
Kehidupan berlalu begitu saja, meninggalkan jejak Letta yang masih mereka tunggu kepulangannya. Semua berharap dan berdoa agar Letta baik baik saja. Pulang dalam keadaan sehat dan bisa berkumpul kembali bersama lagi ditengah tengah mereka. Mereka yakin jika Letta pantas mendapatkan kebahagiaan yang seharusnya.
Satu bulan.. dua bulan.. tiga bulan.. hingga satu tahun letta tidak ada kabar sama sekali, seperti hilang di telan bumi, bahkan keluarga Letta bungkam, mereka mengatakan jika Letta sedang jalan jalan keluar negeri, Letta sedang bersenang senang,
Sosok yang sedang dikhawatirkan menghirup nafas tenang menginjakkan kaki di Indonesia. Plak. Letta terjengit kaget oleng kedepan saat Xior meletakkan tas besar ditangannya yang terlentang.” Bawa sendiri.” Ketus Xior.
Letta mendesis melirik Xior dan menaruhnya di atas koper. Ia duduk di atas koper yang bisa berjalan sendiri.
“letta... tuan. Jangan tinggalkan saya..” teriak sunja membawa banyak barang Xior dibelakang mereka. Letta melirik sunja dengan lirikan santai, memang selama satu tahun ini Letta melakukan pemulihan, dimulai dari harus operasi, pemulihan lebih lanjut agar dirinya bisa kembali sehat.
Untungnya saat terakhir ia sakit Xior menemukan jantung yang cocok, entah ia dapat dari mana yang pasti ia mendapatkannya, Letta oprasi dengan dokter Glorse dan harus memilih kan dirinya.
Pemulihan dilakukan beberapa bulan dan harus kembali cek rutin agar bisa memastikan keadaan letta baik baik saja. Obat rutin tetap harus ia minum tetapi dokter Glorse memiliki obat tersendiri yang membuat letta tidak harus meminum obat setiap hari. Tapi cukup saat jika jantungnya meradang saja. Itu lebih baik..
Dan Sunja? Dia dibawa oleh Xior keluar negri untuk menjaga Letta, menemani Letta selama satu tahun di sana. Sunja juga bersyukjur sebab sata bersama Letta ia tak lagi dihukum, meskipun jadi pelayan ia diperlakukan cukup layak di sana. karena Letta.
“ bagaimana keadaan Bima??? Putra dan yang lain? apa mereka baik baik saja? Apa mereka semua sudah menikah?” Tanya Letta pada Xior.
Xior menggeleng pelan.” apa kita harus menjenguk mereka satu persatu? Sunja kamu membawa semua oleh oleh yang aku beli bukan?” Tanya Letta pada Sunja yang sibuk dengan bawaannya.
Sunja paling sengsarah dari yang lain.
“ kau bahkan membawa dua karton penuh letta.” ketus Sunja kesal. Lihat kedua tangannya yang penuh dengan dua tas besar, bahkan ia tak diberi kesempatan membawa barangnya kecuali barang yang paling berharga. Tapi sunja tak punya apa apa, bahkan handphone saja tak punya!! yang artinya Sunja hanya bawa badan saja.
“ kau keberatan?” Tanya Xor dingin pada Sunja yang terdengar menggerutu pada Letta.
Sunja segera menggeleng.” hehehe bahkan jika letta minta digendong aku akan menggendongnya.. yah Letta apa kau mau aku gendong?” Tanya Sunja melotot pada Letta. Xior itu sangat buas.
Letta mengangguk.” Ide bagus. Aku bisa digendong sekarang?” Tanya Letta pada sunja.
Sunja melotot kembali melelakkan tawa letta.” berhentilah tertawa. Semua orang melihat ke sini karena kau.” Ketus Xior pada letta.
Letta menunjukan jari tengahnya pada Xior. Xior melotot tak terima pada Letta membuatnya mendekati letta.” kaburr.” Teriak letta lebih mencepatkan kopernya.
” Hey.... “ teriak Xior kesal.
Memangnya koper bisa di bawa balap? Tapi lihat bagaimana petakilannya Letta yang melewati orang orang semangat membawa kopernya seperti sedang balapan. Orang-orang sekitar segera menghindar agar tidak tertabrak oleh Letta.
