
Tras..
“ astaga..” Agung gemetar kaget saat pas poto terjatuh, dirinya menoleh melihat poto apa yang jatuh, segera memungutnya, ia tertegun, itu foto Letta saat bayi, dengan lemas Agung mengusap poto sang anak khawatir.”Letta.” gumamnya mendongak melirik dinding.
Di sana ada cicak, nafas Agung sedikit sulit beraturan, pikiran buruknya mulai menggerayangi pikirannya saat ini.
sebab ini adalah pertanda buruk.
“ ada apa pak?” Tanya Nadia mendekat sembari membawa baskom, melihat pecahan kaca berserakan dan Agung yang mengusap kertas foto.
" Ini ada Cicak buat foto anak kita jatuh." Jelas agung berdiri memandangi Nadia dengan surat kesedihan.
Nadia mendekat dan bicara pelan.” Yaudah nggak apa apa, mungkin sedang mau rugi, nanti aja aku beresin pak, biarin aja di sana.. “ jelasnya pelan.
Agung mengangguk pelan menjawab ucapan Nadia yang terdengar santai. Bisa jadi ini semua hanya karena hal biasa saja, " Perasaan bapak nggak enak buk. semoga aja Letta baik baik aja yah." Gumamnya lirih. Nadia tertegun mendengar ujaran dari suami.
...----------------...
“ Letta.” bisiknya menepuk pelan pipi Letta yang dingin.
” Plis jangan pergi Letta. jangan mati.. dek gue benci tambah sama loe kalo mati.” Bisik Nato ketakutan.
Nato memukul kepalanya sendiri melihat keadaan letta,.” bodoh, bahkan loe sama sekali nggak bisa lindungin adik loe Nato.” Teriaknya.” Argh.” Teriak NATO memukul dadanya sendiri.
Tangan Nato gemetar mengangkat tubuh Letta agar lebih dekat di pohon, mencari tempat paling teraman,. Nato bergegas menggendong Letta ke bawah Pohon yang didekat sungai, mencoba berfikir jernih menatap sekeliling, tidak ada siapapun. Nato mencari sesuatu di baju nya, ,mencari handphonenya, tapi ingat handpone miliknya ada di dalam mobil saat letta ngebut ia melepas hp sembarang.
Ia menoleh memandang Letta, menyentuh kantong letta, tidak ada apa apa juga, pasti masih di dalam tas miliknya di dalam mobil. Nato kembali memeluk Letta erat sembari menangis.” Letta gue harus gimana hiks.” Tangis Nato semakin pecah, mencari cara agar keluar dari sini. Ini hutan semua.
Nato buta akan tempat ini, melirik Letta kembali, syukurnya luka Letta sudah tak lagi mengeluarkan darah. Nato mengusap air mata nanar.
“ sialan.. dia benar benar bisa kabur dan membunuh empat dari kalian?” Tanya Sunja kepada orang orang suruhannya pelan.
Mereka mengangguk kepada Sunja.” Benar nona. Dia terlihat sangat mahir dalam senjata api.” Jelasnya.
Perempuan itu menggigit kuku kukunya khawatir dan takut.” tapi setahu aku dia tidak pernah main senjata api.” Gumamnya gugup. Menggigit kukunya tenang.
"Tapi dia benar benar sudah mati kan? kalian benar benar melihat mereka hanyut kan?” Tanya perempuan itu gugup.
“ tenanglah sayang, dia pasti benar benar sudah mati. Lagi pula kan dia sudah terluka cukup parah.” Jelas pria paru baya segera memeluknya.
“ tapi aku takut dia masih hidup papa. Dia merebut semua hal dariku.” Gumamnya nanar dan takut, Dia Sunja.
“ papa akan membantumu melenyapkan dia” jelasnya tegas. Ia mengangguk menatap ayahnya penuh harap. Tangannya terkepal penuh kebencian.
,
...----------------...
Penemuan mobil kecelakaan menyuarak sangat heboh pada masyarakat, tetapi tidak ada pemilik mobil, darah berceceran dimana mana itu semakin membuat orang orang berfikir buruk terhadap mobil.
toktoktok...
__ADS_1
" Iya sebentar!!!"
Agung mentap polisi yang datang ke rumah mereka dengan heran.” Selamat siang pak.. apakah ini tas dan mobil milik anak bapak?” tanyanya mengarahkan tas Tote bag milik Letta.
Mata Agung melebar menatap tas milik Letta dan juga foto mobil Letta yang kecelakaan. “ iya ini milik anak saya pak. Apa yang terjadi?” tanyanya lemas.
