Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Kembali kuliah


__ADS_3

Agung dan Nadia bangga dna terharu pada letta yang menjaga dirinya, menjaga perasaan ibu dan ayahnya agar mereka tidak merasa sedih. Xior tersenyum tipis.” Oh iya dia nakal banget tante om.. capek saya sama anak om tante..” jelas Xior.


Letta melotot.” Enggak yah. Tanya sama Sunja. Gue nggak nakal kan sun?” Tanya Letta pada saunja yang datang membawa barang barang.


Sunja menggeleng.”letta enggak nakal kok tante, Cuma nyebelin aja.” Gumam Sunja polos.


Nadia dan Agung tertawa hingga mengeluarkan air mata mendengar hal itu. Letta melihat itu mengerjab pelan.” loh kok ibuk bapak nangis?” Tanya Letta sendu.


” Bapak sama ibuk seneng denger kabar kamu baik dan pulang. nantinya jangan pergi pergi lagi yah letta.” jelas Agung lirih.


Letta mengangguk tegas..” iya Letta akan disini stay sama bapak dan ibu.” Jelas letta tersneyum kembali memeluk ayahnya dan ibunya.


” Jaji yah?” Tanya Nadia lirih.


Letta mengangguk dan Nadia memeluknya erat sembari menangis. Nadia tidak kuat., tidak tau selebar apa bahu Letta sampai ia tidak menangis atau bahkan tidak mengeluh terhadap apa yang dia lewati.


Semua misi Letta sudah terlewati, dimana ia sudah memperbaiki nama Letta lama, sejujurnya tidak juga, sebab Letta lama Sudah menaruh namanya ditempat paling buruk, tidak ada yang benar benar memaafkan dia. Mereka semua menerimanya dirinya sebagai Alletta bukan Letta Yonarsa, mereka mungkin jika tau dirinya Letta Yonarsa asli pastilah sudah berbeda arah.


Letta menatap langit dipelukan Nadila dan Agung, yahhh ia bertahan sejauh ini karena orang orang yang begitu menyayangi dirinya, mengharapkannya dirinya berumur panjang dan sehat. Letta menghela nafas pelan, berdoa agar dirinya masih bisa mengukir senyum orang sekitarnya lebih indah.


Terimakasih Tuhan batinnya. Letta tidak tau harus bersyukur atau menangis di saat begini. Yang jelas dia sangat merasa bersyukur.


“ yaudah yuk masuk.. masuk dulu nak Xior ibuk sama bapak udah masak buat kalian.. masak ketupat lontong.” Jelas Nadia kepada Xior dan letta kembali.


Xior tersenyum lebar mendengar itu, sebab ketupat sayur adalah makanan kesukaan dirinya.” Pakek kikil enak banget.. ayo ayo.” Serga Agung juga membawa Letta dan Xior memasuki rumah.


“ Nato Nato.. bawain itu koper adek kamu.” Jelas Agung menahan Nato.


Nato yang di sutuh mendatarkan wajah memandang ayahnya.” Sekalian yah punya Xior sama itu temennya. Pasti capek jauh jauh. Ayo bawa ke kamar letta aja ayo.” Jelas Agung.


Letta melirik wajah Nato yang terlihat masam tersenyum lebar.” Hati hati yah, isinya ada piring., pecah nanti.” Jelas Letta menyeringai.


” Nggak sekalian loe bawa rumah?” Tanya Nato dengan tatapan mematikan miliknya.


“ rencananya sih, tapi nggak muat. Ayo jangan malas, tambah pendek nanti.” Gumam letta tersenyum mengejek.


”LETTA.” Teriak nato. Letta tertawa segera masuk m bersama ayah dan ibunya.


” Kamu ini suka banget jahil sama Nato.” Gumam agung menggeleng pelan mengusap kepala anaknya sayang.


” Habisnya Nato lucu kalo marah pak. Lihat mukanya merah gitu.” Gumam letta terkekeh.

__ADS_1


Xior melihat keluarga Letta yang bahagia tersenyum tipis, harapan Xior tak banyak. Ia berharap nanti keluarganya akan bahagia seperti keluarga milik Letta sekarang. iya tentu .


