Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Izin pada orang tua


__ADS_3

Menyeret koper dengan wajah sedih Letta segera di cegat oleh Agung. Agung segera mendekati Letta dan membuang koper milik Letta. Letta diam memandangi Agung yang terlihat marah, nafasnya naik turun mendekati letta dan memeluknya.


Letta tersenyum miring di balik punggung agung.’'nggak boleh pergi lagi anak bapak..” gumam Agung lirih. Air matanya bahkan tumpah karena letta.


Dibelakang Agung di susul oleh Nadia, memandang Letta dengan mata yang memerah, wajah yang sudah pucat pasih.


Letta mengubah wajahnya sedih.” Bapak sama ibuk nggak mau ngomong sama letta, jadi ngapain letta di sini.” Gumam Letta dengan sedih.


“ itu hukuman, nggak lagi tapi Letta jangan pergi yah.” jelas agung sedih.


Letta berdehem.” Beneran yah?” Tanya letta memelas.


Agung disana mengangguk ,melepaskn pelukannya, mengusap air matanya yang jatuh ia mencium tangan letta.” bapak sayang sama Letta, jangan pergi tinggalin bapak yah, bapak nggak bisa bayangin bapak gimana kalo Letta pergi lagi.” bisik Agung.


"Jangan tinggalin bapak yah.. jangan tinggalin bapak yab..."


Kalimat itu terus mengelilingi kepala Letta seperti kaset kusut, apa yang dirinya lakukan???? Ia sudah melukai orang yang begitu menyayangi dirinya, ingat bagaimana Agung dulu harus banting tulang untuk menghidupi dirinya, agar dirinya bisa minum susu kambing ditengah ia yang alergi susu sapi.


Lalu harus menjual semua aset, jungkir balik agar dirinya bisa oprasi, agar Letta bisa berumur panjang hingga sekarang.


Apa kah Letta selama ini keterlaluan sudah kabur dan juga memilih tak berobat???


“letta.. kamu berjanji kan untuk tidak tinggalkan bapak lagi?“ Tanya agung memegang pundak Letta yang malah melamun,


” kenapa melamun? Kamu ingin pergi lagi dari sini??” Tanya agung sedih.


Letta tersenyum sedih didepan Agung.” Gimana kalo Letta perginya kepangkuan tuhan?” tanyanya blakblakan.


Plak. Letta tertegun saat agung menepuk bibirnya. Agung menggeleng.” itu mimpi buruk, bapak bisa gila jika begitu, tolong perhatikan kata katamu, jangan sembrono sata bicara, tolong panjang umur dan bahagia, karena bapak selalu berdoa tentang kebahagiaan kamu sepanjang masa, selama lamanya.. bapak bahkan berdoa jika kamu sakit, maka lebih baik bapak yang sakit, dan jika kamu pendek umur bapak berdoa ambil nyawa bapak saja jangan kamu.” Bisik agung begitu tulus.


Letta menjadi berkaca kaca karena terharu.” Bapak jangan ngomong gitu. Letta sayang juga sama bapak.” Bisik Letta dengan manja.


Agung tersenyum tipis di sana.” bapak juga sayang sama anak bapak... bapak benar benar sayang sama Letta. Jangan bikin bapak sakit dan sedih lagi.” bisiknya mengusap pipi Letta sayang.


Letta terkekeh pelan mengangguk.” Janji dulu?” jelas Agung.


Letta menggeleng.” letta nggak suka janji.,” bisiknya.


Agung mengangguk.”jika begitu bapak akan marah besar kalo Letta pergi lagi.” tegas agung. Letta mengangguk penuh keyakinan.


“ ibuk di kacangin??” Tanya nadia berkaca kaca.


Letta mengerjab pelan melirik Nadia, Nadia menatap letta memelas.” Letta sebenrnya kamu lebih sayang sama bapak kan dari pada ibuk? Kamu lebih sayang bapak saja kan ngaku kamu hiks hiks huaa..” nadia malah menangus disana membuat Letta terkekeh bersama Agung, Nadia benar benar menangis bukan pura pura.

__ADS_1


“ maafin letta yah ibuk.. Letta sayang kok sama ibuk.” Gumam Letta memeluk Nadia.


.” Hiks hiks enggak, hiks letta ngak sayang ibuk..” gumam Nadia lirih.


