Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Enggan


__ADS_3

” kau tak bahagia??? jika tidak katakan padaku. Aku akan kembali berusaha membuat kamu bahagia. “ jelas Putra sesak. Matanya bahkan sudah berkaca kaca memandang letta.


Letta tersenyum tipis.” Bahkan jika ada cerita buruk tentangku?” Tanya Letta. berita buruk tersebar tentang dirinya, dan apakah Putra tetap bersama dirinya?


Putra menaiki alisnya memandang letta bertanya. Letta menghela nafas pelan membuang muka kedepan.” Gue pulang yah... gue di sana.” jelas letta menunjukan Villa yang ia tempati.


Putra mengangguk pelan.” mari gue anter pulang.”


“ nggak usah. Gue emang niatnya mau sendiri aja. See you.” Jelas letta melambaikan tangan, menolak niat baik Putra kepada dirinya.


Putra ikut melambaikan tangan memandnag Letta yang menjauh sedih.” komandan.” Teriakan dari rekannya mengalihkan atensi milik Putra, ia segera pergi dari sana.


...----------------...


Berbeda dengan Bara yang memandang kosong beberapa poster itu, menyuruh beberapa orang milik ibunya dulu menyelidiki foto itu. sudah dua hari usai kejadian foto itu keluar hasilnya dan ternyata memang sebagian editan, sebagian lagi memang benar dan itu bagian letta yang berciuman kepada laki laki yang sering bersama dia. Bima, iya.


“ kau terlihat sangat peduli dengan wanita ini. sejak kemaren saat dia di hajar dan sampai sekarang simpang siur tentang dia kau tetap membantunya, bukannnya kamu tidak suka dia?” Tanya Rizal kepada Bara yang di depannya.


Bara menghela nafas dan menggeleng pelan, memandang ayahnya sesak.” Bara sangat peduli sekarang.” jelas Bara memandang foto dan berkas.” Bara juga boleh minta sesuatu pa” Tanya Bara. Rizal menaiki alisnya memandang Bara.


“ Bara mau pinjam uang 30miliyar.” Jelasnya.


Mata Rizal melebar mendnegar jumlah uang yang ingin Bara pinjam.” Ah tidak, dua puluh saja, “ jelasnya, sebab 10 miliyar sudah ada ditangannya sekarang, memang dirinya tercatat sebagai ahli waris utama harta milik Letta yang ditinggalkan, tetapi yang mengelolah adalah Rizal, dan Rizal tetap mengatur pengeluaran dan pemasukan sampai Bara siap menjadi penerus seterusnya kelak.


“ untruk apa?” Tanya Rizal menaiki alisnya, memandang Bara mulai serius.


Bara menyenderkan tubuhnya.” untuk membantu teman membayar hutangnya.” Jelas Bara tenang


Rizal semakin memandang putranya aneh.” Tidak seharusnya kau peduli hutang orang lain?” Tanya Rizal dan membalikkan foto foto editan itu tadi,


Bara melirik Rizal sulit, jika saja Rizal tau siapa yang ingin dirinya bantu, pastikan ratusan miliyar sekalipun akan dia beri. “ oke papa akan kasih, tapi dengan syarat kamu memenangkan proyek pembangunan Tol di daerah ini.” jelasnya menunjukan arahan.


Bara mendengar itu mengangguk tegas.” Katanya di sana warga banyak yang enggan menjual tanah. Kamu papa harap bisa melakukan negosiasi terhadap warga di sana.” jelasnya kembali. Ingat tidak ada uang gratis di dunia ini.


Bara mendengarnya sekali lagi mengangguk.” Hanya itu” Tanya bara.


Rizal mengangguk.” Bara juga minta satu hal lagi. tolong papa sebarkan berita ini lewat Jurmal media om Nio, tolong ungkapkan kejanggalan dan kebenaran tanpa atas nama barang atau orang yang dikenal. Mengenai beberapa ciri dan juga kebenaran. Bara harap ini bisa membuat orang mengurangi nilai buruk tentang Letta.” jelas Bara tegas.


“ mengapa tidak atas namamu dan kamu jelaskan sendiri dia kan teman kelasmu, kamu pasti akan mendapatkan nilai plus dari wanita ini.” jelas Rizal heran.

