Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
takut


__ADS_3

Pesta yang dimaksud oleh Bima cukup besar besaran, menggunakan pakaian adat seperti biasanya. Bahkan terlihat acara yang sangat mewah. Letta dan Beta di sana mengerjab lempeng sebab mereka hanya menggunakan baju dari kampus, tidak sempat make up seperti yang direncanakan.


“ kita kayak gembel gara-gara pak Subha.” Gumamnya tak suka.


Letta hanya bisa diam, dan mengiyakan ucapan Beta. “ gara gara nungguin kalian sih..” gumam Letta pelan.


Beta cemberut.” Pak subha tu, udah tau pulang jam lima, eh malah keluar jam enam lewat lagi. kelebihan waktu, bayangin gimana sakitnya pantat gue duduk., udah 4 SKS Di tambah 1 sks lagi lett, Harusnya sih 5sks kalo gini namamya..” gumamnya kesal.


Letta menghela nafas pelan dan bersandar di kursi. Tadi ia menunggu betta dan teman temanya ini di mobil, dan akhirnya tak ada satupun dari mereka yang mandi atau bahkan untuk bersiap siap.


Mereka segera ke sini mengingat acaranya yang jam 7 malam, jika tidak langsung ke sini mereka bisa terlambat, bisa saja Letta pulang dulu ke apartemen Beta tapi memangnya cukup bersiap siap 1 jam untuk perempuan??? Belum mandinya kan??


“ udah udah lihat tu om Bima nya.. ‘ gumam Udin mererai, segera menatap kedepan. Lihat Bima yang melakukan beberapa tradisi yang Letta tidak tau,


Letta jadi ingat dulu dirinya di diagnose untuk sulit memiliki keturunan, bahkan tidak bisa melakukan hubungan s3x, Letta jadi berfikir, nanti jika dia menikah apa dia sudah bisa melakukan dan punya anak???


apa ada laki-laki yang mau menikahi dirinya dalam keadaan begitu?


Hahaha rasanya sulit, yang sulit mendapatkan anak saja banyak yang tidak mau, apalagi yang tidak bisa yang berhubungan int1m. Letta rasa ia tidak usah menikah saja. A


Letta sakit hati jika tidak bisa, yah Letta tidak bisa egois...


Sampai tatapan Letta terhenti dikeluarga yang baru saja sampai di acara ini,


Letta melebarkan mata. Putra., Putra yang menggendong seorang anak bersama Jasmine yang berdiri di sebelahnya. Letta menjadi diam dengan pandangan sulit.


Putra yang menggendong jay dengan tenang menatap acara dengan tenang dan senang, mengedarkan pandangannya ia menemukan banyak rekan kerjanya, Putra Sudah membuat satu PT Minyak goreng dan beberapa kebun strauberry yang dibuat menjadi olahan, salah satunya menjadi tempat pariwisata yang akan bisa memetik straubery ditempat, lalu tempat penjualan minum strawbery original, dan selai yang di ekspor dan impor.


Tatapan Putra jadi terhenti di satu orang yang juga menatapnya, lihat,. Tatapannya melebar, nyaris menjatuhkan bayinya. Tapi terhenti saat ia tersadar. Mengeratkan pegangan pada bayi digendongannya. Langkah Putra hendak mendekati letta,


Tapi tangannya terhenti saat Jasmine menahan tangannya dan menatapnya dengan heran.” Mau kemana???” tanyanya.


Putra terdiam melirik Jasmine, Jasmine menaiki alisnya heran dan kembali menatap kedepan


Putra kembali melirik kepada Letta yang ada di ujung sana, menggunakan amamater sekolahnya dan terlihat Letta tersenyum menatap kedepanm lagi.,

__ADS_1


“ letta.” gumam Putra memanas, melirik kepada Jasmine yang bertepuk tangan, Putra menghela nafas pelan, kembali diam ditempatnya menatap acara sampai selesai. Putra rasa jika ia menemui Letta saat ini, Jasmine akan sakit hati.


Ragu kembali melirik ketempat Letta. putra jadi semakin yakin itu Letta. hati putra menjadi gatal untuk mendekati letta.


Diam menatap kedepan letta ragu, Letta ingin mendekati Putra dan Jasmine tapi melihat Putra yang sudah menggendong anak, Letta jadi takut, ah nanti saja ia mendekati Putra saat acaranya sudah selesai. Letta takut menganggu acara.


“ letta ambil bakso yuk.” Gumam Betta cepat.


“ yuk.” Gumam Letta segera berdiri, acara makan makan sudah dimulai, semua tamu bisa makan dengan senang usai acara. Melangkah menuju STAN. Letta sontak kaget sata tangannya ditarik . Letta melirik siapa yang menariknya. Putra..


Beta yang tak sadar letta ditarik hanya menuju STAN santai. Letta jadi diam saja dibawa oleh Putra, Putra membawanya ke belakang ruangan, terdiam menatap Putra yang berhenti di depannya Letta diam tak bicara apapun. Putra berbalik menatap wajah Letta. tatapanya masih sama, sama dengan indahnya tatapan Putra dari awal berjumpa. Mendadak perasaan Letta menjadi perih dan sakit.


