
Mengerjab pelan. Letta merasa sesuatu yang hangat, dengan pelan mengucek matanya dan menguap, segera hendak meregangkan tubuhnya tapi tertahan. Ada tangan kekar yang memeluknya, Letta mengerjab pelan menatap kearah siapa yang memeluknya.
Sejenak ia terdiam, ingat apa yang terjadi semalam, wajah Letta memerah malu, sialan, ia segera menaik sleimut untuk menutupi tubuh polosnya.. seejenak melirik Putra rupanya Putra juga sudah membuka matanya.
Letta buru buru hendak berbalik tubuh tapi Putra menahan tubuhnya dan mengecup bibir letta.” selamat pagi sayang.” Gumam Putra serak dan berat.
Letta menjadi malu, demi apa Letta ingin menghilang saja. Putra melihat wajah Letta yang memerah memeluk letta erat dan menaruh kepalanya di cengkuk leher letta.” terimakasih letta.” gumamnya.
Letta tersenyum tipis ikut memeluk Putra, merasakan kulit hangat mereka yang sangat nyaman.. entah apa yang terjadi berikutnya hanya mereka dan author yang tau awokawok.
...----------------...
Juya yang makan di ruang makan bersama kakek neneknya menatap Panji dan Komala sedih.” Papa sama mama jalan jalan ngak ngajak Juya..” gumamnya sedih.
Semalam usai mereka berdua menikah mereka langsung menuju hotel di dekat pantai, mereka berencana akan melakukan honeymoon di paris saja untuk satu minggu kedepan.
Hari ini mereka akan pulang dan bersiap siap. Rencana itu tentu saja akan membuat Juya tinggal dulu dengan kakek neneknya, bukan apa apa, sebab kan posisinya Juya masih sakit dan harus banyak istirahat. Hal itu membuat keputusan jika Juya akan tinggal.
Panji tersenyum lebar menatap cucunya. Lalu Alleta menyikutkm tubuh juya membuat Juya meringis menatap Alleta kesakitan. Wanita tomboy dengan poni seatas sangat pendek, dibatas alisnya ia membelalak.
” Loh kak kenapa poni kaka?” tanyanya kaget sebab itu tidak biasanya. Biasanya poni nya itu panjang dan akan diikat seluruhnya ke atas oleh Alleta.
Alleta mengangkat bahunya acuh, ingat pada Letta dengan poninya yang cantik Alleta tersenyum lebar.
"Kakak cantik, aku ingin poni sepertinya, saat mencoba memotong eh tidak taunya ini terlalu pendek.” Jelasnya terkekeh pelan akan kebodohan dirinya sendiri.
Juya tertawa di sana sedangkan Komala mengapit pipi anaknya menatap rambut sang anak kaget.” Loh loh. Kok bisa gini alleta??? Kenapa ngak suruh mama aja yang potong.” Seru komala frustasi. Alleta ini ada ada saja kerjaannya.
Alleta melirik ibunya dengan cengengesan.” Nggak tau, karena semalam letta kepengen banget rambutnya gini.” Jelas Alleta tak keberatan melirik Juya
” Tapi kakak tetap cantikkan cantik mana kakak sama kakak cantiknya mama kamu itu?” tany Alleta pada Juya berbinar.” Tetap kakak cantik pemenangnya.” Seru Juya belum terbiasa memanggil Letta mama.
Sejenak kembali murung.” apa Juya akan dibuang dengan kakek dan nenek jika mereka sudah menikah begini? Apa juya juga akan kehilangan papa?” tanyanya serak.
” Siapa yang bilang begitu?” Tanya Alleta pada Juya malas.
” Mama mu bahkan membelikan kamu kursi roda baru dan akan memindahkan kamu di sekolah baru, kemarin dia meminta bantuanku untuk mengurus berkas mu.” jelas Alleta memakan nasi gorengnya malas.
“ benarkah?” Tanya Juga berbinar.
Alleta mengangguk tegas.” benar.. dia juga menanyakan beberapa kesukaanmu, makanan yang tidak kamu sukai, alergimu dan kamar. Akh aku rasa kamu akan sangat merasa bahagia melihat kamarmu nanti. Aku ingin kamar seperti itu, itu luar biasa.” Serunya dengan nanar mengingat kamar Juya saat Letta mengajaknya untuk mendekor kamar kesukaan Juya.
