Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Gawat


__ADS_3

Tama meringis sebab sama hal dengan Letta, keadaannya buruk., bahkan kakinya patah. Merangkak mendekati Letta dan memeluk kaki letta nanar, Tama menangis terisak. Letta diam melirik Tama di kakinya dengan alis terangkat.


Tangis Tama mendera sampai menyentuh kakinya. “ maaf hiks hiks.” Tama bergetar mengutarakan perkataan sakral itu.


Letta kaget mendengar pernyataan maaf Tama, alkk tidak mungkin itu karena dia sudah tau dirinya salah kan???


Tama terus menangis sembari mendekatkan wajahnya di kaki letta dengan memiliukan.” Maafin gue hiks hiks. Maafin gue.” gumamnya nanar di sana.


Letta menyilangkan tangannya di dada memandang Tama puas saat ia meminta maaf kepada dirinya begitu menyedihkannya.


kapan lagi kakinya di cium hahaha!!!


Sampai Tama menangis kesakitan letta tak beubah posisi. Sampai Tama mendongak memandang Letta yang memandang dirinya arogan.


” letta? loe manusia kan?” tanyanya pelan.


Plak. args Tama ,meringis karena letta memijak kaki Tama kesal.” Loe pikir gue hantu?” Tanya Letta kesal.


Tama memegang kepalanya kesakitan dan letta melepaskan tama. ” habisnya gue bilang maaf loe nggak nyahut nyahut. Gue pikir loe setan.” Gumam Tama tak enak hati.


Letta mendelik mendengar hal itu.” gue Cuma puas aja sih lihat loe menyedihkan gitu. Coba lanjutin” Gumam Letta segera duduk lagi di ayunan.


Tama segera duduk susah paya.” Tolong bantuin gue berdiri dan duduk dong.” Gumam Tama lirih. Tama tidak bisa berdiri karena dia kakinya patah.


Letta membuang muka, pura pura tak mendengar. Tama melihat hal itu meneguk ludahnya. Sialan Letta ini memang menyebalkan.


”letta tolong.” Gumamnya lagi memberi tampang memelas.


Tetapi Letta tak peduli, ia tetap memandang kedepan membuat Tama menghela nafas kecewa, pasrah duduk di bawah saja, di bawah dekat ayunan di kaki letta. berdiri ia tak mampu sebab ia ke sini tadi di bantu Sarah.


“ thanks udah bantu gue ke sini. Ningsih udah cerita kalo loe yang gendong gue ke sini. Meksipun keadaan loe sendiri terluka.” Gumam Tama pelan sembari melihat kedepan. Letta mendengar itu melirik kepala Tama, kepala mereka sama sama Gundul membuat Letta tersenyum tipis, apa mereka sudah seperti upin ipin????


“ harusnya kemaren gue dorong loe ke jurang sih.” gumamnya pelan.


Tama melirik letta tetapi tulang lehernya sakit jadi ia hanya bisa melihat sekilas.” Tapi Cuma harusnya kan? buktinya gue masih hidup.” Gumam Tama pelan pada letta.


Letta bergumam saja mengayunkan ayumannya pelan, matahari sebentar lagi terlihat sebab suasana sudah membiru menunjukan cahaya mulai menderang.


Senyum letta hampir lebar merrasakan suasana sangat sejuk dan segar.” Kadang gue juga mau kayak loe. Nyalahin apa yang gue lihat tampa tau sikon dan situasi kongkrit. Tapi mau gimana lagi kan??? manusia memang di ciptakan rasa egois dan rasa benar diri sendiri 80 persen.” Jelas letta.


Tama menggubah posisi duduk memandang Letta lamban. Letta tak melihat dia sama sekali.” gue nggak tau nyalahin loe 100 persen dalam peristiwa kita, soalnya yang salah juga bokap loe, nggak berani bilang yang sebenar-benarnya, karena takut buat kalian patah hati, nyatanya hati kalian jauh lebih patah saat kalian tau kalian yang salah bukan keadaan yang sebenarnya kan?” gumam Letta melirik Tama. Tama diam mengangguk pelan. tak mengelak.

__ADS_1


semua yang dikatakan Letta benar.


“ loe nggak salah, yang salah Cuma keadaan dan kalian Cuma kedahuluan sama perasaan dan insing melindungi diri. Maafin Letta juga kalo dia ada salah sama kalian dan kalian ngerasa kasih sayang ayah kalian harus di bagi karena dia.” Gumam letta pelan.


