
Letta tersenyum menatap Putra yang baru pulang, menyiapkan makanan yang banyak di atas meja, Putra menatap Letta dengan tatapan heran., tidak bisanya Letta begitu bersemangat.” Sayang sini duduk.” Jelas letta pada Putra.
Putra berdehem pelan berdiri didekat Letta, letta memeluk putra dengan erat membuat putra diam saja.” Sayang aku ada hadiah buaht kamu,. Lihat.” Jelas Letta memberikan berkas di atas meja, belum menyadari wajah Putra, Putra memejamkan matanya, tangan gemetar membuka kertas yang letta beri.
” Surprise.... aku hamil yey.” Seru Letta kepada putra sembari tertawa lebar.
Putra menatap setiap yang tertera di sana, dengan jumlah kandungan dan beberapa lainnya, putra menatap letta dalam. Letta melihat wajah Putra yang tidak berubah menjadi heran dan juga sedih.” Kamu nggak suka?” Tanya Letta pelan.
Putra menggeleng pelan.” kita gugurin yah.” gumam Putra dengan pelan.
Letta menatap Putra kaget, mundur dengan pandangan tak percaya.” Kamu ngomong apa putra? Kamu nggak suka bayi ini? kamu ngak suka aku hamil?” Tanya Letta shok. Ini diluar dari apa yang ia pikirkan.
Putra menunjukan Bara yang baru masuk ke dalam rumah mereka. Letta memandang bara yang terlihat merasa bersalah.” Sorry. Aku udah bilang sama Putra kalo mama hamil.” Jelas Bara gugup.
Letta menatap mereka dalam. Putra mengusap wajahnya kasar.”letta ayok kita gugurin anaknya sebelum terlambat.” Jelas Putra menarik tangan Letta keluar dari rumah.
Letta menghempaskan tangan Putra kasar, sontak menatap putra tidak terima.” Maksud kamu apa sih??? mau gugurin anak kita? kalo kamu ngak mau yah nggak apa apa, aku bisa kok besarin anak aku sendiri. Jangan nyuruh aku buat bunuh dia yah.” seru Letta tegas tak bisa dibantahkan.
Putra menatap letta murkah.” Aku ngak mau letta, aku nggak mau. Bukan ngak mau anaknya tapi aku ngak mau kamu enapa napa.” Seru Putra hampir berteriak, tangannya bergetar hendak menyentuh tangan Letta tapi letta tepis.” Kita gugurin aja yah. aku nggak mau kamu kenapa napa. Ayo aku ngak mau letta.” bisiknya sembari menangis
Letta menatap Putra kesal, marahnya membumbung ke atas kepala mendengar hal itu, menjauh dari Putra yang bicara begitu.” Aku nggak mau put, aku bisa, aku udah control sama dokter, aku juga udah cari tau dulu boleh atau enggaknya kamu ngak perlu khawatir sama aku.” Jelas Letta tegas.
Putra mengejar Letta dan menahan bahunya.” Kamu bilang gitu karena kamu nggak mirin otrang lain letta.” teriak Putra nanar.
Letta mendengar itu kaget, ini pertama kali putra membentaknya. Putra menepuk-nepuk pelan dadanya.” Kamu nggak mikirin aku yang takut kehilangan kamu, Juya. Aku nggak mau anak aku mau Cuma kamu. Bunuh anak itu letta. aku nggak mau.” Teriak Putra lagi
Letta sontak mengangkat tangan dan menampar wajah Putra... Putra memejamkan mata sata Letta menampar wajahnya kuat, tatapan Letta merah memandang Putra tak percaya. Putra diam merasakan kebas dipipinya. Letta mengeleng pelan.” putra kamu bener bener yah.” gumam Letta dengan nafas naik turun.
Putra jatuh di kaki Letta dan menyentuh kaki Letta,.” letta plis jangan hamil. Aku takut Letta plis.” Bisiknya lirih.
Letta segera mundur menatap Putra marah. " Nggak, aku nggak akan gugurin ini anak Putra, aku bisa, Aku bisa hamil aku bisa melahirkan. Aku ini wanita normal.” Jelas letta tegas.
