Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
pulang


__ADS_3

Putra dan Zeyn diam saling lirik.” Kalian udah lama saling kenal?” Tanya Zeyn pelan. sedikit heran jika Letta dan Putra langsung akrab setelah Putra membantu Letta kan? apalagi dirinya kenal jika Putra orang yang pendiam dan tertutup sejak kuliah.


Putra melirik Letta, di balas tatap oleh Letta.,” dia nolongin gue dari begal kemaren,” Jawab Letta kepada Zeyn.


Zeyn mengangguk paham mendengar hal itu meskipun masih ganjal. putra menyelesaikan makannya dan berdehem.” Hari ini kita udah bisa pulang. hmm Letta mau pulang bareng?” Tanya Putra pada Letta.


Zeyn melirik Letta menanti jawabannya, Letta yang di Tanya sedikit bingung, rasa ingin pulang sangat besar tetapi ingat jika ia sedang kabur segera mengurungnya. “ gue pulang ke Villanya Zeyn aja.” Jelas Letta pada Putra. itu membuat senyum Zeyn mengembang.


” Yaudah gue ikut kalo gitu.” Jelas Putra.


“ mana boleh.” Tegas Zeyn menolak tegas.


Putra menaiki alis nya menatap Zeyn.” loe nggak mau temen loe ikut??? Jahat banget.” Gumam Putra tidak terima.


Zeyn menggeleng pelan.” ini bukan persoalan pertemanan, tapi loe berstatus saingan gue. loe suka kan sama Letta?” Tanya Zeyn terang terangan.


Putra mendengar itu kehilangan suara sejenak, matanya berputar mencari jawaban,” yah gue kan temen letta, dan kalopun suka itu hak gue. emangnya Letta suka sama loe? Tanya dong.” Tegas Putra pada Zeyn.” jangan jangan loe juga suka tapi letta yang nggak suka?” Tanya Putra dengan alis terangkat.


Zeyn menatap Letta bertanya.” Kamu suka sama Putra apa sama aku? kamu cinta kan sama aku?” tanyanya terang-terangan,


Petta yang di Tanya menghentikan makannya, karena memang sudah habis, lalu mengambil minum nya.” Suka itu gimana? cinta,?” Tanya Letta pelan.


Putra dan Zeyn menjatuhkan rahangnya, letta melihat ekspresi mereka yang shok meringis merasa bersalah.” gue nggak paham,. Sorry, gue nggak paham sama rasa suka..” gumam letta pelan, Letta memang tidak paham. Apa dirinya Ob normal? Tapi Letta tidak pernah merasa suka mendalam, keingan sesuatu hal terlalu besar.


“ duh gini Sayang.” Gumam Zeyn.


Putra mendelik tidak suka akan panggilan Zeyn. zeyn menatap letta dalam, menggenggam tangan Letta keduanya erat dan hangat.” Loe apaan sih.” ketus Putra memisahkan keduanya.


” Loe diem dulu deh biar gue jelasin sama dia.” Tegas Zeyn menghempaskan tangan Putra ditengah tengah tangannya dan letta.


putra hanya bisa mendesis tidak terima


Zeyn berdehem pelan menatap manik mata kelam letta.” loe tatap gue lama lama.” gumam Zeyn,


Letta mengangguk.” Udah dari tadi.” Gumamnya,


Zeyn mengangguk mengusap tangan Letta lembut. letta meringis metasa tak nyaman, itu membuat Zeyn kecewa.” Kamu nggak ngerasa nyaman sama saya kan??? ketika kamu suka sama orang lain, kamu akan suka dengan seluruh tentang dia, kamu akan ngerasa senang hanya karena ada di satu tempat yang sama, kamu suka memandang dia dan yang pasti kamu akan merasa sedih dan kecewa saat orang yang kamu cintai hanya memberi perkataan yang tidak sesuai harapan kamu.” Jelas Zeyn tegas.


Putra berdehem pelan.” jantung kamu juga akan berdetak tak nyaman, kamu akan lebih muda malu, dan yang paling terpenting kamu ingin memiliki dia, kamu ingin kamu jadi dunia dia, dan kamu menjadi egois ketika membicarakan tentang dia.” Jelas Putra dengan memandang letta dalam.


“ kita ngerasaain semua itu sata sama kamu, saya suka kamu dan saya ingin kamu untuk saya dan kamu bahagia karena saya.” Jelas Zeyn kembali lembut.


