Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
bintang itu


__ADS_3

Letta tidak tau jika sejauh mana ia pergi sejauh mana ia berdusta dan sejauh mana ia menutupi kebaradaan dirinya. Akhirnya ia kembali bertemu dengan keluarga lamanya.


Di sini lah ia berada. Letta tidak tau harus bicara apa dengan Zaxi, tapi melihat Zaxi yang terus tersenyum padanya letta terkekeh pelan. “ kamu sekarang sudah jadi dokter.. hebat.” Jelasnya pelan penuh rasa bangga.


Letta mengangguk pelan, menatap zaxi. Zaxi terlihat tetap kurus dan sudah tua, “ hehe.. kakak sudah tua.” Jelas Letta jenaka.


Zaxi mengusap air matanya.” pulang yuk?” gumamnya.


Letta mengangguk.” Letta akan pulang, tapi sesekali saja. Soalnya Letta sekarang sudah kerja.” Jelas Letta tak enak.


Zaxi menghela nafas pelan. menatap letta penuh rasa luka...” kamu nggak benci sama kakak?” tanyanya.


Letta menggeleng pelan.”nggak kok. Letta sayang sama kakak. “ jelas letta.


Zaxi menatap letta serius.” Sungguh?”


Letta mengangguk serius.” Kakak sudah punya dua anak perempuan dan istri yang sangat cantik, kamu harus bertemu dengannya. Kakak akan memperkenalkan kalian.” Jelas Zaxi lirih.


Letta terkekeh.” Letta sudah tau dan pernah melihat. Istri dan anak anak kakak memang sangat cantik... mereka akan memanggilku aunty kan?” Tanya Letta senang.


Zaxi terkekeh dan mengangguk.” Sayang sekali kamu harus dipanggil begitu Padahal kamu yang masih muda.” Jelasnya. Letta terbahak pelan mendengarnya.


Mendapat dering telepon Letta menghentikan percakapan mereka. Mereka sudah berada di apartemen milik letta, sebab di rumah sakit tadi ia hanya sebentar. Sore sudah pulang membuat mereka segera ke sini. Nato di belakang memilih masak bubur untuk letta. Zaxi disini bersama Diki menjaga letta.


“ siapa?” Tanya Zaxi melihat telepon dari hp letta.


Letta menatap teleponnya dan berdehem pelan. “ dari rumah sakit. sebentar kak.” Jelas letta.


Letta mengangkat telepon dan bergumam pelan. sejenak wajah letta menjadi serius.” Dokter Milan tidak lagi ada??” Tanya letta dingin.


“ terus gunanya dia itu apa??? Alasannya terus menerus telat karena pergi, pergi saja selama lamanya dari rumah sakit.” Tegas letta kesal.


” Aku tidak bisa ke sana sekarang karena aku sedang sakit.” tegas Letta. Tapi diseberang terdengar memohon pada Letta.


Letta menghela nafas pelan.” baik.. aku akan kesana sekarang.” tegasnya.


Zaxi menaiki alisnya menatap emosi Letta. Letta mematikan HP nya dingin. Ingat dokter Milan yang sudah sejak kemarin ia gantikan kerjaannya, memangnya dokter Milan ini masih mau kerja atau tidak sih? sibuk izin dan telat terus.


“ aku harus segera mengurus hal ini dan memecat dia. Bisa bisanya.” Gumamnya kesal.


” Ada apa? siapa yang mengganggumu, biar kami bunuh!!!!” Tanya diki ikut heran.


" Tidak usah, biar aku atasi!" Letta menghela pelan segera turun.


” Mau kemana?” Tanya Zaxi panik.


” Aku harus ke rumah sakit, ada pasien darurat masuk hari ini tapi dokter yang tugas tidak hadir karena entahlah, dia selalu saja telat membuat ku turun tangan..” jelas Letta kesal.


Zaxi mendengar itu menggeleng.” kamu sedang sakit letta, mana bisa keluar.” Jelas zaxi tidak terima.


“ tapi ini profesi kak, mau sakit atau apapun, mereka harus aku bantu, tidak ada dokter di rumah sakit ini.” jelas Letta tegas.

__ADS_1


Zaxi mendengar itu rumit.” Letta makan- eh kenapa?” Tanya Nato bingung melihat adiknya ribut. Ditangannya ada bubur yang baru saja matang.


“ aku harus ke rumah sakit sekarang.” Jelas letta.


