.


Keliling ditemani Bima yang terus merangkulnya Letta jadi banyak tatapan, banyak yang menyangkah mereka kekasih karena memang Bima tidak terlihat tua sama sekali, atau bahkan berfikir mereka adik kakak. Dengan Bima Letta mendapatkan empat kasur dengan kualitas terbaik, satunya saja harganya 21jeti, Bima tidak main main kualitas terbaik dirinya berikan, mesin cuci satu, kulkas terbaik dan sofa. Ada beberapa peralatan dapur juga, almari. Semua yang merteka beli bertotal hampir empat ratus juta lebih.


Letta ketar ketir semoga saja Bima yang bayar. Sampai di kasir Bima mengeluaran kredit card-nya. Letta berdehem meliriknya dan tersenyum.


“ Ini mbak..” jelas Bima tegas. Pelayan mengangguk segera menyelesaikan pembelian barang barang yang dibeli. Letta kegirangan hampir meloncat dibuatnya.


Bima melihat Letta kegirangan tak kalah senang. Letta seperti anak anak yang manis, keduanya selesai memilih keluar dari mall, Letta dengan Bima memilih menuju restoran dengan keadaan yang sudah lelah.’” Makasih yah om udah nemenin sama bayarin. Sayang deh sama Om.” Ujar Letta mengayunkan tangan Bima dengan riang.


Bima terkekeh mengangguk mengusap pipi Letta. "Kiss me.” Ujarnya menunjuk bibirnya.


Letta melotot melihat sekelilingnya, tidak banyak sih tapi ada pelayan ah trobos saja lah.

__ADS_1


cup. Letta tersneyum mencium pipi Bima.


“ Udah wle.” Ujar Letta menjulur lidahnya segera lari memasuki restoran.


Bima melihatnya tak bisa menahan senyumnya. Letta sangat menggemaskan, bahkan di sekitar yang melihat ikut tersenyum gemas. Segera Bima mempercepat langkah mengikuti Letta.


“ Nakal yah kamu.” Ujar Bima duduk di depan Letta usai duduk di depan Letta.


Letta terkekeh pelan.” kissnya nanti aja pas ngak rame.” Ujar letta mengedip satu matanya.


“Lebih tapi yah?” Tanya Bima.


Letta menggeleng pelan menatap Bima.” Om mesumm.” Gumam Letta geli membuat Bima terkekeh puas. Akh kenapa gadisnya semakin menggemaskan begini sih??


kan jadi semakin ingin memilikinya.


Pulang kembali malam bahkan di jam 10 malam Letta sangat lelah, mengeluarkan barang mahal dari mobilnya ia segera memasuki rumah,.


Uhsh silau, rumah yang tadi kosong sudah ada sofa yang bungkus plastik nya belum di buka, ada lemari berisikan beberapa barang didalamnya, lalu pintu kamar, jendela yang belum ada hunger sudah terpasang indah nan mewah.


Letta menaruh sepatunya di rak dekat pintu dan memasuki lebih dalam. Letta hampir kegirangan melihat sudah hampir terisi semua, pintu kamar hampir terbuka letta lihat ada Nato yang sedang bergiling guling girang di atas kasurnya.” Kenapa loe?? Ayan?” Tanya Letta.


Nato kaget dilihat Letta yang mengintip.” Woy nggak sopan loe ngintip ngintip. Kalo gue lagi ganti baju gimana?” Tanya Nato berteriak.


Letta mengusap telinganya kesal, Nato ini hobi teriak teriak yah. “ yah itu mah rezeki.” Ujar Letta gambang.


Nato semakin melotot dan Letta Segera pergi dari kamar Nato." Udah akc, capek gue." Gimana Letta malas berdebat segera pergi dari sana.


Diam diam Nato Tersenyum dalam hatinya, tadi sore dikagetkan barang semua masuk dengan jelas nama nama barang yang akan masuk, barang dirinya diberi kasur super lembut padahal dulu kasur Nato adalah kasur dari kapuk yang bahkan sudah sangat lama, keras dan tidak empuk berukuran kecil.

__ADS_1


Ini ukurannya bahkan cukup untuk tiga orang , lalu ada lemari yang untuk pakaian, ditaro meja belajar, dan beberapa perabotan yang membuat kamarnya menjadi kamar impian Nato. Nato sangat senang sekaligus tidak percaya.


__ADS_2