Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Letta dan Renja


__ADS_3

Letta melotot segera menatap bajunya. Benar saja. Sontak letta berhenti.,” gue minjem baju Renja kok malah baju Brayen. Gilak bisa ngamuk dia.” Gumam Letta dnegan gelagapan hendak pergi kepada renja.


Tapi lengannya ditarik oleh Utami keras. Letta mengadu kesakitan dibuatnya.” Loe urutan pertama prakteknya dodol. Mau kena geprek sama Bu lena? Tadi aja loe udah kena marah.” Jelasnya Utami pada Letta malas.


“ tapi gue bisa di sruduk banteng alias Brayen nanti.” Gumam Letta panic, dia tak mau mencari gara gara pada brayen.


“ udahin aja dulu praktek ketimbang loe absen ga dapet nilai., gnggak lulus baru nyahok. Ayok buruan kita ketinggalan.” Ujarnya Utami. Letta berjalan di seret Utami dengan mata mengerjab pasrah. Letta baru sadar kenapa tatapan Sunja padanya tadi buruk.


Dengan wajah masam letta memulai praktek yang pertama. Tak buruk juga, letta memiliki banyak penadaiangan dengan unsur senyawa kimiah, dimulai dari aliran listrik yang di rangkai, lalu menggunakan beberapa cairan sehingga membuat cairannya tersbeut menjadi antiseptic. Guru melihatnya memaafkan kesalahan Letta yang tidak menggunakan baju seragam dan Letta mendapatkan nilai A.


Sengaja Letta melewati Belle dan Cinta yang melihat Letta meluar dari ruang praktek penuh kemenangan. “ usaha loe gagal. Gue dapet nilai A.” ujar Letta memeleti Belle dan Cinta membuat keduanya melebarkan mata memandang Letta tak suka.


Letta tersenyum sinis mendekati Utami, Betta dan Bastian. “ giamana Let? Susah nggak? Apa aja yang ditanya?”Tanya Beta dnegan pelan kepada Letta.


letta duduk di dekat Udin yang sibuk membaca buku.” Nggak ada yang ditanya, kalian ujiannya di suruh buat senyawa yang kalian bisa, semacam buat sabun, pembersih bakteri atau apapun itu, lalu bisa juga aliran listrik. Itu poinnya lebih gede ketimbang Tanya jawab. Ibunya tadi bilang gitu.” Jelas Letta.


“ serius?” sahut yang lain kepada Letta.


Letta berdehem mengangguk.” Loe tadi berapa nilai loe dna loe ngapain?” Tanya Fitri.,


Letta kenal seorang gadis yang giginya maju dan tubuh kurus kepada Letta. Letta menatapnya dan menggeleng.” Apa tadi lupa gue, yang patsi gue dapet nilai A. jadi bisa bisa kalian aja lah. “ jelas letta tegas.


"sialan,. Gue balajar semaleman. Malah gini.” Gumam Udin melempar buku ke atas kursi kesal.


” Nggak apa apa, siapa tau nanti beda prakteknya. Kasih aja yang terbaik.” Ujar Letta pada Udin menepuk pundaknya. Udin menghela nafas pelan melirik Letta.


Brakj. letta shok saat kursi yang Udin dan dirinya duduk bergeser karena di tending oleh seseorang. Brayen datang datang penuh keringat dan mata melotot.” Loe makek baju gue tanpa izin.” Teriaknya pada Letta.,


Letta menatap Brayen dengan tatapan polos menunjuki bajunya.” Gue tadi minjem baj-.”


'' Gue nggak peduli, ganti baju gue. gue nggak sudi baju gue dipakek sama loe..!!” tegasnya kepada Letta meotong ucapan Letta yang hendka menjelaskannya.


“ santé aja dong mas, nggak gitu juga cara ngomongnya.” Jelaas Udin kepada Brayen.


” Nggak usah ikut campur loe. Ini urusan gue sama nih cewek.” Jelas Brayen kepada Udin dan menatap letta dengan pandangan tajam.


” buka baju gue sekarang..” Tegasnya


Letta melotot.” Gue ngak pakek apa apa selain tangtop anjing.” Gumamnya.