Letta terkekeh pelan memeluk ibunya, memang lah dirinya lebih dekat dnegan Agung.


Dari kehidupan pertamanya dan sekarang ia rasa seorang ayah lebih mengayomi, Nadia memiliki watak yang tegas dan keras, agung itu lembut dan begitu penyayang, sangat cocok dengan jiwanya yang keras...


“ ngomong ngokong bukannya kamu semalam nggak bawa joper yah?” Tanya Agung melirik koper yang ia lempar tadi.


Letta memandang Agung cengengesan. “ itu koper kosong.. “ gumamnya malu malu.


Nadia dan agung memandang letta dengan datar..” jadi Cuma drama kamu pergi tadi?” Tanya agung.


” Habisnya bapak ibuk diemin letta muluk.” Gumam letta cemberut. Agung disana menghela nafas pelan, rasanya ingin menempeleng kepala letta.


“ bapak kalo letta nikah sekarang apakah bapak membolehkan?” Tanya Letta dengan polos ditengah mereka yang kesal.


Agung menggeleng tegas.” usia kamu belum 20 tahun, nikah itu ibadah paling lama, jika bisa sampai mati pun harus tetap saling sayang dan saling menemani.. Kamu masih cukup labil untuk ibadah itu.” jelas agungnya dengan pelan dan lembut.


Nadia mengangguk.” Apalagi menikah itu kamu sebagai perempuan harus menjadi kan diri kamu dewasa, nggak bisa kalo ada masalah diam diam segera pergi dan kabur kayak kemarin, kalo ada apa apa marah atau berkelahi.. tapi saling memahami satu sama lain, saling bicara tentang ketidak sukaan atau ke sukaan kita. Habisi waktu masa muda kamu sampai kamu jenuh dan kamu bisa paham dan punya tujuan dalam sebuah pernikahan.” Jelas Nadia memeluk pundak letta.


" Itu bapak nikah muda. Kami tau sulitnya nikah muda, memang kami saling sayang. Tapi rasanya kamu nggak akan kuat!" Gumam Nadia lirih pada anaknya.


Letta tersenyum tipis dan menggeleng pelan.”Letta Cuma bertanya saja.” Gumam letta terkekeh pelan.


“ Jika bapak sama ibu bisa saran.. Letta harus kuliah, tamat, lulus dan bisa kerja dengan bagus. Baru boleh menikah, bapak sama ibu bukan enggak bolehin, tapi Letta juga harus punya masa depan, jika nanti suami Letta selingkuh, atau main tangan, atau dia melakukan sesuatu bencana. Letta tidak perlu bertahan dengan dia. Letta bisa bekerja dan focus membahagiakan diri. Mencari laki laki yang setia itu sulit Letta, ibu harap kamu bisa mendapat calon yang terbaik.. tapi kamu juga harus menyiapkan banyak hal untuk diri kamu sendiri di masa depan oke.” Jelas Nadia tegas.


“ bapak setia.” Gumam Letta melirik Agung dna tersenyum.


” Iya itu jacpot ibu... tinggal kamu nyari yang jacpot kamu... “ jelas Nadia sombong.


Letta mendengar itu terkekeh memeluk lengan ibunya.” Kasih rahasia dong... biar letta bisa juga.” Gumam Letta pelan.


” Rahasia... ngak ada Rahasia nya, resep Cuma satu, kamu mengubah diri kamu menjadi lebih baik... kalo mau suami setia yah kamu juga harus setia.” Jelas Nadia dengan tersenyum tipis.


"Kalo dia selingkuh juga gimana?” Tanya Letta dengan pelan. ingat jika Bima kemarin bersama wanita lain, hati letta jadi sedih lagi.


“ yah tinggalkan, penyakit selingkuh itu nggak ada obatnya, paling susah untuk di atasi, sekali selingkuh akan tetap selingkuh terus dia.” Tegas Nadia serius. " Apalagi seorang laki-laki yang sudah pernah mencoba main perempuan, sulit!!"


Agung mengangguk setuju.” Karena perokok berat tak akan bisa menghilangkan candunya kecuali keinginan dia sendiri.” Jelasnya mengusap kepala Letta.


