
Karena letta di bawa ke bagian lantai dua, ruang ekslusif, dirinya harus mengikuti dokter Canva kemanapun dia pergi, dengan wibawa tinggi Letta dengan senang dibelakang dokter Canva, dokter Canva melirik Letta yang menyapa beberapa pasien yang ada.” Kamu terlihat memiliki banyak pengetahuan tentang kedokteran. Seperti pernah menjadi dokter.” Jelas Canva tenang.
Letta melirik canva.” Kemarin saat praktik saya benar benar belajar. Dokter jangan lupa, saya ini lulusan terbaik dari empat angkatan, dengan predikat cumlaude dan juga IPK 3,99.” Jelas Letta dengan bangga. Sedikit sombong pada canva,
Canva berdecih mendengar itu, meskipun sedikit tersenyum.” Saya dulu juga lulusan terbaik, beda pendidikan yang sekarang dengan dulu, yang sekarang lulusan ip 3, 7 ke atas akan kalah dengan kami yang IPK hnya hanya 2,80.” Tegasnya mengejek.
“ oh berarti IPK bapak Cuma 2. 80.” Gumam letya mengejek.
Canva melebarkannya mata melotot pada letta.” he kamu menghina saya??? Mau saya kasih nilai E?” Tanya Canva melebarkan matanya. ini murid residen berani sekali menghina dirinya yah!!
letta mengerjab pelan.” loh menghina dari mananya? Kalimat yang mana? Kan tadi saya nanya pak?” Tanya Letta dengan polos.
“ tetap saja,. Kamu mengina saya dari nada bic--...''
"dokter.. Pak Dokter..” Letta melirik siapa yang memanggil.
Fajar... Letta dan Fajar saling lirik dan keduanya berdehem dengan senyum tipis Fajar menyapa Letta, Letta hanya diam menatap dia santai,.” Ada apa?” Tanya dokter.
Fajar menghela bafas pelan.” ibu saya minta pulang, apa sudah bisa dok?” Tanya Fajar lelah kepada dokter, sudah hampir dua minggu ibunya di sini. Akibat dari jatuh dari kamar mandi kemarin ibu mereka mengalami struk ringan, usai melakukan oprasi dan menghilangkan gumpalan darah.
Canva menghela nafas pelan.” kita cek dulu. “ jelas Canva.,
Letta segera mengikuti dari belakang. Fajar tersenyum tipis pada Letta, hanya dibalas senyum formal. Memasuki ruangan milik Bita. Letta ajdi kasihan pada Bita, mengapa Bita bisa mengalami keadaan seberat ini.
Didalam ada Zeyn dan panji juga. Hari ini hari libur tapi bagi dokter mana ada hari libur, semua hari sama saja, bahkan hari raya saja tetap sama, semua harus masuk dan bekerja karena mereka berada di lingkungan publik..
” Dokter.” Panggil Panji sedih menatap canva.
” Belum ada perkembangan?” Tanya Canva pelan.
Mereka menggeleng pelan menatap buta yang struk di sana sedih.” Sudah bisa bicara dikit dikit dok.” gumam Panji sedih.
Canva mengangguk pelan.” saya cek lagi yah.” gumam Canva.. letta mendekat dan membantu Canva untuk melakukan pengecekan, Panji melirik Letta menyapa tersenyum. Letta mengangguk pelan dan kembali profesional.
Mendengar dari Canva. Keadaan Bita yang kian hari kian memburuk. Keadaan Bita bukan main parahnya, itulah jika jatuh dari kamar mandi, jika tidak meninggal yah begini, sebab bagian terbenturnya bita dikamar mandi dengan posisi leher bagian atas setengah dengan otaknya terhentak dinding kuat, lalu punggung dan ekor kakinya pun juga terbentur kuat dengan lantai.
Benturan tak main main itulah yang membuat keadaannya sangat buruk, dengan pembekuan darah di bagian otak, saat di cairkan, dan dikeluarkan. Itu membuat efek lebih baik, tapi nyatanya ada bagian yang rusak di otak karena benturan keras itu, sehingga aliran darah yang terhimpit dan ulu hati yang bermasalah. Kakinya yang juga menjadi lumpuh mendadak. Ini bisa sehat jika melakukan kemoterapi dalam jaka panjang.
