
“ wahh enak.. dari mana kamu membelinya?” Tanya Putra dengan binar.
Bima mengangguk menyetujuinya.” Ini terasa tidak terlalu manis , tapi sangat empuk dan tidak eneg.. pas sekali..” jelas Bima menyetujui Putra.
Letta tersenyum.” Xior yang membelikannya, kata Jiya dan Fani ia memberikan untuk pengganti camilan lain.” jelas Letta ingat dibelakang tadi.
Letta membuka kulkas dan menatap banyak makanan yang berbeda dari sebelumnya, salah satunya di sana tidak ada susu biasa. ada susu botolan bening biasa yang di ikat dengan tali, itu estetik sekali baginya.
Lalu ada buah buahan yang segar berjejeran rapi, ada beberapa boks lain disana.
“ nona mau cari apa? Ada yang ingin kamu bantu nona?” Tanya Jiya pelan
Letta menggeleng pelan.”aku mau camilan untuk makan bersama Bima dan Putra, apakah ada?? “ Tanya Letta.
Mereka mengangguk memberikan beberapa kotak brownis dan donut.” Ini semua dibuat dari susu kambing dan mentega terbaik. Tuan Xior sudah membuat makanan yang aman untuk nona makan, silahkan pilih nona. Atau nona mau kami potongkan buah?” Tanya Jiya perhatian.
Letta menggeleng pelan.” buatkan aku jus buah naga saja, dan dua kopi latte... aku memakan ini saja.” Tegas Letta,
Jiyamengangguk pelan.” baik nona..” tegasnya segera melakukan yang Letta perintahkan.
Letta menatap brownis yang ia makan. Ternyata Xior sangat perhatian ditengah kecuekan ya.
Bima dan Putra menatap tajam kue yang Letta makan, mendadak rasanya pahit dan kelat. “ ini sepertinya pewarnanya terlalu pekat dan sama sekali tidak ada rasanya Letta. aku baru menyadarinya.” Tegas Putra membuang setengah dari brownis yang ia makan.
Letta menaiki alisnya bingung memandang Putra dan brownies yang bahkan sudah hampir habis itu, tiba-tiba saja terasa buruk?
Bima setuju mengangguk memuntahkan brownis di mulutnya menggunakan tysu. Padahal tadi Letta melihat mereka begitu lahap memakannya.
” Benar, ini sangat amis, susunya terlalu banyak dan menteganya terasa murahan. Jangan makan lagi.” tegasnya mengambil alih brownis letta di tempat lain.
Letta menatap keduanya aneh.” He ini terbuat dari susu kambing dan mentega terbaik, tadi bukannya kalian mengatakan ini enak?” Tanya Letta heran.
” Sama sekali tidak enak, selera Xior sangat buruk. Jangan jangan dia membelikan kamu dari pinggir jalan biasa.” Jelas Bima kesal.
Putra berdehem.” Besok aku akan memesan brownis terbaik, jangan makan makanan begini lagi, tidak baik untuk kesehatanmu.” Tegas Putra pada letta.
” tidak, biar aku saja, aku tau tempat restoran yang enak dan chef nya dari USA. Di sana pasti terjamin dan mahal letta.” tegas Bima melirik Putra tak terima karena di dahului.
Putra menghela nafas kesal.” Tidak perlu letta.. aku saja yang siapkan, aku yang memasak untukmu khusus, dibuat menggunakan hati dan cinta. Dan aku pastikan itu akan menjadi brownis terenak yang kamu makan, memangnya siapa menjamin harga mahal dan resteoran mewah menyajikan makanan enak? Kebanyakan mereka hanya menyajikan sertifikat tempat dan nama.” Tegas Putra malas.
Bima melotot mendengar itu.” kualitas, mereka menjual kualitas dan kau??? Kau membuat pakai apa? Cinta?? Hahaha cinta mu itu hanya standar jadi pasti rasanya akan hambar.” Jawab Bima ngegas.
Puutra menatap bima tidka terima.” Kau siapa bisa menilai perasaanku begitu?” Tanya Putra tidak terima.
Letta melihat keduanya mulai ribut mendengus, segera merunduk dari posisinya dan merayap keluar dari pertengkaran keduanya. Letta melirik kebelakang saat sudah cukup jauh, mereka masih ribut dengan hal yang sama membuat ia buru buru pergi dari sana.