” siapa yang bilang kamu nggak normal karena ngak mengandung?” Tanya Putra murkah
Letta diam menatap putra, mata letta sudah berkaca kaca saat merasakan sesak Putra ingin mengguurkan anaknya.” letta gugurin yah.” steu Putra lemah mendongak menatap Letta membujuk.
Letta mengeleng pelan dan putra mengeleng tegas” pokoknya aku ngak izinin kamu hamil letta, aku nggak izinin.” Seru Putra tegas. Putra trauma, putra tidak ingin kehilangan letta.
Letta menatap bara negan taja,.” Loe ngomong apa sih sama dia bara.” Seru letta kesal.
Bara menatap letta dengan pandnagan sulit.” Gue bilang semua resiko hamil saat gagal jantung” jelas bara tegas.
” gue udah oprasi. Gue udah sehat gue udah normal.” Seru Letta mendorong tubuh bara.
Bara menahan tangan letta.”nggak, nggak ada yang normal letta, nggak ada yang baik baik aja. Bahkan loe sendiri pasti udah tau kalo orang yang gagal jantung nggak boleh hamil.” Eru bara lagi tegas.
” itu dalam jangka 1 tahun kebelakang bara seusai oprasi. Gue udah lama sehat.” jelas letta tegas
“ tetap letta tetap nggak boleh. Ini demi kebaikan dan kesehatan loe, saat loe hamil loe udah nggak boleh konsumsi obat obatan baik itu dosis renda maupun dosis tinggi, sedangkan loe harus bergantung sama obat. Resiko nya lebih tinggi.” Seru bara tegas.
__ADS_1
Letta menjatuhkan air matanya nanar mendengar bara dan putra yang menolak dirinya hamil. Letta menangis dalam dan menggeleng.” letta plis jangan egois, tolong banget. Resikonya lebih gede.” Seru Bara pada letta tegas.” kita satu jurusan, loe nggak usah sok seakan nggak tau. Loe pasti tau semua resikonya letta. sumsum tulang belakang. Dan beberapa hal yang ngebuat jantung loe menjadi lebih buruk,. Letta jangan egois.” Tegas Bara.
Letta menggeleng pelan segera menuju ke kamar dan mengambil kunci mobil. Bara dan putra melihat itu diam dan saling pandang sejenak sampai letta keluar putra dan bara segra mendekati dia.” Mau kemana kamu letta?” Tanya putra tegas pada letta. Ia pikir Letta ingin merehatkan diri dikamar.
Letta menggeleng pelan.” aku ngak akan gugurin atau bahkan bunuh anak ini putra. Aku bilang aku siap, aku bisa dan kalian harusnya percaya sama aku hal ini. aku tegaskan aku mampu.” Tegas Letta segera menaiki mobil dan melajukan mobilnya keluar dari rumah.
“letta.” tertiak Putra nanar. “letta kamu ngak bisa egois. Letta dengerin aku.” Teriak Putra takut. ia menatap bara dengan nanar.”mana kunci mobil, kita susul letta yuk kita susul. Bilang sama bapak agung dan bu Nadia kalo letta hamil.” Jelas putra.
Bara mengangguk tegas segera memberikan kunci mobil, lalu Putra segera mengejar dimana letta tadi.
Menatap jalanan nanar. Putra kehilangan Letta secepat kilat. Putra memukul kuat stir mobilnya.s esak dan takut. Putra lebih takut kehilangan Letta dari pada kehilangan anaknya. Putra tidak bisa jika kehilangan letta karena anak anaknya. salah dirinya juga karena tidak pernah menghentikan hastratnya sendiri. Salahnya sudah membuat letta mengandung.
Putra menatap hpnya mencari tau dimana lokasi terakhir letta.. dengan tatapan bergetar ia menghubungi Zaxi dan juga beberapa orang sebab sepertinya letta tak membawa HP. “ haloo... ayah bu.” Gumam Putra getir.
Panji mendengar suara getir anaknya mengernyit.” Ada apa Put? Ada masalah?” Tanya panji heran, tak biasanya suara Putra begitu lemah.
” Letta hamil yah.” gumam Putra lirih.
