Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
kembali bertemu di situasi buruk


__ADS_3

.


.


. saya tu kurang paham mengenai kedokteran, jika ada yang salah maklum yah hahaha.....


.


.


Usai dari acaranya di gedung pelatihan kemarin, Letta dan Nato kembali ke apartemen bersama ibu dan ayahnya, tapi mereka tak bisa lama lama, malamnya sudah pulang sebab mereka harus kembali kerja, banjir orderan setiap harinya.


Catering mereka sangat sangat terkenal sampai pejabat selaku memesan di tepat mereka setiap hari. Kemarin ada pesanan untuk acara jadi Agung dan andia harus pulang duluan.


Menatap Letta yang duduk di sofa, Fani melirik letta malas, sedangkan Letta memakan nasi kuning miliknya nyaman.” Nato gue mau bagi bagiin aja deh kayaknya ini tumpeng sama temen temen gue aja nggak sih, merelakan anak kos pasti seneng tu. banyak banget kan rugi kalo diginiin aja.” gumam Letta pada nato.


Nato berdehem pelan di depan letta. “ iiya boleh..” jelansya.


Letta tersenyum lebar.” Gue mau beli mika nya dulu kalo gitu. "Jelas letta.


” gue aja, loe di apart aja pasti capek habis pelantikan.” Jelas nato.


” Nato aku mau kamu temenin aku loh .’ Gumam Fani memelas pada nato.


Nato mengleng pelan.’' kamu disini aja bareng Letta. aku mau beli mika.” Jelasnya segera keluar.


Fani menatap letta menyipit matanya. Letta yang ditatap begitu menaiki alisnya.” Kenapa?” Tanya letta santai.


‘' loe bisa nggak sih jangan nyuruh cowo gu mulu? Loe tu udah gede masa mau di manjain mulu.” Gumam Fani ketus pada Letta.


Fani bukan wanita pertama yang tak menyukai letta, sebelum sebelumnya wanita yang dekat dengan Nato juga begitu karena nato sangat mengutamakan dirinya.’' Kenapa loe nggak minta sama cowo loe aja?? Suruh diia jauhin gue.” jelas Letta tegas.


Ani mendelik.” Loe aja kenapa sih?”


'‘nggak bisa gue. ''jelas letta malas pada fani.” Semisal kalo loe mau sama nato artinya loe juga mau sama gue sama orang tua gue. bukan sama dia doang, “ jelas Letta tegas dan malas. “ Fani fani.” Gumam letta menggeleng pelan.


Mendengus kesalahan fani menatap letta tak suka.” menurut loe wajar nggak sih kalo nato yang selalu pulang lebih duluan, ngak mau gue ajak nongki karena loe belum pulang kerja, selalu masakin loe pagi sore, sampek ke wikand aja dia nggak mau keluar kalo loe ada di rumah?? Letta loe pikir nggak sih di dunia ini bukan Cuma tentang loe doang?” tanyanya tegas.


“ tapi menurut loe Nato itu harusnya tau di dunia loe doang gitu?” Tanya Kertas pada Fani. “ btw gue nggak pernah minta Nato buat ngurusin gue, tapi karena dia ngerasa dia abang gue, dia bertanggung jawab besar sama kehidupan gue., dan kalo loe ngerasa ingin di nomor 1 kan, loe siapa?? Cuma pacar kan? semisal kalo istri yah gue angkat tangan, gue juga sadar posisi gue.” Jelas Letta terkekeh.


“ lagian gue tau kok loe selingkuh sama temen nato.” Jelas Letta.


Fani melebarkan mata mendengar itu.” jangan Tanya gue tau dari mana dan loe pikir gue ngak tau apa apa tentang loe. Gue tau semuanya fan. Gue tau Cuma karena gue nggak mau aja ikut campur urusan loe sama nato.” Jelas Letta dingin dan sinis,


“ gue nggak selingkuh.” Jelas fani.


” Perlu bukti? Gue ada tuh foto loe sama cowo lain di lampu merah bawa motor Bebek.” Gumam letta terkekeh pelan.


Fani mengepalkan tangan kesal mendengar itu,” itu kakak Loe Nato.” jelasnya tegas.

__ADS_1


“ yakin loe? setahu gue keluarga gue nggak ada motor bebek? Gue juga lihat tu cowok nyium loe dibibir.. mau juga fotonya??” Tanya letta dingin.


Fani terdiam disana.” gue pastiin loe sama Nato putus, kalo nggak loe jauhin dia gue yang sebar foto loe ke social media.” Tegas Letta. Fanni mendengar itu gelagapan dan kaget.


"Oke loe bisa bebas sama Nato!!" tegas Fanni nanar.


