Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
musnah


__ADS_3

Pulang tak ke rumah, Letta membawa bubur ke rumah sakit di jam 12 siang, sampai di sana, ia mendapatkan ada Pluto yang duduk main game dan Mars yang masih tidur di kasurnya.


” Siang.” Jelas Letta memasuki ruangan tenang. Pluto mendongak menatap Letta yang masuk.” Oh hai.” Jelas pluto melanjutkan gamenya.


Letta masuk dan menaruh bubur itu di atas nakas, menatap keadaan Mars yang terlelap.” gimana keadaan Mars?” Tanya Letta pada Pluto.


” Dia udah baik kok, Cuma dia emang sedang tidur aja. “ jelas Plito mulai mematikan hpnya menatap Letta yang datang.


“ tante sama Om kemana?” Tanya Letta


kembali melihat ruangan ini sunyi.


” Mama sama papa lagi pulang, papa kerja kalo mama dia istirahat dan mandi.” Jawab Pluto.” Loe bukannya baru masuk kuliah hari ini? kenapa udah ada di sini?” Tanya Pluto aneh.


“ gue Cuma masuk pagi, ada satu mata kuliah lagi siang nanti tapi dosennya Masih di Lampung belum bisa masuk. Jadi gue mau ngambil seragam sama ke sini aja buat jenguk Mars.” Jelas Letta menatap Pluto tersneyuum tipis. Pluto mengangguk pelan mendengarnya.


“ Letta..” Mars bicara mengerjab merasa terganggu saat mereka bicara.


Letta menatap mars yang bicara dengan serak.” Oh udah bangun, gimana keadaan loe?” Tanya Letta kepada Mars lembut.


Mars tersenyum tipis karena ada beberapa jahitan di wajahnya. “ udah baikan. Thanks yah... mama udha cerita semua kemaren.” Gumamnya tipis, sebab jika ia bicara banyak ia akan merasakan sakit di wajahnya.


“ jangan di ajak ngomong sama ketawa dulu lett. Takutnya lukanya nanti lepas dan nggak kering.” Jelas Pluto serius.


Letta mengangguk.” Berarti belum bisa makan dong?” Tanya Letta kembali duduk.


Mars menggeleng.”nggak bisa, dia masih makan bubur cair yang di siapin sama rumah sakit. gigi dia masih goyang soalnya. Sama lukanya bisa terlepas kahitannya nanti.” Jelas Pluto bukan Mars.


” Yah gue bawa bubur soalnya buat Mars.” Jelas letta menunjukan bubur.


“ buat gue aja.’ Jelas Pluto semangat,


Letta melirik Pluto dan terkekeh.” Loe mau?” tanyanya.


“ mau lah. Gue belum makan dari pagi tadi.” Ujarnya membuka pelastik makanan, Letta mengambil satu juga membuat Mars menyipitkan mata menatap Pluto. Anak sialan ini kenapa memanfaatkan keadaan, mengambil miliknya. Andai jika dirinya sehat, sudah pasti Pluto ini ia lempar menggunakan bubur itu juga. Pluto kampret.


Letta melirik Mars yang terlihat kesal.” Makan.. ini bubur kesukaan gue sejak dulu, nanti kalo loe udah sembuh gue traktir yah.” jelasnya terkekeh.


Mars g hanya bisa berdehem pasrah dibuatnya. “ btw udah dapat belum motif kecelakaannya Mars kemaren?” Tanya Letta pada Pluto yang masih membuka bungkusan ayam dan juga kuah ke dalam steropom bubur mereka.


Plito mengangguk.” Katanya rem Mars blong. Tapi anehnya kampas rem mobil dia baru udah di ganti bulan lalu, dan itu masih pakam, dilihat dari mobilnya, remnya memang putus kayak ada yang sengaja.” Jelas Pluto kepada Letta dingin.


Letta mendengarnya kaget melirik mars.” Ada yang berniat buat ngebunuh Mars berarti.,” gumam Letta mengangguk paham.


Pluto mengangguk.” Dugaan terkuat iya. Kasusnya masih di selidiki sampai sekarang. Semoga aja pelakunya ketemu.” Tegas Pluto.


“ amiin,” gumam Letta mengangguk mulai menyuapi mulutnya sendiri tenang.


“ btw enak banget let.” Jelas Pluto memakan bubur berbinar, menggunakan tongseng daging juga dan daging ayam suir. Ini bubur terenak yang ia pernah makan.


” Iya emang legenda banget bubur ini. udah puluhan tahun masih enak sama masih rame aja.” Gumam Letta tersenyum tipis. Ini bubur kesukaanya di kehidupan sebelumnya hingga sampai saat ini. tetap enak membuat ia ingat pada Reta dan Zaxi yang juga menyukai bubur ini juga.


Pluto mengangguk.’” Bagi tau yah ntar dimana loe belinya. Enak banget soalnya ini.” gumamnya senang melahap Full.

