
Dua hari Letta tidak sekolah dan dirawat sepenuh hati oleh Nadia dan Agung,, bahkan Nadia tidak jualan dua hari untuk menjaga Letta dan Agung bekerja tapi pulang sore. Letta bahkan sangat diratukan oleh keduanya. Makan saja di suapi.
“ kamu mau sekolah hari ini?” Tanya Nadia khawatir melihat Letta yang sudah menggunakan seragam, menguap keluar dari kamarnya.
Letta menyandang tas sebelah bahunya mengangguk sembari menduduki kursi meja makan yang ada Nadia dan juga Nemo dan Agung. Nato?? Ia belum keluar kamar.
“ Tapi kamu masih sakit loh, kakinya aja masih luka gitu.” Ujar Agung pada Letta lembut, tersirat kekhawatiran kentara di matanya. Letta bahkan sangat ingat bagaimana khawatir nya wajah Agung saat melihat keadaan Letta. bahkan Agung sampai menangis melihat Letta yang luka.
Letta Padahal biasa saja...
Apalagi Nadia, tidak henti-hentinya ia menangis mendengar kabar Letta di Begal... Huhuhu.. Letta benar-benar merasa bahagia di keluarga ini.
Letta menarik ingusnya dan berdehem.” Nggak kok pak, ini udah kering. Kalo nunggu sembuh nanti Letta lama sekolahnya, udahlah mau UN soalnya, kalo nggak lulus kan sayang.” Jelas Letta tenang.
Agung menghela nafas pelan mendengar Letta.
Puk. Mengerjab letta menatap Nemo menuangkan nasi sangat banyak di piringnya dan menaruh ayam goreng. Nemo tersenyum polos menatap Letta.
Letta tersenyum menepuk kepala Nemo pelan.” terimakasih adek.” Ujar Letta segera memakan nasi miliknya.
Nemo melirik ibunya malu dan memeluk Nadia. Nadia tersenyum tulus melihat Nemo yang malu dan kesenangan.
Lucunya batin Letta... Meski Nemo anak yang spesial, dia itu sangat manis dan pengertian.
Letta mengunyah cepat dan berdehem pelan sampai Nato keluar dan menduduki tempat duduk di sebelah Nemo Letta segera berdiri membawa ayam yang belum habis.” Letta pergi yah pak buk.. byeeee.” Mendengus segera pergi.
Nato melihatnya mendelik tidak terima, hendak bicara tapi Agung sudah menahannya, menggeleng pelan. mendengus Nato memilih makan saja.
__ADS_1
Letta tak menggunakan sepatu sebab luka kakinya masih peri dan tidak bisa di lap nanti akan membusuk atau membuat lukanya infeksi.
“ Ketimbang ribut sama Nato, mending Run.” Gumam Letta mengunyah ayam gorengnya.
Letta mengendarai mobil miliknya keluar dari rumah, masih mengemut tulang ayam dan membuang sembarang.
“ Anj..!!” pesepeda motor berteriak terkena Tulang ayam goreng Letta membuat Letta terkekeh melirik spion mobil. Segera melaju lebih cepat sampai di sekolahnya. Hanya dua 28 menit kok, jika ngebut 20 menit sampai.
Letta keluar dengan pelan membuat beberapa murid melihat Letta keluar, letta mengambil tasnya dan melangkah menjauh dari mobilnya.
“ wey Letta..!!!!” seru Fahmi kepada kedua temannya yang sedang ngobrol di sebelahnya.
Fajar., Brayen dan Renja melirik Letta yang berjalan sedikit pincang, rambut yang sudah rapi tapi di keningnya terlihat luka yang benjol dan juga mencolok, apalagi bagian leher Letta yang terdapat garis merah panjang. Mereka meringis melihatnya.
Melewati Fajar dan teman teman Letta sangat emosi, tak suka Letta, Letta benar benar membenci Fajar.
Fajar melihat wajah suram dan dingin Letta melewati dirinya semakin menambah rasa bersalahnya.
Letta meliriknya dan enggan menjawab, mengibas tangannya dan mendorong Fahmi menjauh.” Nggak usah SKSD loe. Mau gue mati bukan urusan loe. Sana..!” tekan Letta dingin kepada Fahmi.