Letta kehilangan suara. Mengerjab pelan memandang tangan Zeyn, memeriksa keadaan isi hatinya. Apakah dirinya menyukai keduanya? Atau salah satunya???? Letta tidak pernah memikirkan perasaan dirinya sendiri selama ini. apa Letta Sudah terlalu asing kepada perasaannya sendiri?

__ADS_1


“ komandan.. tuan.. Nyonya. Kita akan segera berangkat.” Tegas dari anggota di depan.


Putra dan Zeyn meliik ke depan kesal. " Tunggu di luar!!" tegas Putra membuat mereka mengangguk segera keluar.


segera melirik Letta penuh tanda tanya putra berdehem kembali." Kamu punya perasaan yang sama dengan kami tidak? dengan aku atau dengan Zeyn??"


Letta mengangguk pelan.” kasih gue mikir sebentar.” Jelas Letta ragu. keduanya menatap letta serius.


” Kenapa tidak sekarang?” Tanya Zeyn tidak sabaran.


Letta melirik Zeyn dan berdehem.” Mungkin semua ciri ciri yang kalian sebutkan tidak ada di gue rasakan, Cuma gue rasa... ada hal yang harus gue pikirin. “ jelas Letta. Putra mendengar itu patah.


Letta melirik Putra yang patah segera menepuk pelan kepala Putra.” Loe orang baik, jikapun nggak sama gue loe akan tetap dapatkan yang terbaik.” Jelas letta pelan.


Melirik Zeyn yang suram, Letta mengusap pelan pipinya.” Dan loe, orang yang baik Cuma sedikit kasar, tapi loe salah satu cowok idaman semua cewek, loe pasti dapat yang jauh lebih baik dari gue.” tegas Letta serius.


“ tapi aku maunya kamu.” Jelas Putra dan Zeyn serentak.


Letta kaget mendengar itu.” poliandri nih.” Gumam letta terkekeh.


Putra dan Zeyn saling tatap dan berdehem pelan.”nggak masalah, dengan adanya Zeyn, dia pasti akan bisa jaga kamu saat aku tugas, aku nggak lagi mau egois, yang jelas aku mau kamu.” Jelas Putra mengusap pipi letta,.


Zeyyn tidak setuju sejujurnya, melirik putra dan Letta, tetapi ia tak bisa egois. tapi ia ingin egois. Letta melirik Zeyn yang diam saja.” Hehehe udah yuk berangkat.” Jelas Letta.


putra mnenghela nafas pelan dan segera menjauh dari sana. letta pun segera dibantu oleh Zeyn dan Putra untuk berdiri.


Zeyn mengangguk pelan.” gue bisa jalan sendiri kok.” Letta tentu menolak jika begini.


Putra dan Zeyn menggeleng.” kaki kamu masih sakit, dan jangan sampai kembali bengkak Letta, jangan keras kepala, lembutlah sedikit, kamu tetap perempuan dan kami tetap laki laki, kamu akan tetap aman jika bersama kami.” Tegas Zeyn.


Putra mengangguk.” Kamu sakit tidak akan ada yang bilang lemah. Dan jika kamu lemah sekalipun kami siap menjadi orang yang melindungi kamu.” Tegas Putra pelan.


Letta tersenyum tipis mendengar hal itu.,


Memang kaki letta itu sudah tidak lagi bengkak, hanya memar dan juga sakit, ada bengkak sedikit tapi tidak sebesar kemaren, sudah tidak pakai gift tapi masih cukup rentan jika dibawah berjalan jauh seperti saat ini, apalagi naik turun bukit.


Karena itu Letta di gendong oleh Putra duluan untuk menaiki bukit, dibelakangnya ada Zeyn yang menjaga letta dari belakang dan membawa carter kecil. Menggunakan kain agar tubuh letta tidak goyang. Letta hanya bisa Tersenyum melihat kedepan. Syukurnya berat Letta hanya 39, dirinya memang tinggi tetapi tetap saja ia kurus.” Besok kalo pulang makan banyak yah, terlalu ringan.” Jelas Putra mengejek.


Letta mencubit pelan perutnya membuat putra terkekeh pelan. Zeyn hanya bisa mendengus di belakang.


Xior di sebelahnya hanya menggeleng pelan, “ jangan cemburu..” gumam Xior bernada yang di tertawakan oleh Reno dan yang lain.


Letta malu, malu sekali harus di gendong begini, jadi hanya menaruh kepalanya di cengkuk leher Putra dan memeluk lehernya.

