Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
berusaha


__ADS_3

Zeyn duduk di sofa melirik gina dengan pandangan lelah. Ginapun sama memandang zeyn begitu lelah.” Tadi mama ketemu sama letta.” jelas Gina kembali sera.


Zeyn mendengar nama itu mendongak menatap Gina kaget.” Kenapa gitu? Seneng kamu?” tanyanya lagi kesal melihat respon zeyeng. Zeyn membuang muka tak menjawab.


“ mama bilang aku mandul lah, bilang ini itu lah sama letta, bahkan sempat bilang andai aja kalo kamu nikah sama dia pasti kamu bahagia nggak kayak sekarang., dingin, jarang pulang, jarang senyum. Zeyn plis dong kamu nggak bisa kayak gini, sedari awal kamu sudah berjanji untuk berusaha cinta sama aku! “ jelas Gina serak dan sedih.


Zeyn tak menjawab.” Kamu yang datang dan minta sama aku buat nikah, kamu bilang kamu udah nerima aku dan akupun terima. Kita sama sama menikah karena kemauan bukan karena orang lain., tapi kenapa sekarang seolah olah aku sendiri yang mau zeyn?” Tanya Gina tegas.


“ pulang tengah malem, jarang ada di rumah, kamu memang kasih aku uang tapi nafkah batin aku gimana? Fisikis aku yang di tuntut ini itu gimana? Kamu enak nggak ada dibilang mandul, aku??? Kamu tau nggak kalo yang di hujat itu aku bukan kamu.” Tegas Gina lagi mengungkapkan unek uneknya.” Aku capek zeyn, aku capek.. kamu dan keluarga kamu mikir aku nggak mau punya anak apa?MAU.. aku mau Cuma gimana?? Aku harus gimana?” Tanya Gina tegas sembari menangis.


Hatinya sangat sakit, penuh luka karena ucapan orang orang sekitarnya.


“ Terus sekarang kamu maunya gimana gina??? Aku bilang sama mama kalo kamu nggak mau di tuntut begini? Marah apa gimana??” Tanya zeyn tegas. " Aku juga nggak tau! aku kerja di luar sana, aku cari uang buat kita. untuk anak aku juga nggak bisa komentar apa apa. itu udah urusan Tuhan!!"


“ kamu nggak paham ?” Tanya Gina mengusap kepalanya.” Yatuhan...''bisiknya sedih. mulutnya hampir berbuih bicara dengan Zeyn tapi Zeyn tidak juga mengerti apa yang dirinya maksud.


Ia jadi ingat Jasmine yang dulu hidup bersama Putra, mengandung anak putra tapi Putra malah mengingat wanita lain, putra malah mencintai wanita lain, apa sekarang nasibnya malah seperti jasmine??? Dan sekarang apa ia tak punya anak karena ia bersalah sudah menjebak putra dan jasmine? Jika iya Gina akan meminta maaf pada Putra dan jasmine...


Zeyn menghela nafas berat lagi.” aku baru pulang loh Gin, mau ribut lagi?” atanya zeyn lelah." Aku capek seharian kerja!" jelas Zeyn lelah.


Gina menatap zeyn dengan tegas.” aku lebih capek, kalo kamu capek fisik aku capek batin.” Jelas Gina tegas kepada zeyn.


Zeyn kembali diam tak menyangkah Gina. Gina mengusap kepalanya.” Kita coba lagi bikin cucu buat mama. Kita usaha bareng bareng dan promil? Tami kamu juga harus ikut yah zeyn, kamu juga harus konsul. Kita cari tau siapa yang bermasalah di antara kita, aku atau kamu.” Jelas Gina tegas.


Zeyn mengangguk setuju. Gina kembali diam.” Kalo aku ngak bisnis punya anak beneran Gimana? Apa mama bakal marah sama aku?” Tanya Gina sedih.


Zeyn menggeleng.” Kamu nggak usah pikirin itu, kita usaha dulu.” Jelas zeyn.


” kamu enak bilang begitu karena kamu ngakak akan kena hujat, aku yang bakal kena hujat zeyn, aku.” Teriak Gina lagi murkah pada zeyn yang sangat triplek.


