Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Kenangan Xior


__ADS_3

.” Hehe ada orangnya yah.” gumam Letta cengengesan.


Letta memejamkan mata, ini bagaimana yah???? apa yang harus dilakukan??? Ia seperti orang yang tertangkap basah karena pencurian.


Xior menjatuhkan rokoknya dan menginjaknya, mendekati Letta dan menatap Letta tajam. Letta mundur hendak membuka pintu, tapi pintu terkunci otomatis.


Xior semakin dekat dan tubuh Letta terhimpit di sana. jantung Letta terpacu. sial ini pemilik tubuh memiliki jantung murahan.


Xior melihat bagaimana tingkah Letta tersenyum miring, tubuh mereka sangat dekat. Letta hanya diam menatap Xior cengengesan., Xior menaruh telunjuknya di dagu Letta dan mengangkat dagu Letta tinggi.


Letta mendongak dan wajah mereka saling tatap, jarak antara mereka tak lebih dari satu kilan. Bahkan nafas Xior menerpa wajah letta. dari jarak begini letta bisa lihat pori pori Xior, wajahnya yang tampan dan... cup.


Letta terdiam saat Xior mencium bibirnya singkat. aroma anggur menguat begitu jernih, Letta mengerjab pelan sampai Xior kembali ******* bibirnya sesaat hingga Letta kaget tubuh Xior tumbang.


” Eh?” gumam Letta pelan. ia memegang tubuh Xior yang oleng, saat hendak membantu Xior berdiri, Xior sudah lebih dulu berdiri dan memijit pelipisnya dan berjalan ke sofa nya kembali.


” Loh?” gumam Letta.” mabuk toh.,.” gumamnya paham keadaan Xior.


Letta segera membuka lagi pintu menggunakan pin tadi, tidak bisa di buka. Letta mengerjab pelan, sial ini namanya masuk kandang serigala.. Letta melirik kembali Xior, dia duduk memijit pelipisnya. Letta menghela nafas pelan memandang seluruh ruangan.


Nuansa ruangan berisikan warna coklat gelap dan coklat muda dipadukan, aroma citus sangat tenang bersamaan dengan aroma mawar, ini sangat nyaman bagi Letta. Letta melangkah mendekati Xior. Tapi tunggu. Letta salah fokus di bingkai poto belakang Xior.. di sana ada foto yang tak asing.


Mendekat ke sana, Letta menatap foto tersebut, perempuan menggunakan baju putih biru, duduk do bawah pohon mangga sembari tertidur, itu dirinya...


Letta melirik lagi ke arah poto lain. rupanya ada beberapa lain foto dirinya. Hingga satu foto editan, seorang laki laki?? Dan dirinya??? Itu bukan editan.. itu benar benar dirinya bersama laki laki asing yang duduk di dekat menunggu bis, laki laki itu menggunakan seragam yang sama meksipun tubuhnya lebih kecil ketimbang dirinya.


Bugh. Letta shok saat tangan kekar memeluk pinggangnya, kepala Xior yang di bahunya, nafas Xior menerpa lehernya, bidik mata letta bisa melihat bagaimana tatapan puyeng Xior memandang foto itu, aroma anggur di tubuh Xior membuat letta kurang nyaman,.


” Ini gue?” Tanya Letta pelan. Berharap mendapatkan jawaban.


Xior tersenyum tipis.” Enggak tau. Tapi dia malaikat.” Gumam Xior berbisik, bidikannya bahkan membuat dagunya bergesekan di bahu Letta. Letta merasa kegelian karena hal itu,


Letta berdehem pelan kembali untuk menetralisir jantung nya itu.” malaikat??? “ Tanya Letta kembali berbisik.


Xior mengambil foto itu dan melepaskan pelukannya pada Letta, tatapannya sayu memandang gambar yang di sana, memeluknya dan kembali tidur di kasur dengan keadaan terlentang.


Letta menatap pergerakan Xior dengan rumit.” Dulu pas kecil aku di kucilkan, mama dan papa tidak menyukaiku, mereka mengatakan jika aku anak pembawa sial hanya karena kelahiran ku kakek dan nenek meninggal dunia.” Gumam Xior sedih.

__ADS_1


Letta mendengar itu diam, memilih duduk di dekat Xior. Xior mengusap bingkai foto di tangannya.” Saat kecil punya kakak pertama yang sangat baik, karena dia sangat baik, dia bahkan meninggal karena menolongku yang hampir di culik.. Kakak ku tersayang yang malang.” Gumam Xior.


Air matanya jatuh mengingat hal itu dimana dirinya dan kakaknya pulang sekolah, dirinya ingin di culik dan di bantu oleh kakaknya.


