Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Jujur


__ADS_3

Putra segera tersadar akan hal ganjal, berdiri dan berlari mengejar letta, bulan melihat anaknya yang segera mengejar Letta menaiki satu alisnya, melirik anak perempuan yang mengangkat bahu acuh. Anaknya juga terlihat tidak tahu apapun.


" Mereka ada hubungan???" tanyanya Ragu. Rasanya mustahil putra memiliki hubungan lebih dengan perempuan, secara dirinya sendiri hanya tau satu perempuan yang sangat putra sukai, dari dulu hingga sekarang. meskipun orang tersebut sudah tiada.


Tetap Putra tidak terlihat tertarik dengan perempuan manapun setelah perempuan nya pergi.


Letta memasuki mobilnya, segera menghidupkan mesin mobilnya,


brak, melirik Putra yang ikut memasuki mobilnya dan duduk di kursi sebelahnya, Letta buru buru membuang muka.” Ada apa?” Tanya letta dengan serak dan mengusap air matanya yang berderai.


“ kenapa loe menangis?” Tanya Putra tenang menyampingkan wajahnya untuk melihat wajah jelas Letta.


Letta menggeleng pelan mengusap wajahnya. Putra menarik wajah Letta agar menatapnya, Letta tertegun memandangi kata Putra yang memandang tajam durinya.” loe kenapa menangis?” Tanya Putra tegas.


Letta menggeleng pelan tersenyum kepada Putra,. Tidak bisa dirinya katakana jika dirinya Letta, gadis sepuluh tajun dia kejar. Haha lucu jika mengingat masa dimana dirinya di kejar oleh bocah ingusan berusia 16 tahun sedangkan dirinya sudah 24tahun, putra datang membawa ibu dan ayahnya untuk melamar dirinya.


anehnya orang tua putra malah mendukung sang anak.


Putra melihat letta menangis' dalam pelan mengusap air mata Letta lembut, memandang Letta tak suka, memegang dadanya.yang terasa sesak” Kenapa gue rasanya nggak suka lihat loe nangis? Loe siapa?” Tanya Putra pelan kepada Letta lirih.

__ADS_1


Letta memandang Putra nanar, “ Gue Alleta, cewek yang dilukisan, “ bisik Letta menitihkan air matanya. Tidak tahan menahan semuanya sendiri.


Putra melebarkan mata melepaskan tangannya di pipi Letta, menggeleng pelan sembari terkekeh hambar.” gila loe?” tanyanya berubah dingin.


Letta mengusap air matanya,. memandang lain arah karena tak kuat melihat Putra,” gue emang Alleira, enam bulan lalu gue bangun tapi di tubuh orang lain bukan tubuh gue, gue nggak tau kenapa, tiba tiba waktu udah lewat 10tahun malah , gue tau loe, gue tau mama papa loe, gue tau adek loe. Karena dulu pas gue sama loe bertemu adek loe masih dalam kandungan beberapa bulan.” Bisik Letta pelan.


Putra melirik Letta diam, tak mengatakan apapun, tapi wajahnya terlihat sangat sedih dan sayu, Letta mendongak mengambil tysu secara kasar.” Gue Cuma nggak nyangka kalo keluarga loe begitu besar buat gue ada di tengah tengah kalian, ada lukisan gue, ada adek loe yang namanya sama dengan gue. kalian baik banget.” Gumam Letta bergetar kembali menangis.


Putra tidak berkutik, diam memandang letta yang bicara menjelaskannya nanar. “ kenapa loe pergi?” Tanya Putra berbisik, tubuhnya sangat lemas hanya untuk bergerak. “ kenapa loe meninggal?? Kenapa loe ninggalin gue?” tanyanya kembali berbisik.


“ gue nggak ninggalin loe atau keseluruhan orang.” jawab Letta pelan, mengusap ingusnya menggunakan tisu.” Gue Cuma ninggalin rasa sakit dan derita gue, gue Cuma ngerasa kalo mati lebih baik dari pada gue hidup tapi penuh penyesalan dan hati yang udah rusak, perasaan gue di saat itu udah bener bener nggak bisa berfungsi.” Bisik letta pelan.