" Lah Napa loe yang repot. gue emang adeknya!" jelas Letta sinis.


.......


Menatap lamban ruangan dirinya. Letta menghela nafas pelan, ini seperti bukan ruangan layak untuk dokter, sebelumnya ia berada di rumah sakit dengan pasilitas yang bagus dan luar biasa bersih, ini ada jamur di dinding, retak dan bahkan ac nya sudah sangat lusuh dan tak lagi berfungsi.” Selamat dokter letta..” jelas dari seorang.


Letta melirik siapa yang mengajaknya berjabat tangan, tersenyum tipis mengangguk menjabat tangannya.” Thankks Mars.” Gumam Letta dengan senang.


Mars terkekeh pelan, dia memang manager di rumah sakit ini. “ loe udah siap kan?” Tanya mars berbisik.


Letta mengangguk pelan. Mars mengangguk, Mars memang mengajak Letta ke sini untuk meminta bantuan di rumah sakit ini, dirinya sebagai manager selalu di pandang buruk dikarenakan semua dana dari rumah sakit orang beranggapan dia yang korupsi, padahal tidak. Mars selalu mencari rute dimana keuangan itu hilang tapi tetap tidak ditemukan tampa jejak membuat dirinya harus berpacuh tangan. Mars harap nanti saat dimana uangnya sudah cukup, ia akan membeli ini rumah sakit.


“ selamat dokter letta.” jelas dari rekan kerja yang lain.


Letta tersenyum formal di sana menjabat tangan mereka.” Oph yah perkenalkan nama saya dokter Lea..” jelas salah satunya. Wnaita berjijab manis dengan tahi lalat di dagu,. Lalu pria yang lain. sampai Letta tak tau siapa nama nama mereka..


“ yasudah kita mulai dari pembagian. Letta untuk ruangan kamu, bukan di sini.. tapi di sana..” jelas Mars membawa Letta menjauh, letta menaiki alisnya heran.


” Kenapa di pisah sama dokter lain?” Tanya letta tidak terima.


Mars menggeleng.” kamu harus di ruangan yang bersih...” jelasnya.


Mars menahan letta dan menggeleng pelan.” jika di ruangan terpiasah kita akan lebih mudah bicara.” Jelas Mars. Letta hanya bisa berdehem paham dan menghela nafas. oke kali ini ia mengalah.


agenda Letta hari ini adalah penyambutan, ruangan baru hingga bertemu presiden rumah sakit tetapi tidak datang, dokter disini sangat sedikit hanya dihitung jari, itupun jam malam kadang suka kosong disini karena tidak ada yang jaga malam,


Lalu untuk gaji tak usah di bicarakan. Gaji tak gaji bagi letta sebab gajinya disini jajannya satu minggu tidak cukup, jangankan sebelum sehari juga sudah akan habis. Letta hanya mengabdi sejenak untuk membantu Mars.


Sampai siang... letta harus menunggu di ruangannya..


“ dokter..” teriak dari perawat membuat letta menatap siapa yang masuk.” Ada korban kecelakaan." Ujarnya panik.


Letta menaiki alisnya.” Saya dokter jantung bukan dokter umum.” Jelas Letta aneh. Disini kan sudah tertera bahwa dokter sudah di pisah pisah. Dan dirinya dokter spesialis jika ada yang jantungan baru ia yang datang.


Perawat menggeleng pelan nanar.” dokter Milan sedang keluar dan tidak ada dokter lain, kata dokter Adit dokter Letta bisa menangani korban kecelakaan. Dokter tolong.” Jelas dari perawat itu memelas. Perawat cantik menggunakan hijab terlihat sangat tulus memohon.


Letta mengingat jadwalnya yang masih kosong mengangguk segera berdiri dari posisinya, segera berangkatlah menuju ruang UGD.


Sebenarnya ini bukan lagi jobnya tapi kan sudah dikatakan sedari awal disini kekurangan dokter, mau bagaimana lagi dari pada kehilangan nyawa.


” Harusnya dokter canva yang jadi prof di sini. Bisa habis kalian.” Batin letta mengingat dokter Cnava yang sangat tepat waktu.


bisa bisa dipecat semua dokter yang tepat.

__ADS_1


Sampai di depan pintu UGD letta menatap siapa yang berdiri khawatir di sana ragu, dari belakang ia bisa merasakan aura keakraban, sampai sosok itu menoleh ke belakang menatap dirinya kaget. Letta sama kagetnya sebab itu Putra... laki laki yang sudah lama menghilang dari hidupnya.” Dokter ayo masuk ke sini.” Jelas dari perawat.