Tama dan Brayen tidak salah. Letta sendiri sebagai individu yang suka balas dendam dan kasar juga pasti akan melakukan hal yang sama jika di posisi mereka, bahkan mungkin lebih dari mereka. seperti di kehidupan sebelumnya, semua mendapat ganjaran yang pantas.


Jadi menyalahkan sikap Tama akan membuat Letta tak sadar diri. sama-sama di situasi emosional memang harus berfikir regional. karena itu sedari awal Letta tidak membunuh Tama atau Brayen.


Tama menaiki alis nya memandangnya Letta, letta melirik Tama dengan tenang.” Apa loe?” tanyanya nyolot.


Tama mendatarkan wajahnya dan menggeleng pelan.” gue boleh panggil loe mama?” tanyanya.


Letta hampir tersedak liur mendengar ungkatan itu, “ tiba tiba gue merinding.” Gumam Letta merasa aura yang sangat jelek.


Tama mendengar itu terkekeh pelan.” apa ada hantu yah?” gumam Letta melirik sekelilingnya.


Tama menggeleng pelan.” gue sekarang udah setuju kok kalo loe mau nikah sama papa gue. papa gue berhak dapet calon yang buat dia bahagia. gue harap loe bisa wujutin kebahagiaan yang papa gue harapkan.” Gumam Tama dengan serius


Letta melirik Tama dan terkekeh,.” Loe... nggak usah ngomongin hal lebay deh. Gue sama bokap loe Cuma temen, bokap loe yah suka sama gue Cuma gue suka sama duitnya dia doang, hmmm orangnya juga sih soalnya baik, setia tulus. Suami eble banget” Gumam Letta ingat Bima. Senyum Letta hampir terlihat samar samar di depan Tama,


Tama melihat itu melebarkan matanya.” muka loe kenapa jelek gitu?” gumamnya aneh.


Letta melotot kepada Tama. Tama yang dipelototi buru buru melihat kedepan. “ eh eh udah terbit. Iya hehe.” Gumamnya mengalihkan perhatian letta.


Letta menghela nafas pelan, ingat jika beresama Bima ia merasa nyaman, bahagia, semua menjadi satu. Letta merasa hidup bersama kenyamanan. sebab dirinya ini kasar, keras sedangkan Bima itu lembut, penuh pengertian. Dirinya seperti selalu dimengerti dan di utamakan oleh Bima.


Bahkan Bima akan selalu memberikan dirinya yang terbaik seperti seorang ayah memandang putrinya. Lebih dari cinta. Letta merasa jika Bima sosok yang baik dijadikan suami.


“ kayaknya Iya sih. Cuma bokap loe udah tua, loe aja lebih tua dari gue, masa gue jadi nyokap loe sama Brayen. Mana sikap kalian kayak dajjal semua lagu. Nggak sudi banget gue sebenernya, bisa bisa darah tinggi di usia muda gue.” Gumam Letta masam,


Tama memandang Letta lempeng dan datar.” Btw kami udah di keluarin dari KK kalo loe nggak tau.” Gumam Tama pelan, sejenak melirik ke depan,


“ kita udah di pevcat jadi anak anaknya karena udah nyelakain loe. Jadi loe nggak usah khawatir punya anak yang kayak dajal kayak kita. kita udah nggak di anggep anak lagi, jadi kita nggak bakal bisa sama-sama di satu keluarga. papa kita udah muak banget sama kami yang selalu bikin ulah.” gumam Tama tersenyum pedih pada Letta.


Letta tertawa senang mendengarnya.” Bagus lah. Kalo gitu gue semua yang dapet warisannya nanti nggak usah bagi-bagi lagi sama kalian anaknya, kaya dong anak gue sama Om Bima nanti.” Gumam letta mengisap pelan kedua tangannya dingin.


“ Nggak gitu cara mainnya Letta.” gumam Tama kesal melirik Letta.


letta menaiki alisnya menatap Tama.” diem diem aja. Jangan kasih tau gue kalo mau nguasain harta bokap. penjahat nggak kasih tau rencananya yah.” Gumam Tama.


Letta mendengar itu mengangguk setuju.” Iya sih, lah satunya bunuh kalian kan biar nggak gugat hak warisan?” Tanya Letta menaiki alisnya memandang Tama.

__ADS_1


Tama hampir menangis di hadapan Letta. lihyat wajahnya yang nelangsah. Letta tertawa dibuatnya.


“ loe lihat gue?” gumamnya menujukan dirinya. Letta mngangguk pelan.” kaki gue patah, tangan gue patah, leher gue juga retak. Rahang gue geser. Muka gue hancur letta karena banyak jahitan luka, di tonjok, dan lagi kepala gue lihat hampir geger otak. Dan loe masih mau bunuh gue? kenapa nggak dari kemarin kemarin aja?” Tanya Tama nanar.