Panji mendengar itu senang tapi sejenak berganti sedih, saat ingat jika letta tidak di anjurkan hamil oleh dokter.” Terus gimana sekarang?” Tanya panji lirih.
Apa mungkin putra dan Letta ingin menggugurkan anak itu.
Letta meremas tangannya sendiri melewati jalanan kesal. Leetta bukannya ingin melarikan diri tapi ia sangat kesal. Bagaimana mungkin Putra malah ingin membunuh anaknya sendiri. Padahal Letta sudah sangat bahagia bisa mengandung dan menunjukan dirinya sehat dan Santosa.
Sampai di rumah pak agung dan bu Nadia letta segera turun, tapi saat tuun Nadia dan pak Agung sudah menungu didepan sana memandangnya. Agung menatap letta dengan terluka.” Kamu hamil?” tanyanya dengan lirih.
Letta menghela pelan.” putra udah cerita?” Tanya letta pelan, ia pikir ke sini bisa menenangkan diri.
Letta mengangguk.” Tau.” Jelas letta ragu.
Agung menggeleng pelan.” bapak nggak tau harus bagaimana, melarang kamu hamil bagaimana atau menyuruh kamu hamilpun bapak nggak tega. Bapak nggak mau kehilangan kamu hanya karena anak yang akan kamu lahirkan.” Jelas Agung yang bahkan tidak membiarkan letta duduk.
Letta menatap agung dengan nanar.” letta bisa pak Letta bisa. Dokter pun nggak bermasalah akan kehamilan Letta, dia bilang hanya beberapa saja yang harus letta lihat kondisinya.” Jelas Letta tegas kepada Agung. Mengapa sulit sekali meyakinkan orang orang jika dirinya bisa sih?
“ iya kamu bisa kami tau.” Jelas Agung tegas pada Letta. Letta berdehem memandang pak agung dengan rumit.” Tapi jika kamu meninggal, bapak nggak mau kehilangan kamu. Bapak ngak mau, apalagi anak yang kamu tinggalkan. Kasihan letta, kamu mikirin kami nggak sih nak?” Tanya Agung geregetan pada letta yang keras kepala.
Letta paham tujuan bicara Agung. sama saja dengan Putra!!
Letta semakin resah segera memasuki mobilnya lagi.”letta.. mau kemana kamu?” teriak agung.
Letta menutup keras pintunya dan menjauh dari rumah mereka. Agung melihat Letta pergi menatap letta dengan nanar.” letta kamu nggak bisa kayak gitu, kamu harus dengerin bapak sama ibuk letta.” teriak Agung tapi mobil letta sudah menjauh.
Nadia mengusap pelan punggung suaminya.” Bapak harusnya nggak boleh marah marah dulu. Beri ketenangan sama letta pak.” Jelas nadia tegas pada agung.
” Siapa yang nggak marah buk, ini bahaya buat kesehatan Letta. kan udah dari awal di wanti wanti tapi kuping dia tu los. Nggak ada denger nya apa yang orang bilang” jelas Agung tegas dan kesal kepada bu Nadia.
“ tapi bicaranya yang lembut biar Letta nya nggak gitu loh.” Jelas Nadia tegas.
“ mau lembut gimana lagi ha?? Dibela? Ini menyangkut nyawa anak kita. bapak negak mau Letta sakit lagi, atau bahkan meninggalkan kita. bapak nggak mau.” Tegas Agung. Nadia menghela nafas melihat suaminya yang marah marah
__ADS_1
“ ada apa sih pak buk?” Tanya Nato dari dalam menatap orang tuanya.
Agung menatap Nato dengan kesal.” kamu kejar itu letta. cari dimana dia, dia hamil.” Jelas agung.
Nato mendelik.” Loh baguslah letta hamil, kalian mau punya cucu lagi berarti.” Seru nato kepada orang tuanya aneh.
“ masalahnya dokter ngak sarankan dia hamil nato.” Jawab Agung kesal.
Nato menatap mereka dengan lempeng.” Terus mau gimana? Mau digugurin??? Semisal bapak sama ibuk gimana? Mau di suruh gugurin anak kalian?: Tanya Nato. Mereka jadi diam menatap Nato dengan pandangan linglung
Pergi lagi Letta tak mau bertemu Putra dan keluarganya. Apalagi ke rumah Zaxi otomatis sudah di kick oleh mereka. Karena tak ada tujuan lagi Letta malah kehabisan bensin dijalanan.
