
“ Nomor 22.” Letta melihat antriannya segera ke depan, mendekati perawat.” Wah dokter juga yah?” tannyanya pada letta sopan.
Letta mengangguk pelan dan segera masuk menuju ke ruangan milik dokter kandungan. Saat masuk ia berpapasan dengan Gina dan zeyn tapi tak saling sapa.
Bahkan terlihat Gina membuang muka kepada Letta. Zeyn disana hanya diam menatap Letta. Ia pikir Letta mandul beneran, Ternyata dia tak bisa hamil karena penyakit saja.
Letta berdehem pelan menatap dokter yang menatap letta bingung.” Haloo. Dokter yah bu?” tanyanya.
Letta menganguk.,” iya bu, saya dokter jantung baru masuk hari ini. “ jelas letta.
dokter mengangguk paham di sana menatap letta.” jadi mau periksa kandungan atau bagaimana ibu?” tanyanya
Letta berdehem pelan.” hmm saya mau cek kehamilan bu.” Jelas Letta pelan, sedikit gugup menatap dokter.
” sudah cek menggunakan tespack di pagi hari bu?” tanyanya pada Letta.
Letta mengeleng pelan." Belum dok, saya langsung ke sini saja soalnya saya nggak tau caranya!" Jawab Letta jujur lagi. Letta melihat tespeck saja belum pernah apalagi mau tes.
” Harus cek dulu yah bu menggunakan tespeck, nanti jika sudah cek pakek tespack baru ke sini kembali,.” Jelas dokter lembut. Ia sedikit kaget saat Letta bilang dia tidak tau apa itu tespeck. zaman sekarang masih ada yang tidak tau yah!
“ kalo sekarang di sini aja langsung gimana?” Tanya letta ragu.
Dokter menganguk.” Boleh bu, jika begitu silahkan tidur di tempat yah, kita lihat yah.” jelas dokter.
Letta mengangguk pelan tidur menatap monitor tenang. dokter berdehem pelan menyentu nadi letta, lalu perut.
Letta diolesi gel di atas perutnya gugup, rasanya was was. Dokter menatap layar USG menunjukan perut letta yang berisikan kantung samar. Letta melihat itu cemas takut dan bahagia.” ibu bisa lihat yang kecil itu? selamat ibu sepertinya ibu hamil anak kembar.” Jelas dokter tersenyum lebar.
Letta melebarkan mata kaget.” Kembar?” Tanya letta shok.
Dokter menganguk senang.” Kamu ada saudara kembar? Papa atau mama? Atau kamu sendiri begitu?” Tanya dokter kembali.
Letta mengangguk.” Saya kembar.” Jelas letta ragu.
” Bagus,. Itu artinya kamu memang gen dari keturunan.,” jelas dokter kembali menatap monitor.
Letta memandang itu cemas.” dokter, saya pernah tlanspantasi jantung tapi, apa tidak apa?” Tanya Letta ragu,
dokter mendnegar itu terdiam, memandang letta rumit. Letta yang ditatap begitu ragu dan takut. dokter segera duduk di kursi dan membiarkan Letta bangun dari tempatnya.
“ kamu pasti sudah paham betul mengenai hal ini dokter” jelasnya.
Letta menganguk.” Menurut study tidak apa apa dengan beberapa syarat.” Jelas letta tegas.
dokter tersenyum mendengar hal itu.” benar, kehamilan harus dihindari seusai 1 tahun awal transplantasi. Ibu sudah berapa tahun? tanyanya.
Letta berdehem.” Empat sampai lima tahun dok.” jelas letta jujur.
“ ada beberappa produk obat yang harus di hentikan untuk pengidap gagal jantung, dan sepanjang kehamilan imonosupresi harus dipertahankan pada dosis yang tepat. Atau dosis khusus. Lalu sang ibu tidak di sarankan untuk melahirkan normal, sang ibu harus lahir Caesar dan harus di cek rutin oleh dokter, jangan sampai kontraksi duluan. “ jelas dokter lagi dengan tenan,
Letta tersenyum lebar mendengar itu, ia tak mandul itu adalah sesuatu yang berharga di dirinya. Sedari awal letta tak berharap bisa memikliki anak, tapi memiliki anak adalah suatu yang berharga dan bahagia di hidup letta.
letta bersyukur bisa memiliki anak.” Untuk usia kandungan nyonya. Sejak kapan ibu tidak lagi haid dan haid Biasanya tangal berapa?” Tanya dokter lagi sembari mencatat
Letta mengingat lagi.” bulan lalu terakhir, dan bulan ini belum lagi datang bulan Bu, biasanya pada tangal 7 atau 8.” Jelas Letta ragu.
