
Sudah malam tapi kabar baik tidak juga ada. Agung terus berdoa kepada tuhan, memandang danau yang sudah diterangi menggunakan senter cukup banyak.” Pak ayo kita istirahat dulu, biar petugas yang membantu mencari anak bapak.” Jelas Syafira kepada Agung. Ia teman kampus Letta, di sana juga sudah ada Bara yang menatap kosong sungai, baru siang tadi ia tau jika Letta ibunya, dan sekarang ia sudah kembali pergi kah?
Agung menggeleng pelan.” saya nggak akan pergi sebelum anak anak saya ditemukan.” Jelas Agung tegas.
“ tapi sekarang sudah jam malam pak, besok kita kembali ke sini dan mencari anak bapak.” Jelas dari penjaga di sana.
“ tidak.. aku akan tetap di sini.” Jelas Agung gemetar menatap sungai nanar.” dimana anak anak saya.” Gumam Agung kembali menangis.
Bara melihat bagaimana Agung begitu memperihatinkan Letta, dia terlihat sangat kusut dan lelah, apa ini alasan letta tidak ingin kembali ke[ada keluarga nya? Sebab di sini ia memiliki keluarga yang penuh kasih??
“ letta. Nato...” gumam Agung kembali menangis .
Bara tidak tega melihatnya segera memeluk Agung, agung dipeluk semakin menangis.” Anak anak bapak, kenapa kalian terus buat bapak ini mikirin kalian begini.. “ bisiknya bergetar. Bara tak bisa menahan isaknya juga, ikut menangis bersama agung.
Bastian dan Udin segera mendarat lelah, wajah mereka sudah kusam dan bahu sudah basah. “ gimana Letta dan Nato bapak nak?” Tanya Agung berseru.
Bastian menggeleng pelan.” bastian yakin mereka masih selamat pak, kita berdoa aja yah.” jelasnya lesuh olehnya. Agung kembali menangis bersama udin dan bastian yang benar benar lelah.
Seseorang mendekati Agung dan berbisik. Agung melebar menatap pria berbaju seragam hitam dingin.” Kau tidak bercanda?” tanyanya. Pria tersebut menggeleng membuat agung buru buru mengusap air matanya dan segera menuju dimana dia ajak.
Bastian dan yang lain melihat hal itu segera ingin ikut tetapi tertahan,” kalian tunggulah disini, “ jelas nya tegas.
“ tapi kita juga mau tau.” Jelas dengan tegas
. Pria tersebut menatap mereka tajam dan menegaskan dalam isyarat agar tidak ikut, tetap kekeh Bastian dan udin tetapi tertahan oleh bara.” Kita ikutin dari belakang.” Bisik bara.
__ADS_1
Mau tak mau mereka mengangguk segera menuju mobil bara dan mengikuti mobil milik Agung naik. Agung sama sekali tidak berfikir apapun untuk saat ini.
Mengikuti mereka sampai di rumah sakit, agung di bawa ke ruangan paling atas, Bara dan yang lain hendak masuk dan mengikuti mereka tetahan lebih banyak penjaga, lebih dari sepuluh.
” Maaf kalian tidak bisa ikut.” Tegas mereka.
Bara dan yang lain hanya bisa mengepalkan tangan kepada mereka.” Gue Bara cucu ragiel, punya saham di rumah sakit ini,, gue punya rumah sakit Tadika..” jelas bara membujuk. Mereka bahkan tak mendengar dan kembali focus berjaga. Sial bara ingin menghabisi mereka jadinya.
Agung wajahnya sudah penuh dengan air mata, berdiri memasuki kamar ruang inap anaknya, hatinya menjadi sedikit legah, tangisan agung kembali lebih kencang melihat letta sudah bersih dan dirawat.” Nak.. nakal banget kamu yah... bikin bapak hampir mati kamu tau.” Teriak Agung di sana nanar.
Zeyn melihat agung yang di sebelahnya hanya menghela nafas pelan, dalam batin ia berbicara semoga dikemudian hari agung merestui dirinya haha.
" Maaf pak tujuan kami mengajak bapak ke sini karena Letta kekurangan darah, apakah bapak transfusi darah untuk anak bapak???" Tanya dokter. agung semakin kaget, tanpa bantahan tentu agung memberikan darahnya.
bahkan seluruh darahnya jika perlu.
...
“ nak... “ gumam Nadia kepada Nato. Nato menoleh menatap ada ibunya Nadia,.
Nato mengerjab pelan linglung.” Buk dimana ,, Letta? apa dia baik? apa dia mati??? Maaf Nato sangat lemah tidak bisa menjaga Letta.” bisiknya lemas. Air mata Nato berjatuhan tanpa diminta
Nadia memeluk Nato erat dan menggeleng.” kamu hebat nak, Letta sudah baik baik saja kok.’ bisik nadia.
Nato terus menangis di pundak nadia dengan tak kuat. menyalahkan dirinya yang di peristiwa tak bisa berbuat apapun dan Letta yang masih sempat menjaga dirinya.
