Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Selamat pagi


__ADS_3

Pagi sudah menerangi kamar Letta, Letta merasa terganggu salam tidurnya mengernyitkan dahinya lamban, menggaruk kepalanya pelan, Letta bangun dengan tenang, rasanya sakit semua tubuh Letta, mungkin karena semalam dirinya cukup menguras emosi dan tenaga.


Melihat jam yang sudah menunjukan pukul 10 pagi, Letta buru buru turun ke bawah,. Ia lupa harus masak sarapan ibu dan ayahnya di rumah sakit, dan hari ini oprasinya Nemo. Hampir terjatuh dari tangga, untung ada Nato yang menahan pinggangnya.


Melirik nato Letta meringis sebab Nato memandangnya tajam.,” bisa nggak, nggak usah nyusahin? Jalan pakek mata..!” ketus Nato mendorongnya.


“ santé dong.'' gumam letta cemberut, memegang kepalanya sakit.” gue mau masak tadi.” Lirih Letta.


“ emang loe bisa masak apa ha??” Tanya nato sinis. Letta menatap Nato dengan pandangan bodoh. mau jawab apa dirinya kan memang tidak bisa masak. niatnya saja tadi mau masak.mie goreng untuk dibawah ke rumah sakit.


” Udah gue yang masak, loe siap siap kita ke rumah sakit sekarang.” Jelas ingin turun.


“ loe kapan pulang?” Tanya Letta pada Nato.


“ tadi malam pas loe udah tidur di meja makan.” Gumamnya sinis.


Letta melebarkan matanya, oh iya dirinya lupa ketiduran di sana, saking capeknya Letta lupa, melirik sekeliling Letta sadar ia tidur di kamar kok. menyipitkan mata sembari tersneyum, Letta tau jika pasti Nato sudah membantunya untuk tidur dikamar. Nato menggendongnya... wah wah kemajuan yang pesat.. batinnya pelan.


“ cepetan mandi..!! atau loe mau bengong di situ terus ha?” teriak Nato dari bawa melihat Letta yang malah senyum senyum sendiri. dirinya jadi merinding.


Letta melirik Nato dan buru buru menuju kamarnya untuk mandi. Nato hanya menggeleng kepala melihat tingkah Letta yang terlihat bodoh dimatanya. “ kalo ada situs tukar tambah adek loe udah gue tukar Letta.,” gumamnya pelan.


Ingat saat malam tadi menemui Letta yang tertidur di kursi meja makan, dengan posisi kepala di meja dan makanan yang sudah habis. Nato mendesis memandangnya Letta kesal. " bodoh ini... ngerepotin aja!!" gumam nya hendak membangunkan Letta.


tapi melihat waja Letta yang kelelahan membuat hatinya bergetar tak tega, menghela nafas pelan Nato menggendong Letta. untung tubuh Letta tidak begitu berat


menaruh Letta di ranjangnya dan mulai menarik selimut sampai ke dada Letta. ia mengambil remote AC dan mulai menyetel si celsius minus.


Nato tersenyum melihat wajah Letta yang damai. pelan ia merapikannya sebelum mematikan lampu dan keluar.


Mandi menghabiskan waktu 30menit, Menuruni tangga, letta mendapatkan Nato yang menyiapkan perkedel dan juga beberapa makanan ke rantang, mencomot satu tapi tangannya di tepis oleh Nato kuat.


Letta meringis memegang tangannya, Nato melirik Letta tajam “ yang loe itu.” tegasnya menunjukan perkedel di piring lain.,

__ADS_1


Letta melirik perkedel yang untuk miliknya.,” idih kok mutung alias gosong?” Tanya letta mengambilnya dan mengamati perkedel miliknya.


” Syukurin aja sih, ini buat ibuk bapak, kita makan di sana aja.” Tegas nato.


” Tapi gue laper nato.” Gumam Letta memelas memegang perutnya


Nato mendengarnya melirik kearah tudung nasi, melihat kode Letta membukanya dan menatap binar, ada bubur.” Wahhh maaci Nato.. emang abang terbaik deh..” ujar letta mengecup pipi Nato singkat.


Nato melebarkan mata melihat Letta yang santainya makan di dekatnya.” Jangan sembarang cium cium.” Tegasnya menjauh sedikit.


” Suka suka gue dong.” Gumam Letta sekenanya. enak juga bubur buatan Nato yah, pakai kacang kedelai ayamnya suir suir, dan perkedel gosong..... nyamnyam.


Nato malas berdebat dengan Letta, tapi sudut bibirnya sedikit naik jika dilihat lebih dekat,


tring... bel rumah nya berbunyi.


