
selamat Idul adha semua... π€
.
.
Perjalanan hidup Letta sudah sangat sulit, dimulai dari kehidupan pertama hinga kedua sekarang, sekarang Letta bahkan harus di wanti wnati untuk tidak melakukan hal yang mencelakai dirinya. Hidup sulit di akhiri dengan kehidupan yang baik juga.
Putra mengusap kepala Letta gugup., sebab hari ini jadwal letta untuk oprasi Caesar, Letta yang melihat putra yang khawatir dan cemas mengusap kepala nya tenang.β kamu jangan cemas, kalo pun aku nggak bisa berada di.β
β Cup.. putra membungkam bibir Letta dnegan ciuman miliknya, ********** tenang, perawat dan dokter di sana membuang muka malu.
Putra menghentikan ciumannya mengusap bibir Letta dan mengusap pipi letta dengan tenang.β kita pasti bisa jagain anak kita bareng bareng oke. Yakin letta, ini pilihan kamu sedari awal, kamu harus bertanggung jawab dengan pilihan kamu.β Tegas Putra.
Letta di sana bergumam takut, segera menganguk dengan pelan., β baik bu? Bapak sudah siap?β Tanya dokter pelan menatap letta dan Putra.
Letta mengangguk pelan. β oke jika begitu mari kita langsung saja yah sebab semua sudah siap.β Jelas dokter Rian kembali tenang.
Letta menganguk dnegan Putra yang membawanya ke ruang oprasi, keluar dari ruangan ada Agung dan juga Nadia yang menatap Letta cemas, ada Komala dan panji sudah menetes kan air mata khawatir, Nato, Beta tak bisa ikut sebab anaknya masih kecil. Dia juga menjaga Nemo.
Agung mengusap kepala Letta tenang.β anak bapak anak hebat. Bapak percaya sama letta.β seru Agung sesak.
Letta mengangguk dengan pelan. Agung mengangguk mulai membantu mendorong brangkar Letta.
Usia kandungan letta tidak lebih dari 8 bulan lebih satu minggu, Dokter tidak berani mengambil tindakan sampai letta kontraksi, sebab kontraksi akan membuat jantung Letta memburuk dan bisa jadi membuat kedua anak dan juga ibu meninggal . karena itu mereka mempercepat oprasi untuk menghindar keadaan buruk pada ibu dan anak.
Agung Nadia dan yang lain hanya bisa berdoa. Sedang kan Putra sudah pasrah akan keadaan, menatap Letta yang setengah sadar ia hanya bisa mengusap pelan kepala Letta membiarkan dokter mengoperasi letta, jangankan melihat proses, Putra pun tak berani mendengar dentingan detak jantung.
Letta masih sadar, ia hanya diam merasakan setengah tubuhnya mati rasa sebab memang hanya setengah tubuh yang di bius.
Suara pertama anak yang lahir dan menangis meneteskan air mata Putra, tetap tak berani melihat ke sana, lalu disusul tangisan kedua.
Enam pulih menit, delapan pulih menit selesai.
Putra hanya mencium tangan Letta tenang. sampai selesai dokter melihat Putra yang begitu cemas tersenyum tipis.β Bapak sudah bisa melihat anak anak bapak.β Jelasnya menunjukan kedua anak putra yang dimasukan ke tabung bayi.
β bagaimana dengan keadaan istri saya dok?β Tanya Putra enggan menatap anak anaknya.
dokter menatap Putra dengan lamban.β Ibu letta memiliki sedikit indikasi pendarahan, untungnya masih bisa di tangani, detak jantungnya sedikit tidka normal tetapi bapak bisa tenang. ibu Letta akan akan lepas reaksi bius sekitar beberapa jam lagi.β jelas dokter Rian.
Putra menghela nafas pelan mengecup kepala Letta dengan tenang. dokter Rian menganguk.β Ibu Letta selalu tersenyum lebar saat USG, dia sangat senang dan bersahaja selama 8 bulan belakangan ini. β jelas dokter Rian tenang.
