Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
pemaksaan


__ADS_3

Bita melirik juya yang menatap mereka polos.” Oh ini siapa letta? poinakan kamu?” tanyanya menatap juya.


” ganteng banget haloo.” Jelas Bita lagi mengusap kepala juya.


Juya tersenyum ramah dan menadakan tangan.” Halo tante, Nama saya juya.” Jelas Juya menyalam tangan Bita.


“ yaampun sopan banget.” Gumam Bita senang.


Letta menatap juya dan tersenyum.” Dia panggilnya nenek bukan tante, dia udah tua sayang.” Jelas letta menggoda Bita.


” sembarangan kamu.” Jelas Bita menolak menatap juya lagi.” panggil tante aja biar kelihatan muda.” Jelasnya dengan kekehan. Letta dan juya tertawa dibuatnya. Hanya guna yang tersenyum tipis.


“ duh ganteng banget. Gini dong Gin kasih mama cucu. Mama kan mau banget main sama cucu.” Gumam Bita pada Gina.


Wajah guna yang tadinya tersenyum lebar menjadi mendung, menatap Bita sedih. Bita melirik letta dan menghela nafas pelan.” kalo zeyn nikah sama kamu pasti bahagia banget, sekarang Zeyn nggak suka pulang, suka nya lembur, pulang Cuma sesekali. Gina pun jadi susah punya anak. Udah enam bulan lebih nikahnya tapi nggak mengandung mengandung.” Jelas bita pada Gina.


Letta kaget mendengar ujaran bita. Kok Bita jadi gini? Padahal bagi letta bita ini dulu sangat baik loh. Panutan dirinya sekali.


” Tante..” gumam letta menatap Bita tak percaya.


” Anak itu udah rezeki dari tuhan, seandainya sekarang Gina belum mengandung itu artinya Tuhan belum kasih kepercayaan sama Gina dan Zeyn. tante cukup support Gina dan Zeyn terus aja.” Jelas letta lembut.


Bita melirik Gina dnegan lirikan malas.” Iya tante support dan sabar kok. tapi mau sampek kapan letta kan tante ini udah pernah sakit tante takutnya nanti tante meninggal nggak sempet lihat cucu nya tante. Apalagi gina tante takut kalo dia mandul nggak bisa punya anak.” Jelas bita jujur.


” Tante kok ngomong gitu?” Tanya Letta shok.


Gina semakon suram menatap bita.” Kan tante Cuma cerita letta. tante Cuma menyuarakan isi hati tante. Gina jangan bawa perasaan yah, kamu harusnya berusaha buat kasih mama cucu bukan sakit hati.” Jelas bita pada gina lagi.


Letta menatap Bita kaget, dulu Bita ini sangat baik tapi mengapa dia sekarang seperti ibu ibu penuntut begini??? Melirik kepada Gina yang diam menatap mertuanya nanar Letta mencoba diam sejenak.” Gina ke toilet dulu yah ma.” Jelas gina segera pergi dari sana.


Bita melirik letta lagi.” tuh kamu lihat kan? dia di bilangin jadi gitu, pergi ke toiletlah. Nggak mau denger..” jelas Bita kesal.


“ tante.” Jelas letta tegas.” tante sadar nggak kalo Tante itu nyakitin perasaan Gina?? Memangnya perempuan mana sih nggak mau punya anak?” Tanya letta tegas.


Letta menggeleng.”nggak ada tante, dia juga mungkin udah berusaha sama zeyn, dia udah usaha tapi memang belum dipercayakan sama mereka. Tante kok begitu sama dia?” jelas letta tak percaya.


“ emang tante salah yah minta cucu?” Tanya Bita lepada letta nanar.


”nggak salah tante, Cuma caranya aja yang salah.” Jelas Letta pelan.


Bita mendengus kesal menatap Juya yang makan dengan kalem, mengusap kepala juya tenang.” tante mau punya cucu cewek, kan anak tante cowok semua. Andai kamu yang jadi mantu tante, pasti keluarga tante bahagia, “ jelas Bita dengan pelan..


Letta menatap Bita tak percaya. Bisa bisanya bita malah membandingkan dirinya dengan Gina???


Mereka tidak sadar jika Gina dibalik dinding mendengar semuanya. Gina tak bisa menahan laju air matanya segera ketoilet untuk menangis.