“ aku antar.” Tegas Zaxi mengalah.


” Tapi buburnya?” Tanya Nato menatap letta terluka.


Letta segera mendekat dan membawanya.” Kan bisa dibawah ke mobil, aku akan makan di dalam mobil.” Jelasnya. Nato tersenyum tipis.


Letta sangat tau menghargai orang.


Dengan menarik ingusnya. Letta makan di dalam mobil, Zaxi dengan senyum lebar mengantarnya. Tak pernah zaxi bayangkan selama ini jika ia akan bersama dan sedekat ini lagi dengan Letta. Letta melirik zaxi yang terus meliriknya mengerjab pelan.” mau?” Tanya letta.


Zaci mengangguk membuat letta terkekeh dan menyuapinya. Zaxi terkekeh mengusap air matanya. letta menghabisi seluruh bubur buatan Nato yang lezat beserta buah buahnya” apa dia sangat merawatmu dengan baik letta?” Tanya Zaxi mengingat nato getir.


Letta mengangguk.” Dia sangat baik... kamu dan dia adalah kakakku, jadi tidak perlu ada kedengkian. “ jelas Letta tegas agar Zaxi tidak berfikir hal lain


Zaxi mengangguk.” Mulai sekarang aku akan baik sepertinya oke..” jelasnya.


Letta segera membuka pintu mobil dan mengangguk, ia mengecup pelan pipi Zaxi dan berdehem.” Aku kerja dulu.” Jelasnya.


Zaxi melebarkan senyumnya menatap letta berbinar. Mengangguk sejenak Letta pergi meninggalkan zaxi. Zaxi disana memegang pipi yang di kecup oleh Letta., menangis lagi, ini hari luka dan bahagianya. Luka karena Reta meninggal dan bahagia bertemu lagi dengan letta.


...----------------...


Di hari lukanya, bahkan letta tidak bisa bersedih, ia harus melakukan perawatan dipasiennya. Masuk tiga orang dan hanya dirinya yang mengirus bersama perawat. Dokter lain tidak ada., bahkan Milan tak datang bersama dokter Sinta sebagai dokter umum.


Berat hati Letta dengan keadaan yang belum baik, tapi masih focus. Dari sore hingga sampai jam 10 ia belum juga pulang. baru bisa istirahat dan keluar dari ruang penanganan. Letta menghela nafas pelan mengusap lehernya yang terasa nyeri, kaki dan pinggangnya seperti mati rasa.


” Jalan kaki ajalah.” Gumam letta. letta tak boleh pulang dulu sebab pasien belum sadar dan lagi tidak ada dokter yang mengawas hari ini.


Berjalan tenang ke depan. Berjalan kaki hanya beberapa kilo meter saja, di sana akan ada swalayan dan juga jualan dari warga sekitar, tak banyak tapi akan ada jualan makanan. “ letta..” panggil Putra yang juga berjalan didekatnya.


Letta melirik Putra dan menaiki alisnya.” Oh hay... mau kemana?” Tanya Letta ramah.


Putra menatap Letta dalam dan tersenyum tipis.” Harusnya aku yang nanya.. kamu mau kemana malam-malam begini?” Tanya nya pelan.


Letta menatap kedepan.” Ke warung, mau beli minum dan makan.” Jelas letta jujur.


“ aku juga ingin ke sana. barengan saja.” Jelasnya.


Letta mengangguk paham dan Putra mengutuk dirinya berbohong. Berjalan kaki bersama Putra berdehem pelan.” kemarin... aku tau kamu memukulku karena apa.. maaf.” Jelas Putra.


Letta mengangguk pelan. Putra hanya bisa berdehem pelan saja. Letta terlihat lelah sekali.” Ada banyak pekerjaan? Kau terlihat lelah.” Jelasnya khawatir.


Letta melirik Putra dan mengangguk.” Tidak pulang?” tanyanya Putra lagi.


Letta menggeleng pelan.” sepertinya malam ini aku akan menginap.” Jelas Letta jujur. Putra mendengar itu mengangguk sedikit keberatan.. tapi ia yak bisa mengatakan apapun.


Sampai di swalayan,. Letta segera mengambil bagian buah buahan, buah apel dan juga buah pisang. Mengambil minuman mineral, roti gandum dan selai coklat. putra pun membeli tysu dan juga mineral saja. “ aku mau makan di depan saja..” jelas letta menunjukan kursi didepan warung yang memang di sediakan.

