Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Bita operasi


__ADS_3

Letta menggeleng pelan.” masalah di hidup gue banyak, jangan nambah nambahin lagi, dengan mereka tau gue masih hidup itu sudah jadi masalah, mereka hidup sesuai dengan keinginan mereka, gue hidup sesuai yang gue tinggal saat ini. Itu aja sih sekarang.” tegas Letta.


“ oke..” jawab bara kembali.” Tapi gue mohon, buat loe ketemu sekali aja sama bunda... sekali aja.” Tegas barang. Meminta pada letta agar menemui saudaranya.


Letta mendengarnya itu melirik barat, ia mengangguk pelan.” oke, nanti kalo gue udah nggak sibuk.” Tegasnya.


Bara tersenyum hendak memeluk letta karena senang.


“ Ehem.. di sini bukan tempat pacaran.” Keduuanya melirik canvas yang menatap mereka tajam.


Letta dan bara buru buru menjauh, ini apa sih canva? Seperti guru saja yang larang larang. Canva menyipitkan mata menatap keduanya.” Ingat yah. kalian sedang koas bukan piknik.,.” Tegasnya segera menjauh, Letta hanya diam menatap dia malas.


......


Sampai jam 8 malam, Letta baru pulang, letta sudah mengabarkan Nato jika dirinya pulang lebih lama dari sebelum sebelumnya, memilih menuju parkiran, ia menatap siapa yang berjalan kearah rumah sakit.. Zeyn??? letta mendekati Zeyn yang sedang menelpon seseorang.


Sampai di dekat Zeyn Letta lupa kapan terakhir bertemu Zeyn, bisa jadi dua bulan lalu dan itu sudah tak bertegur sapa lagi. Zeyn seperti menghinar darinya. Letta menepuk pundak Zeyn membuat Zeyn menatap letta kaget.” Loe ngapain di sini?” Tanya letta heran.


Zeyn menatap letta rumit. Baju Letta yang berwarna putih polos seperti baju para dokter menjadikan dirinya salah fokus.” Loe dokter di sini?” Tanya Zeyn.


Letta menggeleng.” Masih murid residen.” Jawab letta jujur.


Zeyn menahan dadanya nyeri.” Nyokap gue jatuh dari kamar mandi... “ jelansya dengan lirih.


Letta melebarkan matanya.” tante Bita??? Terus gimana keadaannya sekarang?” Tanya letta lagi kaget.


Zeyn menggeleng.” kepalanya ada pembekuan otak, karena benturan kuat di bagian kepala dia. Jadi katanya harus oprasi, tapi dokternya nggak bisa di hubungin. Letta loe bisa bantuin gue kan?” tanyanya dengan sulit.


Letta mengingat dokter Canva,. Dokter Canva belum pulang, tadi dia masih siap siap.” Loe tunggu di sini. Dokter gue masih ada di dalem.. siapa tau dia bisa bantu.” Tegas letta. Zeyn mengangguk menatap Letta yang berlari menuju ruangan canva.


Membuka pintu tanpa permisi membuat Canva kaget. Menatap Letta tajam baru saja ingin marah tapi letta menggeleng memegang dadanya nyeri.” Dok. ada pasien yang harus di tindak lanjut, tapi dokternya belum bisa di hubungi.” Jelas Letta sesak.


Canva menaiki alisnya.” Kamu kenapa?” tanyanya mendekati letta dan memegang pundak letta.


Letta menggeleng pelan memegang dadanya.” Capek. Ayo dok ikutin saya.” Tegas letta.


Canva menahan lengan letta.” kamu ngak baik baik saja. “ tegas Canva dingin.


Letta menghela nafas pelan mengambil di tasnya obat, seharian kelelahan Letta meminum obatnya cepat, vitamin. Canva melihat itu menaiki alisnya, “ magh, gara gara dokter saya nggak makan. Ayo cepet.” Tegas Letta.


Canva tau letta bohong, ia tau semua jenis obat magh dan yang Letta konsumsi bukan obat magh. Tapi memilih bungkam menuju ruang Zeyn.


Disana sudah ada beberapa dokter yang berkumpul, tetapi memang bukan spesialis bagian kepala. Melihat letta menggandeng dokter Zeyn segera mendekat.” Ini dokter bisa.. ayo cepet.” Tegas letta.