__ADS_1


“ gue nggak peduli. Bukak..!” teriaknya menarik baju Letta hingga kancing bajunya terlepas.


“ Fine..!!! “ teriak Letta dan segera membuka kancing bajunya. Semua orang melotot melihat hal tersbeut.


Bugh. Letta diam merasakan tubuhnya dipeluk oleh Renja, menatap Brayen dengan tatapan tajam, Brayen membuang muka. Renja menarik tangan letta untuk menjadu dari sana.


” baju gue balikin dulu sebelum pergi.” Teriak Brayen keras.,


Letta membuka bajunya kembali tapi tertahan oleh Renja. Renja menariknya terus menjauh dari sana. “ apaan sih loe gue mau buka baju Anak kurang ajar itu.” ujar letta kesal menunjukan dua kancing teratas bajunya sudah terbuka.


Wajah renja memerah melihat atasan tubuh Letta yang hanya menggunakan tangtop dan lipatan pada bu4h d4danya sedikit terlihat.


Brayen melepaskan jaketnya dan memberikan pada Letta.” sorry tadi gue beneran nggak tau kalo gue ngasih baju Brayen, ganti pakek ini aja biar baju Brayen gue yang ganti.” Ujarnya pelan pada Letta.


letta mendengarnya menatap Renja dengan tatapan malas.” Oh iya semua ini gara gara loe.” Ujar Letta ketus segera pergi dari sana mengambil jaket dari Renja.


Tapi renja menahan tangan Letta dan menatap letta lamban. Letta menaiki satu alisnya menatap Renjua yang bergelagat aneh.” Loe aneh.” Gumam Renja pelan.


Letta menatap renja kesal.” Telat loe, “ ujarnya sudah berbulan bulan disini baru dibilang aneh.


Renja brdehem melihat Letta memasuki toilet menggantikan baju Brayen dengan jaket yang ia beri, sampai beberapa menit letta keluar menggunakan jaket oversize milik Renja, baju Letta terlihat miring karena kebesaran jaket yang tak menutupnya secara sempurnakan.


Renja pelan membenarkan kera hodie bagian baju Letta yang terbuka.


“ jadi loe lupa beneran sama gue mangkanya loe mau ngomong sama gue beberapa bulan ini?” Tanya Renja menaiki satu alisnya pada Renja.


“ artinya dulu kita musuhan?” Tanya Letta kepada Renja menaiki satu alisnya bingung.


Renja melirik letta diam sejenak, sampai Letta menggoyangkan lengannya, Renja menatap letta lamban.” Kita pernah pacaran pas SMP. Loe lupa?” tanyanya.


Letta melebarkan mata, kaget sebenarnya artinya Renja ini mantannya Letta? Pantas saja Remaja sikapnya paling bagus dan kalem.


“ kita putus kenapa?” Tanya Letta pelan.


Renja menggeleng pelan.” karena loe salah paham." jelasnya singkat,


Letta memijit pelipisnya isingkat.” Duh plis deh jangan sok dingin, ngomong yang jelas jangan dikit dikit. Gue nggak paham bahasa kalbu “ jelas Letta kesal.


Renja berjalan mendahului Letta, Letta ikut di belakang Renja yang entah kemana, “ dulu kita pacaran dua tahun pas smp.” Tegas Renja. Letta sjok sampai membuka mulutnya kecil dan mata yang melebar.

__ADS_1


Renja mengangguk pelan menduduki diri di kursi dekat taman di sebelah leb Fisika, di sana sepi sebab rata rata sudha pulang semua, sekarang memang sudah jam pulang. “ dan sebelumnya hubungan kita baik baik aja, gue nerima loe apa adanya dan loe manfaatin gue.” jelas Renja.


Letta mendengarnya hanya diam saja memandang Renja.” Loe jadiin gue atm berjalan, bahkan minta jajan sama gue. gue nggak masalah soalnya gue sayang banget sama loe. Sampai hari gue nggak tau dari mana pikiran sampek gue selingkuh, gue khilaf dan gue ketahuan sama loe.” Jelas Renja melirik letta dengan lamban, mencari apakah Letta ingat atau tidak, tapi tatapan Letta sangat lugas dan polos membuat dirinya yakin Letta memang melupakan dirinya dan ingatannya.