__ADS_1


Satu Km setelahnya letta di bawa oleh Zeyn, menaiki gunung cukup ekstrim, di pegang oleh Xior menahan tubuhnya agar tidak terpleset. Zeyn tidak tahan. Ia tidak pernah latihan fisik seberat ini.


” gue turun aja nggak apa apa kok.” jelaa letta tak enak.


Zeyn tidak mungkin mengatakan tak kuat. tetapi Letta tak enak hati. Xior berdehem pelan melihatnya, “ gue lagi aja.” Jelas Putra menyambut Letta, terlihat kakinya gemetar juga.


” Kita istirahat aja dulu terus nanti jalan lagi.” jelas Jasmine menengahi yang lain.


Mereka mengangguk setuju.” Nggak bisa, kalo kita istirahat nanti akan kemalaman, sekarang udah jam 4 sore dan kita masih ada 1km lebih lagi.” tegas Putra menatap jam di tangannya.


Zeyn menghela nafas pelan.” sorry, gue bener bener nggak pernah naik turun bukit.” Gumam Zeyn melepaskan Letta.


Putra terkekeh.” Gue udah terbiasa semenjak jadi gini lah, bawa carrel isi batu, “ gumamnya mengusap lehernya pelan,


“ sini gue aja.” Jelas Xior.


Letta melirik Xior yang menyambut dirinya.” Gue bisa jalan kaki,.’ Jelas letta meyakinkan.


“ loe nggak kasihan sama Putra dan Zeyn? mereka kecapean loh, dan mereka nggak mungkin biarin loe jalan kaki, cukup kepala loe aja yang botak, janganlah kaki loe juga yang botak alias buntung karena infeksi berlebihan.” Jelas Xior menyeringai.


Letta menyipitkan mata kesal.,’ gue nggak suka senyum loe. “ gumamnya jujur..


Xior malah terkekeh pelan. “ beneran Xior bisa?” Tanya Putra pada Xior, jarang sekali Xior ini ingin membantu orang lain seperti sekarang, biasanya juga ia suka menyusahkan orang lain.


Xior berdehem pelan.'’ gue suka daki gunung bawa tas gede, jadi santai aja.” Jelas Xior segera berjongkok didepan letta.


Letta menyeringai dan memeluk Xior dari belakang erat.” Kalo nggak, gue aja lagi gendong Letta nggak apa apa.” Jelas Putra ragu pada Xior.


Hidup bersama 4 tahun, sudah sangat mengenal Xior, Xior bukan laki laki baik,


“ hemm.” Gumam Xior, melonggarkan lengan Letta di lehernya.” Tolong cari cara bunuh gue yang elit, loe mau bunuh gue dengan cara nyekek?” Tanya Xior dingin pada Letta.


Letta terkekeh pelan melonggarkannya sedikit, ingat hanya sedikit. Xior melirik Letta lewat ekor matanya kesal.” Loe mau gue buang ke bawah?” tanyanya melirik kebawah kesal.


Letta buru buru melepaskan tangannya dileher Xior dan cemberut. Xior menggelemng pelan di tengah Putra mengikat tubuh letta di belakangnya. “ udah yuk.” Gumam Putra, mereka mengangguk segera kembali berjalan ke depan.


Satu jam... dua jam.. tiga jam.. bahkan saat magrib Xior tidak melepaskan Letta, letta tertidur dipundak Xior hingga ke Villa, Xior menghela nafas pelan, keringat bercucuran di kening dan tubuhnya.


Beberapa kali juga Putra dan Zeyn meminta gantian tapi Xior hanya diam dengan wajah santainya.


” Tuan.” Panggil bu Sarah dan pak Dar melihat Zeyn pulang bersama rombongan entah rombongan siapa, tapi mreka menggunakan baju polisi.


“ siapkan kama kamar yang ada, dan masak lah, kami akan makan dan istirahat malam ini.” Tegas Zeyn, mereka segera mengangguk pelan mendnegarnya melihat ada Letta di gendongan Xior ingin bertanya.” Biar kami yang mengurus, lakukan saja tugas kalian.” Tegas Zeyn.

__ADS_1


“ baik tuan.” Tegas mereka segera mundur.


Putra melirik rombongannya yang ada sekitar 7 orang, dua bidan yakni Jasmine dan satunya adalah Gina.” Hmm kalian ingin menginap di sini juga? Tapi dua orang ada yang harus kembali ke markas untuk laporan.” Tegas Putra pada anggotanya.


__ADS_2