Letta dengan lingliung melirik perawat dan mengangguk,. Melewati Putra yang terlihat cemas. Lirikan Putra pada Letta tertegun... tubuhnya seperti menjadi kaku tak bisa bergerak.. Letta


Letta berdehem pelan amsuk ke ruangan IGD yang dimaksud, ruangan pasien cukup bagus dan terawatt, di sana terbaring seorang anak yang tubuhnya penuh darah sedang di bersihkan oleh dua perawat.


anak ini... anak yang kemarin ia bantu di taman kan? yang di bully?


apa... Letta terdiam .. Astaga pantas dirinya terasa akrab. dia Juya, Anak Putra dan Jasmine!!!!!


” Jangan.” Tegas Letta menahan mereka yang membersihkan luka anak secara salah. Merdeka kaget mendengar teriak letta yang membahana membuat pasien lain disana kaget.


Letta menarik lapnya dingin.” Kalian ini perawat macam apa? hanya membersihkan hal begini saja tidak becus,. Menyingkir.” Tegas letta dingin . " Besok besok kuliah lagi saja kalian!!"


mereka sontak mundur menatap letta takut, sebab Letta menyeramkan.” Kamu... “ tegas Letta menunjuk waktua berhijab memanggilnya tadi.


” Ambilkan ..” letta memerintahkan ia untuk membersihkan luka sih anak menggunakan air hangat, lalu menaruh beberapa tetesan untuk tubuh sih anak agar tak lagi mengeluarkan darah.


Fokus pengecekan bagian kepala. Letta dengan teliti ,memahami dari setiap tindakan., suara detak jantung sih anak nyaris tak terdengar, Letta kaget sontak menganbil alat yang tertera di sana.” siapkan.. detak jantungnya tiba tiba berhenti.” Tegas Letta dengan gelagapan.


Segera mereka minggir membiarkan letta untuk menanganinya. Di depan ruangan putra menatap kosong ke dalam ruangan, melihat bagaimana tindakan didepan ruangan, suara seruan dan juga anaknya. ingatannya dimana dirinya yang masih di kantor mendapat telepon dari sekolah jika anaknya jatuh dari lantai dua..


Putra tidak tau apa yang terjadi rasanya tubuh putra melayang.


Segera ke sini, dan sudah mendapatkannya anaknya dalam keadaan terlika parah, rumah sakit ini yang paling dekat, karena merasa darurat mereka membawanya ke sini.. putra juga tidak tau jika di sini ia kembali bertemu di masa lalunya.


Letta, apa sekarang dia sudah menjadi dokter??? Satu hal yang Putra tidak bisa pungkiri. Sekarang letta semakin cantik dan hebat..


Letta menghela nafas pelan merasa rumit pada anak laki laki yang ia tangani., untungnya jantung itu kembali terdengar, letta memegang dada sih anak dan mendengarnya lagi, nyaris kehilangan seorang anak . Letta menghela nafas pelan...” siapkan donor darah. Anak ini kekurangan darah. Rumah sakit ini memiliki golongan darah A positif kan?” tanyanya.


Mereka saling lirik.” Maaf dok, sekarang kita sedang tidak memiliki stok darah.” Jelas perawat.


” Terus kalian pikir rumah sakit ini gunanya apa? Masa darah saja Tadak tidak punya?? Kalian mau pasien ini mati ha?” sentak Letta murkah.


Mereka kembali kaget.” Segera keluar dan katakana kepada ayahnya tadi, anaknya membutuhkan donor darah, periksa darahnya dan bersegera lah."tegas Letta marah.


Perawat slaing lirik segera keluar.” Dokter cantik suka marah marah.” Gumam mereka kesal.


Segera keluar mendapatkan ayah dari anak mereka berdehem.” bayaimana keadaan anak saya sus?” Tanya Putra lirih.


” Putra.. dimana Juya??” Tanya panji nyaris berteriak mendekati Putra. menatap perawat di depan anaknya.


Puyra menggeleng menatap suster. suter yang ditatap berdehem,” anak bapak kekurangan darah A plus. Maaf bapak, rumah sakit juga sedang tidak ada stok darah tersebut, ada kah yang cocok darahnya dan bersedia untuk mendonorkan darahnya?” Tanya perawat lagi.


” saya... saya A.. tolong ambil darah saya.” Jelas Panji.


" Saya juga..” jelas putra.


suster mengangguk segera membawa dua orang itu ke ruangan pengambilan darah. Dengan ketelatenan menjahit luka dan beberapa lagi. Letta juga harus bertemu Putra yang masuk ke ruangan ini.

__ADS_1


darah sudah sangat di butuhkan.


__ADS_2