Tapi tak ayal Xior tersenyum tipis memandang hal itu.
Xior pikir ia akan kehilangan waktu untuk membalas budi. Tentu saja sebab bantuan Letta saat dirinya sekolah menengah pertama sangat berpengaruh terhadap hidupnya.
Hidup yang awalnya penuh kelaparan menjadi tidak lagi, selalu di rundung menjadi tidak lagi dan ditakuti. Letta juga membuat dirinya kuat dan membunuh seluruh keluarganya.
__ADS_1
Letta menghajar kan dirinya untuk berani bertindak lebih. lebih baik di jauhi karena ditakuti dari pada dijauhi karena di bully.
Lalu apakah Xior ingin menikahi letta?? jawabannya tentu saja iya. Tapi Letta menolak dirinya, sama dengan yang lain, letta menolaknya dengan tegas berkata jika Xior adalah kakaknya, kakak yang menemani adiknya, selalu ada untuk adiknya.
Hati Xior jadi patah, tapi entah mengapa xior menjadi bersyukur hidup bersama letta. bisa jadi yang Letta katakan benar kan??? dulu Letta lebih tua melindungi xior dan sekarang saat letta dibawah dirinya maka Xior yang melindungi dan membantunya. Bukankah keluarga memang harusnya begitu???
Sampai di pada mobil yang Xior siapkan. Sunja dan Xior memasuki koper mereka, barang barang Letta. Letta hendak menaruh kopernya tapi segera Xior ambil alih. Letta hanya diam saja. Memang Xior sangat baik. dia kakak impian di seluruh panca Negara.
Memasukinya mobil dibagian belakang sunja pun duduk di depan. Xior duduk di sebelah letta. letta memilih pulang ke rumahnya.” Besok kita akan main ke rumah om Biima oke.. aku sangat merindukan dia.” Seru letta dengan senang.
“ dia sudah menikah tapi.” Jelas Xior kesal.
” Aku kan Cuma mau main bukan menikah. Xior ih.,” gumam letta kesal. Memangnya main saja tidak boleh?
” Yapi nanti kau akan menangis seperti terakhir kali bertemu dilampu merah. Hatimu akan terbakar.” Jelas Xior mengejek.
“ tidak..” gumam letta malu.
” Oh iya Jasmine apakah dia melakhirkan soerang bayi yang lucu?” Tanya letta berbinar.
” Jangan mengalihkan topic. Kamu menghindar letta.” ketus Xior kepada letta yang malah membahas Jasmine dan Putra.
“ aku tidak menghindar, aku benar benar bertanya. Bagaimana jasmine? Apa bayinya lucu? Apa putra bahagia?” Tanya letta dengan pepan,.
“ kau ini perasan suka sekali mmbuatku kesal Xior. Aku kan hanya bertanya, bertanya loh bukan cari masalah.” Ketus Letta cemberut memandang Xior.
” Aku kan Cuma menjawab, memang salahnya dimana?” Tanya Xior ikut melotot pada Letta yang terlihat suram. Lihat supur dan Sunja saling menjaga telinga dan kepala. Agra tidak pusing dan berakhir mabuk mendengar mereka dibelakang yang ribut.,
“ kau menyebalkan.” Ketus Letta menunjuk dada Xior menggunakan telunjuknya.
” Balas nih.” Ketus Xior menunjukan telunjuknya kearah dada letta.
letta melotot melindungi dirinya.” XIOR... Kamu sembarangan.’' Teriak Letta tak terima.
“ berhenti berteriak, bisa mati semua telinga orang di sini.” Ketus Xior.
“ kau ini yah... kau yang membuatku berteriak.” Jelas letta melotot.
” Berhenti bicara banyak letta,. kamu masih dalam tahap pemulihan awal.” Jelas sunja menghela nafas.
Letta jadi diam melirik Xior yang menyeringai. Letta memutar bola mata malas dan menaiki satu bibirnya sewot. Xior melihat itu menahan tawanya. Letta sangat lucu jika sedang kesal.
...----------------...