Menjelaskan secara saksama. Letta menatap Bita yang juga menatapnya sedih.” Haloo tante.” Gumam Letta pelan.
Bita menatap letta sedih, tangannya mengusap jari jari Letta dan tersenyum tipis.” Letta...” Bisiknya lirih.
__ADS_1
Letta mengangguk pelan mengusap lengan Bita.. dokter Canva melirik itu dan berdehem pelan.” jika ada perlu tanyakan lagi. sebab nyonya Bita masih belum bisa keluar, kami mohon maaf sebab keadaan beliau belum memungkinkan. “ jelasnya.
“ baik dok.” gumam Panji. Canva melirik letta mengajaknya keluar.” Kami boleh ngobrol sama dokter Letta dulu dok?” Tanya panji memotong.
Canva mengernyitkan dahinya.” Tiga puluh menit. Maaf beliau masih anak didik kami.” Tegasnya segera keluar.
Panji mengangguk dan mendengus usai Canva keluar.” Songong banget dokter kamu letta.” gumam Panji pada Letta.
Letta tersenyum tipis mendengar itu.” memang.” Ketus letta,.
letta setuju sebab Canva memang sombong dimata letta." Tapi dia sangat profesional dan tulus melayani pasien!!" itu kelebihan Canva. laki laki yang sudah berusia 30tahun lebih itu. Sudah menikah dan mempunyai dua anak... Jadi jangan lagi menjodohkan mereka yah... Canva sudah memiliki buntut.
Genta menghela nafas pelan menatap Letta dan bita. Letta menggaruk tengkuknya tak gatal.” Maaf yah tante, baru bisa jenguk, soalnya letta juga masih koas di sini, jadi nggak bisa bebas, Kadang ada istirahat kadang enggak, kadang pulangnya malem, kadang juga nggak pulang.'’ keluh Letta pada Bita dan juga keluarga nya yang disana.
“ wahhh keren kamu letta.” gumam Genta pada Letta.
Letta tersenyum tipis melirik Bita.” Tante kemarin gimana kejadiannya? Kok bisa jatuh?” Tanya Letta lembut. Letta tidak mau membicarakan kesuksesannya dirinya di atas penderitaan orang lain.
Genta mengeleng pelan.” kita nggak tau, kemarin kita denger suara teriakan mama dari kamar mandi, pas sampek kami udah ngeliat kepala mama berdarah dan lantai udah nggak karuan. Kami panic dan kami nawa ke sini. Rumah sakit paling deket.” Jelas Genta.
Letta menghela nafas. mengusap pelan lengan Bita.” Semoga cepat sembuh yah tante...” gumam Letta tulus. Bita tersenyum kaku mendengar perkataan Letta, berusaha untuk mengangguk.
” Saran letta coba bawa ke rumah sakit ini deh.” Gumam letta pelan mengeluarkan Hpnya.” disana ada dokter enalan letta namanya dokter George, dia dokter memang dokter itu illegal, Cuma kemarin letta oprasi sama dia, dia sangat bagus dalam pengobatan.” Jelas Letta serius.
Letta mengangguk.” Sedikit kenal, dia yang menangani saya kemarin om.” Jelas Letta pada Zeyn kaku.
“ kamu sakit kemarin?” Tanya Fajar sulit.
Letta menatap fajar alis terangkat.” Loe nggak tau??” Tanya letta kesal.
Fajar diam tak bersuara.” Kamu sakit apa??? Jadi karena kamu sakit mangkanya menghilang gitu dan putus dari Zeyn?” Tanya Genta pada Letta.
Letta mengangguk pelan.” kemarin saya sempat sakit jantung. Gagal jantung, sempat saat kecil melakukan transplantasi jantung tapi gagal dna rusak jadi makin parah, kata dari dokter nggak bisa transplantasi mudah. Tapi dengan dokter George dia bisa. “ jelas Letta. saat hendak bicara lagi pintu terbuka menampilkan dokter Canva. Dokter canva menatap Letta memberi kode.
Letta mendengus dan keluarga Genta menatap canva kesal.” nanti chat saja yah... kita bahas nanti.” jelas Letta. mereka mau tak mau mengangguk setuju.
.....
Putra tersenyum lebar menatap Juya yang baru saja keluar dari Playground sekolahnya, ia baru saja masuk TK dan setiap jam 12 ia akan menjemput anaknya untuk pulang.