“ diam kau bocah.” Teriak Bima kesal lepada Putra. Mereka sama sekali belum sadar jika letta sudah tidak ada di sana. mereka terus saja berdebat dan mengoceh sesuatu yang sama di sana.
__ADS_1
Xior menuju perusahaan Zeyn sebab Zeyn memintanya datang. Setelah menyelesaikan masalahnya Xior menemui Zeyn, tenang dan nyaman. Ia melihat Zeyn yang tiduran di sofa dengan keadaan yang kusut, wajahnya tidak baik baik saja.
....
” Bro?” Tanya Xior heran.
Zeyn melirik Xior yang sudah samnpai tersenyum tipis. “ sudah sampai. Duduklah.” Jelas Zeyn pelan.
Xior mengangguk duduk di kursinya. Tapi belum duduk ternyata Zeyn melemparinya menggunakan asbak kaca kesal. Xior melotot dibuatnya sebab dari perlakukan Zeyn kepalanya berdarah.” Teman sialan.. kau BERKHIANAT Xior.. kau merebut wanitaku.” Teriak Zeyn mengerang kesal.
Xior menghela nafas mendengar ucapan Zeyn, rupanya Zeyn belum juga menerima seluruhnya.” Zeyn, sebelumnya kalian sudah sepakat ayolah..” tegas Xior mengusap dada dikeningnya, menatap darah yang sudah banyak mengalir ditangannya ia menjilatinua tenang.
Zeyn memijit pelipisnya.” Tapi kau menikung didepan mata.,.. itu lebih sakit dari yang aku bayangkan.” Gumam Zeyn pelan, matanya terlihat sayu dan sedih..
Xior melihat tatapan Zeyn sadar jika Zeyn tidak baik baik saja, dia dalam keadaan tertekan kah??? “ loe nyesel nggak nerima Letta?” tanya Xior dengan rumit pada Xior.
Zeyn mengangguk tegas.” Nggak tau. Cuma gue ngerasa pilihan gue tepat tapi di sisi lain hati gue sakit hehe.” Gumamnya mengusap air mata yang jatuh.
Xior mendengar itu meneguk saliva kering.” Zeyn... pilihan loe udah bagus kok.” jelas Xior jelas.
Zeyn melirik Xior aneh, Xior tersenyum tipis.” Letta penyakitan, dia gagal jantung, “ tegasnya kesal..
Zeyn melihat itu menaiki alisnya.” Gagal jantung?” tanyanya pelan. Ada surat kekhawatiran di dadanya.
Xior mengangguk.” Jadi loe di sini yang aman kalo mau move on, sebelum ditinggal mati mending di tinggal nikah.” Jawab Xior lempeng.
Xior menghela nafas mengambil tisu dan menutup kepalanya yang terluka.” Gue baru tau tadi. Gue bilang biar loe nggak mikirin sesuatu yang nggak harus loe pikir.”
“ loe nyesel mau nikah sama dia?” Tanya Zeyn pelan pada Xior.
Xior melirik Zeyn dan berdehem.'' Gue lebih nyesel karena gue taunya terlambat.” Gumamnya nanar." Dan loe harus bantu gue!!" tegas Xior. Zeyn mendengar itu menjadi malas...
......
Letta menghela nafas pelan saat sudah selesai mandi, ia menggunakan jaket untuk menutupi tubuh kurusnya, turun dari kamarnya menggunakan tangga. Letta menuju dapur dan membuka mengetik kulkas itu.. Ia melirik sekeliling dan mendapatkan dua kulkas baru. Letta melihat itu heran.
” Jiya, Fani.” Tegas letta segera mendekati kulkas baru itu.
Keduanya segera mendekati letta dengan heran.” Ada apa nona??” Tanya Jiya khawatirkan.
Letta menunjukan dua kulkas yang di sana heran.” Itu kulkas baru???” Tanya Letta melihat isinya penuh dengan barang dan makanan lain.
Jiya dan fani mengangguk.” Tadi tuan Bima dan tuan Putra membeli set lain kulkas, katanya semua makanan di sana khusus untuk nona.” Jelas Jiya tegas.
Letta melotot membuka kedua kulkas tersebut, matanya datar memandang isi isinya.. isinya brownis semua.... “ semuanya?” Tanya letta dengan aneh,
Mereka mengangguk tersenyum tipis." Nona beruntung mendapatkan pria-pria yang begitu menyayangi nona!!" seru Fani senang.
__ADS_1
” Diabetes nih.” Gumam Letta masam. Mengabaikan perkataan Fani.
