Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Gosok gigi


__ADS_3

Fajar di belakang yang mengikuti Letta sejak tadi memandang Letta dan Zeyn dengan pandangan sulit. Apa yang mereka bicarakan malam malam begini? Mengapa mereka bertemu saat malam malam begini?


apa mereka sering bertemu? apakah kakaknya sering main ke sini selama ini? dan sejauh mana hubungan keduanya?


Dan apakah mereka benar benar memiliki hubungan special?


Rasanya sulit dipercaya. Zeyn itu sosok yang tidak mudah percaya, atau jauh cinta. Lebih kepada sikap cuek, bahkan seingatnya Zeyn sama sekali tidak tertarik terhadap perempuan mana pun.


Matanya mengikuti gerik dimana Letta yang mengajak Zeyn masuk. Zeyn terlihat mengikuti Letta kedalam rumah, tangannya terkepal, tidak bisa, dirinya tidak bisa seperti ini. ada rasa yang janggal, tidak bisa dirinya terima.


Apa yang mereka lakukan di salam rumah? kenapa harus di salam rumah? apa mereka melakukan s.. akh sialll rasanya darah fajar mendidih saat ini.


...----------------...


“ gue capek banget, bisa nggak jangan malam ini? Malam lain aja yah..” Tanya Letta merengek kepada Zeyn yang mengajaknya keluar untuk hal yang dirinya tak ketahui.


Zeyn memutar bola mata kearah lain, belum menjawab beberapa detik.” Pliis., adek gue beberapa hari ini sakit dan gue jagain dia di rumah sakit, jadi gue butuh istirahat.” Jelas Letta dengan lemas.


“tidak terima bantahan,” tegas Zeyn sama sekali gak terpengaruh.


Letta cemberut dengan Zeyn yang keras,” oke, bentar gue ke dalam, mau bersih bersih. “ jelas Letta tegas.


Segera berjalan masuk tapi Zeyn mengikutinya” loe tunggu dimobil aja.” Tegas Letta kepadanya.


Tapi Zeyn hanya diam kembali ikut, Letta melihatnya hanya bisa mendengus kasar. Sulit bicara dengan manusia yang tidak ada telinganya.

__ADS_1


Lima belas menit Letta selesai mandi, menggunakan hodie yang berwarna army, celana pendek biasa , menggunakan sendal swalo biasa, Ia sudah keluar mendekati Zeyn yang duduk bermain HPnya di ruang tamu.


” Udah.” Jelas Letta lemas.


Zeyn melihat penampilan Letta malas tetapi tidak protes, segera bangkit dan keluar dari rumah. Letta menguap ikut dengan Zeyn menuju mobil. Tidak lupa mengunci pintu rapat.


Memasuki mobil Zeyn, Letta memberi posisi ternyaman nya, melirik Zeyn yang mulai menyetir, Letta memejamkan matanya dalam. Ia benar benar butuh istirahat,.


Zeyn melihat Letta ,meringkuk dalam tidurnya menghentikan mobilnya, segera mengambil bantal dan juga kain dibagian penumpang belakang.


” Bodoh.” Gumamnya pelan menaruh kepala Letta bantal, menuruni kursi ingga mendatar, segera menggunakan kain ke tubuh Letta. ia mengecilkan AC yang ada di mobilnya. Barulah melajukan lagi mobilnya.


Setengah jam sampai di apartemen pribadi miliknya, ia membuka pintu milik Letta dan mulai menggendongnya, membawanya memasuki apartemen, diam melirik ke bawah mendapati wajah Letta yang benar benar tidur.


Kaki Zeyn ruang apartemen menggunakan kunci sidik jari, segera ia menidurkan Letta ke kamar pribadi miliknya.


Zeyn menghela nafas pelan melihat Letta yang tertidur pulas di kamarnya, mendekati diri dan menyibak rambut Letta yang menutupi wajahnya membuat Letta sedikit tidak nyaman. “ perempuan sialan, di ajak ketemu malah tidur. padahalkan gue mau..” gumamnya memandang tubuh Letta.” nggak ada yang gratis di dunia ini asal loe tau.” Gumamnya, menarik baju Letta kesal, tapi karena letta menggunakan hodie sangat sulit.


Zeyn mendesah kasar melihat hal ini. melirik kebawah letta juga menggunakan jins.