Mendapatkan mobil yang berhenti dijalan letta jadi pusing memujit pelipisnya sakit. letta harus bagaimana ini?? niat hati ingin kabur malah jadi tertimpa musibah.
Letta memilih menyenderkan kursi belakangnya dan tidur di dalamnya, ini jalan cukup ramai karena Mariah di kota. Karena itu letta santai saja dari pada keluar letta malas.
Menenangkan pikiran letta jadi sakit kepala. Bisa bisanya mereka menyuruhnya membunuh anaknya sendiri. Mengapa tidak ada satupun yang setuju dirinya hamil.
Dengan nafas dan mood yang buruk, Letta mendongak menatap arah jalanan yang kosong, tapi tatapannya malah terpokus pada jalanan yang berisikan anak anak jalanan yang tidur di sana dengan sendirian, ada yang jualan dan juga ada yang memungut tong sampah.
Letta segera keluar dari mobilnya, melihat sekeliling letta mendapatkan tukang nasi goreng. Segera mendekatinya dan berdehem pelan. “ pak saya pesan sepuluhan porsi yah di bungkus.” Jelas letta.
penjual mengangguk senang.” Siyap. Tunggu di sini aja.” Jelas penjual menunjukan kursi.
Letta mengangguk dan duduk di sana, menatap sekeliling Letta mendapatkan makanan dimeja makan berupa kacang kacangan dan lain lain. menunggu beberapa waktu pesanan letta sudah jadi.” Nih neng.” Ujar penjual.
” Terimakasih pak.” Jelas letta.
” sama sama.” jelas penjual.
Letta segera keluar dari sana dan mendekati anak anak yang mengobrek tong sampah. mencolek tangannya dan ia terkaget menatap Letta. letta memberikan nasi goreng yang sudah ia beli.” Mau?” Tanya letta pelan.
Ia menganguk dan tersenyum lebar.” Mau kak, tapi saya boleh minta satu lagi enggak? Soalnya kakek syaa belum makan.” Jelasnya menunjuk kearah lain.
” kamu tinggal sama kakek kamu?” Tanya Letta.
anak laki laki itu menganguk.” Iya tapi kakek sedang sakit.” jelasnya.
Letta mengangguk dan menambah lagi.” terimakasih kak.” Serunya.
Letta mengangguk lalu kembali menyebarkan nasi goreng yang ia beli sampai tersisa satu porsi. Letta duduk dpinggir jalan yang ada kursi lalu makan dengan nyaman di sana. menatap jalanan yang malam begini Letta menghela pelan menatap nasi goreng yang ia makan.
” Kebanyakan minyak.” Gumamnya pelan tapi melihat anak anak yang senang makanan ini letta jadi Tersenyum. Apa dirinya salah ingin mempertahankan anaknya??? letta tiba tiba mengusap perutnya yang masih datar.
“ letta...” teriak dari depan Letta.
Letta melihat Putra yang berwajah kusam dengan keadaan yang runyam menatap Letta khawatir. Letta melihat itu buru buru hendak pergi tapi Putra sudah lebih dulu berlari mendekatinya dan menahan tangan letta.” letta dengerin aku dulu sayang.” Jelas putra sedih.” Plis jangan gini., kita bicarakan baik baik yah.” jelas Putra mengusap pelan rambut Letta kebelakang.
Letta melirik Putra dengan pandangan malas, lalu berdehem memilih duduk di tempat ia makan tadi, Putra melihat letta makan nasi goreng berdehem pelan.” kamu laper? Mau makan lagi sayang?” Tanya putra.
__ADS_1
Sejak tadi ia sangat khawatir mencari letta. melihat mobil terparkir dipingir jalan dan BD yang ia kenal. Tentu ia mendekat dan ternyata ia melihat Letta duduk di sana sembari makan.
Letta membuang muka enggan menjawab. “ letta.” bisik Putra lagi. Letta terlihat masih marah di dekatnya.