__ADS_1


Letta menggeleng dibuatnya, melihat Mars yang semakin suram, wajahnya memerah memandang Pluto tajam,.” loe kenapa? Panas? Tambahin suhu ac nya saja kalo gitu.” Gumam Letta padanya dengan pelan.


Pluto melihat Mars dan menjulurkan lidah mengejek. Melirik Letta dengan polos.


” Eh itu di bibir loe.” Ujar pluto membersihkan sudut bibir Letta yang bersih, pura-pura saja jika ada sesuatu di sana untuk memanasi mars yang menyaksikan mereka. Lihat mata mars yang memerah dan urat leher yang keluar itu. Pluto mati-matian menahan gelaknya agar tak meledak.


Letta mengerjab polos tak paham sampai Pluto mengupas pipi Letta lembut.” Gemes banget sih hehe.” Gumam Pluto menjadi-jadi .


Tangan Mars mengepal memandang Pluto yang mencari mati. Pluto memeleti Mars dengan senang. Tatapan Mars seakan mengingatnya.’ Awas aja loe nanti. Gue bakar loe hidup hidup.’


PLuto ter kekeh melihat Letta yang menambahi suhu ac di ruangan ini.


sialan.” Batin mars


.......


Menatap tajam kearah dalam clubbing yang ia masuki, mengawasi seseorang sejak tadi, “ Gue jatuh miskin. image gue jatuh gara gara video live gue viral hiks hiks. Semua orang tau bokap gue korupsi dan masuk penjara..."Tangisan Blele menggenang di dekat Cinta yang menatapnya ikut prihatin.


“ sabar ayah bel. Kan kita masih bisa open...” jelasnya.


Plak. Belle menengpeleng kepala Cinta, Cinta meringis melihat belle yang sudah mabuk.” Om.. gue butuh sugar dedy..” gumam Belle kepada Cinta kesal dan marah.


Tetapi ia maish setengah sadar,.” Yaudah kita ke kamar dulu. Orang yang nyewa loe udah dateng.” Jelas Cinta tegas.


Belle terkikik.” Pasti dia kaya banget. Soalnya dia ngasih gedean malam ini ketimbang malam sebelumnya sama cowo lain.” Gumam belle senang, memasuki hotel yang ia sewa secara lebih dalam.


Kamar yang mereka sewa terdapat sosok yang sudah menyewa mereka, memasuki ruangan Cinta mengantarkan Belle menduduki ranjang menatap sosok tinggi memunggungi meteka menatap jendela.


Letta berdehem pelan di sana. menoleh menatap mereka dingin.


Bella dan Cinta tersontak kaget melihat sosok tersebut menggunakan hodie menutupi hampir seluruh kepalanya. Kaca mata hitam dan juga masker hitam,


Cinta sontak meundur menatapnya kaget. “ Belle.. Cinta.” Gumam Letta mendesis memainkan pisau di tangannya sendiri.


“ si siapa kau?” Tanya Cinta kaget melihat di tangan sosok asing itu memegang pisau.


Srak., arkkk Cinta kaget saat tiba tiba lehernya di cekik kuat oleh pria asing di depannya. Buru buru memberontak karena ketakutan Cinta malah di goreskan pipinya menggunakan pisau tajam milik sosok asing tersebut. tusukan dalam itu membuat cinta Teriak kesakitan Cinta kalaf tak bisa bernafas hingga wajahnya memucat.


darah mulai menetes di lantai karena lukanya., tidak diberi kesempatan menangis karena dicekik ia bisa diam menikmati sakit dan pedih luka.


Letta menonjolkan tubuh Cinta di dinding dan menggoreskan ujung pisau di setiap garisan diwajah Cinta yang tidak bisa berteriak, bernafas atau bahkan untuk menangis sebab cekikan yang begitu kuat.” gue udah muak sama kalian... “ Gumam Letta dingin dan mengarahkan pisau itu disebelah mata Cinta.


Cinta merongos memejamkan mata ketakutan. Menusuknya kuat disebelah mata Cinta. Cinta berteriak histeris.


Prak.. letta menghempaskan tubuh Cinta ke lantai kuat saat darah mulai mencuar.


Mendekati Cinta dan mematahkan lehernya dengan sekali gertak. Cinta berteriak histeris kesakitan karena mata nya.


Letta melirik kebelakang dimana Belle yang setengah sadar melihat hal itu takut.” si siapa kau?” teriaknya dengan gugup.


Letta tersneyuum miring mendekati Belle dan mengambil pas bunga dii dekat nakas memecah kan kaca tersebut hingga suaranya bergema di ruangan.


Saat itu juga ia mengarahkan kaca itu ke wajah milik Belle. Belle terteriak histeris kesakitan sebab luka begitu dalam mengenai pipinya. Letta menekan kaca tersebut hingga terselip di pipi Belle.

__ADS_1


Letta menjambak rambutnya kuat dan mengarahkan pisaunya dileher Belle


. Srak.. argkkk. Teriak Belle tertahan merasa getir darah mencuar hebat di leher dan pipinya.