“ yang mutiusin loe atau gue?” Tanya Letta pelan.


“ loe.” Ujar Renja.


Letta mengangguk paham mendengarnya.” Loe nangis dan gue pun di sana mencoba buat perbaikin diri dan nemuin loe buat minta maaf, tapi loe bilang loe nggak mau ketemu gue lagi, loe benci sama gue. dan sampek sekarang kelas 3 SMA baru sekarang loe ngomong sama gue lagi.” jelasnya lagi dengan lirih.


Letta mendengarnya baru paham.” Berarti tiga tahun ini loe diem dingin sama gue gara-gara kita musuhan dan punya masa lalu kelam?” Tanya Letta paham.


Renja mengangguk pelan mendengar pertanyaan Letta. “ owh gitu.” Gumam Lettya mengangguk. Letta tidak tau harus bicara apa, rasanya canggung dan tidak bisa bicara apapun.


Suasana sangat dingin dan canggung, ditambah Renja yang terus menatapnya dalam, Letta tersenyum lebar.” Kalo gitu sekarang kita temenan aja, walaupun kita mantan kan nggak baik buat berantem atau musuhan, “ jelas letta meninju pelan lengan renja.


Renja menggeleng pelan.” dulu bahkan loe nolak buat berteman, dan bilang buat seakan kita saling nggak kenal. Letta gue masih nggak yakin loe seberubah itu pas udah ilang ingatan. Bakan sikap loe berubah, kalo gue tau, udah dari dulu gue buat loe ilang ingatan.” Ujarnya berbisik.


“ loe masih suka sama gue? masih belum bisa move on?” Tanya Letta kepada Renja heran. pasalnya pandangan Renja kentara sekali jika dia menyimpan hal mendalam.


Tatapan Renja sekaan mengatakan saya masih mencintai kamu meskipun sudah tiga tahun sekalipun. Renja hanya diam tak menjawab sampai suara Brayen yang datang dan bicara kasar.


” Disini loe?” tanyanya dingin pada Letta.


Letta segera bangun dari kursi diikuti oleh Renja. Renja menghela nafas pelan menyembunyikan Letta dibelakangnya.” Sorry Bry tadi gue beneran salah ngasih baju. Ini salah gue bukan salah Letta.” tegasnya kepada Brayen yang masih terlihat bengis.


“ udah sih, baju loe juga nggak kena kuah bakso kan? gue juga nggak panuan atau kurapan sampek loe setakut itu kena penyakit kulit gue. harusnya gue yang takut ketularan penyakit kulit loe. Atau bisa jadi gara gara makek baju loe gue kena rabies.” Jelas letta malas.


Brayen melebarkan mata memandang Letta tak terima.” Loe contoh anak nggak kena campak sejak bayi, lihat badan gue sorry banget kalo ada panuan atau kurap.” Ujarnya dengan dingin dan kesal.


Letta menaiki pandangannya pada Brayen dan menatapnya malas.” Yaudah sih santé aja kalo gitu.” Ujarnya memutar bola mata malas.


“ mulut loe bauk t4ik.” Jelas Brayen merebut baju ditangan Letta tapi Letta tahan dan Letta buang, menginjak-injaknya.


Brayen melebarkan mata.” Gue ganti baju loe, sorry banget makek bekas loe, tapi loe kurang beruntung makek bekas gue.” jelas letta menjulur lidah mengejek pada Brayen. Brayen menahan tangan Letta yang hendak kabur.


Letta tidak suka segera menggigit tangan Brayen.


Agrhhj.

__ADS_1


Brayen kesakitan akan tingkah letta menarik rambut letta kuat tapi Letta lebih kuat menggigitnya hingga berdarah dan melepaskannya. Brayen shok.


" Mati aja loe!!!" Teriak Brayen mengibas tangannya yang terasa perih.


__ADS_2