“ tapi loe nggak mikir akibat orang orang yang loe tinggalin setelah tau keberananya??” bisik Putra ikut menitihkan air mata, sama sekali tidak ingin melihat Letta.


Letta menghela nafas pelan menggeleng pelan. .” loe tau bahkan gue ngerasa nggak bisa lagi lanjutin hidup gue letta.” bisik Putra menangis lamban di dekat Letta, air matanya semakin deras.” Gue nggak bisa hidup lebih jauh. Saat pertama kali gue buka mata, Nyariin dimana loe sesudah loe nyelamatin gue, tapi gue cuma dapet kabar buruk. Gue Cuma bisa lihat gundukan tanah loe yang bahkan udah kering. “ bisik Putra nanar dan ikut menangis dalam diam.


" Loe nggak tau gimana hancurnya gue pas itu aletta. Gue ngerasa bener bener putus asa!!" Bisiknya lirih. bahunya bahkan bergetar karena tangisannya.


“ gue malah pikir kita bisa bertemu di akhirat karena loe di nyatakan nggak selamat sama dokter. “ bisik Letta melirik Putra.

__ADS_1


Putra menggeleng.” gue lebih seneng kalo itu terjadi, nyatanya gue hidup tapi orang yang gue cinta udah pergi.” Bisik Putra menangis dalam.


Letta memandang Putra yang menangis tersedu seduh, mengusap ingusnya dalam, Letta terkekeh pelan.” loe jauh udah berubah yah... sekarang loe lebih mirip sama bunga mawar bukan lagi bunga matahari. Loe tau dulu gue selalu klaim kalo loe itu matahari, terang dan buat orang sekitar loe bahagia, termasuk gue..” bisik letta lamban.


“ layu..” bisik Putra.” Kebahagiaan gue di renggut paksa sama loe, sampek gue nggak lagi focus buat sekolah, udah tamat gue pemulihan kelumpuhan, dan akhirnya gue tes kepolisian, syukurnya gue ketrima, dua tahun setelahnya gue lanjut kuliah dan pas tamat juga ngambil lagi s2 buat nahan diri gue yang terus kangen dan rindu banget sama loe. Rasanya kalo gue sendiri selalu ada bayang bayang loe” Bisiknya pelan.


" Bahkan saat rame pun gue ngerasa separoh hidup gue hilang!!!!"


Letta mendengarnya tidak tau harus sedih atau bahagia, menghela nafas pelan Letta mengusap kasar air matanya.


” mama dan papa gue ngerasa sangat sayang dan terimakasih sama loe, karena loe udah bantu dan nyelamatin gue dan calon adek gue yang baru mau lahir, mangkanya adek gue di buat namanya sama kayak loe, Alletta Yonahes biar kita bisa kenang loe ada di tengah tengah kami.” Bisik Putra mulai menatap Letta yang sudah menatapnya.,


Putra menangis kembali dan tidak mau memandangnya Letta lagi, Letta hanya diam saja dan melempar tisu, mengusap air mata yang sedikit masih menetes, Letta menenangkan diri di dekat Putra. Tidak bisa dirinya sembunyikan dari Putra, Putra adalah orang yang paling dirinya percaya dan memberi dirinya warna di hidup sebelumnya. Letta tidak bisa terlalu dalam menyimpan rahasia ini.


“ gue boleh peluk nggak?” Tanya Putra sama sekali tidak melihat Letta, masih menunduk dalam tangisnya.


Letta mengangguk pelan dan memeluk Putra, Putra di peluk oleh Letta ikut membalas pelukan letta. tangisan Putra tidak putus, terus bergetar bahkan bahunya tak berhenti bergetar naik turun. Letta sangat sakit melihatnya.


l.

__ADS_1


.


__ADS_2