“ tante ngak salah sih mau punya cucu.” Jelas Letta pelan menganguk mengakluhi hal ini.” tapi emang harus banget yah tante nuntut Gina buat punya anak? Gina juga pasti mau tante Cuma mungkin emang sedikit sulit bahkan bisa jadi juga Zeyn yang bermasalah.” Jelas Letta tegas. kesal jika begini.


Bita menggeleng tegas.” di keluarga tante itu ngak ada yang mandul ltta, semuanya sejahtera dan juga aman santosa. “ jelas bita tegas.” mangkanya tante bilang kalo zeyn nikah sama kamu pasti kami udah punya cucu dan hidup bahagia. zeyn pulang terus dan dia bakal sering senyum ngak kayak sekarang triplek aja terus..” Jelas Bita tegas pada letta.


“ Ibu.”


Pangil juya menghentikan ucapan Letta. letta menatap Juya yang menatapnya polos.” Juya pengen pup... pulang yuk.” Jelansya lagi pelan menatap Letta penuh perhatian


letta menghela nafas pelan menatap bita yang kaget.” Kok dia manggil kamu ibu?” Tanya bita heran.


” Saya anaknya tante.” Jelas Juya tak menunggu letta menjelaskan.


Bita menatap letta kaget.” Kamu udah niklah?” tanyanya pelan.

__ADS_1


“ iya ibu udah nikah sama papa. “ jelas juya tetas.


Letta merasa jika Juya tak suka pada Bita jadi mengernyit pelan.” Yaudah jika begitu tante.. kita pulang dulu yah.” jelas letta pelan.


” tunggu Letta. Letta jika kamu udah menikah kenapa nggak bilang atau undang tante?” tanyanya tak terima.


Letta tersenyum tipis.” Maaf tante nikahannya memang secara kekeluargaan aja, nggak terlalu mewah dan undang banyak orang.” Jelas letta.


” maaf yah tante kita bisa ngobrol lain kali aja.. bye.” Jelas Letta segera membantu juya turun dan bergegas pergi.


Juyapun mengikuti Letta dengan tenang menatap bita masih kaget dibelakang. ada rasa tidak terima dihatinya Letta menikah dengan duda beranak satu. mengapa tidak dengan Zeyn saja?!


Letta tidak mengundang keluarga Zeyn, keluarga Mars, sebab mereka dulu adalah keluarga calon tunangannya, yang ada akan ribut saja nanti baginya.


Lalu mengapa Bima diundang? Tentu saja karena Bima sudah menjadi kerabat baik letta dan keluarga. Jadi bima menjadi pengecualian bersama orang orang yang memang sudah berteman dengannya,. Letta hanya ingin istirahat saat lelah jadi tak banyak tunggangan yang ia hadapi.


Juya melirik letta yang menyetir tak nyaman.” Ibu siapa tadi? Mengapa dia bicara tidak sopan?” Tanya Juya pada letta.


letta ingat pada Bita.” Itu mamanya teman ibu.:” letta Tidak mungkin bilang jika dia adalah orang tua mantannya.


Juya mendengus.” Bicara tentang pernikahan kan ibu sudah menikah sama papa. Juya tidak suka kepada dia.” Jelas juya jujur.


Letta terkekeh pelan mendengarnya.” Yaudah jika tidak suka. Juya hanya perlu diam dan lihat saja oke?” Tanya letta.


“ karena itu Juya meminta untuk eek saja. Biar kita cepat pulang.” jelas juya kembali pada letta. letta terkekeh mendengarnya.


Letta tau ini alasan Juya agar terhindar dari mereka semua., tapi letta juga bersyukur karena juya membawanya keluar dari lingkaran yang ingin menerkam Bita. Bagaimana bisa seorang perempuan bisa disalahkan ketika ia tidak bisa memiliki keturunan?


Sampai ke rumah. letta dan Juya segera masuk ke dalam, memang belum kerja Letta dan besok ia akan mulai kerja. Saat pulang hingga malam letta tetap di rumah hingga putra pulang.


“ sayang.. " panggil Putra yang pulang menatap letta yang menonton sembari termenung.


“ ha Bun?” tanyanya heran.


” Bunny? Hehe panggilan dari korea bunny kelinci lucu.” Jelas letta.


” oh jadi ada panggilan ini sekarang?” tanyanya.


