Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Tetap membenci


__ADS_3

Nato memandang lamban lantai mendengarnya. “ siapa yang buat loe begini?” Tanya Letta dingin.


Nato mendongak menatap Letta nelangsa, dirinya merasa seperti letta yang kakak bukan dirinya, padahal dirinya disini laki laki. Nato merasa kehilangan jati diri sebagai kakak. “ gue berantem di tempat kerja tadi.” Jelasnya gugup dan tak tenang.


Letta mendengarnya mengerjab pelan. Nato semakin gugup dan takut.” terus gue nggak sengaja mukul kepala manager tempat gue kerja, soalnya gaji gue bulan ini dipotong dengan alasan gue telat lah ini lah itulah, gue kelewat emosi sampai gue mukul kepala dia.” Jelasnya dengan pelan.


Letta mendengarnya hanya diam saja, membiarkan Nato bicara lebih lanjut. Nato meneguk saliva kering.” Ter terus gue nggak sengaja dorong dia dan mukul dia, dia juga mukul gue bawa scurity dan penjaga lain sampek gue begini. Gu gue di ancam buat masuk penjara karena ngelakuin penganiayaan kalo gue nggak bayar kompensasi sama mereka”: gumam Nato semakin gugup,.


Letta mendengarnya merasa kehilangan rasa lelah, memainkan lidah di dalam mulut Letta paham. “ berapa gaji loe dan berapa kompensasi yang dia minta?” Tanya Letta dengan pelan.


Nato menatap Letta memelas.” Gaji gue Cuma delapan ratus ribu, dan dia minta kompensasi sama gue delapan puluh juta. Gu gue minjem duit loe buat tebus dulu. Gu gue nggak punya uang sebanyak itu.” gumamnya lirih.


Letta mendengarnya mengikat dengan tatapan keji. Nato salah artikan tatapan itu sampai ia memejamkan mata.” Loe boleh apain gue, apapun tapi tolong jangan kasih tau bapak sama ibuk. Gue nbggak mau bikin meteka sedih.” Ujar Nato pelan.,


Letta menghela nafas pelan, mengambil kembali tasnya tadi dan mengambil kunci mobilnya.” Kita kekantor loe sekarang.” ujar letta tegas.


Nato mendengarnya menatap Letta linglung, hendak menolak tapi nalurinya menyuruhnya ikut dengan Letta.


“ mau kemana lagi?” Tanya Nadia melihat letta kembali mengeluarkan mobil.


” Urusan bentar buk.” Ujar Letta dingin.


Nadia menggeleng melihatnya, melihat Nato yang juga memasuki mobil dirinya lebih bingung,.” Sejak kapan mereka akur?” gumamnya pelan.


pasalnya selama ini setahunya mereka terus saja ribut jika bertemu


...----------------...


Mengendarai mobil hanya lima belas menit, di café tempat Nato bekerja. Di sana memang terlihat ramai, letta memasuki café dingin. Nato diam mengarahkan Letta menuju ruangan managernya, sampai di ruangan letta dipertemukan dengan laki laki cukup muda di kursi sembari memain HPnya. melirik nato dna letta.


” oh sudah ada uangnya?” tanyanya pada Nato.


Nato melirik Letta gugup, letta menatap manager dan mengangguk pelan.


mendekati manager semakin membuat Nato ketar ketir dan.


bUgh, Letta melempar CCTV di ruangan itu menggunakan kunci mobilnya hingga kacanya retak dan ...


“ Letta.” teriak Nato melihat Letta tampa ancang ancang memukul manager tempatnya bekerja.


Letta menarik kera baju manager yang terlihat kaget mendapat pukulkan sekuat itu dari Letta,


“ loe apain kakak gue ha?!” teriak Letta menggema, pengunjung memandang letta dan segera mendekat melihat lebih lanjut.


“ lepas..!” teriak manager tersebut dingin mendorong Letta.

__ADS_1


Letta kembali memukulnya kuat, manager ikut memukul Letta tapi tangannya tertahan oleh tangan Letta yang menahannya.


bugh. Tubuhnya terpanting menuju dinding kuat sampai beberapa orang menatap heboh.