Zeyn tak mau menjawab jika begitu.” Yasudah jika begitu, kamu mandi dan segeralah ke sini kita bikin anak.” Jelas Ginmia berseru pada zeyn.,


Zeyn menatap Gina keberatan.” jangan malam ini Gin, aku baru pulang dan aku benean capek.” Jelas zeyn tegas.


” nggak mau tau aku, pokoknya kamu dan aku harus buat anak malam ini, mandi dulu sana.” jelas Gina menuntut. Zeyn mendengar itu ingin marah tapi marahpun membuat ia tambah lelah.

__ADS_1


...----------------...


Menatap rumah sakit lamanya. Letta tak berfikir jika akan kembali ke sini, Dirinya tidak butuh pengaman dan nama yang besar, rasnanya letta ingin buka klinik saja.


Strategi marketing. Letta bisa saja membuka klinik sendiri tampa pengalaman dan kenalan, tapi jika ia tidak punya nama sama saja akan sia sia nanti. Orang orang tidak akan mengenal dan mengetahui letak kliniknya. Sembari promosi gitu loh.


“ selamat bergabung kembali letta.” ujar Canva keluar dari ruangannya menatap letta yang sampai.


Letta Tersenyum tipis dan menyambut jabatan tangan cana.” Terimakasih prof. mohon bimbingannya.” Jelas Letta dengan lembut dan tegas.


“ pasti saya bantu, mari saya antarkan kamu ke ruangan kamu, ruangan kamu di sebelah ruangan saya.” Jelasnya. Letta menganguk paham mengikuti Canva disebelahnya.


” Bagaimana kasus kamu kemarin di rumah sakit ituu? Kan sudah saya bilang dari pada di sana mending disni, kamu terjamin dan juga sudah pasti dengan gaji yang besar.” Jelas canva mengejek letta.


Letta tersenyum tipis.” Tapi tujuan awal saya di sana memang membantu teman saya." Jelas letta tegas.


’ kenarin sudah beberapa sidang jika bukan karena kasusnya di angkat kasusnya juga tidak akan naik begini sehingga rumah sakit di selidiki.” Jelas Letta tegas.


“ tapi kabarnya pak Rio CEO ditemukan kecelakaan tewas ditempat dengan keadaan terbakar, katanya mobil yang ia bawa meledak.” Jelas Canva kepada letta.


letta mendengar itu melirik canva kaget.” Saya baru tau.” Gumamnya pelan.


Canva menganguk pelan.” tapi katanya seluruh asetnya ditahan dan di sita.” Jelas Canva kembali.” katanya juga sudah terkuak dia sudah korupsi selama enam tahun belakangan ini. nilai yang sudah ia raup sudah mencapai 2triliun loh.” Jelas canvas lagi


Letta mendengar itu Letta tak kaget lagi, sebab ia yang mencari semua data itu. “ letta ini ruangan kamu. Jika butuh sesuatu katakan pada saya dan jika saya butuh kamu akan cari kamu.” Jelas Canva terkekeh.


Letta menganguk tegas.” hari ini kamu cukup pengenalannya dulu saja oke. Saya kembali ke ruangan saya oke.” Jelas canva pada letta.


Letta mengangguk.” Terimakasih prof atas bantuannya.” Jelas letta.


Canva menepuk pelan pundak Letta dan berdehem.” Saya juga minta maaf sebeumnya sudah menguras tenaga kamu, saya tidak tau kamu memiliki penyakit bawaan.” Jelas Canva kepada letta merasa bersalah.


Letta menganguk pelan” tidak masalah bapak, dengan begitu saya bisa di tempatkan sebagaimana siswa lain Sudah lebih dari baik. sekali lagi terimakasih.” Jelas letta. Canva menganguk segera keluar dari ruangan letta.


Letta menatap canva dengan helaan nafas, menaruh barangnya di atas meja dan berdehem pelan menaruh dan menata seluruh barang barangnya, salah satunya ia juga menaruh bok fpto pernikahannya dengan Putra ada juya di sana.

__ADS_1


mengusap nya pelan letta juga menaruh bok bunga kecil di atas saja berisikan kamera pengintai.