Letta turun dari lantai atas dengan senandung merdu miliknya., Letta sudah dua hari di rumah dan dimanjakan, hari ini hari pertama masuk untuk kuliah lagi.. menggunakan velana levis panjang dengan sobek sobek letta menggunakan baju kemeja hitam panjang, rambut sebahu yang yang bermodel Woh short membuat ia seperti wanita Manis. Sepatu putih dan tote bag putih semakin membuat Letta keceh. Dulu letta sudah lama ingin seperti ini, ia sudah belajar banyak.


“ ayo sarapan dulu Letta.”: gumam Nadia pada letta yang turun.


Letta tersneyum memandang nadia. “ sayur apa?” Tanya letta mendekat tapi senyumnya letta menjadi sinis memandangnya sayur.” Sayur terus. Kenapa nggak ada ayam


” Gumam Letta pelan.


Nadia yang di sana menjadi kaku.” Iya soalnya daging sekarang mahal, lagi pula daging nggak bagus buat kesehatan, kamu makan ini saja yah.” jelas Nadia gugup, tentu saja Letta harus dibatasi makan makanan yang berpotensi menyakitinya.


Nadia tak ingin anaknya kenapa napa. Letta hanya bisa pasrah dan makan dengan tenang, syukurnya Nadia ini mau masak apa saja tetap saja enak.


...----------------...


Menggoyangkan kakinya. Letta turun dari mobilnya, menatap kampus yang sudah ia tinggalkan, setahun ia tinggalkan karena pergi menghilang, dan sekarang ia kembali menjadi maba, beda nya Letta tidak lagi melakukan pembaharuan data sebab ia di cap mengambnil cuti kemarin.


Sedangkan Nato dan teman-temannya sudah semester 3 semua, hanya Letta seorang diri lagi yang belajar dari nol. Tidak apa Letta ingin menjadi dokter jantung suatu hari nanti.


Nato di sebelah letta turun dan menggandneg pundak Letta, letta yang digandeng iseperti itu menghempaskan tangan Nato dari pundaknya kesal. " Tangan loe berat. nambah-nambahin beban gue aja!"


Nato yang di begitukan melirik letta malas.” Nih bekal dari ibuk, katanya jangan makan sembarangan, musim racun terbang.” Ketusnya.


“ loh., nggak tau loe?” tanyanya dengan heran.


“bukan nggak tau tapi loe ngada ngada. Sini bekalnya.” Jelas letta mengambil bekalnya ringan.


” Mau gue anter ke kelas nggak?” Tanya nato kembali.


Letta menggeleng pelan.” gue masih inget kok, duluan yah.,” gumam Letta segera pergi, Nato yang ditinggali hendak mengejar letta tapi tertahan oleh temnannya yang memanggilnya. Nato mendesis pelan segera menuju fakultas yang ia miliki.


Letta tersenyum lebar melewati orang orang yang menatapnya kagum, bersinar dengan tinggi diatas rata rata perempuan para lelaki insecure melihat Letta, bahkan dari sebagian laki laki ada yang hanya se dada letta. Letta benar benar cantik, tinggi, rambut pendek dan tubuh yang sedikit berisi. Tentu saja kedatangan Letta membuat orang orang berbondong bomndong mengabadikan dirinya lewat foto, mereka lebih yakin jika Letta seorang model.


“ letta...”


panggil seseorang dari belakang, letta yang dipanggil melirik kebelakang, menatap siapa yang memanggilnya, tatapan letta menjadi datar melihat siapa yang memanggilnya. Fajar. Laki laki sialan itu sangat Letta benci, laki laki itu sejak dulu terus saja mencari gara gara dengannya.


Fajar yang melihat wajah Letta yang berubah datar melihatnya menjadi terennyah, apa Letta membencinya??? Mendekati letta fajar berdehem pelan.,


“ loe letta kan?” tanyanya rumit. Ragu ini Letta beneran atau bukan.

__ADS_1


Letta sudah sangat banyak perubahannya, terutama ditinggi badan. Fajar merasa saama sama tinggi begini, letta terasa sangat berbeda sekarang.


Letta berdehem pelan. “ gue sangat baik sebelum ketemu sama loe.” Ketus letta dengan malas.” Karena itu gue berharap untuk loe jauh jauh dari gue, jauh jauh dan jangan bikin masalah sama gue.. “ jelas letta tegas.