Polisi melirik Agung dengan surat khawatir.” Kami menemukan mobil anak bapak dalam keadaan seperti di foto karena di hubungi oleh orang sekitar yang sedang lewat, tetapi anak bapak tidak ada di dalamnya. Karena itu kami harap bapak ingin hadir untuk melanjutkan penyelidikan.” Jelasnya dengan tegas. Agung hampir terjatuh memegang sela pintu dan memegang dadanya.
“ pak.” panggil Nemo kaget memeluk ayahnya.
Polisi pun kaget segera membantu agung.” Ibuk... apak Apakkk ngis..” Teriak Nemo memanggil Nadia, Nadia buru buru kebelakang meninggalkan pelanggan menatap mereka kaget. Melihat Agung pingsan rasa cemas menjadi jadi di hati Nadia.
Penyelidikan terjadi, diikuti dengan Zeyn dan teman teman Letta yang sudah mengetahui kecelakana yang Letta hadapi, berkali kali Betta menangis dipelukan Nadia, keduanya sama smaa tidak sanggup untuk bicara apapun.
“ darah ini berceceran sampai jatuh ke pinggir sungai.” Jelas polisi menatap darah yang sudah mengering di dedaunan rumput, anjing anjing pelacak sudah ada dimana mana,
Zeyn menatap ini semua tajam, hatinya berdenyut cemas dan takut sangat kental” kemungkinan besar mereka hanyut, kita akan melakukan penyelidikan lewat air juga. Siapkan alat alatnya.” Tegas polisi dengan kuat pada polisi lain. meeka mengangguk segera pergi mencari bantuan lain.
“ loe dimana sih letta.” gumam Udin menangis bersama Bastian, bastian menghela nafas pelan menatap danau yang mengalir cukup deras.
” Apa kita lewat sungai aja yah nyarinya sekarang .” Gumam Bastian.,
“ tolol. Loe bukannya bantu nyari bisa bisa loe yang bikin masalah baru.” Jelas Udin kesal pada Bastian. Bastian menghela nafas pelan menatap sungai lirih.,” sialan.. gue nggak yakin kalo mereka mati, awas ja kalo Letta mati, ” gumamnya kesal.
“loe sayang sama letta atau suka?” Tanya Udin melirik Bastian.
“ Gue ngak ada rasa Sama dia, tapi gue sayang sama dia sama kayak gue sayang sama loe,, Beta Utami, apalagi dia baik banget, kuat, “ jelas bastian.”nggak semua orang yang perhatian itu suka.” jelasnya kembali.
“ gue ikut.” Teriak Bastian buru buru.
” Gue juga.” Teriak Udin, keduanya buru buru mengejar mereka untuk ikut mencari dimana Letta.,
Zeyn di sana tanpa banyak bicara, bersama Xior yang di sebelahnya menaiki sampan, “ untuk yang di darat pencarian dibagi beberapa kelommpok yah, di air 5 kelompok dan di darat 5 kelompok juga” tegas petugas Segera melakukan pencarian kembali.
Semuanya mengapa bisa sangat terstruktur? Tentu beberapa orang milik Zeyn juga turun mencari Letta, dia membawa banyak anjing pelacak dan beberapa orang yang juga berpengaruhnya besar..
Sudah dua jam Nato menangis memeluk Letta, di sekitar sini tidak ada apa apa, hanya ada semak belukar yang tajam tajam.
Zeyn juga takut meninggalkan Letta, takut ada binatang buas, beberapa kali ia juga mendapatkan biawak di sini dengan ukuran cukup besar.
...----------------...
Nato mengusap pipi Letta yang dingin.” Loe pasti kuat oke, gue yakin bakal ada yang nyari kita.” bisik Nato,
Hingga hampur magrib Zeyn meremas kuat tangannya melihat sekeliling sungai, tidak ada apapun, Nato medengar suara mesin segera mennaruh kepala letta dan berlari mendekati sungai, melambaikan tangan Nato beteriak sekuat tenaga.,
” TOLONG.” Teriaknya .
” Tolong. TOLONG.” Tetiaknya sekuat tenaga.
Zeyn menoleh menatap sosok kecil di pohon rimbun melambaikan tangan.” Xior kita ke sana.” jelasnya tegas.
__ADS_1
Xior mengangguk segera mengarah pada Nato. Nato di sana menatap nampan yang mendekat terharu buru buru mendekati adiknya yang masih tak sadarkan diri, air mata terus mengalir ia menggendong Letta erat, “ tolong.” Bisik Nato melihat Zeyn yang mendaratkan kakinya mendekati mereka.
Zeyn melirik bagaimana keadaan Nato yang sangat kotor dan juga tak baik, melihat Letta yang hanya menggunakan baju singlet dan wajah yang sudah pucat.
” Tadi aku buka sebab dingin, kami hanyut dan aku takut dia demam, " jelas Nato takut dia berfikir lain. Tatapan Zeyn sangatlah tajam.