__ADS_1
Juya mendengarnya hal itu semakin semangat.” Kakak tidak membohongiku agar aku tidak bersedih kan?” Tanya Juya pada Alleta memicingkan matanya.
Alleta menggeleng pelan menunjukan dua jari.” Sumpah, aku melihat dan membantu semuanya, aku bilang kamu suka makanan asin dan gurih, suka makanan manis tapi tidak suka papaya dan pisang, kamu juga alergi kacang jika makan kacang kamu akan sesak nafas dan juga batuk..” jelas Alleta merincih seluruhnya.
Juya mendengar itu penuh harap. Komala melihat wajah Juya yang terlihat sedih menepuk pundak Juya pelan membuat juya menatap komala.
Komala tersenyum tipis.” Kakakmu benar, mama barumu sudah menyiapkan seluruhnya, kamu tidak di buang, hanya saja semalam mama dan papamu pasti angat kelelahan dan ingin istirahat.” Jelas Komala sayang.
“ dan mereka ingin mengajakmu, tapi kamu baru saja selesai dalam masa pemulihan, kamu juga masih harus kemoterapi untuk kakimu, sekarang kamu sudah bisa sedikit jalan nanti jika kamu sudah siap dan sudah kembali pulih mama dan papamu akan mengajakmu ke mana yang kamu inginkan. Dan untuk sekolah, bahkan mamamu sempat ingin menutup sekolahmu karena kasus lalai dan bullying.” Jelas Komala seidh pada Juya.
“ di tutup?” Tanya Juya kaget.
Komala mengangguk pelan.” ternyata kamu jatuh dari tangga karena kejahilan, itu di dapat dari CCTV dan orang yang serring membullyumu sudah diberi pelajaran, sekolahpun hampir ditutup. itu sudah jadi alasan jika mereka sangat menyayangi juya.” Jelas Panji tegas menyambung ucapan Komala.
“ meskipun jika ada adek kecil?” Tanya Juya kembali.
Komala dan panji saling lirik, mereka sudah tau jika Letta akan sulit memiliki anak atau bahkan tidak bisa. mereka tidak masalah dan asalkan mereka bahagia mereka lebih dari cukup.
“ menurut Juya. Juya ingin punya adik tidak?” Tanya Komala pelan.
Juya menggeleng pelan.” tidak tau, jika mama papa akan selalu sayang Juya meski ada adek kecil Juya tidak masalah.” Jelas Juya.
Komala terkekeh pelan.” nanti Juya harus sayang yah dengan adek kecil.” Serunya dengan tegas.
“ tapi mama Jasmine apakah dia sudah bisa dia tidak bisa pulang?” Tanya Juya sedih.
Komala dan Panji sedih mengingat Jasmine, dia benar benar sulit untuk pulang., bukan masalah apa apa, suaminya sangatlah posesif, untuk pulang harus menunggu cuti, atau bahkan ia tidak akan bisa pulang dengan sekedar menjenguk Juya. Sepertinya suami Jasmine juga kurang menyukai Juya.
“ kenapa masih mencari mamamu yang Jasmine? Mengapa tidak mencari mama barumu saja? Yang dekat dekat saja, jangan mencari yang tidak ada Juya.” Jelas Alleta pada Juya malas.
” Tetap saja dia mamaku.” Jelas Juya tidak setuju.
“ iya benar, tapi coba biarkan mamamu bebas dan carilah kebahagiaan baru. Mama mu juga pasti sedang mempertimbangkan yang terbaik, jika pulang yah syukur jika tidak pulang yah tidak apa apa. Toh tidak ada dia kamu akan selalu banyak yang menyayangi, contohnya kami.,’ jelas Alleta tegas.
Juya menatap mereka sedih.” Maaf.” Gumam Juya lirih.
Komala menggeleng pelan mengusap pipi Juya.” Oma tau, kamu pasti sedang takut ditinggal oleh papa karena itu banyak yang kamu pikirkan. Juya ingat kami selalu ada untuk kamu dan tidak akan ada yang menyakiti kamu.” Jelas Komala tegas. Juya menghela nafas menghilangkan rasa yang menyesakkan dadanya.