Dokter mengangguk pelan.” perhitungan dimulai dari awal haid yah bu, artinya ibu sudah mengandung 4 minggu.” Jelasnya.
Letta menganguk mengulum senyumnya.” Kalo jenis kelamin?” Tanya Letta lagi dengan tenang.
Dokter terkekeh pelan.” maaf ibu. Usia kandungan ibu saat sudah masuk ke empat atau ke enam nanti baru bisa lihat, jika sekarang belum.” Jelasnya.
Letta mengangguk paham.” Oh oke, terimakasih dokter.” Jelas letta Tersenyum lebar.
Dokter memberikan surat dan juga beberapa berkas.” Bu letta silahkan tanda tangan di sini, dan untuk jadwal pengecekan, maaf karena ibu ada penyakit bawaan ibu harus Selalu control minimal satu minggu satu kali, “ jelas dokter lagi tenang.
Letta mengangguk segera membaca saksama dan mengangguk setuju.” Kembar beneran yah dok?” Tanya Letta lagi.
dokter terkekeh dan Tersenyum ikut bahagia pada Letta.
Letta keluar dari ruang dokter dan tersenyum lebar memegang kertas ditangannya yang berisikan keterangan dirinya hamil.
....
__ADS_1
Beda di sisi lain. Gina dan Zeyn harus duduk didepan orang tua Zeyn yang membuka dan membawabkudanya setiap laporan dan keterangan dari dokter mengenai keadaan Gina.” Kan mama udah tebak. Gina ini pasti yang punya masalah, soalnya keluarga kita itu nggak ada yang mandul zeyn.” jelas Gina tegas.
“ ma aku nggak mandul.” Jelas Gina tidak terima.
” Kamu nggak mandul kalo bisa punya anak, kalo nggak bisa namanya mandul.” Jelas Bita tanpa hati.
Zeyn menghela pelan.” kami sedang mengusahakan anak mama, jadi tolong doakan dan dukung kami.” Jelas Zeyn tegas.
“ mama selalu dukung, nanti deh kalian pikirin aja masalah kalian, cape mama mikirin kalian.” Jelas Bita kesal segera pergi.
Gina meremas tangannya seniri melirik Zeyn dengan pandngan sulit.” Aku mau pindah aja zeyn, aku nggak mau di sini.” Jelas Gina lirih pada zeyn.
Zeyn menatap Gina dan mengangguk pelan.” oke. Kita pindah, diapartemen aku aja.” Jelas zeyn.
Gina mengangguk dengan mata yang sulit ia tamping lagi air matanya. ini sangat sakit untuk ia hadapi. Fajar melihatnya kakaknya dan kakak iparnya menjadi sedih juga.
“ kakak ipar loe mandul?” Tanya Brayen kepada Fajar mendengar percakapan mereka tadi tadi penasaran kepada Fajar.
Fajar menggeleng dengan kening mengerut.” Mana gue tau masalah mandul cuy. Gue nggak tau sih.” jelas Fajar menolak, ia tidak mau ikut campur masalah kakaknya dan kakak iparnya.
Brayen menatap Gina mencibir.” Itu sih karma buat dia.” Jelasnya.
Fajar menaiki alisnya bingung. “ karma apaa sih?” tanyanya segera berjalan didepan Brayen menuju kamarnya.
Niat mereka memang ingin main game di kamarnya tadi, dan bertemu dengan Gina dan abangnya di sini hanyalah kebetulan.
“ lah loe nggak tau kalo dulu tu kakak ipar loe pernah jebak temennya gitu??? Nah itu suaminya letta Putra sampek punya anak sama cewek lain, mangkanya dia sama letta dulu gagal nikah dan letta jauhin dia. Karena kakak par loe yang jebak.” Jelas Brayen tegas.
Fajar mendengar itu menatap brayen kaget.” Loe serius??” Fajar tidak menyangkah jika kakak iparnya sejahat itu.