Juya melirik orang sekitar yang dijemput oleh ibunya. Terbesit ada rasa iri di hati juga sebenarnya.
__ADS_1
Melirik Putra yang tersenyum melambaikan tangan padanya juya hanya bisa menbalasnya. Juya merindukan ibunya, ibunya pergi bersama keluarga barunya, menyisahkan dirinya bersama ayahnya. Juya menghela nafas pelan.
“ gimana sekolahnya?” Tanya Putra pada Juya yang sudah ada di depannya.
Juya tersenyum lebar.” Bagus kok.. ayo pulang.” jelas Juya.
Putra mnehrernyitkan dahinya bingung menatap Juya. Tapi ia tak banyak bicara, segera membawa anaknya pulang. saat di perjalanan ia bertemu dengan Reno. Reno yang ditatap oleh Putra membuang muka. Reno terunyah.
” Put.” Panggil Reno mendekat memegang tangan Putra.
Tapi Putra menepisnya kuat, menatap Reno bengis. Reno melirik Juya yang mengernyitkan dahinya bingung.” Ini anak --..”
“ diem.” Tegas Putra dingin pada Reno.
Reno diam menatap Putra memelas.” Gue benci banget sama loe, di mulai dari ujung kaki loe, sampai ke suara loe. Pergi loe.” Tegas Putra dingin.m menjulang bahu Reno.
Reno menatap Putra sedih." Put Tolong maafin gue.. maaf.” Bisik Reno lirih menangkupkan tangannya didepan Putra.
” Kata maaf loe nggak bisa balikin semua hal Reno. Gara gara loe, gue kehilangan dia....’' Teriak Putra dingin.
Reno terunyah, Reno sadar dirinya memang pokok pernmasalahan hidup di hidup Putra. Melirik Juya yang polos memandang mereka takut Reno meneguk salivanya serak.
yang dimaksud ayahnya dia siapa?
Putra yang melihat atapan reno menarik anaknya menjauh.” Jauh jauh loe. Jangan pernah berfikir buat hal buruk. Karena diumulai dari waktu itu sampek kapan pun, gue nggak akan pernah maafin loe.” Tegas Putra dingin mebawa anaknya menjauh dari sana.
Reno meremas tangannya sendiri. Reno kalah, Reno salah. Reno sadar. Semenjak putra tau dirinya dalang. Putra murkah dan memukulnya tiada henti. Remo sampai patah kaki dibuat Putra. Lalu sesudah itu kebencian Putra sangat kental, bak tak lagi bisa di obati. Padahal Reno sudah meminta maaf bersungguh sungguh.
Rebo tidak tau jika cinta Putra pada Letta sedalam dan sejauh itu, Letta menolak putra karena keberadaan Jasmine dan anaknya... Padahal Reno sendiri tau jika Letta menyukai Putra.
Reno di pecat dan kembali ke setelan awal, dia mulai merintis usaha kecil kecilan, sembari meminta maaf pada Putra. Tapi tetap tidak dimaafkan. Reno merasa bersalah sepanjang hidupnya.
“ dia siapa pa?” Tanya Juya pada ayahnya yang membawanya ke mobil buru buru.
Putra melirik anaknya dingin, ingin Putra berteriak berkata jika Reno adalah alasan mengapa Juya terlahir di dunia ini. putranya sadar, Juya bukanlah kesalahan, Juya adalah sebuah harta paling berharga.
Yah Putra tidak boleh menyalahkan Juya.
Putra tau jika memang Juya terlahir dari kesalahan, tidak membenci Juya. Jika tidak ada Juya Putra tidak tau akan seperti apa hidupnya. Dan akh sudahlah jangan berfikir sesuatu yang tidak pasti. Meksipun tanpa Juya, Letta belum tentu bersama dia kan???
“ papa.” Panggil Juya kepada Putra lagi saat Putra tidak menjawab pertanyaan dirinya.
__ADS_1
Putra melirik anaknya dan menggeleng.” dia orang jahat, kalo ada dia kamu harus jauh jauh.” Tegas Putra pada Juya.
Juya mengernyitkan dahi mendengarnya itu. apa benar batinnya??? seperti nya laki laki tadi sedang meminta maaf pada ayahnya kan?