...----------------...
“ Putra bangun.. aku laper..” gumam letta menepuk pundak Putra sebab sudah jam 11 mereka belum juga bangun.
__ADS_1
Putra segera membuka matanya, menguap pelan melirik Letta merasa bersalah.” sorry, ayo makan.” Gumamnya segera turun.,
Letta terkekeh pelan melihat Putra yang gelabakan . Letta mengangguk.” Mandi dulu.. makannya bawa ke sini aja.” Jelas letta.
Putra menatap Letta dengan senyum lebarnya membuat letta melotot.” Mandi bareng yuk?” gumamnya,
Letta menatap putra dengan gelengan.” Nggak mau akh. Malu.” Gumam Letta jujur
“ngapain malu. Ayo mandi bareng sayang. Kau mandiin.'' gumamnya Putra merengek.
Letta menggeleng tapi Putra dengan tertawa keras membawa tubuh letta menuju kamar mandi. Teriakan Letta menggema di hotel, untuk ini kamar yang kedap suara. Sehingga tidak ada yang mendengar tawa dari pasutri baru menikah.
Dengan kata Putra mandi bareng syukurnya memang mandi saja. Putra juga tau jika Letta menjelaskan sedari awal apa saja batasan mereka menikah, salah satunya melakukan hubungan suami istri yang tidak boleh berlebihan, harus secara pelan dan lembut. Sebelum menikah mereka control kepada dokter dan menanyakan apa saja yang harus mereka lakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan.
Dan kabar baiknya,. Letta tidak bilang pada Putra jika dirinya bisa punya anak, kehamilan pasca kurang lebih dari 1 tahun usai transplantasi yang dilarang sedangkan dirinya sudah lebih dari enam tahun jadi dia bisa.
hanya saja harus selalu cekup setiap bulannya, untuk meninjau berapa stabil jantungnya dan juga detak jantung nya.
Putra memandikan letta sedikit kasihan melihat Letta yang kesulitan berjalan, haha malam pertama gagal karena Putra tidak tega melihat Letta yang kesakitan, mereka akan mencoba besok besok saja. Sampai ke luar Putra dan Letta sudah berganti pakaian. Letta yang hanya menggunakan kimono dan duduk didekat jendela,
Saat mandi, ternyata makanan sudah sampai dan kasur sudah bersih dan rapi. Letta segera duduk di meja didekat jendela, saat melihat keluar di sana terlihat sangat luas. Perkotaan yang sangat jelas. “ kita jadinya ke paris besok saja atau di undur? Kamu capek atau enggak??? Atau gimana?” Tanya Putra pada letta yang duduk didepannya.
Letta menatap putra dengan lamban,.” Besok saja. Biar panjang jalan jalan kita, soalnya aku Cuma dikasih cuti satu mingu.” Gumamnya kesal.
Putra terkekeh pelan.” tapi Juya bagaimana? Dia pasti kesepian jika tidak di ajak.” Jelas Letta sedih.
“ nggak dong, nanti aku akan kasih juya pengertian kalo kita Cuma jalan sejenak dan pulang nanti, “ jelasnya dengan tenang.
” kalo nggak, kita tunggu Juya sehat aja baru honeymoon. Kita pindahan aja dulu gimana?” Tanya letta pada Putra.
Putra menggeleng.’'nggak mau, maunya kita honeymoon.” Gumam Putra dengan berbinar pada letta.
Letta melihat itu menatap Putra gemas, ternyata Putra masih saja seperti dulu, manis dengan keras kepalanya.” Yang mana baiknya saja lah.” Kelas letta.
“ barang kita sudah siap, nanti tinggal berangkat aja.” Jelas Putra.
” Loh nanti Juya nyariin kita gimana?” Tanya letta.
” Nggak, nanti biar nanti jelasinnya sekalian aja, nggak berkali kali gitu.” Jells Putra.
Letta mengangguk paham dan Putra pun tersenyum menaruh sayuran di atas piring Letta,.
__ADS_1
” ayo makan..” Letta tersenyum tulus.