
Putra mendengarnya hanya diam menggeleng tak suka” Mau kemana?” Tanya Putra pelan dan lembut,
Letta melirik putra malas.” Mau pulang,,, “ jelas Letta pelan. kenapa putra jadi alay begini? kemana putra yang pendiam dan tak banyak cakap.
Putra menggeleng tak terima.”nggak boleh.” Bisiknya mengusap lengan Letta dan menggeleng.
Letta menepis tanga putra kasar kasar.” Cepetlah, gue mau pulang mau mandi, “ bisik Letta lelah.
Putra mengerjkab pelan” tapi nanti loe pergi lagi.” bisik Putra lirih.
” Enggak, gue masih hidup akh sana cepet gue capek.” Ujar Letta membuka pintu bagian Putra. Ingin mendorong nya agar cepat keluar dari sini.
Purra menahan tangan Letta dan memeluk Letta memelas, Letta melepaskan pelukan tapi Putra menahan letta.” minta alamat sama no wa biar nanti bisa ke sana dan chat.” Bisiknya pelan.
Letta berdehem pelan.” iya lepas dulu, kalo gini mana bisa..” jelas Letta.
Putra menggeleng.”nggak mau.” Rengeknya.
Letta mendengarnya mengernyitkan dahi, mana ini polisi dingin dan pendiam? "Lepas atau gue nggak akan mau ketemu sama loe lagi.” Tegas Letta,
Segera Putra melepaskan pelukan kepada Letta dan memandang Letta dengan pandangan nanar dan sedih.” Masih aja galak, kirain udah enggak.” Gumam Putra cemberut.
Letta memandangnya kesal, mendorongnya keras untuk keluar mobil. “ iya iya, jangan dorong dorong ayang nanti jatoh.,;” ujar Putra keberatan di dorong dorong,
melihat Putra tajam Letta hendak menutup pintu.” Eh nomor sama alamat dulu.” Jelas Putra menahan letta.
“ 08.” Sebut letta membuat Putra buru buru mengambil hpbnya dan mencatat nomor dari Letta. Letta hanya menjelaskan secara pelan dan cepat cepat.
Sudah Letta segera hendak menutup pintu tapi tertahan dengan Putra kembali, memandang letta cengengesan ia menggeleng.” gue cek dulu, ntar loe boong lagi soal no nya, siapa tau kurang kloset yang loe kasih” serunya tak tenang.
__ADS_1
Letta memandangnya Putra menyipit, kenapa dia sangat menyebalkan???
Dtringg.. hp letta berbunyi baru senyum putra mengambang.” Oke deh. Hati hati ayang..” ujarnya melambaikan tangan menutup pintu mobil letta pelan.
Letta memutar bnola mata jengah, ingat itu memang panggilan Putra kepadanya dulu, ayang ayang haha Letta sedikit tersenyum mengingatnya, membunyikan klakson Letta meningalkan perkarangan rumah.
Putra melihat Letta menjauh segera masuk dan berteriak.” Bunda Putra mau kawin.!!!!”
Bulan dan keluarga yang di dalam sedang makan malam tersedak mendengarnya teriakan Putra.
Ingat dulu putra juga pernah begini karena ingin menikahi Letta.
.....
Menguap pelan letta memasuki rumahnya, memandang keseluruhan yang sudah di matikan lampunya, Letta melepaskan sepatu tenang dan segera masuk, menuju dapur membuka tudung saji, ia tersenyum tipis melihat telor ceplok dua buah, ada sayur tumis sayur buncis dan jagung dicampur bakso. Ada note di sana segera Letta ambil dan baca.” Makan, jangan nyusahin ibuk bapak..!!!”
Letta mencibir Nato yang menulisnya, membuangnya sembarang Letta mencuci tangan dan segera makan makanan yang di siapkan oleh Nato, mengambil nasi. Di rumah ini sayur tidak selalu ayam, ataupun ikan, beragam, dimulai dari sayur, telor itu membuat letta tidak pernah bosan, bahkan makanan yang dulu tidak pernah ia makan bisa ia nikmati, seperti sayur bening kelor dan ikan asin.
....
Di sisi lain Fajar memandang langit langit malam sunyi, melirik Hpnya yang sepi, ingatannya terarah pada dulu dimana letta yang terus memberikan dirinya pesan, sekedar mengucapkan, selamat malam Fajar, jangan lupa makan fajar, fajar jangan lupa pakai jaket cuaca halaman ini sangat dingin.’