“ Sumpah, katanya sih supaya sahabatnya sama bang Putra nikah gitu, padahal sedari awal bang Puutra udah nolak dia sih, dia cinta banget sama Letta eh Gina malah ngelakuin hal kayak gitu, mangkanya Putra sampek dipecat. Jasmine harus hamil anak putra tampa pernikahan dan sekarang harus hidup diluar negeri karena ngehindar dari Putra. Dan sekarang korbannya Juya. Juya harus hidupnya sama orang tua yang nggak nikah, dibuly karena dibilang nggak punya mama, kakak ipar loe jahat aslinya.,'' jelas brayen sinis pada fajar.
Fajar menatap Gina dibawah rumit. Apa jangan jangan kakak iparnya memang kena karma mangkanya tak hamil hamil?? “ skuy lah main kita dari pada mikirin orang yang nggak mikirin kita.” jelas Brayen lagi.
....
Letta segera pulang dengan tenang, tapi sebelumnya letta juga ke restaurant untuk membeli makan siang dulu, ia tak ingin masak siang ini. saat masuk ia bertemu dengan Tama di sana menyapanya. Letta hanya tersneyum menatap Tama yang mendekat.” Eh letta mana putra? Kok sendirian?” tanyanya heran.
Fajar membentuk hurup o kecil di bibirnya.” Oh iya gue dukuan yah, Masih ada klien soalnya.” Jelas tama. Letta mengangguk.
”mbak bil dia sama aja kayak yang saya yah.” jelas Tama.,
pelayan mengangguk pelan.” baik pak.” Jawab pelayan
Letta menatap tama menjauh senang.” Tama gue pesen buat sekampung.” Jelasnya.
Tama menunjukan jempolnya tenang membuat leetta menggeleng melihat itu, ia menatap lagi ke depan, ia memesan satu ekor ayam goreng dengan rasa manis, asin dan sedikit bedas. Ini sangat enak, “ mbak kalo gitu jadi lima yah ayamnya.” Jelas letta polos.
Pelayan terkekeh pelan dan mengangguk, tadi letta hanya pesan 1 ayam tapi karena dibayar kan lumayan. Ia juga pesan ayam bakar tapi disini ia memilih ayam kampong bukan ayam pakan ternak. Letta dilarang untuk makan ras karena kesehatannya.
Selesai itu Letta pulang dengan senang, menuju dapur ia meletakkan ayam di atas meja dua ekor besar lalu menyimpan sebagian rapat di kulkas agar tidak basi.” Juya... papa..” teriak letta kmencari Juya.
“ iya mama? Juya lagi di kamar .” teriak Juya.,
Letta segera meuju kamar Juya yang tak jauh dari ruang tamu, “ apa ibu boleh masuk” Tanya letta.
Juya mengangguk pelan,” boleh.” Teriak Juya.
Letta masuk dengan tenang, di sana ia mendapatkan Juya yang sedang menggambar di buku.” Wah Juya gambar apa?” Tanya letta mendekati Juya.
Juya menunjukan gambarnya yang berisikan empat orang.” ini papa... ini juya.. ini ibu.” Jelas Juya menunjukan tiga orang saling bergandengan tangan, lalu di belakangnya ada satu wanita.
” Ini siapa?” Tanya letta pada Juya.
” Itu mama.” Jelas Juya sedih. Letta mengusap kepala juya lalu melukis dua anak kecil di sana. Juya mengernyitkan dahinya menatap letta
Menggambarnya tenang juya diam melihat saja.” Itu siapa ?” Tanya Juya.
” Ini adalah adek Juya.” Jelas letta Tersenyum lebar.
Juya mendatarkan wajahnya.” Juya punya adek ??” tanyanya menatap perut Letta yang masih datar.
Lketta mengusap pelan pipi Juya.” Juya jangan takut ibu nggakk sayang Juya yah. nanti jika Juya punya adek Juya akan punya teman, Juya tidak akan sendirian lagi kalo papa sama ibu kerja. Juya akan ada teman bermain bola dan makan es krim.” Jelas letta tegas.
__ADS_1
“ apa Juya akan tetap di kasih es krim dan tidak ditinggalkan sama kalian?” Tanya Juya ragu.
” Juya akan selalu ada ruang untuk kami. Dimanapun kami, juya akan tetap ada.” Jelas letta tulus.
Juya memeluk letta erat.” Makasih ibu.. juya sayang ibu.” Jelas Juya Dengan tulus,
leetta mengangguk pelan.” Tadi ibu beli ayam ayo makan dulu juya belum makan bukan?” Tanya letta.