“ Hoy.” Tegur letta nyolot., Tama kicep memandang letta.” loe lihat kepala gue.” letta menunjuk kepala botaknya sehingga tama memandang kepala letta.” lihat, cewek mana kepalanya botak ha?? Kecuali gue sama Disyq, mana ada kepala botak sedangkan cewek cewek itu mahkotanya adalah rambut. Gue mirip ipin asal loe tau.” Jelas letta kesal.


” Iya gue Upin nya.” Gumam Tama lempeng.


Letta reflek tertawa sama dengan Tama yang ikut tertawa melirik letta.” kaki gue baru sembuh jatuh lagi, sembuh jatuh lagi, untung nggak di amputasi aja ini, tangan gue. kepala gue. lihat mih pipi gue.” gumam Letta menunjuk pipinya yang terlihat bekas terluka.” Cewek mana pipinya luka kayak gini ha???? Kecantikan gue berkurang.” Tegas Letta kesal.


” Tapi gue nggak ngeluh. Gue masih kepengen hidup. Soalnyya gue yakin kalo Tuhan lebih yakin sama gue bisa jalanin hidup, Tuhan yakin kalo gue kuat buat hidup umur panjang dengan sejuta masalah gue.,” tegas Letta." meskipun hampir mati berkali-kali."


Tama mengangguk pelan.” loe nyemangatin dan ngasih gue motivasi?” Tanya Tama terharu.


Letta menggeleng.”nggak. gue Cuma mau adu nasib aja. Jangan sampek loe ngerasa hidup loe paling menderita, di atas loe dan di atas semua orang, masih ada gue. Kalo loe nggak percaya loe Tanya aja sama reader kita. Mereka tau semua gimana menderitanya hidup gue” gumam Letta kesal.


Tama mendengar itu terkekeh pelan.” loe kayak kebanyakan masalah aja.” Gumamnya pelan.


'‘ loe nggak akan tau kalo loe nggak ngerasain di posisi orang lain., dan loe nggak akan mau ngomong hal segampang itu Cuma karena versi hidup loe berat. Loe pikir orang yang bunuh diri tu karena apa?” Tanya Letta pelan mulai serius.


Tama diam mendengar hal ini. Letta menggeleng pelan dengan mata dingin.” Mereka buntu, mereka nggak lagi ada jalan keluar rasanya, mereka nggak ada tempat, mereka nggak ada lagi solusi yang bisa mereka terima kecuali mati. Nggak ada manusia di dunia ini tu baik baik aja, mereka aja yang buat hidup mereka kelihatan baik baik aja.” Gumam Letta pelan.


Tama tersenyum tipis mendengar hal itu. “ nggak ada manusia yang tenang tenang aja. Karena yang tenang tenang aja itu Cuma manusia mati, bahkan yang mati pun masih minta doa supaya mereka pergi dalam keadaan tenang.” Gumam Letta tersenyum tipis.,


Tama mendengar itu menjadi tertegun. benar semua orang dalam versi masalah masing masing, hanya ada segelintir orang yang tetap tenang menghadapi masalah dan ada juga yang tidak tenang sebab merasa tidak mampu mengatasi masalah.


Samar Tama merasa wajahnya di terpa cahaya kuning dan letta pun Sama. Letta tersenyum tipis memandang matahari yang begitu tenang menyinari wajahnya, ini hangat dan silau tapi suasana sangat dingin dan asri membuat semua ini indah


Sampai Letta merasa ada pelukan hangat dari punggung dan menjalar dilehernya. Letta kaget melirik kebelakang rupanya Bima.


Bima memeluknya erat memakaikan dirinya mengunakan jaket hitam menghangatkan tubuhnya, sedangkan Bima sendiri menggunakan kaos oblong biasa berwarna hitam


” Baby.. mengapa tidak menggunakan baju hangat?” gumam Bima serak di telinga Letta.


Letta meneguk Saliva kering melihat wajah kusut Bima.


Bima tersenyum tipis memandang wajah letta sayu, mengusap pelan luka dipipi letta.” saya rindu kamu, kenapa pergi begitu lama?” gumamnya sedih sampai menitihkan air mata .


Tama melihat ayahnya menangis tertegun. baru kali ini ia melihat Bima menangis, dan itu karena Letta.


sedang kan Letta tak tau harus bilang apa,. kenapa begini yah? mengapa jadi Bima, Putra dan Zeyn berkumpul? Apa tidak tambah riweh nanti???

__ADS_1


apa tidak tambah rusuh nanti?


__ADS_2