“ perut kakak tertusuk tepat di sini bus... darah nya menetes.” Gumam Xior memegang dadanya seakan-akan tertusuk dan berdarah. ingatan Xior sangat jernih mengingat saat itu.


” Sakit sekali rasanya kehilangan orang paling berharga.” Bisiknya berlanjut sedih. Wajahnya terlihat menyedihkan penuh penderitaan.


Letta mendengar itu ikut berkaca kaca, penyampaian Xior yang mabuk itu sangat jujur, bahkan suaranya terdengar lemah dan rapuh.,


“ Karena tragedi itu, mama dan papa semakin membenciku, kedua kakak ku juga membenciku, mencampakkan dan mengatai aku anak pembawa sial..” bisik Xior bergetar.” Apa salahku???? Mengapa mereka mengatakan aku anak iblis?” bisik Xior kembali lirih.


“ mereka sangat kejam, memberikan aku makanan sisa setiap hari, bahkan makanan muntahan kakakku mereka paksa aku makan.. “ bisiknya kembali menangis.


Letta mendengar itu bergetar, rasanya sangat sesak.” Xior.” Bisik letta mendekati Xior.


Suara Xior sudah sangat berat bercerita. Xior menggeleng pelan.” itu hanya separuhnya, selebihnya aku sering di siksa, bahkan tubuhku di cambuk dan di tempel dengan besi panas.” Gumam Xior menarik kemeja yang ia kenakan hingga terbuka keseluruhan, letta menatapnya dalam diam, trap..


Letta tertegun,, bagian dada Xior ada banyak bekas luka, luka bakar terutama membuat tubuhnya jelek.” Mereka jahat sekali padaku sampai aku ingin mati saja.” Bisik Xior kembali.


Letta tak kuat mendengar itu. letta menggeleng pelan, ini sulit, ini sangat sakit. Letta tak sanggup untuk mendengar lebih lanjut. “sampai aku bertemu dengan malaikat.” Gumamnya pelan mengusap pelan foto itu.” malaikat membantuku saat aku hampir mati saat di gebuk oleh anak anak itu.” bisiknya bergetar.


Letta terdiam, mengerjab air matanya jatuh. Xior tersenyum tipis.” Saat itu malaikat menghajar mereka semua. Aku ingat sepuluh orang itu tumbang dengan tangan yang patah dan tubuh yang penuh pukulan. Pertama kalinya aku melihat begitu hebat seseorang melindungiku setelah kakak pertamaku meninggal.” Bisiknya lagi pelan.


Letta terdiam linglung, dirinya lupa itu... Xior memejamkan mata tenang.” Dan malaikat,. Aku ingat, dia suka menaruh makanannya di lokerku saat tau aku kelaparan.” Gumam Xior sesak.” Dia juga mengajariku tentang durhaka..” gumamnya nanar. “ aku bisa makan dengan enak tanpa lagi rasa kelaparan.” Bisik Xior kembali sesak.


" semua orang tidak lagi ada yang berani membully ku, mereka semua takut padaku karena aku di rumorkan dalam lindungan dia. Hahaha dia wanita yang sangat kuat dan aku menjadikan di sebagai guru hidupku...” bisiknya pelan.


Letta terdiam, ingatan Letta sudah tipis akan kehidupan lamanya, tapi tunggu., saat SMP letta tidak punya banyak tekan kecuali banyaknya orang orang meninggal karena Ragiel, bahkan hanya sedikit masih berteman pada dirinya karena banyak yang bilang dirinya pembunuh, letta berdehem pelan mengingat itu. diki, Ziko. Siapa lagi yah?? Ando?? Sampai ingatannya pada anak kecil yang ia lihat mencuri makanan di tong sampah yang ia buang.


Letta ingat.... saat itu Letta yang memang baru saja membeli makan kebab tak enak. Letta memandang kebab di tangannya tak suka.” ini daging apa sih??? katanya daging sapi kenapa seperti daging busuk.” Gumam Letta segera membuang makanan itu, itu tak sempat ia makan lebih dari satu suapan, Letta memang tidak kekurangan finansial dengan santai membuang makanan ke dalam tong sampah.


Letta kembali berjalan menjauh dari sana, sampai ia melotot.” Kunci motor ketinggalan.” Gumamnya segera kembali menuju parkiran, tapi langkah cepatnya terhenti, ia berdiri di sudut tembok melihat anak kelas 1 sedang mencari makanan di dalam tong sampah, lihat bagaimana senyum nya yang lebar itu, senyumnya sangat bahagia mendapatkan sisa makanan Letta dan segera menyimpannya di dalam tas nya. Ia segera mencari tempat untuk makan. Di sudut sekolah, ia sembunyi sembunyi makan di sana, senyum lebar nya sangat indah.. seperti anjing kecil yang mendapatkan tulang yang telah lama tak ia dapatkan.