__ADS_1


Bara menggeleng.” jika aku yang menjelaskan, sudah pasti akan tak percaya, tapi jika emang dari pakarnya mereka pasti percaya. “ jelas bara tegas.” Pilih Pakar terbaik dari potoshop atau ediyor foto menjelaskannya, dan sebarkan di seluruh media social, baik instagram, Tiktok.dan beberapa media, sampai ke media kampus juga. Bara harap dengan adanya ini isu itu tertepis.” Jelasnya kembali.


Rizal tersenyum puas mendengar penjelasan dari anaknya. Mengangguk pelan Rizal menatap bara.” Bagus. Papa harap kamu bisa lebih berkembang supaya Alleta di sana menatap kamu bangga. Dia pasti sangat senang melihat perkembangan mu.” Jelasnya menepuk pundak Bara pelan.


Bara di sana tersenyum tipis. Yah mamanya bangga? Tapi mamanya sedang tidak baik baik saja sekarang.,


...----------------...


Berjalan menuju perbukitan, Letta melihat semak semak yang bergerak erak. Letta menaiki alisnya, mendekati semak semak heran, semak-semak di bawah sana. letta mendapatkan mainan. Apa itu harimau? Atau singa? Jika iya maka pasti akan senang jika memeliharanya.


Tapi karena takut Letta hendak mundur saja, melirik ada darah berceceran dibawah kakinya semakin membuat dirinya penasaran.


” Nona..” panggil dari belakang. Letta menoleh melihat siapa memanggilnya.” Nona dari mana saja” Tanya Ningsih di sana menatap letta marah.” Saya nyariin dari tadi tau.” Jelasnya.


Letta melirik semak semak. “ kyak.." teriakan ningsih menggelegar melihat babi yang keluar dari semak semak dan menampilkan kaki seseorang yang berdarah. ia memeluk Letta erat ketakutan.


Letta melirik ningsih kesal.” Apaan sih loe. Sana jauh jauh.” Ketus Letta menjauhkan Ningsih dari dirinya.


Tapi Ningsih sangat erat menarik baju letta.” itu ada mayat..” teriak ningsih.


Letta mengerang kesal disana, melirik kaki yang terguntai berdarah, ia mendekati semak semak.” Eh mbak jangan deket deket.” Pekik Ningsih menghentikan langkah Letta.


Ningsih memandang Letta memelas.” Jangan ke sana, ada mayat,” jelasnya berbisik.


Letta melirik Ningsih tajam dan kembali mendekati mayat. Ditarik Ningsih sekalipun letta mendekat melihatnya. Bruk bruk. “ kyak..” suara teriakan Ningsih kembali ditelinga Letta. Letta mengerang marah melirik Ningsih yang bersmebunyi di belakangnya.


Letta melihat keseluruhan babi yang lari, meninggalkan sosok yang terlihat, letta menyugar meminggirkan semak semak, mata Letta sedikit dingin melihat siapa yang dirinya dapatkan.


Tama... Tama yang sudah babak belur dan juga berdarah di beberapa bagian tubuhnya. Ningsih yang tak mendengar lagi suara letta segera melirik kedepan. Ingin berteriak kembai tetapi terhenti melihat apa yang ia lihat menjadi shok.


” Loh inikan cowok tadi pagi yang ngaku-ngaku anaknya ibu.” Gumamnya segera menyingkir dari letta.


Letta melirik dingin Ningsih yang segera mendekati Tama. Ningsih mengusap pelan wajah tama dan mnenyentuh hidungnya, “ masih hidup.” gumamnya segera mengecek nadi Tama.


“ masih hidup mbak.” Teriaknya pada Letta.


Letta hanya diam melirik ningsih dan Tama, sama sekali tak ada niatan membantu.


“ mbak bantuin Ning. Ning bantu abang Ning dulu nih.” Jelas Ningsih di sana kesal melihat letta diam saja sata dia berusaha membawa Tama untuk berdiri.

__ADS_1


Tubuhnya dan Tama berbeda jauh, Tama berbadan kekar dan tinggi sedangkan dirinya pendek dan bantat, apalagi tubuhnya yang kurus semakin membuat tubuh mereka timpang. Ningsih sampai terjatuh usai mencoba menggendong Tama hampir terjatuh ke jurang andai Letta tak menahan baju ningsih.