Zeyn menghela nafas pelan membuka jasnya dan melemparnya asal dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, ia menarik tubuh Letta mendekati dirinya dan memeluknya dalam tidur.” Good night “ gumamnya dan mencium bibir Letta dalam, memejamkan mata yang mulai memberat,


Di pelukan Zeyn Letta sedikit terengah-engah, meneguk saliva kering Letta menggeleng pelan.” jangan..” bisik letta,. seluruh ingatan masa kecil terlintas dimimpi, ibu dan ayahnya meninggal dipukul, ditembak., seluruh rumahnya kebakaran, kakak perempuan berusia lima tahun di perkosa dan kakak kedua hampir mati.


Letta menangis dalam tidurnya, nafasnya naik turun secara gelisah.” Kakak..!!!! mama.. papa..” Bisik letta menangis tersedu-sedu dalam tidurnya. Zeyn yang memeluk letta terganggu, baru saja ingin tidur tapi mendengar suara Letta yang menangis membuatnya memandang Letta aneh.

__ADS_1


Letta terus menangis, rumahnya terbakar, dengan kakak kedua yang membantunya berdiri dan membawanya pergi.” Kakak...” bisik Letta lirih, ia menggeleng pelan.


“ hey, siapa yang mengganggumu..” bisik Zeyn pelan mengusap kepala Letta yang mulai berkeringat.” bangun, kamu mimpi buruk.” Bisk zeyn menepuk pipi Letta pelan.


Letta terus memberontak dalam tidurnya. Zeyn di sana segera memeluk Letta erat, mengusap kepalanya dalam.” Hey tenang. Ada saya di sini, ada apa Letta?”tanyanya dengan lembut.


Letta sedikit meredam, tangisnya mereda. Zeyn mengusap kening letta menggunakan jempolnya.” Ada saya, tenang ini hanya mimpi.” Bisik Zeyn pelan.


Samar samar pergerakan tubuh Letta sudah meringan, hanya isakan kecil yang ada. Zeyn tidak tau apa yang Letta mimpikan sampai bisa menangis dalam tidur begini, ia hanya bisa memeluk Letta dan mengusap bahu letta pelan.,” semuanya baik baik saja.” Bisiknya memasukan Letta kedalam pelukannya. Letta membalasnya dan kembali tertidur.


Zeyn menghela nafas pelan saat Letta sudah kembali tidur. “ apa yang dia mimpikan??? Apa memiliki masa trauma?” gumamnya dengan heran, ia hanya bisa diam mengusap rambut Letta lamban dan tertidur dalam waktu yang singkat., karena kelelahan Zeyn juga ikut tertidur dipelukan Letta.


Pagi mulai datang dan Letta yang tidur dipelukan Zeyn semalam mengernyitkan dahinya, menatap sekeliling tak mendapatkan Zeyn, ia menguap pelan dan menarik selimutnya dalam, kelelahan memandang sekitar. Letta jadi focus pada pada langit yang ada di kaca jendela yang sedikit tersibak tirainya. Letta segera keluar dan mulai membuka tirai.


Mata letta memandang kagum, sudah sangat cerah dibawah juga terlihat bagaimana padatnya kota dan juga bangunan bangunan besar.


“ sudah bangun?” Tanya Zeyn yang tiba tiba datang dan memasuki kamar. Letta mengangguk pelan kepada Zeyn. tapi kembali melihat kearah Zeyn, ia melihat Zeyn membwa senwich dua piring dan juga dua susu.


Letta segera mendekat dan memegang perutnya.,” apa yang punya gue ada?” tanyanya.


Zeyn memberikan satu piring berisikan dua sandwich dan satu susu. Letta menerimanya semangat dan tersenyum lebar.” Thankyou. Muagh.” Ujar Letta mencium pipi Zeyn senang.


Tapi Zeyn menahan kepala letta dan memajukan wajahnya membuat bibir keduanya bertemu.


Letta melebarkan mata memandang Zeyn. tersenyum miring Zeyn melepaskan kepala letta.” gitu cara mainnya.” Gumamnya dan mulai meminum susu.

__ADS_1


Letta melirik Zeyn datar dan sinis.” Gue belum gosok gigi.” Gumamnya pelan.


Zeyn tersedak susu yang ia minum membuat Letta terkikik geli. Memang benar dirinya belum mandi....


__ADS_2