Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Lupa bawa duit


__ADS_3

“ loe beneran nggak ada godain Fajar sampek di tinggal?” Tanya lagi Hana di sana. Letta menggeleng.


.” Sumpah, gue nggak ada deketin dia.” Jelas Letta serius," Gue di mobil cuma bengong aja." Jelas Letta.


" Tapi kok Fajar gitu sama loe? Dia nggak mungkin kan sejahat itu!!!" Tanya Bastian menyidik.


Letta memutar bola mata jengah. " Gue kan sekarang nggak suka Fajar lagi, tapi dia nuduh gue enggak-enggak. kalian nggak ada kan lihat gue deketin dia lagi belakangan ini??" Tanya Letta dengan memburu, mereka mengangguk pelan mengiyakan. " Tuh buktinya!!" seru Letta.


“ gue baru tau kalo Fajar jahat banget. Lagian apapun alasannya, dia nggak boleh ninggalin anak orang di jalanan sepi kayak gitu, mau dia semarah apapun nggak boleh.” Jelas Udin kepada teman temannya dingin dan kesal mendengar penjelasan Letta.


“ bener sih. mau gimanapun kan kalo dia disuruh nganter Letta, Letta tanggung jawab dia. Untung untung yang ditinggal Letta yang memang badas, nah kalo gue yang ditinggal? Kayaknya beritanya beda lagi. Kalo berita Letta perempuan dibegal selamat dan hampir bunuh empat begal, kalo gue ditemukan mayat seorang perempuan habis diperkaos dan dibegal.” Jelas Hana kepada teman temannya.


Beta mengangguk setuju.” Asli sih. ditemukan mayat kita aja udah syukur syukur yah Han. “ ujarnya Citra setuju.


Letta menatap mereka lempeng,” sekate kate kalian syukur gue yang dibegal. Nggak lihat kalian luka gue?” Tanya Letta menunjukkan tubuhnya.


Keduanya cengengesan.” Tapi loe masih hidup Letta.” jelas Betta.


Letta memutar bola mata malas.” Lagian ngapain sih loe Letta berurusan sama Fajar lagi. Nggak usah Deket deket lagi.” ujar Sunja pada Letta tak suka.


Letta mengangguk pelan dan orang kelasnya pun juga. " assalamualaikum anak anak.,.!!” suara guru datang membuat keseluruhan bubar menduduki kursi masing masing.


“ loh Letta udah masuk?” guru pun shok melihat Letta sudah masuk sekolah.


Kembali terjadi Letta harus menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Letta tidak menyangka banyak yang peduli dan perhatian padanya, Letta bersyukur hidup keduanya tidak ada tekanan batin. Dirinya bebas berekspresi dan menunjukkan kesedihan atau kesenangan. tidak seperti hidup pertama nya.


...----------------...


Letta duduk dengan tenang menatap jendelanya yang menyapa lapangan, di sana ada orang olahraga tapi Letta terlihat lemas.


Menatap lamban lapangan olahraga penuh dengan orang orang olahraga. Tak sadar jika orang orang yang olahraga adalah rombongannya sih Fajar,.


“ anj. Beneran jar kalo loe yang ninggalin Letta pas di begal?” Tanya Fahmi pada Fajar menunjuk hpnya.


“ Siapa bilang?” Tanya Brayen mendekati keduanya. Renja di sana diam mendengar mereka penasaran dan melirik Fajar yang gelagapan dingin.

__ADS_1


“ini dari kelas Letta katanya Letta sendiri jelasin kalo Fajar ninggalin dia dijalan.” Jelas Fahmi kepada teman temannya. Ternyata berta itu heboh di sebarkan oleh orang kelas Letta sampailah kepada telinga Fahmi.


“ Bener jar?” Tanya Brayen kepada fajar.


Fajar menghela nafas pelan.” dia bikin gue emosi.” Jelas Fajar kepada mereka dingin.


Bugh. Semua orang yang olahraga terpekik saat tiba tiba tubuh Fajar limbung terjatuh di lapangan akibat dipukul oleh Renja. Menatap Fajar dingin. Fajar pun meringis memegang pipinya terasa kebas tak menyangka mendapat serangan tiba-tiba dari Renja.


” Apa-apaan sih loe?” Tanya fajar tak suka.


Brayen dna Fahmi pun shok segera membantu Fajar berdiri. “ loe kelewatan Fajar.,.!” ujar Renja dingin kepada Fajar,


“ loe nggak tau pokok permasalahannya kan? jadi nggak usah sembarang nyalahin orang deh..!!” jelas Fajar tak terima atas perlakuannya Renja kepada dirinya.