Nato melirik Letta yang makan tajam Letta dilirik menaiki alisnya.” Tolong loe bukain pintu, gue masih nyiapin bekal, tangan gue berminyak.” jelas nya menunjukan tangannya lamban,


” mau ngucapin selamat pagi ayang.” Ujarnya dengan semangat kepada Letta.


Letta menyuapi bubur sembari menyenderkan diri di pintu.” Udah itu aja?” Tanya Letta pelan,


Putra mengangguk pelan.” iya soalnya aku mau kerja dulu, tugas dulu hehe. Dada ayang. Muach.” Ujarnya menarik kepala Letta dan mencuri ciuman di pipi Letta dalam.


Letta menartik alisnya memandang Putra yang buru buru meninggalkan dirinya yang terdiam. Mengusap dada Letta melihat Putra, tingkahnya tetap sama rupanya, sama sama random,.


“ pantes sembarang cium pipi orang, orang juga suka sebarang cium loe.” gumam Nato melirik Letta mencibir,.


Letta melirik nato dan menatapnya memainkan bibirnya. “ nggak boleh..! loe masih kecil awas aja cium cium gitu lagi.” Gumam Nato berteriak kepada Letta kebelakang yang malah melewati nya. Dadanya seperti terbakar.


“ cium loe boleh?” Tanya letta malas.


“ iya boleh, awas cium cowok sembarangan.” Teriak Nato lagi,

__ADS_1


Letta mendengarnya melirik Nato menyipit, Nato membuang muka.” Ketimbang cium cowok sembarangan gue rela pipi gue di cium sama manusia kayak loe.. gue kan abang loe..” Ujarnya buru buru menjauh dari sana.


Letta mendengarnya menggeleng sembari terkekeh, “ zaman sekarang masih aja gengsi yang di besarin.” Gumamnya pelan. Lihat bahkan telinga Nato memerah kentara sekali jika dia sedang malu.


......


Brak... Reno melirik temannya kaget, lihat wajah Putra yang tidak seperti biasanya, biasanya tajam dingin dan suram, sekarang terlihat tersenyum malu malu mengusap bibir dan pipinya yang memerah. “ loe kenapa? Kesurupan?” gumamnya heran.


Putra melirik Reno dan berdehem pelan. “ nggak apa apa. Yuk jalan.” gumamnya tegas.


“ aneh loe, tiba tiba minta ke sini dulu terus pergi, mana sampek senyum senyum lagi. loe sehatkan?” tanyanya heran pada Putra kembali tetapi dengan wajah yang berbeda,


Putra melirik Reno tak suka.” gue.. gue Cuma ketemu sama orang yang gue rinduin, rasanya nggak bisa gue bending.” Gumamnya lamban, ingat semalam ia tidak bisa tidur memikirkan fakta yang dirinya dapatkan, dirinya sangat senang jika Letta masih hidup dan hidup dilingkungan yang lebih baik, dan Letta pastinya baik baik saja.


“ siapa? Loe punya cewek?” gumam Reno heran.


Setahunya Putra ini sudah sering di dekatkan oleh banyak perempuan, tapi dia sama sekali tidak gubris, kadang kalah dia malah mengabaikan mereka tanpa basa basi. Apa tidak kaget mendengar Putra sudah punya pacar?


Putra menggeleng pelan, ingat jika ia sudah di tolak berkali kali oleh Letta, apakah di kehidupan ke dua Letta ia kembali akan di tolak?? Jika benar maka dirinya harus mengejarnya sampai ke ujung dunia sekalipun putra akan tetap mengejarnya.


Letta harus ada di sisinya. Putra tidak bisa lagi kehilangan letta di kehidupannya, sepuluh tahun Letta pergi, ia kehilangan banyak rasa, dirinya melupakan dirinya sendiri malah.


dan tidak mungkin dirinya merelakan Letta begitu saja.


Putra menggeleng menepuk pundak Putra.” Kenalin ye. Mau lihat cewek yang loe suka Spek yang kayak gimana sampek modelan Cristina loe tolak.” Gumamnya terkekeh.


Cristin itu adalah dokter di post mereka, dia sangat menyukai Putra, bahkan secara terang terangan mendekati Putra.


Tapi tetap saja putra seakan tuli dan bisu, sama sekali tidak menggubrisnya. Dokter cantik itu tidak sama sekali mampu memikat hatinya yang sudah ada isinya.


Reno sendiri sebenarnya satu angkatan dengan Putra, tapi karena Putra memiliki skill yang bagus mangkanya pangkatnya lebih tinggi,


" dia jauh lebih baik ketimbang perempuan manapun di dunia ini..." jawab putra dengan binar serius kepada Reno. Reno mendengarnya hanya menaiki alisnya. apa ada?

__ADS_1


__ADS_2