” he tapi saya in..”


"cepet dok.. ayo “ gumam letta memotong ucapan Canva yang mengelak.

__ADS_1


Canva menjadi linglung. Segera buru buru masuk. Letta menghela nafas pelan, ingat dokter Canva kan dokter umum dan jantung, jadi dia bisa tau bagian apa saja yang harus di oprasi kelak, dengan bantuan bidan dan perawat yang memberi tahu keadaan.


“ letta.” teriak canva mendekati letta.


Letta menjadi kaget.” Kamu ikut saya juga..” tegas Canva,


Letta menggeleng tapi Canva menarik tangan letta.” jangan macam macam kamu.,” tegasnya dingin.” Ini bukan lagi shif saya tapi kamu membawa saya ke sini. Tanggung jawab.” Tegasnya.


" Tapi pak saya spesialis jantung!" Jawab Letta lirih.


Canva mendengus " Pokonya kamu harus tanggung jawab!!!"


Letta mau tak mau ikut kedalam, menjadi asistemn kedua milik Canva untuk melakukan penanganan. Zeyn dan keluarga kaget saat melihat Letta, terutama Fajar yang berdiri didepan pintu. Melihat letta yang menangani ibunya fajar jadi tertegun” itu letta?” Tanya Genta kaget.


Fajar melirik ayahnya dan mengangguk.” Iya pa... dia memang lebih cepat lulusnya, dan sedang koas.” Jelas Fajar banyak tau mengenai Letta di kampus, Nama Letta seperti primadona dikampusnya.


“ keren..” gumam Genta kagum.


Letta didalam ruangan segera melakukan observasi yang di suruh oleh canva, apa saja yang harus ia lakukan, sebenarnya ini sudah diluar job dokter Canva, dan itu harus di tanda tangani pihak keluarga.


Letta hanya bertugas mengelap keringat dokter agar tak jatuh di tubuh pasien, lalu memberikan peralatan yang dibutuhkan.


Dokter yang seharusnya masih menjaga belum datang, itu membuat kesadaramn letta meningkat.” Lihatkan jika dokter telat bagaimana????” Tanya Canva.


Lagi lagi di situasi yang begini Canva masih bisa menyindir Letta blak blakan soal dia yang telat tadi. Letta hanya diam saja mendengar perkataan Canva kepada dirinya.


Selesai Letta dan Canva segera keluar dari ruangan itu, dengan beberapa perawat lain dan juga dokter tambahan. Mereka segera menemui keluarga Zeyn. di sana terlihat ada Genta. Fajar dan Zeyn yang khawatir. Letta memilih segera keluar dari sana dan menjauh.


” Gimana keadaan istri saya dok?” Tanya Genta pada Canva melirik Letta yang menjauh.


Canva mengangguk." Oprasi berjalan lancvar tuan. Silahkan menemui pasien usai berganti ruangan nanti, kami akan menunggu hasil lebih baik kedepannya.” Jelas Canva. Mereka hanya bisa mengangguk pasrah dengan apa yang Canva katakan.


Melirik Letta yang hendak pergi.. zeyn menahan letta. letta melirik zeyn dengan alis terangkat.“ thanks.” Gumam Zeyn pelan. tatapannya menatap mata letta dalam.


Letta mengangguk dan tersenyum.” Saya hanya membantu, tapi berperan penting dokter Canva.. dokter Canva sangat hebat.” Jelas letta melirik Canva yang juga melihatnya.


Zeyn mengangguk tegas.” saya harus membersihkan diri dulu. Permisi.” Tegas letta.


” letta.” tegas Genta memanggil Letta.


Letta menatap Genta yang menatapnya dnegan senang.” Terimakasih.” Jelasnya tersenyum tulus. Letta mengangguk segera menjauh.


“ kamu sih nggak jadi sama letta, padahal dia sangat keren..” gumam Genta pada Zeyn.


Zeyn melirik ayahnya datar.” Pa situasi ini nggak bagus untuk bicara tentang jodoh. Jelas Zeyn. Genta hanya diam saja tak lagi bersuara.


Nato menatap jam di dinding dingin, sudah jam 10 letta belum juga pulang, padahal ia sudah katakan jika jam 8 dia pulang. harusnya jam segini dia sudah sampai di rumah kan?? Nato menghela nafas kesal mengambil kunci mobilnya dan segera turun.