Juya mengangguk semangat.” Ayam goyeng?” tanyanya.
Letta menganguk senang.” Asik.” Seru Juya segera keluar.
Letta tersenyum tipis melihat Juya, lalu menatap yang digambarkan oleh Juya, ia mengambilnya dan menyimpannya ke atas meja, menyusun cat cat yang berserakan. Lalu baru letta keluar menyusul Juya yang sudah makan di atas meja.
...
Seangkan di sisi lain Tama melihat Bil mengernyitkan dahi kaget.” Loh kok banyak banget mbak?” Tanya taman kaget.
Perasaan ia tidak pesan banyak loh. Pelayan menganguk.” Iya soalnya tadi nona pesan lima ekor ayam.” Jelas pelayan dengan sopan.
” Buset. Beneran buat satu kampong.” Gumam Tama melotot. Pelayan menahan tawa dibuatnya.
......
Agung menatap rumahnya sepi, sekarang tidak ada letta di rumah ini sejak tiga bulan lalu. “ aduh bapak.” Gumam Betta di sana mendekati agung lemah.
Agung menatap Bita yang datang dengan perut besarnya. Bita dan Nato memang tinggal di rumah ini atas permintaan agung dan Nadia, sebab jika mereka tidak ada siapa yang akan menjaga dan menemani Nemo main.
“ iya nak ada apa?” Tanya agung pada Betta lembut.
Betta menunjukan perutnya yang besar.” Katanya mau minta elus sama bapak huh u.. “ jelas Beta mendekati Agung.
Nadia melihat beta begitu manja dengan agung mengingatkan ia pada letta.” yo bapaknya ada. Kenapa ngak sama bapaknya aja?” Tanya nato pelan mendekati istrinya yang manja pada ayahnya.
Beta menatap nato garang.” Huek. Jauh jauh nato.. iw.” Teriak betta tak suka.,
Nato menatap Beta kesal sebab di hamilnya beta beta malah tidak suka pada dirinya.” Bauk banget.” Jelas betta tak suka.
” aku udah mandi yah.” jelas Nato tak terima dikatai bau.
“ yah gimana dong kalo memang bauk?” tanyanya lirih dan tak suka.
” yaudah kalo gitu ini aku jauh.” Jelas nato. Beta menatap nato kesal
” aku tu lihat kamu aja muak nato gimana ih.” Jelas beta merengek tak suka pada Nato.
” Lah terus aku harus gimana?” Tanya nato geregetan.,
“ kamu pakek topeng powerenges aja. “ jelasnya Nadia ppada nato.
Nato mendelik tak terima.” Dulu ibuk hamil kamu juga gitu, dia nggak mau lihat bapak mangkanya kalo lihat bapak dia maunya marah marah muntah muntah aja. Eh sekarang kamu yang ngerasain haha.” Tawa Agung menggelegar di sana menatap Nato yang nelangsa.
“ is masa kayak gitu sih? memangnya ada hamil yang begitu?” Tanya Nato tak percaya.
” Kamu ngak ngerasain aja. Cewe kalo hamil ngak tau kenapa tiba tiba senang, tiba tiba sedih kadang tiba tiba juga mau manis dan ketawa sendiri. Sakitnya. Duh diem aja kalo ngak tau.” Jelas Nadia mendukung beta. Beta menatap nato mengejek karena di dukung ibu mertua.
“ kalo hamil Letta dulu ngidamnya apa buk?” Tanya Betta pada Nadia.
Nadia berdehem pelan ingat itu menatap bapaknya. “ haha kalo ngidamnya letta dulu lebih parah, soalnya setiap sebelum tidur bapak harus makan mangga muda pakek garem.” Jelas Nadia terkekeh pelan.
” terus bapaknya harus pakek baju seksi gitu.” Jelas nadia lanjut.
” Beneran?” Tanya Nato kaget.
Nato mengangguk tegas.” wah hahaha.” Tawa nato menggelegar.
“ jadi nggak sabar lihat Putra yang di amuk letta.” gumanhya senang.
Nadia dan agung menggeleng dibuatnya.” Pak elus dong pak.” Gumam Beta pada Agung dan mengusap perutnya memelas.
Agung tersenyum lembut mengangguk mengusap pelan perut milik beta.” Is suami bapak tu.,” seru Nadia tak suka
” pinjem buk.” Gumam Beta memelas. Nadia hanya tersenyum tipis.
__ADS_1