__ADS_1
Membuka mata sejenak, ia bisa lihat ada agung yang memandang dirinya Tersenyum mendekat. Nato melepaskan pelukannya dan memandang agung lemah. “ adek kamu sudah baik baik saja... “ jelansya menunjukan tempat letta tidur dengan alat alat yang cukup banyak di tubuhnya, salah satu adalah transfusi darah. Letta kehilangan cukup banyak darah sehingga harus di transfer darah.
Nato turun dari brangkarnya, melangkah lemah dibantu Agung di dekat letta yang lemas tertidur, kembali rambut Letta dibotak karena bagian kepala terlihat dijahit. Nato mengusap pipi adiknya lemah, di sebelah atas pipi ada kain kasah yang menutupi luka. Lengan letta juga di ikat kain kasah, kakinya pun menggunakan Gift. “ kaki letta?” Tanya Nato kepada sang ayah memelas.
Agung menggeleng.” adikmu ini nakal, suka sekali membuat tubuhnya terluka. Kakinya ada tulang yang retak jadi harus di gift agar lebih cepat sembuh, “ jelasnya lagi. Nato melirik leher adiknya yang juga ditahan bantal paham pasti leher letta terkilir. Nato menghela nafas pelan, sesak sekali rasanya melihat keadaan Letta begini.
“ seandainya saja kalian telat beberapa menit lagi, mungkin kita akan kehilangan letta.” bisik Agung menjatuhkan air matanya.
Nato ikut menangis, merasakan dadanya sakit, ingat bagaimana letta menarik tubuhnya agra tidka terkena tembakan, berguling di jurang dan letta mendekapnya lebih erat menaruh kepalanya di dadanya. Saat tak bisa berenang letta bahkan lebih memilih mengeratkan pegangan pada nato dan membantunya agar tidak tenggelam. Letta menyelamatkan dia di setiap saat. Harusnya nato yang seperti itu, harusnya dirinya..!!! ini sudah ke dua kali letta menyelamatkan dan melindungi dirinya.
Tubuh nato lemas hampir terjatuh, tertahan oleh agung.” Kamu pasti juga sakit dan lelah. Ayo kembali di kasur mu, ibu akan membelikan bubur.” Jelas Nadia lembut. Nato mengangguk pelan segera dibantu ke brangkarnya. Melirik kembali dimana letta., nato menghela nafas pelan legah.
...----------------...
Xior memberikan beberapa barang bukti dimana mobil letta dikejar oleh sekelompok orang, di mobil mereka yang kecelakaan itu ada CCTV, dan dikuatkan hal itu Zeyn meremas kuat berkas berkas yang di dapatkan.” Plat mobil itu berasal dari pembunuh bayaran keluarga Gunawan.. sepertinya mereka ingin bermain main dengan kesayangan ku.,” jelas Zeyn dingin.
Xior menghela nafas pelan berdiri di dekat Zeyn.” sebenarnya yang memiliki dendam itu adalah putrinya, Sunja, dia memiiliki dendam karena letta Sudah dekat dengan pacarnya siapa itu Brayen, dia yang iri dan di provokasi dengan Belle dan Cinta menjadi jahat. Kabarnya itu juga karena Kirana mantan pacarnya Fajar laki laki yang Letta kejar sebelumnya, adik tuan.,” jelansya tegas.
Zeyn mendengar hal itu mengangguk paham “ mereka yah..” mengangguk singkat, Zeyn berdehem pelan.” habisi keluarga Gunawan dan bawa sunja dan Kirana ke ruang eksekusi, aku mau lihat bagaimana mereka meregang nyawa ditanganku.” Gumam Zeyn dingin. Hal ini sangat mengundang emosi Zeyn
Xior menyeringai mendengar arahan Zeyn.” saya akan membantu mengeksekusinya tuan.” Jelasnya senang.
Xior adalah tangan kanan dan juga sahabatnya Zeyn, jika Zeyn di dunia bersih atau pengusaha maka Xior adalah orang yang bekerja di dunia gelap, dia pembunuh dan sudah menjadi candu dalam melakukan kejahatan,
Hp Bima terjatuh melihat berita yang beredar mengenai mobil letta yang ditemukan keadaan buruk.” Letta? ini bukan kamu kan?” gumamnya nanar, segera memungut hpnya kembali dan menghubungi letta, tidak di angkat, bahkan tidak aktif lagi.
__ADS_1
Bima meremas HP nya dan segera menelpon orang orangnya.” Cari dimana Letta berada. Aku ingin kalian menemukan dia secepatnya.” Tegas Bima dan melempar HPnya tanpa mendengar jawaban.
Mengerang dan menatap nanar semua barang di ruangnya.” Kau tidak di izinkan mati letta. siapa yang membuatmu seperti ini akan hancur ditangan ku.” Teriak Bima dingin menghancurkan guci di sana dengan menendangnya kuat. Bima tidak bisa kehilangan letta.