” gue rasa loe udah tau segala galanya tentang letta sebelumnya kan?” Tanya Letta mengangguk tegas pada fajar.


Fajar yang bahkan belum bicara apapun tapi sudah di kecam terbungkam memandang letta dengan gelengan pelan.” gue bukan letta Yonarsa.


Letta udah meninggal karena loe dan temen temen loe yang bunuh. Brayen, Fahmi dan juga Loe. Kalian pembunuh dan jangan cari gara gara sama gue karena gue nggak peduli apapun tentang kalian lagi oke.” Tegas letta dingin.


“ tapi Letta.” gumam fajar terengah pada letta yang bicara mutlak padanya. Letta mengangkat dagunya tinggi menunggu ucapan selanjutnya Fajar. Fajar menatap letta nanar, bola matanya bergetar.” Gue Cuma mau bilang kalo gue minta maaf.” Gumam Fajar pelan dan serak.


Letta mengibas tangannya.” Fine, gue rasa masa lalu Letta juga buruk dan loe berhak benci dia. Tapi untuk hidup gue gue rasa loe dan gue nggak usah saling kenal, anggap aja sebelumnya masalah itu ada di elo dan letta asli bukan gue oke. Jadi berhenti bikin masalah apapun sama gue.” tegas letta segera mengambil langkah menjauh dari Fajar.


Letta tidak ingin mengambil banyak dialog pada orang yang berpotensi menyakiti dirinya lagi. fajar dan dirinya tidak ada urusan apapun, dirinya adalah dirinya fajar adalah fajar dan Letta Yonarsa adalah masa lalu yang buruk.


Fajar menatap letta yang berjalan santai di depannya, hati fajar sudah menggebu merasa bersalah pada Letta, tak diberi kesempatan untuk meminta maaf bahkan untuk dimaafkan. Letta sangat menegaskan agar ia menjauh dan mereka tak saling kenal. Fajar ingin menangis rasanya di sini.


“ fajar..” panggil Kirana mendekati fajar yang berdiri di posisinya, masih melihat kedepan dimana letta yang berjalan menaiki tangga tenang. Kirana mendekati Fajar dan bergelayut manja di lengan fajar.” Kamu ngomong sama siapa sih? kok dari tadi aku lihat asik banget ngobrolnya? dia cewek yah? kamu Deket sama cewe yah?!!!” Tanya Kirana memelas pada Fajar yang diam saja.


Fajar melirik Kirana dan melepaskan tangan Kirana ditangannya kasat, Kirana yang di hempaskan begitu saja menatap Fajar dengan pandangan lirih, sontak menjauh dari fajar. Fajar membuang nafas kasar dihadapan kirana.” Gue udah bilang kalo kita udah putus Kirana, jangan ganggu gue lagi.” tegasnya.


Kirana yang ditegaskan tetap kekeh.” Nggak mau, aku cinta sama kamu, sayang sama kamu, kamu nggak bisa giniin aku Fajar... nggak bisa buang aku gitu aja.” Rengek Kirana pada fajar.


Fajar yang melihat kirana yang tak mau putus muak, sejak dulu Kirana terus saja menolak untuk putus, selalu mengejarnya hingga satu tahun ini Fajar tak bisa dekat dengan siapapun lagi, siapa yang Fajar dekati pasti akan di bully oleh Kirana. Fajar tak lagi kenal kirana, kirana yang dulu manis dan lembut sekarang menjadi lintah darat yang menyeramkan.


Tak jauh beda dengan Letta Yonarsa yang dulu.


Karena tak mau berurusan dengan Kirana. Fajar segera menjauh dari kirana.” Fajar.. ih jangan tinggalin aku. Fajar aku sayang sama kamu.. “ gumam Kirana mengejar fajar lagi karena meninggalkan dirinya sendiri di sini.” Atau jangan jangan karena perempuan tadi yah kamu ninggalin aku? Aku bakal cari tau dia siapa, siapa yang berani rebut kamu dari aku.” Tegas Kirana dingin.


.


.


.


udah mau ending yah gesss.... tapi aku ngulur awokawok. mau bikin cerita Petta yang hidupnya kedepan sembari menyelesaikan masalah Dia yang kecil kecil. kayak Fajar, keluarga lamanya, Zaxi dan Areta dll.


.


.

__ADS_1


.


Happy atau mau sad nih?


__ADS_2