Putra mengakui itu, bahkan Letta setengah tidak mengidam apapun di rumahnya selain hanya ingin makanan masakannya, atau bahkan mual Letta tidak mual. Ia bersyukur jika anak anak itu tidak merepotkan istrinya.
Keadaan Letta tidak memburuk, syukurnya dia baik baik saja. Dua jam usai oprasi dia mulai sadar dari reaksi biusnya, di sana sudah penuh dengan nadia, agung., Putra yang memegang tangannya. Letta merasa cemas membuka matanya.β anak anak.β Gumamnya pelan.
Putra segera mendekati Letta dan berdehem.β Iya sayangβ tanyanya.
__ADS_1
Letta tersenyum linglung.β Anak anak?β tanyanya serak.
Putra meneguk Saliva kering. β anak anak sudah kahir dengan baik sayang. terimakasih yah.β bisik Putra mengecup tangan letta.
Letta membasahi pelan bibirnya.β Put, aku haus dan laper.β Gumam Letta pelan. Putra yang setengah mati menunggu Letta jadi menatap Letta dengan kekehan, memang kata dokter efek jika sudah melahirkan begitu, akan merasa haus dan juga lapar.
...----------------...
Keluarga yang cemara dan lengkap terasa nikmat dan juga nyaman oleh keluarga letta. letta melahirkan dua anak kembar, anak yang pertama nya laki laki, dengan wajah yang nyaris tidak ada bedanya dengan Putra, Letta sama sekali tidak kebagian apapun, ibaratkan anaknya hanya ngontrak selama 9 bulan di kandungannya.
Sedangkan anak kedua, namanya anak kembar sama saja dengan anak pertama, bedanya anak kedua ini perempuan, hidungnya lebih pesek ketimbang anak pertamanya
. Hari hari yang Letta lalui begitu saja. Menjadi keluarga bahagia aman dan nyaman.
Letta bersyukur hal ini terjadi kepada dirinya, dan Juya juga menerima anak anak letta. anak pertama Letta yang laki laki ia beri nama Biantara Afganiasta, yang berarti pemberani tak gentar, berhati mulia dan bijaksana,.
Lalu anak keduanya ia beri nama Diantara Afganiasta. Hanya beda hudup B dan D. awalnya letta membuat nama anaknya itu Alexa dan alexi tetapi keduanya menangis dan demam. Kata orang tua kedua anak itu menolak nama tersebut.
Jadilah letta ganti nama ini, dan bersyukurnya mereka mau,. Mengenai kerja? Letta tak mengurus anak anaknya secara sendiri, Putra pun menolak Letta yang begitu fokus hingga takutnya ia lupa pada kesehatannya sendiri.
Letta juga masih kerja sebagai dokter. Sampai tengah malam pun jika anak menangis Putra lah yang menggendong anak anaknya.
Letta menatap Putra yang menggendong Bian dengan tenang. Bian dan Dian sudah berusia 8 bulan, cepat sekali rasanya. Dan selama itu juga Letta sangat jarang menggendong anaknya kemana mana, paling ia hanya menyentuhnya, mengajaknya bicara, dan diletakkan di atas kasur. Mengganti popoknya dan mengurusnya kebanyakan Nadia dan Agung, kadang juga komala dan Panji ke sini.
Hahaha tentu saja Letta merasa ia bukanlah ibu mereka tetapi cuma orang yang melahirkan saja! yang mengurus mereka kebanyakan mereka yang menolak mereka dulu!
Letta tersenyum lebar.β Sekarang mereka mirip aku.β Gumam Letta bangga,
Putra mengangguk.β Syukur deh, soalnya kamu kan cantik.β Jelasnya dengan kekehan.
β Tapi kamu ganteng loh.β Jelas Letta dengan tenang.
β iya dong mangkanya kamu mau sama aku.β Jelas Putra mendengus dan menatap Dian yang malah seperti mengobrol dengan Bian. Ia tak menyangka jika bisa mendapatkan anak dari Letta. ternyata rasanya berenda seperti ia melihat Juya lahir.