Letta juga menaruh bok bunga cantik di bagian rak buku dan juga beberapa tempat lain. ini memudahkan dirinya jika ada sesuatu di sini. Letta harus berhati hati di setiap tindakannya dimana pun ia berada.


Letta mengusap pelan foto pernikahannya dan juga putra dan juga Juya. Letta tersenyum tipis, rahasia dalam hati letta, abu-abu mendatanginya dan mengajaknya kenalan.


Letta ingat saat dimana ia kecelakaan dan Putra yang membantunya, lalu mengajaknya untuk menikmati hidupnya. Letta menemukan cara tersendiri dalam kebahagiaan keduanya dari Putra, saat dimana Putra selalu berkata’ jika kamu enggak bahagia dengan apa yang kamu miliki saat ini, maka kamu harus berterimakasih pada diri kamu karena kamu sudah mendapatkan yang kamu miliki’


Letta menghela pelan. letta tidak pernah menempatkan cintanya di logika. Letta menahan diri agar tidak terlalu jatih dan berharap, justru larena itu ia tak mengejar atau bahkan mendekati Putra, menunjukan ketertarikan nya pada seorang laki laki.


Bukan leetta tidak mencintai, tapi Letta lebih suka di kejar bukan mengejar. Lagi pula drama hidupnya cukup banyak, dimulai dari dirinya yang harus banyak menjalankan keburukan akibat dari letta Yonarsa dulu.


Oh yah apa kabar yah letta Yonarsa sekarang? apa dia baik saja atau sudah masuk mera? Jika iya maka letta harap letta Yonarsa disiksa.


Letta menghela nafas pelan. meregangkan tubuhnya. memasukan Hpnya di dalam kantungnya, “ aku mau ke dokter kandungan dulu deh.” Jelas letta tersenyum lebar, segera melangkah menuju ruang klinik kandungan tak jauh dari sini.


Berjalan santai di jalanan, ia tak sengaja bertemu dengan Zeyn dan Gina yang sedang duduk di depan poli kandungan.


Melihat keberadaan Zeyn dan Gina. Letta ajdi ingat Gina meminta dirinya untuk tak muncul di hadapan Zeyn, ia tak boleh membuat Zeyn menatap dirinya. Letta menghela pelan segera mundur hendka menjauh dari sana.


‘'mama..” teriak Bara yang berjalan menggunakan pakaian koasnya tersenyum melambaikan tangannya pada Letta.


letta memejamkan mata sata Bara memanggil namanya begitu keras. Letta hendak pergi dari sana dibuatnya. Zeyn dan Gina yang sedang mengantri sontak menatap kemana bara berteriak memanggil nama Letta dan menghampiri letta.


Bara melihat Letta menghindar segera mendekati letta dan berdehem menahan tangan ibunya.” Kenapa lari ?? Bara kan kangen.” Sreunya memeluk letta dengan gemas.


Letta menatap putra melotot.” Putra kita berada diluar yah.” jelasnya.


Bara segra berdiri tegak dan menatap letta berdehem pelan menunjukan gigi lucunya.” Bara nginep di rumah yah malam ini soalnya papa Rizal sekarang ada tugas diluar kota.” Jelas Bara memelas kepada letta.


Letta berdehem melirik Gina dan Zeyn ketar ketir. Zeyn sendiri tak lepas pandangannya darI letta dan Bara, gina di sana pun menatap letta dengan ragu.” Letta.” panggil Gina sulit.


Letta menatap Gina dan Zeyn senyum tipis.” Kamu mau kemana?” Tanya nya Gina pelan.


Letta menghela nafas pelan di buatnya lalu menuju ruang daftar. Di sana ia mengambil antrian.” Mama?” Tanya Bara kaget.

__ADS_1


Letta mau ngapain ke dokter kandungan batinnya. Letta tersenyum ragu pada bara. “ nggak apa apa. Mama cuma mau cek kandungan aja siapa tau kamu punya adek baru.” Jelas Letta terkekeh pelan kepada Bara.


Bara menatap Letta tak suka.” mama lupa apa kata pak agung sama Bu nadia? Mama nggak boleh hamil.” Jelasnya shok dan tegas.


__ADS_2