“ Fajar demi Tuhan loe bener bener tega, mau gimanapun emosinya loe, loe nggak harus begitu ninggalin Letta di jalanan. Letta itu cewek apalagi itu jalannya seram semisal kalo loe ngak mau nganter dia loe pesenin greb atau taksi,. Atau loe bisa hubungin gue biar gue yang jemput dia ketimbang dia di jalan.” tegas Renja.


“ kenapa? Loe suka sama dia?” Tanya Fajar kepada Renja dingin.


Renja menggeleng sinis.” Ini bukan masalah suka nya,. Tapi masalah harga diri loe sebagai laki laki, dengan kejadian kayak gini loe kelewatan tau nggak, dan loe udah nggak ada harga diri dimata gue sebagai laki-laki sejati. harga diri cowok itu ada ditanggung jawab dia. Kalo dia nggak mampu bertanggung jawab dia gagal jadi cowok.” Jelas Renja dingin kepada Fajar dan melempar bola ditangannya.


“ nah Brayen aja yang benci dan nggak suka sama Letta ngomong gitu jar.” Jelas Fahmi kepada Fajar teduh.


“ gue sih lebih baik sama sekali nggak nganterin dia ketimbang ninggalin dia. Fajar sekali ini coba deh loe renungkan kesalahan loe. Ini kelewat buruk sih.” jelas Brayen menepuk pundak Fajar dan menjauh.


Fahmi di sana menghela nafas menatap Fajar. Fajar mengusap rambut kebelakang kesal dan emosi, melirik arah kaca, terlihat Letta yang bersandar membuat pipinya menempel.


Letta melamun menatap kearah lapangan.” udah kita ke kelas aja. Mending loe bersih bersih sama obatin luka loe” Jelas Fahmi segera menjauh.


Fajar memukul angin.” Sialan.” gumamnya nyaris berteriak.


Pukk. Eh Letta menoleh melirik sunja yang menepuk pundaknya.” Ke kantin yuk, laper.” Sunja menguap perutnya yang terlihat kempes.


Letta menggaruk tengkuknya.” Gue lupa bawa dompet.” Ujar Letta dnegan polos.


" oh jadi gara gara ini loe diem aja dari tadi?” Tanya Sunja.

__ADS_1


Letta terlihat tersenyum malu.


“ kayak nggak ada siapa siapa aja. Loe bisa minjem duit kas.” Ujar Sunja tersenyum lebar


Plak.. Akhhh. tepukan keras di kepalanya sunja menatap Letta tidak terima karena menempeleng pelan. Letta sangat kesal mendengar ucapan temannya yang satu ini.


“ kirain mau traktir.” Ujar Letta kesal,


“ Sunja nggak bawa duit banyak.” Jujurnya.


Letta menghela nafas pelan.” yaudah loe ke kantin aja duluan gue ke Mars dulu mau minta duit." ujar letta kepada-nya.


“ lkoh kok malah minta sama Mars?” Tanya sunja heran kepada Letta.


“ yah karena ke Mars bukan ke pluto.” Jelas letta.


“ lah anjir malah ke planet.” Gumam sunja.


Letta hanya terkekeh mendengar sunja.” Yaudah gue duluan yah.” ujar sunja.


Letta segera berdiri dan mengangguk, melangkah keluar kelasnya letta bertemu beberapa teman kelas yang menyingkir. Melangkah pelan menuju kelasnya mars yang ada tak jauh dari kelasnya. Harus melewati jembatan. Di kelas IPS bertemu Mars dan teman temannya sedang bermain lempar keras.” Mars..!!! minta duit..” teriak Letta membuat kelas menjadi hening.


“ he mbak Letta udah dibegal masih hidup aja.” Ujar orang kelas mars membuat Letta malas meladeninya.


” Mau cari mars yah?” tanyanya lagi.


Letta berdehem.” Mau apa?” Mars tiba tiba datang dengan memegang dasi dan baju yang sudah berantakan menatap Letta Heran,


Letta menunjukan telapak tangannya didepan mars.” Gue lupa bawa duit dan gue laper. Gue mau makan Mars.” Ujar Letta memelas.


Mars mendelik melirik letta tapi tatapannya memindai luka luka ditubuh letta. “ sini sini.” Ujar Mars memegang tangan Letta yang tadi menadah. “ loe katanya dibegal, nggak mau cerita? Kenapa nggak telepon gue?” Tanya mars kepada Letta menjauh dari kelasnya.


Kjiwkiw. " PJ ye Mars!!!"


Suara godaan dari kelas Mars nyaring bahkan keluar kelas.

__ADS_1


__ADS_2