__ADS_1
Menatap rumahnya. Letta benar benar senang, apalagi Agung dan Nadia sudah ada di depan rumah bersama Natto. Yah Natto harus pulang duluan sebelumnya karena dia harus kuliah, tak bisa terlalu lama menemani Letta, ia juga ikut berbohong mengatakan jika letta baik baik saja dan harus disana karena ada pekerjaan yang tak bisa di tunda. Agung dan Nadia awalnya marah tapi karena kebiasan letta yang memang pergi dari rumah mereka hanya bisa pasrah. akhhh itu awalnya.
“ letttaa..” Panggil Agung senang menatap Letta turun dari mobil.
Letta yang disambut begitu hangat tentu saja segera memeluk Agung riang. Nadia pun sama mendekati letta dan memeluk letta hangat... ketiganya sama sama bahagia.” yaampun anak bapak tambah tinggi aja, disana kamu makan apa?” Tanya Agung, sebab tinggi letta dan dirinya sana, sama sama 180.,
padahal batu 1 tahun.
Letta yang diucap begitu bingung harus menjawab apa sebab dirinya kemarin saat sudha oprasi memang tingginya berkembangnya begitu pesat hingga seperti ini.
“ iya..kayaknya tinggi Nato dibawah Letta deh Sekarang.” Jelas Nadia melirik Nato yang disebelahnya.
Nato menatap Letta masam, sebab memang letta sekarang lebih tinggi dari dirinya yang hanya 174, sedikit tumpang jika begini. Letta tertawa pelan menatap Nato yang lebih pendek.” Mangkanya tumbuh itu keatas bukan kesamping.” Jelas letta dengan mengejek
Nato mendengus pelan.” diem deh loe.” Ketusnya.
” Loe nggak mau peluk gue?” Tanya Letta polos pada Nato.
Nato maju dan segera memeluk Letta pelan. letta yang dipeluk Nato terkekeh pelan.” badan loe udah isian. Loe nggak bunting kan?” Tanya Nato pelan.
Melirik xior yang mendekati letta.” dia ngak ngapa ngapain loe kan letta?” tanyanya lagi berbisik.
Plak. kepala nato ditempeleng pelan oleh Letta, lihat tatapan Letta tajam dan dingin kepadanya.” enak yah mulut loe ngomong, sekali lagi ngomong nggak bener gue tampol lu.” Ketus Letta dingin. Nato meringis kesakitan memegang kepalanya
“ Nemo mana pak bu?” Tanya Letta pada kedua orang tuanya.
” Dia masih di sekolah letta... “ jelas nadia.
” Sebentar lagi pulang kok.. nnati bapak jemput pulang bentar lagi.” kembali menjelaskan kepada Letta mengenai keberadaan letta.
“ haloo om tante.” Jelas Xior mendekat membawa dua koper. Letta lupa jika kopernya tinggal. Nadia dan Agung tersenyum melihat kedatangan Xior.
Xior menyalami tangan Nadia dan agung.” Duh nak Xior, terimakasih loh udah jagain letta, dia nggak ngereptin kan disana? nakal dia?” Tanya agung tak enak hati pada Xior.
Sejujurnya juga Agung dan Nadia sudah tahu apa yang letta lakukan di Negara seberang, Xior menjelaskan semuanya kepada Agung dan Nadia agar di izinkan.
Awalnya agung dan nadia sangat marah dan tidak membolehkan, tapi Xior mengatakannya tanpa letta ketahui agar mereka tau.
agar mereka paham tentang kondisinya begini loh.
Keduanya sangat khawatir tapi Xior melarang mereka agar tau dan mengatakan pada letta agar letta tidak bersedih dan pokus pada pemulihannya. Nadia dan Agung hanya bisa pasrah dan selalu menanyakan kabar dan perkembangan Letta pada Xior, pura pura tidak tau bagaimana keadaan Letta di sana bersama xior
Xior selalu mengonfirmasi informasi letta, mulai dari dia yang oprasi, pemulihan, hingga beberapa treatment yang ia lalui. Agung dan Nadia selalu berdoa untuk Letta, agar Letta segera membaik kembali
__ADS_1