“ mbak..” gumam Ningsih kesakitan sebab tubuhnya terduduk semak semak, meringis melihat tama.” Mbak tolong mbak” gumamnya.


Letta kesal dari tadi di panggil mbak mbak terus oleh Ningsih, segera berlalu dari sana.” mbak tolongin abang Ning.. pliss.” Teriak Ningsih memelas.


“ Minta tolong yang lain aja. Gue ogah.” Jelas Letta malas.


“ mbak, mbak nggak bnoleh begitu, karena dasar manusia itu saling tolong menolong, kalo mbak nggak mau menolong sesama artinya mbak itu jahat nggak punya hati.” Jelas Ning dengan Gerang kesal.


Letta melirik Ningsih dengan alis terangkat, Ningsih melihat wajah suram Letta yang marah meneguk saliva kering dan segera mundur, kembali terjatuh sebab terganjal tunggul membuat Ningsih meringis. “ gue emang jahat., Mau apa loe ha?” Tanya Letta datar.


Ningsih melirik letta memelas.” Mbak, semua orang bisa jadi jahat tapi nggak semua orang jadi baik, mbak tinggal jadi baik atau mengikuti dasar manusia. Jahat.” Jelasnya kembali dengan pelan. Letta mendengar itu memandang Ningsih kesal dan segera pergi.” Mbak pliss. Ning janji nggak akan ganggu mbak, tapi tolong bantuin dia. “ tangis Ningsih menjerit.


“ huaa atau nggak Ning akan bilang sama semua orang kalo kamu yang buat dia celaka.” Teriak Ning lagi.


Letta melirik Ningsih kesal.” loe pikir apa sih ha? Hebat loe begitu sama orang? maksa buat nolongin dia yang jelas jelas buat gue di posisi begini. Untung untung bukan gue yang bunuh dia.” Tegas Letta kepada Ningsih. Ningsih diam menunduk memelas di depan Letta.


Letta melirik Tama lagi, sebenarnya Tama bukan sosok jahat, dia hanya korban keegoisan orang tuanya, membenci sampai buta, buta karena perasaannya yang tak mendasar, Letta paham sejujurnya tetapi Letta masih memiliki dendam. Mendekati Tama dengan pelan, Letta menarik tangan Tama dan membantunya berdiri. Ningsih melihat hal itu mengerjab pelan memandang Letta.


Letta diam menggendong Tama tenang di punggungnya. Kakinya yang bahkan terkilir semakin sakit untuk mendaki.” Loe bantuin begok.” Teriak Letta pada Ningsih.


Ningsih buru buru berdiri dan membantu tama di sebelah bahunya. Sama sama membawa tama di keadaan buruknya. Letta tidak sanggup sebab dirinya sendiri luka.” Tama... ningsih.” Teriak Sarah dan pak Dar melihat Tama yang keadaannya buruk.,


“ dia dia kenapa?” Tanya Sarah melihat Tama khawatir.


“ nggak tau tadi pas nyari mbak Letta kami ketemu dia udah kayak gini.” Jelas NIngsih jujur dan polos.” Sini bapak aja yang bawa,. “ jelas pak Dar mengambil alih Tama.


Tetapi tubuh Tama terlalu berat sampai limbung, Letta menahan Tama dan melirik pak Dar dingin.” Ma maaf.” Gumam pak Dar Takut.


Letta mendengus dan kembali membantu Tama, memang tak seberat tadi jadi ia kembali membantu pak Dar sampai ke vila.” Ning panggil bidan cepet.” Jelas bu Sarah di sana pada Ningsih. Ningsih mengangguk segera pergi ke bawah, mengambil motor kebun untuk memanggil bidan.


Letta meringis merasa lukanya kembali basah.” Loh kamu luka?” gumam Sarah menyentuh lengan Letta.


Tetapi letta tepis membuat sarah kaget. “ jangan sembarangan menyentuh orang.” Jelas letta serak.


” Ma maaf nona.” Gumam Sarah takut. Letta benci Sarah, Sarah akibat dari semua luka yang dirinya dapatkan, wanita egois ini yang membuat Brayen dan Tama membenci dirinya iya kan???


Sarah segera mengambil air untuk membersihkan luka Tama, melirik Letta tak lagi berani, sebab Letta memang memberi aura permusuhan sejak pertama bertemu.

__ADS_1


__ADS_2