“ naik.” Tegas Zeyn.
Nato mengangguk segera membawa letta tertatih tatih ke atas pelampung, di sambut oleh Zeyn" Biar ku bantu." jelas Zeyn. Nato mengangguk membiarkan Letta di sambut oleh Zeyn.
Hati Zeyn sakit melihat keadaan Letta sedekat ini, tubuhnya sangat dingin.
" sini.! " Nato kembali mengambil tubuh Letta dan menidurkan kebawah, membuat pahanya menjadi bantalan. Zeyn memandang tangannya nanar.
.” Putar arah Xior, kita ambil jalur depan suruh supir menjemput di sana.” tegas Zeyn.
Xior mengangguk.” Baik tuan.” Tegasnya Xior segera menghubungi orang orangnya dan membawa pergi dari sana.
Nato sama sekali tak melepaskan letta, terus mendekap letta dan menaruh kepala letta di pahanya. Zeyn hanya diam menatap Nato dan letta.” apa yang terjadi?”tanyanya jongkok menatap luka di kepala dan di wajah letta di tutup kain, lengannya pun dan beberapa luka lian ditubuhnya.
Nato menghela nafas pelan menatap Zeyn.” kami tidak tau, tiba tiba sata pulang ke kampus, Letta tiba tiba mengemudi cukup cepat, gue kaget dan pas gue sadar ternyata letta dan gue dikejar sama dua mobil. Dan rumpanya di bawah dekat jembatan udah ada yang halangin jalan kita, letta banting stir dan kami kecelakaan.” Jelas Nato pelan,
Zeyn diam bersama Xior yang mendengar.” Kami ditodong pistol, “ jelas Nato marah.
Zeyn melebarkan mata.” Berapa orang?” Tanya Zeyn.
Nato menggeleng.” gue pikir Cuma empat, nggak taunya mungkin aekitar 10orang, letta lindungin gue dan kami jatuh kejurang dan hanyut. Letta nolongin gue, dan mereka nggak ngejar kami lagi. berakhir mendarat disini.” Jelansya kembali lagi.
Zeyn mendnegar hal itu mengangguk pelan menatap kepala letta.” itu ditembak?” tanyanya pelan, tangan Zeyn mulai basah dan gemetar.
Nato menggeleng.” itu kena kaca, Cuma disini kena.” Gumam Nato memandnag lengan letta.
Zeyn mendengar hal itu mengangguk paham. Sampai di daratan jauh dari sana, malam sudah tiba dan di sana sudah ada sekitar empat orang yang menjaga. Nato segera hendak menggendong letta, tapi tubuhnya juga lemah.” Biar aku saja.” Tegas Zeyn.
“ gue bisa. gue mampu,’” gumam nato, memeluk letta dan mengangkatnya penuh kasih, kakinya gemetar dan zeyn menyambut di darat agar letta tak terjatuh.
Nato segera turun dan mengambil alih tubuh letta untuk dibawah kedalam mobil. Zeyn melihat hal itu mendesis, bisa bisanya baik ayah maupun kakak begitu posesif terhadap Letta.
Dibawah ke rumah sakit milik keluarganya, sudah di sambut dengan beberapa dokter dan perawat di depan rumah sakit, dan di sana lah Nato juga ikut pingsan, buru buru zeyn menahan tubuh milik Natoo dan Letta dipelukannya.
”cek." gumamnya kesal. Nato terlalu keras sampai melupakan dirinya. Melirik penjaga untuk menahan tubuh Nato ia segera mengambil alih tubuh Letta, segera dibawa ke lantai tiga, di sana ada ruang khusus VVIP untuk pemilik rumah sakit.
Membawa nato juga di satu ruangan saja dengan letta, di sana ada tempat tidur kecil, ia segera menaruh tubuh Letta di atas brangkar. Lima doker sekaligus mendekatinya dan memeriksa Letta. Zeyn hanya diam melihatnya, melirik nato yang juga di tindak lanjut hanya menghela nafas pelan,
Tadi ia mendapatkan kabar dari Xior tiba tiba jika kabar buruk jika letta di kejar oleh beberapa orang. yang sebelumnya kecelakaan itu adalah mobil orang orang Zeyn yang untuk menjaga Letta. di sana mereka terlalu kaget dan segera menghubungi Zeyn.
Semuanya berlalu begitu cepat sampai Zeyn tidak bisa bergerak, Zeyn melirik Xior yang berdiri dibelakangnya.” Kau selidiki siapa pelakunya. “ jelasnya
“ siap tuan.” Gumam Xior mengangguk.,
ingatan Xior bagaimana Letta melawan mereka semua tadi, itu baginya sangat keren, dan semakin membuat dirinya percaya jika Letta menyimpan banyak rahasia.
__ADS_1