Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Salah paham


__ADS_3

Letta lebih tersenyum lebar. mengadakan tangan untuk meminta uang. Mars membagi terbaik. meminta uang pada Mars membuat Mars memberi uang saku pada Letta. " Lain kali jangan begitu lagi...!" Tegas Mars lembut.


Menangkup pipi wajah Mars dengan penuh.” Iya bawel. Maaci!!"” Ujar letta dengan tersenyum lebar.


Mars mencetikkan kening Letta kesal dan Letta mengaduh kesakitan.” Udah sana masuk kelas..” jelas Mars membuat Letta berdehem malas melirik udin yang menatapnya dengan tatapan menantang.


“ yaudah gue pergi dulu yah. bay bay Bunny.” Ujar Letta melambaikan tangan.


Mars terkekeh melihat Letta yang menggemaskan, semua di tatap oleh banyak teman mars.” Kayaknya bentar kai PJ nih. Makan makan.” Gumam Teman Mars membuat yang lain terkikik.


Masuk ke kelas bersama Udin secara diam diaman, mereka segera menduduki diri di kursi masing masing, letta yang duduk di sebelah Sunja melirik Sunja yang tak banyak bicara, sudah dua hari ini dirinya tidak main dengan Sunja karena Sunja main bersama Belle dan juga Cinta.


Tapi hari ini kenapa dia sangat mendung yah???


Letta bukan type orang yang perhatian, biarkan saja dia selagi dia tidak mau bicara artinya dia ga mau bicara. Letta mengangkat bahu acuh segera mengeluarkan bekal yang ibunya Mars beri tadi. Wah wahhh Bento lenglap membuat Letta menutupnya dna tersenyum senang, tak lupa mencomot anggur merah satu,


” Letta... “ letta melirik sunja yang angkat bicara,.


” Tadi Brayen nyariin loe.” Jelasnya pelan.


Letta mendengarnya menaiki satu alisnya, keseringan bermasalah denga Brayen Letta paham jika Brayen tidak mungkin mencarinya jika tidak mau cari masalah, masalah apa lagi yang dia bawa untuk letta ha???


Letta mengangkat bahu acuh mendengarnya. “ dulu loe kalo denger nama Brayen diem dan ketakutan gitu, tapi sekarang kenapa loe malah kelihatan biasa aja?” Tanya Sunja kepada Letta kalem.


Letta mendengarnya merasa ada hawa lain dari Sunja, sehingga dirinya melidik Sunja dengan tatapan bingung.” Kenapa?” tanyanya.


Sunja menggeleng pelan.” Loe nggak lupa kan kalo Brayen pacar gue?” tanyanya kembali.


Letta mendengarnya mengerjab pelan. oh dirinya lupa jika Sunja dulu ia paksa pacaran dengan Brayen agar dirinya dekat dengan Fajar, tidak tidak.


Letta banyak melupakan banyak hal di hidupnya letta asli,. Ia hanya bisa mengecap ludahnya keruh.


“ loe cemburu sama gue?” Tanya Letta pelan.

__ADS_1


“ tadi gue lihat loe cium Brayen.” Ujarnya serak.


Letta mengerjab menatap Sunja yang enggan menatapnya.” bulan lalu juga gue lihat kalian dekat. Letta loe nggak khianatin gue kan?” Tanya Sunja pelan pada Letta.


Letta mengernyitkan dahinya. Dirinya benar benar lupa Brayen pacar Sunja, sangat tidak ingat tapi sekarang ia membuat Sunja salah paham padanya.” Gue nggak minat sama brayen.” Jkelas Letta pelan.


” tapi dia nyariin loe, sedangkan gue, dia nggak pernah cari gue padahal gue pacar dia. kata Belle dan Cinta. Loe suka dia?” tanyanya kembali menuduh Letta.


Letta mendengarnya menggeleng pelan.” type cowok gue nggak yang kayak Brayen, dia kasar.” Letta mengeluarkan buku di tasnya dan penah sembari bicara.


” Gue suka Yang lembut dan pengertian, bukan kayak Brayen yang intonasi suaranya aja tinggi. “ jelas Letta kembali jujur. Melirik Sunja yang kini menatap dirinya sayu. Letta tersenyum miring.” Terserah kalo loe mau denger mereka atau gue, yang jelas Brayen list hitam di daftar buku jodoh gue. dari pada berjodoh gue lebih baik jadi single seumur hidup ketimbang sama dia.” Jelas Letta jujur.


Sunja mengangguk pelan.” gue peggang kata kata loe.” Jela Sunja dingin.


Letta melirik Sunja dengan lirikan santai, sebenarnya sunja teman perempuan pertama yang dirinya miliki, tapi kenapa Sunja begini?


Dulu letta sangat ingin punya teman perempuan, bisa main bersama, tertawa dan cerita. Tapi?? Letta tak membenarkan dirinya, Letta sadra dirinya salah. Tapi yasudah lah. Letta malas memikirkan apapun.


