
Letta memakan camilan di rumah nya dengan tenang. Makanan itu memang Xior yang menyiapkan, karena Letta tidak bisa makan sembarangan jadi Letta terima saja.
Putra sibuk bersama Bima mengurus pernikahannya sedangkan Xior entah kemana. Letta menonton televise dengan damai dan tenang.
Tingtong... letta mengerjab pelan menatap pelayan segera membuka pintu tanpa ia suruh.
Seberapa saat pelayan kembali mendekatinya.” Nona tamu untuk anda, katanya dia mengantarkan pakaian yang anda pesan.” Jelasnya sopan.
Letta mendengar itu mengangguk paham.” Suruh dia ke sini.” Jelas Letta malas jika harus berjalan keluar.
“ baik nona.” Pelayan kembali keluar membawa tamu itu ke dalam.
Letta mengambil tisu membersihkan tangannya. Dan tamunya pun datang.” Selamat siang nona..” Letta mengangguk menatap dua orang yang menggunakan pakaian setelan jas yang sama. mereka pasti pelayan dari rumah butik yang membuat baju untuknya kemarin.
“ kami sudah menyelesaikan pakaiannya nona, mari silahkan di coba, sebab anda sudah akan menikah h4, kami takut jika ada sesuatu yang kurang saat acara.” Jelas nya.
Letta mengangguk.” Pelayan bawakan minum untuk mereka.. aku akan menilah gaun ku.” Jelas Letta. pelayan buktik Tersenyum tipis melihat hal itu, sedangkan pelayan lain yang letta suruh segera mengambil minum seperti yang letta suruh.
Melihat banyak pakaian yang dirinya pesan letta Tersenyum tipis.” Nona ini sepertinya kebesaran dan kepanjangan.” Jelas pelayan.. melihat bagaimana Letta menggunakan pakaian yang ia pesan. Letta malah melihat nya dengan tersenyum tipis.
Baju berwarna putih tulang dengan renda lengan yang bertaut, ini sangat cantik dan manis, membayangkan bagaimana Jasmine menggunakan baju ini letta ingin tersenyum sendiri. Letta berdehem pelan.” diam lah, ini sesuai ekspetasi ku.” Jelas Letta dengan tenang.,
Pelayan milik butik tak lagi ambil suara, Letta menatap satu baju yang milik dirinya berwarna merah muda, ini untuk bersama Bima, tidak leta tidak tau ia akan menikah dengan Bima atau tidak, tapi Bima masuk kriteria yang akan dirinya inginkan. Kenapa Putra tidak? Tentu saja tidak, sebab usia Putra masih panjang, dia harus bahagia bersama wanita yang benar benar tulus dan sangat menyayangi dia.
Letta menata miliknya bersama Xior. Letta tidak suka Xior, tapi Xior tak punya pilihan lain ka?? Letta menggeleng pelan. memijit pelipisnya..
“ biarkanlah author yang mengatur hidup ini. sulit sekali." gumam Letta dengan memelas. Pelayan melihat Letta yang begitu berat berfikir hanya diam saja, menatap Letta gemas. Bagaimana tidak gemas jika wajahnya lelah begituterlihat seperti bayi berusia batita di polos. Matanya sangat sayu..
“ Letta..” panggil Xior sudah memauski rumah ini,
Letta menaiki alisnya bertanya.” Siapkan barang barang mu.. kita akan melakukan oprasi jantung.” Tegas Xior dingin.
Letta mendengar itu kaget, sontak menaruh baju yang ia pesan di atas kasur. Pelayan disana segera mundur menatap mereka tak berani.
‘' kenapa tiba tiba sekali?” Tanya letta kaget.” Lagi pula belum ada yang cocok kepadaku.” Jelas nya lagi karena memang ia selalu control dan bertanya.
“ aku ada.. kita akan melakukannya untuk besok.” Tegas Xior melirik baju pernikahan yang sudah siap memejamkan mata.
” Lalu bagaimana dengan ini?” Tanya letta menunjuk bajunya.
__ADS_1
” Kita akan menikah saat kamu sudah sembuh.” Tegas Xior dingin.
“ tap.”