Katakana jika Putra jahat. Jahat terhadap kenyataan jika ia tidak se excited bertemu Bian dan Dian. Karena Juya di lahirkan karena problem sedangkan bian dan Dian dilahirkan karena cinta. Putra merasa sangat sayang kepada keduanya sampai sampai kadang juga melupakan Juya anaknya.
β mama.. papa... Juya ada PR.β Seru Juya mendekati mereka dengan buku di tangannya.
Putra menatap Juya tersenyum tipis, meski lupa Putra selalu di wanti wanti oleh letta untuk terus memperhatikan Juya. Juya memang terlahir sebagai kesalahan tapi dia tetap anak kandung juya itu sendiri.β Yang mana sayang? Sini papa lihat.β Jelas Putra mendekati Juya.
Juya menunjukan pr nya.β Matematika papa. Juya pusing mikir.β Jelas Juya memijit pelipisnya.
Putra mendengarnya tersenyum tak enak.β Oh matematika?? Hehe kalo gitu sama mama aja dulu yah sayang, soalnya papa kalo matematika sejak kecil remedial.β Gumamnya malu.
Juya melebarkan matanya menatap putra.β Pantesan Juya agak bodoh matematika, ternyata karena turunan dari papa.β Gumamnya Mengangguk paham.
Putra melotot tidak terima.β He kok ngomong gitu?β Tanya Putra tak suka.
__ADS_1
β iya emang gitu soalnya, yah kan Bu?β tanyanya pada Letta,.
Letta mengangguk pelan.β untung ibu yang ajarin Juya mangkanya bisa naik rengking lima, kalo masih sama papa kayaknya Juya tetap bloon.β Jelas Juya polos.
β Wahh udah mulai berani yah sama papa.β Gumam Putra mendekati juya dengan mata garangnya.β Mau papa hukum kamu?β Tanya Putra dengan mata yang melebar.
Juya disana mundur.β Huaa ampun papa.β Teriak Juya.
β Awas yah.. dimana kamu papa kejar kamu.β Tegas Putra segera mengejar Juya.
Suara pekikan tawa Juya keluar ke uang tamu menggelegar. Letta melihat itu menggeleng pelan, melihat Bian dan Dian yang ternyata sudah tidur segera ia pasang kelambu dan di tutup tempat tidurnya agar mereka tidak jatuh.
Segera keluar dari kamarnya dan melihat juya yang sudah digeliti putra.β Udah put nanti Juya nya kencing terus.β Gumam letta
β nggak bisa pokoknya harus kena hukuman.β Gumam Putra menolak.
β Hahaha ampun papa ampun.β Teriak Juya tak tertahankan karena putra yang menggelitiknya.
Sampai sampai suara itu keluar dari rumah letta dan putra
Letta menggeleng menahan tangan putra.β Juya gelitik papa balik.β Seru letta.
β kya apa apaan ini? apa ini pengeroyokan masal?β teriak putra.
Juya pun tertawa ikut menggelitik putra.β Tidak..β teriak putra kegelian.
Juya dan Putra triplek sama sama penggeli. Tawa juya dan Letta menggelegar bersama dnegan Putra yang mulai meminta permohonan pengampunan. Bisa saja memberontak tapi ia takut melukai letta nantinya. Juyapun duduk di atas perut Putra berkuasa
Putra ikut tertawa keras di saat penyiksaan kepada dirinya.
Letta tersenyum lebar. Akhir hidupnya yang bahagia, memiliki seseorang yang sangat mencintai dirinya, anak-anak yang begitu luar biasa. Letta bersyukur akan kehidupan yang telah ditakdirkan untuk dirinya.
Letta berjanji akan selalu bersyukur dan menjadi orang yang berguna untuk orang banyak di masa depan. di masa depan!!
Untuk besok aku akan tambah 1 part lagi yah mengenai Jasmine, aku masih ganjal sama Jasmine soalnya, dan harus selesai semua. Jika ada yang mau tunggu yah part tambahannya nanti!!!
.
Toktok... Jasmine di depan rumah menatap putra bersama keluarganya yang tertawa bersama Tertegun.
.
.
.
1 Part lagi tamat yah!!!
__ADS_1