Letta mendnegarnya tenang.” mangkanya kamu harus dewasa, harus punya mental yang besar dalam rumah tanggah, harus bisa dewasa dalam setiap bertindak. Intinya kamu harus punya mental yang cukup yah sayang” jelas Nadia tegas.

__ADS_1


“ nikah itu pilihan terakhir, kamu masih ada sesuatu yang harus di gapai. Dunia ini indah kok...” jelas Agung dengan tenang.


letta mendengar itu tersenyum tipis.” Tapi usia asli Letta 34 tahun hehe.” Gumam Letta nyengir kepada agung.


Agung melotot.” Wahhh usia kita hampir sama?” gumamnya pelan.


letta tercengir lucu.. pipinya di cubit gemas.” Di darah kamu ada darah kami yang mengalir, kamu anak kami dan sekarang usia kamu baru 18 tahun, belum ada ijaza.. Jangan ungkit apapun.. karena bagi kami kamu anak kami.” Jelas Nadia tegas.


Letta tersenyum tipis kepada Nadia.” Terimakasih.” Gumam Letta menyembunyikan wajahnya di dada Nadia.


Nadia tersenyum tipis mengusap kepala letta dan menciumnya. Jangan Tanya kenapa kepala letta mereka tidak tau jika letta botak,. Sebab letta pasti pakai wig.


...----------------...


Putra termebung memandang kedepan, rasanya tiga hari ini makanan tak mau masuk ke dalam perutnya, serasa semuanya sulit untuk dirinya telan, menjalankan hari sulit karena pilihan Putra.


Putra sadar semuanya salah, tapi Putra tidak mau di salahkan dalam situasi ini.


Dor... putra kaget melirik Reno yang duduk di sebelahnya usai mengagetkannya.


Reno terkekeh pelan.” ngelamun aja loe.. mikirin apa sih calon manten baru?” gumam Reno pelan kepada Putra yang sudah satu jam diam saja di ruangannya usai melatih juniornya.


Putra menghela nafas, segera mengambil minuan botolan miliknya yang berisikan kopi. Putra meneguknya dan menggeleng pelan.


” loe ngapain ke sini?” Tanya Putra pada Reno, enggan menjawab pertanyaan Reno.


Reno mencebikkan bibirnya pada Putra.” Gue? yah kan ruangan kita sama, sebelahan pakk.” Jelas Reno kesal. Di ruangan ini memang ada tiga meja, satu milik Putra, satu milik dirinya dan satu milik Deno. Jadi jika tidak ke sini kemana lagi???


Putra mendengar itu terdiam, tentu saja mengapa dirinya lupa yah??? putra mengucek kepalanya kesal.. “ akhir akhir ini loe masuk kayak nggak focus gitu? Kenapa? Ada masalah?” Tanya Reno memancing. Reno tau jika Putra pasti memikirkan kejadian yang menimpah dirinya.


“ gue nggak tau... gue mikirin gimana sampek hari H gue nikah saja sama Letta.. layaknya dia pasti cantik banget.” Gumam Putra, pikirannya membayangkan Letta yang sangat manis, Letta yang mulai belajar masak dengan chef, masakan Letta memang buruk tapi melihat letta yang belajar itu membuat dirinya senang.


Jarang jarang wanita yang tak bisa masak ingin belajar masak untuk suaminya., Letta tidak, Bima orang kaya Xior orang kaya, bahkan dirinya sendiri mampu membiayai pembantu lebih dari lima, tapi dia tetap belajar masak dengan semangat di tengah ketidak pandai nya.


Melihat pandangan Putra membuat dirinya berdecak kesal. Kentara tidak ada sedikitpun cinta itu berkurang, bahkan bertambah..


toktoktok.. mereka meliik pintu yang diketuk.


“ masuk..” tegas Reno kepada siapa yang datang.


Ternyata jasmine dna Gina., Putra segera duduk dengan tenang bersama Reno yang malah melirik Putra menatap bagaimana reaksinya, wajah Putra terlihat keru dan suram. Sangat tidak suka pada kedatangan Jasmine dan gina.


” Ada apa Gin? Jas?” Tanya Reno ditengah ke suraman ruangan.

__ADS_1


Jasmine dan Gina melirik Reno dan menunjukan data nya.” Ini, kita ada berkas kesehatan yang harus di lampirkan..” jelas Jasmine tenang melirik Putra q.


__ADS_2