" Letta.” tegas Xior dingin, letta diam memandang Xior dengan tatapan sulit.”Aku akan membicarakan untuk undur dalam pernikahan, “ jelasnya tegas.
“ gimana gimana?” Tanya Letta dengan pelan. Bukan tidak paham, lebih kepada meminta kejelasan kebenaran.
Xior memejamkan matanya.” kami mengundur jadwal.” Xior bohong. Tentu saja ia tidak pernah mengatakan itu kepada Bima dan juga Putra
"Bima atau Putra tidak bicara padaku, nanti mereka mengira aku kabur lagi.” Jela Alletta dengan kesal.
” Terus kau mau menunggu mereka tau keadaanmu?” Tanya Xior malas.
Letta diam sejenak memandang Xior.” Bisa nanti saja saat kita sudah menikah? Aku takut.” jelas letta meringis.
Oprasi jantung mengingatkan pada dirinya saat dimana pengendalian jantung, itu sangat sakit dan ia sampai tak sadar dua minggu,
“ kita cek dulu kecocokan, sebab ada beberapa prosedur.” Jelas Xior tegas.
Letta menghela nafas pelan memegang tangan Xior dan mengangguk” fine..” gumam letta pelan.
” baik tuan.” Jelas jiya dan Fani serentak.
Letta melambaikan tangan pada Fani dan Jiya, memasuki mobil milik Xior, Xior ini suka dengan mobil yang tinggi semacam Jeff Rubicon, jadi yah dia seperti sedang di mobil penculik, letta diam bersama Xior menatap jalanan, akh enak juga mobil ini batin letta.
“ berapa harga mobil ini?? aku suka.” jelas Letta menatap mobil milik Xior senang.
Modifikasi berwarna hitam legam, dengan tempat duduk santai dan tinggi, apa lagi jika ada tikungan atau jalan yang sedikit tidak enak ini rasanya sangat santai dan aman. Xior melirik letta dan bergumam, letta mendengar itu mengangguk pelan, tak tau apa yang Xior katakana tapi letta malas bertanya lagi.
Melewati jalan besar, mereka mendapat jalan lampu merah yang cukup macet, disana letta menatap kedepan santai, ke kiri tenang, tunggu, kening letta mengerut menatap sosok yang ia kenal, Letta mengucek matanya, menatap lebih jelas. Dimana di sana ada sosok Bima yangs edang makan di café pnggir jalan bersama wanita. Hati Letta sedikit retak melihat hal itu.
Letta menepuk pelan pundak Xior, Xior menaiki alisnya memandang tangan letta, lalu menatap Letta dengan bertanya. “ Itu Bima kan?? dia sedang makan sama siapa itu?” Tanya Letta pada Xior pelan. Xior menatap arah dimana letta arahkan..
Menyipitkan mata,, benar, ia melihat disana Bima sednag tertawa dan bicara tenang bersama perempuan, mereka seusia tapi wanita itu terlihat masih muda dan juga ceria. Xior tersenyum miring melirik letta.” kau cemburu hmm?” Tanya Xior sinis.
Letta melirik Xior dan mencebikkan bibirnya,. Letta merasa dadanya panas melihat itu, “ mau kesana?” Tanya Xior kembali, tak tega melihat wajah memanas Letta.
Letta melirik Xior dan menggeleng pelan menatap kedepan.” Dia berhak mendapatkan wanita yang lebih baik.” jelas Letta pelan.
__ADS_1
Xior menatap dalam Letta, niat hati ingin mengejek Letta, rupanya Letta sedang patah hati. Lihat bagaimana mata letta yang berkaca kaca,, hingga menetes. Letta mengusapnya membuat Xior mengeratkan tanganya di stir.
Tit tiit,, suara klakson mobil mulai berdatangan Xior mulai membawa mobilnya dengan tenang.
Sekali lagi letta melihat ke cafe, lihat Bima mengusap pelan pipi wanita itu dan wnaita itu memberikan wajah konyolnya, dalam tangisan Letta tersenyum tipis. Yah kodrat mencintai bukanlah satu wanita dan tiga laki laki, tapi satu untuk satu orang, mereka harus saling memiliki dan menyayangi.