Letta terkekeh pelan menunjukan drama korea didepannya.


“ aku jadi terharu deh uhh peyuk.” Gumam Putra memeluk letta dan mengecup pipi letta berkali kali.


Letta menjadi melirik Putra kesal.” Tadi kenapa termenung hm? Ada masalah?” Tanya putra pelan. ia tadi sempat melihat pandangan letta yang kosong. “ atau aku ada salah? Kamu ngak bahagia sama aku?” Tanya Putra berturut turut.


Letta menghela nafas pelan. “ Nanti kalo aku nggak kasih kamu anak kamu beneran nggak marah ?” Tanya letta pelan.


Putra menatap letta kaget sontak ia duduk tegak menatap letta.” sayang kok nanya gitu? Kan dari awal udah kesepakatan kita kalo kita nggak punya anak ngak apa apa. Kamu sayangkan sama Juya? Juya udah cukup kok buat kita.” jelas Putra tegas.


“ kalo tanpa Juya apa kamu juga mau sama aku yang ngak bisa punya anak?” Tanya letta takut.


Putra mengangguk.” Tampa atau adanya juya, kamu taukan kehadiran Juya karena apa??? Jangan berpikir hal yang ngak seharusnya kamu pikirin yah. aku sayang kamu apa adanya.” jelas putra lagi dengan perasaan luka. “ aku sedih kalo kamu sedih.” jelas putra kembali.


“ kalo mama sama papa gimana? Apa mereka beneran baik baik aja saat tau aku nggak bisa kasih meteka cucu?” Tanya Letta takut. sejujurnya letta menjadi buah pikir saat tau Bita mempermaslaahkan soal cucu. Apakah orang tua Putra juga akan begitu??


Putra menggeleng dan memeluk letta lembut, menaruh kepalanya di dada letta. “ nggak, papa dan mama udah tau kok.” jelasnya. Letta melebarkan mata.” Aku udah bilang sedari awal aku mau nikahin kamu, tapi mama dan papa enggak peduli, “ jelas Putra jujur


Letta menghela nafas pelan, bisa jadi itu karena sudah ada Juya yah batinnya. “ kamu ngak usah mikir apapun, aku cuma mau kamu sehat dan bisa terus di tengah aku dan Juya. Letta nggak perlu kamu kasih aku apa apa, kasih aku cinta aku aja udah lebih dari cukup.” jelas Putra lagi dengan tenang


Letta mendengar itu menghangat, mengusap kepala putra.” Aku juga. Makasih yah udah terima aku apa adanya.” jelas letta.

__ADS_1


Putra mengangguk pelan.” kamu kenapa jadi mikir begitu? Ada yang ganggu pikiran kamu? Siapa?” Tanya Putra heran.


Letta menghela nafas pelan.” tadi aku ketemu mama Zeyn.” Jelas letta.


putra mengangguk paham.,” terus Gina istrinya putra belum hamil sampek sekarang buat mama nya Zeyn resah, dia nuntut Gina buat hamil secepatnya dan kasih cucu. Memangnya bikin cucu sama kayak bikin bakwan apa yang tinggal beli tepung garem sama minyak?” Tanya Letta kesal.


Putra menganguk pelan.” atau bisa jadi juga kan cowoknya yang bermasalah. Lagian kalo memang tulus harusnya nggak gitu. Menikah Cuma mau punya anak adalah suatu kesalahan juga loh, sebab sama aja kita udah nggak percaya sama Tuhan.” Jelas Letta terang terangan.


“ sebagian ada yang nikah karena itu, karena tuntutan lingkungan dan juga kebutuhan bilogis., kamu doain aja supaya mereka bisa cepet dapat solusi. Atau bisa jadi juga kan karena Gina itu berdosa, mangkanya begitu.” Jelas putra kesal.


” Berdosa kenapa?” Tanya letta kaget.


” Karena kan dulu reno sama Gina yang jebak aku. Dia yang jebak aku supaya aku nikahin sahabatnya dia yang hamil, kemarin dipecat gara gara itu,. karma itu berlaku di kehidupan nyata.” Jelas Putra tegas.


Letta terdiam mendengarnya. Benar juga yah batinnya. “ kamu benci banget sama dia?” Tanya Letta ragu.


” Banget sih. bahkan kalo sata itu aku jahat aku udah sewa preman buat memperkaos dia. Tapi aku ngak tega..!"