__ADS_1


Melewati jalan yang sudah renggang. “ kemana tu anak.” Gumam Nato, ia harap letta baik baik saja, sebab di telepon tidak aktif, di chat Cuma centang satu., Nato sangat khawatir, sampai di rumah sakit yang tempat Letta untuk magang ia segera turun. Tepat saat letta keluar dari rumah sakit hendak memasuki mobilnya.


”LETTA.” Teriak NATO pada Letta.


Letta melirik Nato kaget, Nato yang setengah berlari mendekati dirinya. Letta hanya melambaikan tangan terganggu.” Kok ada di sini?” Tanya Letta heran.


“ harusnya gue yang nanya. Kok loe ada di sini sih?? katanya tadi otw pulang?” Tanya Nato pada Letta kesal.


Letta menekuk keningnya bingung.” yaampun, gue lupa anjir.” Gumam Kertas dengan shok.


” Tadi pas gue udah otw kan ke mobil, eh ada pasien darurat jadi gue harus balik lagi kerja. Gue lupa ngabarin loe, hp aja gue matiin datanya.” Jelas Letta jujur.


Nato menghela nafas legah.” Syukurlah kalo loe nggak apa apa, lain kali jangan lupa ngabarin yah, soalnya gue khawatir tau nggak.” Tegas Nato.


Letta di sana terharu, mengangguk mengangkat tangannya.” Ay ay kapten.” Tegas letta.


Nato terkekeh pelan.” yuk pulang. mobil loe tinggal aja, besok biar gue anter perginya dan pulang baru loe bawa. Loe pasti capek. “ tegas Nato.


Letta mengangguk.” Bentar gue kasih tau satpam dulu, “ tegas letta.


Nato mengangguk menatap Letta menuju satpam yang berjaga., setelahnya Letta segera mendekat dan mulai memasuki mobil milik Nato. Nato sudah bisa mengemudi dari dua tahun lalu, saat dia sudah sibuk mengurus perkuliahannya ia belajar mengemudi mobil, dengan di ajar oleh Xior,.


Dan sekarang dia bisa mengemudi sendiri.


Sampai saat ini Nato tak bisa berfikir sejauh ini, dulu jangankan berfikir untuk bisa mengemudi mobil,m memiliki mobil saja dia tidak berani berhayal, sebab ada Letta. ia bisa merasakan semuanya dengan baik. terimakasih Letta sudah melimpahkan kebaikan dan harta.


Melaju mobil santai, ditengah jalanan yang sudah sepi. Nato dan letta sangat menikmati jalanan ini.” hmm loe udah makan belum?” Tanya Nato melirik Letta sejenak lalu kembali melihat kedepan lagi.


Letta menggeleng.” tadi sip gue nggak bisa makan malam., “ jelas Letta.


“ mau makan apa?” Tanya Nato lagi.


Letta melirik nato tersenyum lebar.” Traktir yah.. kan udah gajian..” jelas Letta memelas.


Nato tersenyum sinis.” Iyaa... mau makan apa?” Tanya Nato dengan pelan. belum letta membuka matanya Nato kembali bicara.” Asal jangan yang kolestrol...” jelasnya lagi.


Letta mendengar itu meredupkan tatapannya.” Yahhh padahal gue mau seafood.. Gue mau seafood aja boleh?” Tanya letta.


Nato mendengar itu sedikit tak nyaman, akhirnya mengangguk.” Boleh, Cuma dikit aja nggak boleh banyak banyak.” Jelas Nato.


Letta mengangguk semangat.” Loe udah nggak ada sakit lagi kan? sakitnya nggak ada kumat apa gimana kan letta?” Tanya Nato melirik letta khawatir.


Letta mengingat waktunya sudah empat tahun ini.” enggak sih, Cuma kadang kalo capek rasanya gue tremor aja haha... intinya mudah capek, dan kalo kelewat capek bisa sakit.” jelas Letta sedih.


Nato mengangguk.” Berarti loe nggak boleh capek.” Tegas Nato. Letta hanya bisa menghela nafas pelan. itu memang jawaban paling pas untuk dirinya saat ini.


" Kalo butuh apa apa loe bisa bilang sama gue oke!" jelas Nato tegas pada Letta. Letta mendengar ucapan Nato tersenyum tulus dan mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2