Dia sangat menyedihkan.


Letta diam melihat itu, ia ingat dirinya kecil, dimana ia suka juga memungut makanan sisa. Makanan yang bisa membuat ia tumbuh sebesar ini. langkah kaki Letta mengikuti langkah anak itu, melihat bagaimana lahapnya anak itu makan... Letta mengingat wajahnya dalam dalam sebelum pergi dari sana.

__ADS_1


Itu pertemuan pertama, pertemuan ke dua ia melihat si anak di pukul karena tak mau berbagi sepotong roti sandwich, di rundung banyak teman kelasnya letta menjadi marah dan murkah, anak itu yang kemarin lapar dan mereka merebut makananya.


Letta membantunya dan menghabisi anak anak nakal itu, mereka habis di tangan Letta, membantu anak itu untuk berdiri. Mereka semua mundur karena memang tak ada yang berani pada Letta.


saat itu letta sudah kelas 3 smp dan rumor dia pembunuh sudah tersebar dan sudah bukan hal tabu, semua menganggap Letta monster pencabut nyawa karena teman Letta yang banyak meninggal usai bermain dengannya.


Sejak saat itu juga Xior tidak lagi diganggu karena gosip dia di dalam lindungan Letta.


Xior benar benar tidak lagi di rundung karena ketakutan mereka kepada Letta.


Letta juga menaruh setiap pagi roti kukus, atau makanan instan yang bisa dimakan tanpa di masak. Itu setiap hari bahkan sampai ia tamat SMP ia menyuruh orang lain menaruh makanan di sana dan sejumlah uang.


Letta tidak tau jika itu berdampak besar terhadap Xior... ia tidak tau karena memang bagi Letta itu bukan sesuatu yang berharga untuk diingat.


Letta kembali melirik Xior yang menangis usai mengingat xior Letta tidak tau jika ada hidup Xior yang lebih menderita dari dirinya. Xior terus menangis mengusap poto miliknya.


“ Hmm lalu bagaimana dengan orang tua mu?” Tanya Letta pelan.


Xior melirik letta dan tersenyum tipis.” Aku membunuhnya..” gumam Xior pelan. tatapannya kosong memandang letta.” aku melihat bagaimana kuatnya Letta menjadikan semua orang takut padanya, dan aku melakukan hal yang sama.. aku membunuh mereka dengan cara membeli racun.. aku meracuni mereka semua kecuali papa. Karena aku membencinya. Aku menusuk perutnya hingga darah keluar dari sana.”


Letta mendengar penjelasan Xior mengangguk paham.” Saat itu aku kembali di jauhkan dan di bilang monster, apalagi saat dimana aku membunuh anak yang sudah berani merundung ku lagi, aku tak sengaja dan dia meninggal. “ Jelas Xior ingat masa kecilnya.


Letta mendengar semua itu berdehem pelan. ia baru paham semuanya, artinya memang Xior membunuh keluarganya, dan mengapa Xior ingin menikahi dirinya. Itu karena dia menganggap Letta adalah malaikat yang sudah membantunya. “ saat SMA aku mencari Letta tetapi dia tak ditemukan, katanya dia homeschooling... kasihannya dia... saat sudah besarpun meninggal karena dibunuh.” Bisik Xior lelah.


“ Xior..” bisik Letta pelan.


Xior tersenyum memandang letta.” tapi tidak di sangka malaikat di sini masih hidup dan bisa aku peluk.” Xior bangkit dan mendekati Letta, memeluk letta erat.” Terimakasih karena sudah menjadi malaikatku.” Jelasnya berbisik.” Kau tau dari mana aku yang memberikan kamu makanan?” Tanya Letta heran.


Xior menggeleng pelan memeluk letta lebih dalam. “ karena aku mengintip siapa yang menaruh, tepat pagi hari kamu menaruhnya... “ gumam Xior. Ia mulai mencium aroma tubuh letta dalam. Dan mendekati hidungnya dileher letta dan mengecupnya pelan.


” Xior.” Gumam letta melepaskan Xior dari dirinya.


Tapi pelukan Xior sangat erat terhadap dirinya. “ jangan pergi yah.. aku harus membalas semuanya.” bisik Xior lemah


Letta menggeleng pelan. ia baru paham Xior tidak mencintainya, Xior hanya menganggap dirinya malaikat yang baik sehingga harus dibalas kebaikannya.


“ Xior bisa bicara sebentar?” Tanya Letta menghentikan tingkah Xior yang makin meresahkan.

__ADS_1


__ADS_2