“ udah?” gumam Putra tersenyum tipis memandang letta.” udah perginya???” tanyanya bergetar, tatapanya menjadi sakit di depan letta.


Letta melihat itu semakin bungkam. Putra terlihat lemah mengusap air matanya. mengerjab pelan dan menghela nafas pelan membuang muka, “ peluk boleh?” Tanya Putra.


Letta tersenyum dan memeluk Putra hambat. Sontak saja tangis Putra jatuh dipelukan Letta. memeluk Letta lebih erat dan mencium kepala letta sebelah kanan, mengecupnya beberapa kali membuat letta semakin sakit.


Letta memejamkan matanya sedih. Putra sangat tulus tetapi ia sudah menyakitinya berkali-kali. Jasmine memang paling pantas untuknya.


Putra benci ucapan itu dari mulut Letta,. menatap Letta lemah ia memejamkan mata lelah. Letta melihat itu menjadi sedih, apa Putra tidak menyukai kehidupannya yang sekarang. ?


“ kita duduk di sana aja yah.” gumam Putra menuju tempat duduk di taman, letta mengangguk pelan duduk di kursi yang putra arahkan,.


Duduk tenang ditempat yang diterangi lampu di sebelahnya Letta diam melirik Putra yang diam tak bicara.


“putra..” gumam letta melirik tangannya yang tidak Putra lepaskan sama sekali.


Puyra terus mengusap air matanya yang bverjatuhan dan mengeratkan tangannya pada tangan letta.


“ putra kamu oke?” Tanya Letta pelan memegang pundak Putra. Putra membuang muka dan mengusap air mata menggunakan sapu tangan di jas miliknya.


Letta melihat itu bertambah merasa bersalah.” Maafff, maafin gue.” bisik letta lirih.


Putra menggeleng.” loe nggak salah, keadaan yang salah.” Bisiknya sedih... “Dan iya, Tuhan orang yang salah bukan loe.” Bisiknya kembal pada Letta serak

__ADS_1


“ Tuhan nggak salah, ‘ “ jelas letta pelan.,


Letta menggeleng pelan menatap Putra.” Loe baik baik aja?” Tanya letta lagi.


” nggak ada yang baik baik aja setelah loe pergi. “ tegas Putra kesal.” Loe tau, gue di jebak dan harus tanggung jawab, bahkan harus kehilangan loe sebagai orang yang paling gue cintai, loe pergi dengan keadaan buruk. Loe tau gimana kepala gue setiap harinya??? Perasaan gue setiap harinya??? Setiap detik dan hatinya yang gue rasain Cuma takut.” tegas Putra menampilkan wajah takut dan sedihnya.


Letta tersentak mendengar itu, Putra menatap tepat pada manik mata letta, wajah mereka memang sangat dekat bahkan hanya sekilan saja jaraknya. Putra menggeleng pelan kembali dan menggiit bibir bawahnya, keningnya merengut kedalam menampilkan wajah depresi miliknya. “ setiap harinya gue takut, takut kehilangan loe.” Bisik nya nanar


“ gue juga takut.” Gumam letta terkekeh.” Gue takut pergi dari kalian dan pulang di timpa kebencian, “ jelasnya sedih.


“ nggak ada yang bisa benci orang sebaik loe, Cuma orang tol0l aja.” Jawab Putra menghela nafas pelan. “ loe tolol juga, “ bisknya marah pada Letta.


Letta terkekeh mengangguk setuju.” Gue emang tol0l.” pengakuan Letta membuat keduanya sama sama tertawa lucu.


Putra menghela nafas pelan mendengar ungkapan Letta.


Letta pun disana menjadi kaku.” Gimana sama jasmime??? Tadi gue lihat loe gendong bayi?” jelas Letta pelab pada Putra agar suasana tidak menjadi canggung. Letta kurang menyukai hal itu.


Putra mengangguk.” Gara gara Gina dan Reno.” Tegasnya kesal.


Letta mendengar itu mengerjab pelan.” kenapa mereka?” tanmya letta bingung.


Putra menggeleng,” kamu sudah tau kan??” Tanya Putra serius,


“ aku tidak tau.” Jawab Letta jujur.


Putra menatap letta tak bisa bicara. “ aku di jebak sampai bisa mendapatkan anak dengan Jasmine... aku aku tidak bersalah, aku bukan laki laki br3ngsek. “ tegas Putra pada letta.” Aku bukan laki-laki br3ngsek seperti yang ada di otak orang orang..!” tegasnya kembali pada letta.


Letta mendengarnya itu mengangguk.” Aku tau, kamu laki laki baik, siapa yang bilang kamu laki laki brengsek?” Tanya Letta heran.


” Semuanya orang.” tegas Putra bercerita lemah.


Letta mendengar itu mengangguk.” Semua mengatakan aku br3gsek karena tidak menikahi Jasmine saat hamil.” Tegas Putra gugup. dirinya takut Letta juga akan mengatai dirinya br3ngsek karena tidak ingin menikahi Jasmine. takut sekali,


bagi Putra, boleh semua orang membenci dirinya. tapi jangan Letta, jika Letta yang membencinya, itu akan jauh lebih sakit dari dunia yang membencinya.

__ADS_1


__ADS_2