Letta paham dirinya jika ditengah Bima, Xior ataupun Bima adalah pilihan berat, menikah sekaligus tiga pria.. hal buruk, Letta tidak bisa membayangkan apapun di kedepannya, apalagi dirinya sakit. letta memejamkan matanya, sial.. apa ini rasanya patah hati???
....
Putra mendatangi apartemen milik Jasmin dingin, dengan tenang menunggu di sana... satu jam.. dua jam.. dan Jasmine pulang membawa belanjaannya cukup banyak.
Jasmine yang dengan senang dan tenang sejak tadi sontak kaget melihat Putra datang ke apartemen miliknya yang sedang bersandar sembari duduk di depan pintu
” Pu putra?” ia kaget dari mana Putranya tau? Sebab Putra setahunya tidak tau dia berasal dari mana dan tinggal dimana.
Putra segera berdiri mendekati jasmine yang berjalan pelan kearahnya. Dengan tak sopan mengambil tas Jasmine, Jasmine sontak kaget hendak merebut tas miliknya, tapi lebih kaget lagi jika Putra membuka tasnya dan mengeluarkan seluruh isinya dengan cara tas yang ia tungging keluar. Hp, dompet, kertas dan make upnya berjatuhan. Sampai kertas dan tespeck.
Jasmine kaget disana, buru buru hendak mengambil kertas dan tespeck itu, tapi lebih dulu diambil Putra, putra menahan jasmine dan mundur langkah, menatap tes peck dengan nafas yang naik turun, tangan Putra gemetar melihat dua garis, satu garis samar tapi. Lalu melirik kearah kertas yang dia ambil.. dan hasilnya positif. Jasmine sedang mengandung tiga minggu,
Putra kaget, seketika tubuhnya.m menjadi lemas,. Nafasnya tercekat rasanya,., Jasmine merebut semua itu dengan kasar menatap Putra dingin.”nggak sopan..” tegasnya dingin.
Putra disana tak bersuara.” Dia anak saya?” Tanya Putra pelan dan serak.
Jasmine menatap Putra tak mampu menjawab.” Ajwab anak saya bukan?” Tanya Putra penuh penegasan.
Jasmine membuang muka, Putra frustasi, mengusap rambutnya kebelakang kesal.” Astaga jasmine.” Gumam Putra nanar dan sesak.. Putra kehilangan suara dan akal jika sudah begini.
‘' jangan pikirkan apapun.” Jelas jasmine pelan, enggan menatap Putra, ia menatap kebawah dimana belanjaannya ia letakkan.” Aku tidak meminta pertaggung jawaban kok, tidak akan.. kamu boleh menikah dengan Letta.. kami tidak akan mengganggumu.. tapi tolong jangan menyuruhku untuk menggugurkan anak ini.” Jelasnya serak dan nanar.
Putra mendengar itu sontak menatap jasmine dengan alis terangkat.” Menurutmu aku harus bagaimana jika begitu?” Tanya Putra mendekati Jasmine.
Jasmine mendongak kaget mendnegar suara Putra. Putra menggeleng pelan..” menurutmu aku harus jadi laki laki pecundang? Brengsek yang tidak akan bertanggung jawab dengan anak itu?” tanyanya dengan membentak.
“ membiarkan dia tau jika ayahnya enggan bertanggung jawab dan menikahi wanita lain? meninggalkan ibunya padahal kehadiran dia pun sama sekali tidak aku harapkan??” Tanya Putra kembai pada Jasmine
Jamsin hendak menjawab tapi kembali diam menelan kata katanya karena Putra kembali bicara.” Atau aku menjadi laki laki jahat menyuruhmu menggugurkan anak? Menggugurkan anak dan darah daging ku sendiri. Beri tahu aku apa isi otak kecilmu itu.” tegas Putra dingin.,
“ Putra..” gumam Jasmine lemah.
__ADS_1
Putra meremas rambutnya sendiri, air matanya mulai berjatuhan.” Kan kemarin sudah saya katakan jasmine, tinggalkan saya di saat itu, jangan mendekat tapi kau bodoh, sekarang harus bagaimana??? Aku harus bagaimana Jasmine bilang sama saya..” Teriaknya didepan Jasmine frustasi. Jasmin memejamkan mata takut melihat amarah Putra.