Atau bisa juga ia mengirim video random yang lucu dari aplikasi media social.’ Fajar lihat deh ini lucu banget. ‘ ih fajar serem, ada kuntilanaknya., ‘fajar nanti gue nebeng yah sama loe pulang sekolah’
semua pesan tidak pernah ia gubris, bahkan ia senyapkan, beberakpa kali ia menelpon atau VC tapi tak ia angkat. Untungnya Letta itu tidak terlalu sering menelponnya, lagian ia suka memblokir nomor letta yang di rasa menganggu. Tapi sesering apapun ia memblokir atau menukar kartu, Letta pasti akan tetap menghubunginya dirinya dengan atau apapun caranya.
Semenjak Letta berubah, sekarang rasanya sunyi, sepi. Hanya ada Kirana yang memberikan dirinya pesan, hubungan keduanya retak karena Kirana memang sudah bertunangan dengan Mars, tapi Fajar pun tidak berniat melanjutkannya kembali, bukan masalah apa, ia tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain.
Fajar masih memiliki harga diri tinggi sebagai laki-laki
__ADS_1
“ ngapain loe diem sendiri di sini?” Fajar melirik Zeyn yang duduk di sebelahnya sembari membawa kopi. Menggunakan baju kaos oblong dan celana pendek, dia terlihat lebih fresh dan muda. Fajar menggeleng pelan dan memainkan hpnya.
Zeyn melihat chat yang ada di hp fajar yang terlihat, dari Letta, di sana ada banyak pesan yang tak dibalas.” Loe nyesel nyianyiain letta?” Tanya Zeyn pelan.
Fajar menggeleng tegas.” Enggak, ngapain nyesel, dia kan pengganggu.” Gumam Fajar malas.
“ loe kenapa nggak suka sama dia??” Tanya Zeyn lamban
,
Fajar melirik abangnya malas.” Secara dia cantik sih, cantik banget malah, malah dibanding cewek loe Kirana Kirana, letta jauh lebih cantik, badan dia berisi propersi cewek yang bagus, tinggi, manis dan perhatian.” Gumam Zeyn tersenyum masam.
Fajar mengangkat bahunya, semua yang dikatakan Zeyn benar.,” gue nggak bisa lihat hal baik dari dia, dia terlalu ngekang dan toxic. Gue nggak suka hubungan toxic, semisal sekarang aja dia belum jadi pacar gue dia udah ngekang gue, gimana nanti kalo gue jadian sama dia, bisa jadi gue nggak punya dunia gue sendiri.” Jelas Fajar jujur.
Zeyn membenarkan ucapan Fajar, seluruh alasan tidak ada yang di buat buat, terdengar jelas dan transparan. “ hmm semisal kalo gue nikah sama Letta loe nggak ada masalah kan?” Tanya Zeyn kepada Fajar lagi memastikannya.
“ loe suka beneran sama Letta?” Tanya fajar pada sang kakak lamban, ada rasa tak rela dan tidak terima di hatinya jika Letta menikah dengan Zeyn, kenapa tidak dengan yang lain saja? Kenapa harus dengan kakaknya, dengan laki laki lain mungkin ia akan terima, tapi jika dengan kakaknya sendiri.?
Zeyn menghela nafas pelan, ingat hubungan dirinya dan letta. “ pertanyaan loe nggak harus gue jawab kan?” Tanya Zeyn pelan.
” harus.” Gumam fajar pelan.
” kenapa harus? Loe masih penasaran sama Letta???” tanyaZeyn melirik Fajar menaiki satu alisnya.
“ karena..” suara Fajar tercekat untuk memberi alasan.” Karena kalo loe cinta loe bisa nikah kalo nggak jangan.” Gumam Fajar ragu..
Zeyn tersenyum miring.” Gue lebih paham sama perasaan gue, nggak harus loe ajar.” Jawabnya tegas.
Fajar melirik zeyn sinis.” Loe mau sama letta karena nggak mau di jodohin kan?” tanyanya mengejek.
__ADS_1
Zeyn melirik Fajar dan mencibirnya pula.” Menurut loe gue sepasrah itu jadi orang?” tanyanya tersenyum miring. " Dan loe sepenurut itu????"
Fajar terdiam memandang sang kakaknya, mencari jawaban yang tidak di dapatkan, tapi ia tidak mendapatkan apapun, yang artinya ia memang sudah kalah.