__ADS_1


“ aku mau makan mie.” Jelas putra. Letta mengangguk pelan melirik mie. Sudah sangat lama ia tak makan mie..


Duduk didepan swalayan. Letta membuka roti dan menaruh selai di atasnya, minum sejenak dan makan dnegan tenang mengisih perut yang kosong. Letta menatap hp nya yang berbunyi, letta kaget sudah 47telepon tak di anggkat. Dari nomor asing dan ini dari Nato.


Letta buru buru mengangkatnya dengan mengunyah roti pelan.”letta astaga.. mengapa baru angkat?” Tanya Nato.


” Berikan padaku.” teriak dari belakang.


” Tidak, aku yang menelpon.”


“ lost speaker saja.” Teriak teriak itu Letta jadi tau pasti Zaxi.


” Letta kami sudah bolak balik ke rumah sakit tapi kamu tidak ada. Kamu dimana sudah jam 11 ini.” jelasnya.


Letta menatap jam ditangannya.” Aku tidak pulang, aku harus menginap malam ini karena ada pasien kak.. ini aku sedang makan, maaf baru menjawab telepon sebab baru saja keluar.” Jelas Letta.


Nato menghela nafas pelan.” apa aku harus membawa makanan untuk mu Letta?” Tanya Zaxi menyahut.


Nato disana mendelik. Letta terkkeh pelan.” aku sudah makan saat ini, jika bisa kalian istirahatlah, aku akan pulang besok. Jemput aku oke.’'Tegas Letta.


” Baik kami akan menjemput. Jaga kesehatan oke.” Tegas zaxi pada letta.


Nato mengangguk.” Ingat kamu harus apa letta, jangan memaksakan diri, makan lah dengan baik dan hindari yang susu sapi kamu alergi itu, oke kami tutup. Makan yang banyak, besok kabarin aja saat kamu sudah pulang.”


“ ay ay capten.” Tegas Letta.


Nato dan Letta segera mengakhiri teleponnya


Putra yang sejak tadi jadi pengamat saja menatap letta ragu, memakan mienya dengan lahap.” Kamu sangat akrab dengan Nato.” Gumamnya sedikit tidak suka. akh Putra masih saja berharap pada Letta.


Letta melirik Putra.” Dia kan kakakku.” Jelas Letta makan roti tenang.


Putra menghela nafas pelan” kau cemburu yah?” Tanya Letta terkekeh pada Putra.


Putra mengangguk pelan.” kau ini tetap egois yah, tidak menikahi jasmine. Sampai Juya harus jadi korbannya.”


Belum sempat Putra menjawab Letta kembali menyeletuk.


Putra menghentikan makannya, menatap letta dalam. “ egois yah?” gumam Putra mengangguk pelan. menatap langit yang gelap.” Kamu tau egois menurut aku???? Egois itu saat kamu ingin menempatkan bintang di siang hari..” jelas putra tersenyum tipis.


Letta menatap langit yang sangat cerah, bintang cukup banyak tapi tidak terlalu berkesan,.” Tidak akan terlihat.” Jelas Putra tersenyum tipis.


"Bintang di ciptakan Tuhan untuk ada di malam hari, tidak di siang hari, karena Tuhan tau bintang yang kecil akan terlihat cantik ditempat yang gelap, dan jika ditempat yang terang, ia akan redup dan tidak terlihat.” jelas Putra serius.


“ tapi jika dipikir dengan orang egois, bintang itu akan tetap cantik di siang hari. Tapi apakah bisa dilihat secara bagus seperti di malam hari?” Tanya Putra.


Letta berhenti mengunyah, diam menatap putra bicara. Putra menatap letta tersenyum .” aku tidak menikahi jasmine karena egois, aku laki laki yang punya prinsip, sedari awal aku sudah menetapkan untuk tidak menikah saat aku tau kamu meninggal sebagai Aleta, saat kamu hidup menjadi Letta Yonarsa aku berniat menikahi kamu, tapi saat kamu menolak aku tetap tidak akan menikah.


Karena aku akan menikah hanya dengan satu orang yaitu kamu. sama hal dengan Bintang yang ciptakan untuk makan dan aku di ciptakan hanya untuk mencintai jamu” Jelas Putra dengan serius.


.

__ADS_1


.


Putra lebay.... awokawoks.


__ADS_2