...----------------...
Bima diam dengan berkas yang ia kerjakan. “ kamu tidak ada niat untuk menghancurkan keluarga sarah??” Tanya Jo pada Bima yang terlihat santai saja bertemu dengan sarah. padahal sudah satu mingu. Harusnya Bima menghancurkan dia karena dendam.
Bima melirik Jo dan berdehem.”ngapain?” tanyanya pelan.
Jo menaiki alisnya.” Dia terlihat baik baik saja usai meninggalkan tuan.” Jelas Jo kesal.
Bima mendengar itu mengukik keningnya bingung.” Aku tidak merasa ditinggalkan.” Jelas Bima tegas.
Jo mendengar itu heran.,..” dia meninggalkan tuan bersama tuan muda Tama dan tuan Brayen, dia membuat hidup tuan menderita... dia harusnya di balas, seperti tuan membeli vila itu dan membuang mereka jauh dari sana? hidup menderita?” Tanya Jo lagi heran.
Bima mengangguk paham.” Aku tidak merasa hancur karena dia.. dia tidak punya harga apapun di hidup saya lantas apa yang harus saya lakukan?? Hanya karena dia saya menghabisi pikiran dan uang? Bukankah itu sesuatu yang sia sia?” Tanya Bima heran.
Jo mendengar itu diam tak mau bersuara pada Bima.” Itu pilihan hidupnya, kenapa aku harus balas dendam??” Tanya Bima lagi.
” tapi dia cukup menghabiskan uang tuan dulu, meninggalkan tuan, dan memfitnah tuan.” Jelas Jo tak habis pikir dengan otak Bima.
“ samua memberi dia uang dulu karena dia istri saya, anggap saja itu nafkahnya, dan jika dia melakukan sesuatu sembarang itu artinya bukan urusan saya lagi. lagi pula karma sudah berjalan dengan baik untuk dia. “ jelas Bima tegas.
Jo menghela nafas pelan, benar sih, karma berjalan begitu mulus untuk Sarah tanpa Bima lakukan sendiri. Hidup yang harusnya di atas awan sekarang harus di bumi, menjadi pembantu. Biarkan Bima tak ada hati sekalipun untuk balas dendam,
...----------------...
Letta berkutat dengan sayur yang ia masak, letta menghela nafas pelan.” kemaren itu sesudah tumis semua ini apa yah?” gumam letta pelan, ingat ingat apa yang ibunya taruh untuk membuat isi lumpia. Ia lupa.
” akh kecap inggris.” Gumamnya segera mencari kecap.
Dibelakang mereka ada Fani dan Jiya yang tersenyum masam, memandang letta yang sibuk memasukan makanan camilan yang katanya bisa ia buat tapi lihat keadaan dapur, ini benar benar berantakan.
Letta tersenyum tipis.” Ini kecap Inggris kan?” Tanya Letta pada Jiya dan Fani.
Keduanya menggeleng dan tersenyum tipis segera mendekati bumbu.” Itu saus tiram nona, ini saus inggrisnya.” Jelas jiya segera memberikan saus di tangannya.
Letta melirik itu dan mengangguk.” Sepertinya saus tiram juga di gunakan.” Gumamnya polos segera menaruh saus tiram dan inggris, mereka memejamkan matanya, ini tidak benar tapi mereka harus bagaimana lagi selain diam dan menikmati hasil darti nona nya.
" Aduhhh apa lagi yah!!!" gumam Letta pusing, " kenapa kecap ini banyak sekali, apa lagi yah!" gumamnya kesal.
“ letta..” panggil Putra yang baru pulang, ia harus ke kantor sejenak sebab cutinya membuat beberapa pekerjaannya terganggu, ada beberapa yang harus ia urus.
“ ehmm?” teriak Letta berdehem karena Putra memanggilnya.
Putra menaiki alisnya dan mendekati letta, menatap cangkang telur, tepung berserakan di sekeliling ia melirik jiya dan Fani. Keduanya mengkode apa yang letta buat.” Letta apa yang kamu buat?” Tanya Putra memeluk perut letta lembut.
Tapi letta memberontak membuat Putra mendengus melepaskan pelukannya dari perut letta. Letta tersenyum tipis.” Membuat pastel isi ayam dan jamur, “ jelasnya semangat...
__ADS_1
ting...ting, suara wajan yang ia pukul dua kali menggunakan spatula. Tanda jika isi lumpianya sudah jadi.