Magnager terkekeh melihat Letta yang begitu bringas, tidak mengapik pada hidungnya yang berdarah. “ disini banyak bukti, loe bakal gue jeblos ke penjara bersama kakak loe..” ujar manager dingin kepada Letta.


Letta mendengarnya tersenyum miring.” Oh silahkan."


Letta mendekati Nato dan menunukan lengan Nato berdarah.” gue juga bisa lapor ke polisi mengenai keadaan kakak gue.” jelas Letta dengan mengangguk pelan.


“ pengeroyolan dilakukan oleh manager bersekongkol dengan oknum pegawainya, nggak bayar uang kerja kakak gue dengan seusai UMR yang sudah berlaku, menahan gaji karyawan, yang yang pasti..” letta mendekati Manager dan menatapnya dingin.” Memeras karyawannya dengan meminta uang 80 juta karena dia ngelawan pas di keroyok. Oh iya sorry gue udah lapor sih sama temen gue polisi, jadi kita lihat siapa yang amsuk penjara, loe atau gue!!!.” Jelas Letta sinis kepada manager.


Manager melebarkan mata mendengarnya, berusaha berdiri menatap Letta dingin. “ Kita punya alasan ngelakuin semua itu, dia duluan yang nyerang gue..” teriaknya dengan kuat,.


“ oh gue nggak peduli, yang pasti, cafe ini bakal hancur dan loe bakal pakek baju orange.” Tegas letta tersneyum sinis, sampai suara mobil sirenei mobil datang dan memasukinya cafe secara kasar.


Manager mendnegarnya menatap Nato emosi dan hendak melempar Nato menggunakan pas bunga. Letta melihat itu menarik NATO membiarkan lengannya yang terkena hingga berdarah. Letta menendang kuat manager tersebut dan menarik Nato menjauh.


" Letta..!" gumam Nato melebarkan mata kaget melihat lengan Letta berdarah.


Polisi datang melihat tersebut segera menangkap manager. “ bajingan loe.” Teriak manager café.


Nato shok, tak tau apapun menatap letta yang terluka mengerjab pelan.” letta.” gumamnya lirih dan serak.


“ Letta kamu nggak apa apa?” letta mengalihkan pandangan pada Putra yang mendekatinya.


“ yaampun luka loe, kita harus obatin, ayok Letta.” ujar Reno melihat lengan letta sudah mengeluarkan banyak darah.


Letta mengangguk keluar.” Awas loe. Gue bales loe nanti sialan..” teroiak manager menatap Letta dan Nato tajam., Letta menarik kantong bawah matanya dna memeletnya mencibir membuat Putra tersenyum tipis melihat kelakukan abstrut Letta.


Letta menghela nafas pelan duduk di café. bagian depan dimana Putra mengambil obat obatan, Letta diam dengan lengan yang sedang di bersihkan oleh Nato dengan lamban, letta diam melihat raut wajah merasa bersalah Nato. Nato benar benar tidak berfikir sejauh ini, Letta bahkan merelakan tangannya terluka demi dirinya tidak kenapa-napa.


Apalagi tindakan berani Letta memukul managernya betitu tadi. Itu terlihat keren dimatanya.


Kapan ia bisa seberani Letta?


“ ini obatnya.” Ujar Putra pada Nato.


Nato mengangguk pokus membersihkan luka Letta. letta melirik Putra dan Reno yang duduk di depannya dengan santai.” Lagian ngapain sih Letta loe pukul dia, mending turu.” Ujar Reno melirik luka letta.


“ dia hajar kakak gue, nggak lihat loe ini?” Tanya Letta kepada Reno melirik Nato yang masih belum dobati lukanya.


Reno melirik Nato dan mengerjab.,” foto dulu biar jadi bukti.” Ujar Reno segera menarik Nato untuk ia foto bagian-bagian yang terluka. Nato meliriknya dan berdehem membiarkan mereka memfoto dirinya, Letta hanya terkekeh melihatnya.


Putra mengambil obat lain hendak mengobati letta sata dimana Ntato Masih di foto.” Biar gue aja.” Ujar Nato pada Putra.

__ADS_1


Putra menghentikan tangannya dan mengangguk. Letta diam menatap Putra lamban, dia benar benar berubah menjadi pendiam. “ loe hmmm loe berubah?” gumam letta.