“ he.” Tegas Letta kaget.


Putra memutar bola mata malas.” Semisal saat itu aku nggak dia dan Reno jebak aku pasti masih kerja sebagai kemiliteran, aku bisa nikah sama kamu lebih awal bahkan aku ngak harus benci sama diri aku sendiri yang dicap orang banyak nggak bertanggung jawab, aku dibilang bukan laki laki yang baik karena nggak nikahin sahabatnya. Dan yang terakhir Juya ngak akan lahir dan dibully oleh orang karena lahir sebagai anak hara,lm.” jelas putra tegas


“ juya memang sebuah rezeki paling berharga di hidup aku, karena ada dia kamu ada di sisi aku. Tapi kehadiran Juya memang dalam drama yang mengesalkan. Mereka keterlaluan, anak dan sebuah keluarga bukanlah hal yang bisa mereka atur sembarangan, seakan mereka saja yang menjalankannya. Mreka itu sama saja bermain main dengan takdir orang lain.” jelas putra lagi.


“ tapi..” gumam Letta tak bisa berkata kata.


” Mana Juya?? Katanya amnbil raport hari ini kan? dapat rengking berapa? Juara nggak?” Tanya Putra mengalihkan pembicaraan. Putra tidak bisa bertindak baik menyangkut perasaannya.


Letta menatap putra tersenyum tipis.” Juya syukurnya naik.” Jelas letta.


Putra menatap letta bangga.” Tapi dia peringkat 29 di antara 31 siswa.” Jelas letta dengan kekehan.


Senyum putra menjadi pudar.” Peringkat tiga dari urutan terakhir?” tanyanya shok.


letta mengangguk. Puytra menatap kearah pintu kamar juya di atas.” JUYA..” teriak putra. Sudah tau kana pa yang terjadi selanjutnya???


...----------------...


Gina menatap lamban pintu kamar yang ia tungu sejak jam 8 malam hingga sekarang jam 11 malam. Tapi suaminya tak juga pulang. menatap bajunya yang tipis untuk menggoda suaminya ia menghela nafas pelan. menatap HPnya yang chatnya tak di balas telepon tak di angkat. Gina dibuat kedinginan dan frustasi di buatnya.


Hingga sosok yang ia tunggu pulang membukakan pintu. Gina buru buru berdiri menatap zeyn Dengan senyum tipis. Zeyn melihat guna yang menggunakan baju dinas hanya datar segera menaruh tasnya di atas sofa. Gina segera mendekati zeyn dan memegang lengan zeyn manja.” sayang... kamu mau mandi air hangat? Aku siapin yah? atau mau makan aja?” tanyanya.


Zeyn diam menatap Gina dingin, ia menggeleng pelan melepaskan tangan Gina dari lengannya. Gina menatap hal itu luka.”: aku udah makan diluar, dan aku bisa mandi dan siapkan airnya sendiri.” Jelas zeyn kembali tegas.


Gina menatap Zeyn yang biasa saja melihat dirinya menggunakan baju begini.” Zeyn... ayo kita buat anak.” Jelas Gina tegas.


Mereka bukan tidak pernah membuat dan berusaha, tapi memang belum dapat saja, tetapi Zeyn memang jarang pulang, dia jarang ada wkatu di rumah dan untuk dirinya.


Zeyn berdecap kesal.” aku baru pulang gina, aku capek, aku mau istirahat.” Jells zeyn tegas.


” tapi mama kamu minta kita buat cucu terus. Kalo kamu pulangnya malem terus, nggak ada waktu kayak gini gimana aku harusnya zeyn?” Tanya Gina getir.


” Gimana aku kasih mama kamu cucu kalo kayak gini?” Tanya Gina lagi sedih kepada Zeyn.


Zeyn menatap Gina dingin dan tegas. “ kamu bisa mikir nggak sih Gina? Aku baru pulang dan kamu nuntut beginian??” tanyanya kesal


Gina menatap Zeyn sesak. “ siapa yang bilang aku mandul? Kalo bukan desakan mama kamu aku nggak akan desak kamu kayak gini Zeyn.” Tegas Gina tak suka.


Zeyn mendengar itu memejamkan matanya mengontrol emosi.” Gina....” bisiknya pelan.

__ADS_1


__ADS_2