Brayen itu laki-laki yang buruk, ucapannya sadis, ditambah suka bermain fisik. sejauh ini Brayen laki-laki terburuk yang dirinya kenal. Dan Letta tidak mungkin menjadikan Brayen pasangan dalam hidupnya,


Letta tidak bohong, atau mengapik, Brayen memang tampan tapi hidup tidak cuma lihat tampang saja!!


Selesai mata pelajaran, Letta melirik sunja hendak mengajaknya ke kantin, tapi Sunja sudah lebih dulu pergi bersama belle dan Cinta. Keduanya sama sama melirik Letta sinis dan tidak suka, Letta mengerjab pelan melihat hal tersebut, apa yang mereka katakan pada Sunja sampai Sunja memilih berteman dengan mereka?


Merekakan per3k.


“ Letta kantin yok.” Teriak Bastian bersama Udin, Beta dan Utami pun mengangguk mengajaknya.


Letta mengangguk memasukan tasnya ke laci.” Skuy.” Ujar Letta mengikuti keempatnya. Meningalkan Sunja melirik Letta yang meninggalkannya.


“ udah nggak usah dipikirin, lihat, dia bahkan udah tiga hari ini nggak main sama loe kan? mending loe main sama kita. dia tu temen lupa temen,” jelas Belle pada Sunja menghasut. Di angguki dan di dukung oleh Cinta.


Sunja menyekah air mata yang jatuh,. Sakit hati dirinya.

__ADS_1


Letta lupa dirinya punya bekal. Ingat saat dirinya berada di kantin bersama Bastian, Udin., Beta dan Utami, benar benar lupa dirinya membuat dirinya malas kembali ke kelas. Udin dan Bastian ini anak anak nakal di kelasnya, ada satu lagi namanya Adit, Cuma dia gila game dan dia mengendap di kelasnya bersama teman teman yang lain, sedangkan Utami ini sekretaris kelas, dia sangat rapi dan rajin, dan Utami hanya perempuan yang biasa saja, hanya saja mulutnya agak pedas, bicara ceplas ceplos dan suka suka. mangkanya banyak yang bilang Utami itu orang yang sok iye, dikit temannya. Banyak yang tidak suka dengan Utami.


Letta menaburkan pilus kacang atom ke bakso miliknya dan makan dengan lahap.” Gue lihat lihat pipi loe makin gempal Let.” Gumam Bsstian sembari memakan bakwan goreng miliknya, diam diam Bastian gemas melihat pipi letta yang tuing-tuing saat makan.


Letta mengangguk mengakuhi.” Bener sih, rasanya pipi gue nambah Montoq.” Ujar letta berqola-qola sembari menyentu pipinya.


Utami dan betta menggeleng.” nafsu makan loe gede beberapa hari ini, hilangin aja kebiasaan makan banyak. Nanti gendut...” Jelasnya Utami kepada Letta.


Letta menggeleng. " Gue rasanya mau nikmatinm hidup sekarang, mau gimanapun gue mau ngerasa bahagia, makan apa aja yang penting tenang dan senang,.” Jelas Letta pada Utami.


“ kenapa gitu?” Tanya Utami heran.


“ karena gue udah lewatin pahitnya kehidupan pertama yang selalu jaga badan, jaga fisik dan kekuatan, dan sekarang gue mau hidup normal.” Batin Letta menjerit kebenaran tapi tidak mungkin dirinya bicara begitu.


Letta menggeleng pelan.” nggak apa apa, biar gimanapun gue mau nikmatin hidup aja.” Jelas Letta mengunyah bakso porsi besar.


Betta mengangguk pelan mendengar hal tersebut” tapi emang kan hidup Cuma satu kali jadi nikmatin aja nggak sih?” ujarnya.


“ gue sih dua kali.” Batin letta terkikik.


“ kata mama gue selagi ada duit, beli apa yang kita pengen, apalagi kalo udah sakit, berobat lebih mahal ketimbang makanan. “ jelas nya Bastian ikut menyahuti mereka.


" Iya sih. makan paling berapa banget kalo masuk rumah sakit jutaan juga habisin duit, mana nggak bisa makan karena sakit." Ujar Beta membuat yang lain mengangguk termasuk Letta.


" Emang sih, hidup tu dibikin asik aja..." Sahut Udin semangat.


Yang lain mengangguk mengakuhi ucapan Bastian dan Udin benar sampai ke Letta pun mengangguk dan menyudahi makannya dengan nikmat, melirik penjuru kantin, beberapa ada yang mencuri tatapan padanya, tatapan letta menjerumus pada Renja dan Brayen.


Dimana Fajar dan fahmi? Apakah Fajar sakit karena ayahnya hajar semalam?


apa mereka tidak sekolah? hahaha Letta puas jika begitu. mereka memang harus dikasih pelajaran!


Andai saja semalam tidak ada Bita dan Genta, ia tidak mungkin menghentikan ayahnya menghajar Fajar, biarkan saja dia merasakan betapa sakit nya dipukul. huhu ia tak enak hati melihat Bita menangis semalam.

__ADS_1


__ADS_2