Fahmi shok, jika kemaren Letta dingin sekarang matanya sangat menggambarkan kebencian. “ lah gue Cuma nanya doang.” Ujar Fahmi tidak terima. Letta memutar bola mata malas.
Segera menjauh dari sana. “ Letta.. masih untung orang nanya.. “ bisik Brayen kepada Letta malas.
Letta tak menghiraukannya. Segera menjauh. “ Dih dia sensi banget. Kelihatan benci sama kita.” ujar Fahmi kepada teman temannya. Mereka mengangguk setuju membiarkan Fajar yang sendiri meremas tangannya takut. ada rasa tidak terima di hatinya.
...----------------...
__ADS_1
“Letta..” panggil Sunja menatap Letta yang memasuki kelas menggunakan slop bulu menampilkan kakinya penuh luka, sebagian masih ada yang di tutup kain kasa. Letta berdehem menduduki bangkunya. Sunja menatap letta lirih.” Maaf yah gue nggak jenguk soalnya gue nggak tau rumah loe dimana..” jelasnya lirih.
“ iya nggak apa apa,,” jelas Letta pelan menepuk tangan Sunja yang hampir menangis.
” Katanya loe dibegal. Loe di begal dimana Letta??” Tanya Sunja lagi menuntut kepada Letta.
Letta menghela nafas pelan.,” ini hampir meninggal lagi gue.” Letta menunjuk luka dilehernya yang cukup parah dan menunjukkan bahunya. Sunja meringis melihat bahu letta yang benar benar terlihat luka. Sunja menangis melihatnya” Yaamapun itu di tusuk?” tanyanya ngeri.
Beberapa orang kelas mendekati Letta penuh rasa penasaran.” lihat let.” Ujar Udin dan juga Bastian.
Letta mendelik tak suka.” itu mah kalian modus njir.” Ujar Beta kepada keduanya. Tapi beberapa yang lain sudah menggerumbuni Letta penuh rasa penasaran.
Letta berdehem dan membuka satu kancing bajunya menunjuk bahu yang tertusuk kemaren, itu termasuk paling parah.” Ini kena apa tu yang pedang sabit kena tusuk. Ini pedang panjang.” Ujar Letta menunjuk leher dan luka bahunya. Udin dan bastian mengernyit ngeri melihat luka Letta.
“ terus katanya loe hampir bunuh keseluruhan bandit itu Lett? Beneran?” Tanya Udin kepada Letta.
Letta mengangguk.” Itu pas gue di begal tempat gelap jadi emang bener bener nggak bisa ngelawan sedangkan mungkin mereka udah terbiasa, pas udah kena luka ini gue kabur dan pas didepan warung ada tu bambu buat gue ngelak dan ngelawan..” jelas Letta semangat.,
“ loe kok ada di sana Let? Liku sembilan kan sepi mana malam lagi, kok loe bisa ada disana..?.” Tanya Bastian pada Letta ngeri.
“ itu gara gara ditinggal sama Fajar. Kan kemaren gue kerumah dia, ada lah urusan sama abangnya. Pas tengah malem mamanya nyuruh nganter gue, tapi pas itu malah gue ditinggalin di tikungan alasannya dia jijik sama gue. sumpah gue Cuma bengong dan nggak godain dia tapi gue ditinggalin di sana.” jelas Letta dengan jujur.
“ Ha Fajar? Serius loe?” Tanya Beta kepada Letta.
Letta mengangguk serius kepada kepada teman kelasnya. Bahkan Bella dan Cinta di sana hanya diam menyimak ikut shok.” Fajar setega itu ninggalin loe pas loe di begal?? Serius Letta?” Tanya Udin tak yakin.,
“ demi Tuhan gue nggak boong, kemaren itu yang bantu gue kebetulan polisi, mereka lewat buat pergi dinas malem, nah syukurlah tu gue ngehalang mereka kalo nggak metong lagi gue,.” jelas Letta kepada mereka lagi penuh prihatin.
__ADS_1
“ lagi?” tanyanya Sunja.
Letta mendengarnya belum sadar agak shok sejenak.” Iya kemaren gue hampir metong pas jatoh di dorong Fahmi dan kawan kawan sekarang juga hampir metong lagi gara gara Fajar. Salah banget kayaknya gue cinta sama fajar.” Gumam Letta pelan. Mengalihkan pikiran mereka.