“ gue benci banget denger suara loe yang terus menggonggong, lebih baik loe nggak usah bisa ngomong yah..” gumam Letta tersneyuum miring menjambaknya lebih kuat., mengukir keras sayatan di bagian leher kananya dan srak.


Argh. Belle ketakutan semakin berteriak tertahan saat pisau menancap hebat di mata sebelahnya.


Letta tak segan menghempaskan tubuh Belle ke lantai.” itu balasan buat loe bikin adek gue masuk rumah sakit.” gumam Letta tersneyum miring dan segera pergi dari raungan itu.


keadaan Belle dan Cinta mengenaskan, dilapisi banyak darah di sekitar tubuhnya, terutama bagian mata. Letta pastikan mereka menerima ganjaran apa yang sudah mereka perbuat. Letta tidak suka bermain main kepada mereka lebih lama lagi. Letta bukan berasal dari orang baik.


....


Putra memandang rumah Letta sumringah, sudah satu bulan di tugaskan diluar kota membuatnya sulit bertemu, kadang jika ada waktupun dirinya hanya sebentar di Jakarta dan sebentar lagi kembali bertugas diluar kota, hanya diberi waktu satu Minggu untuk pulang.


Putra segera turun dari mobilnya dan mengetok pintu rumah Letta, menunggu dengan tenang hingga sosok anak yang special mendekatinya mengerjab binguung.


” Hallo., ada Letta nya?” Tanya Putra kikuk kepada adek di depannya.


Anak tersebut memandnag dirinya tidak suka dan bergumam melempooar nya menggunakan mainan. "Abababa..” gumam Nemo tak suka kepada Putra yang mencari kakak kesayangannya. Putra kaget melihat mainan menimpa dadanya penuh liur itu.


“ eh Nemo.” Tegas Nadia melihat anaknya yang berlaku kasar pada sang tamu. Nadia meringis mendektai Putra yang diam di dekat pintu.” Aduh maaf yah. ada apa?” Tanya Nadia menarik Nemo untuk menjauhi Putra.


Putra menggeleng.” Cari Letta Tan. Ada?” tanyanya.


“ oih ada. Tunggu bentar yah tante panggilkan.” Gumam Nadia tersenyum segera memasuki rumah dengan membawa nemo.


Menunggu beberapa menit sampai sosok letta datang menggunakan hodie mendekati dirinya menguap.” Lama banget. Udah jam setengah 9, nanti kemaleman kita.” jelas Letta kesal pada Putra,


Putra menggaruk tengkuk tak enak.” Sorry tadi ada kerjaan dikit.” Gumamnya pelan.


Letta menganguk melirik Nadia di belakangnya.’" Letta mau keluar sama Putra dulu yah buk. “ jelas Letta segera salaman.


Nadia menganguk menepuk pundak letta.” hati hati yah. jangan malem banget pulangnya.” jelas nadia tegas. Letta mengangguk segera diikuti Putra menyalami tangan Nadia, lalu pergi dari sana.


“ ikut.” Teriak Nemo menggapai tangan Letta,. Nadia menahannya dan menggeleng. menyuruh letta pergi lebih cepat. Letta buru buru memasukinya mobil putra, Katakan dirinya jahat tapi emang tidak mau Letta berurusan kembali dengan Nemo. Jika sakit lagi tau rasa dirinya.


Menghela nafas letta mengusap keringatnya yang menggenang di kening. Putra terjekeh dibuatnya. “ dia adek loe? Kenapa nggak di ajak aja sekalian nggak apa apa kok.” jelas Putra membantu Letta mengusap kening letta yang berkeringat menggunakan lengan bajunya. Tetapi terhenti saat merasakan cairan kering dan beku berbentuk darah di kening Letta,. mengerjab memandang letta penuh tanda Tanya.,


“ soalnya Nemo nanti bikin masalah gue nggak mau berurusan dengan masalah lagi.” jelas Letta jujur.


Putra menganguk paham menjauhkan tangannya dari kening letta.” loe dari mana?” tanuya Putra meneguk Saliva kering.


“ ngak kemana mana, kenapa?” Tanya Letta pada Putra.


Putra menunjukan lengannya yang menyentuh darah beku. Letta mengerjab pelan menatap hal itu.” itu apa?” Tanya letta polos.


“ OH itu darah ayam kampung yang bakal ibuk gue jual nanti, lauk buat nasi kuning besok orang pesennya. Yaampun gue mandi nggak bersih.” Jelas Letta menepuk jidatnya.


Putra menghela nafas pelan mendengar hal itu.” syukurlah. Gue pikir loe masih kayak dulu, suka buat balas dendam.” Jelas Putra kembali terkekeh pada Letta.


Letta mengangguk paham saja. Tidak mungkin Letta menceritakan jika ia memang baru saja balas dendam dengan orang orang mengusik hidupnya, dan ia akan memusnahkan secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2