“ berubah gimana?” Tanya Putra melirik Nato yang sudah di foto kembali mengonati luka Letta.


Putra Melirik Letta kembali lebih dalam.” Dulu loe nggak sependiam ini, sekarang loe pendiam gue jadi ngelihat loe aneh.” Gumam Letta pelan.


Putra menaiki satu alisnya singkat.” Loe kenal gue dulu?” tanyanya.


Letta menghela nafas dan meringis saat lukanya ditekan oleh Nato.” Pelan pelan.” ujar Letta kepada Nato. Nato melirik letta kesal dan kembali mengobatinya.


“ loe kenal gue?” Tanya Putra kembali pada Letta yang malah mengalihkan atensi kepada Nato yang mengobatinya.


“ wey Putra kita dapat kasus lagi, katanya di jalan Semindang target terlihat.” Tegas Reno.


Putra mendengarnya segera berdiri dan pergi meninggalkan Letta tanpa bicara. Reno melirik Putra dan Nato.’'Kalo ada apa apa nanti kita hubungin lagi. nanti bakal ada panggilan lebih lanjut.” ujar Reno dengan tegas.


” Kita duluan yah.” ujarnya mengusap kepala Letta dan segera pergi tanpa mendengar jawaban Letta.


Letta mengerjab pelan melihat mereka menjauh, tersenyum tipis melambaikanm tangan menggunakan tangan kiri. Putra melirik Letta yang melambaikan tangan dingin. Rasanya aneh, Letta mengenal dirinya dari mana? Ia saja tidak mengenal Letta.


Letta melirik Nato dingin.” Harusnya loe tusuk aja itu orang kalo kurang ajar.” Tegas Letta.


Nato mendnegarnya menyelesaikan urusan nya dan berdehem.” Harusnya sih loe yang gue tusuk. Bisa bisanya malah luka. Kalo gini gue yang kena omel bapak, loe kan anak manja, anak kesayangan bapak.” Gumam Nato malas pada Letta.


“ Bapak sayang semua sama anaknya. bukan Cuma sama gue.” jelas Letta mengambil minuman yangh di sediakan di depannya.


“ masa?” Tanya Ntao remeh.” Dulu aja gue nggak dibolehin minum susu yang punya loe padahal gue suka.” jelas Nato pelan.


“ soalnya gue alergi susu sapi dan loe nggak alergi, mangkanya nggak dibolehin.” Jelas letta.


“ tapi susu loe lebih mahal ketimbang susu punya gue.” Jelas Nato kesal.


“ ketimbang susu doang loe iri. Nato harganya mahal bapak nggak punya duit kalo buat beli susu itu banyak. Loe kan tau bapak kita bukan orang kaya.” Jelas Letta tegas.


“ tapi gue jadi nggak sekolah gara gara loe, gue telat dua tahun dan harus sekelas sama loe karena harus jagain loe dan loe malah jadiin gue bahan Bullying.” Jelas Nato dingin.


“ karena gue kecil kan sakit, kalo bukan loe yang jagain gue siapa lagi? loe kan abang gue?” Tanya Letta dengan memelas. Dirinya sadar kehidupan Nato memang tidak adil, dua tahun ia menganggur belum sekolah hanya untuk menunggu Letta sekolah dulu, agar Letta ada yang menjaganya.


“ bapak tau mana yang terbaik buat anak anaknya, semisal kalo gue sakit jantung terus di dorong sama anak kecil gue bisa meninggoy dan loe nggak punya adek segemoy gue lagi. bapak percaya sama oe karena loe anak yang bisa dia percayain. “ jelas Letta kembali memuji Nato.


“ emang gue aja yang jahat buat loe kesusahan. Maaf yah, gue emang jahat banget.” Jelas Letta kepada Nato memelas.


Nato membuang muka melihat Letta yang begini.” Gue masih sakit hati sama loe, loe terlalu serakah sejak kecil sampai gue nggak punya masa indah di masa kecil gue.” tegas Nato.


Letta diam mendengarnya penuh kasihan.” tapi gue nggak mau jadi orang yang nggak ngucapin terimakasih. Thanks udah nolongin gue hari ini.” gumamnya pelan. Letta tersenyum tipis.

__ADS_1


Nato tetap membencinya.


__ADS_2