
Mengingat percakapan tadi, letta jadi tidak konsen dalam bekerja, kepalanya dipenuhi dengan rangkaian ucapan ibu Putra kepada dirinya. Letta menghela nafas pelan menatap berkas yang sedang dirinya hadapi, untung hari ini pasiennya hanya sedikit jadi letta bisa sedikit santai.
“letta..” mars datang dengan senyum lebarnya , Letta diam menatap Mars yang nyelonong masuk ke ruangannya., menaiki alisnya menatap mars, Mars tersenyum lebar.” Makan siang bareng yuk.. gue traktir.” Jelas Mars dengan senang.
Letta menggeleng pelan.” gue bawa bekal.” Jelas Letta menunjukan kotak makan di atas meja.
Mars mendengus kesal.” Nggak asik loe, emang nggak bosen apa makan sayur mulu kek kambing.” Gumamnya dengan kesal.
Letta meliriknya dengan alis terangkat.” Btw isinya bubur kacang ijo.” Jelasnya santai.
Mars mendengar itu mendengus pelan.” ayolah, gue mager makan sendiri letta. ayok.. makan bareng.” Gumamnya merengek pada letta.
Letta menghela nafas pelan.” Yaudah deh.” Gumam Letta.
Mars tersenyum lebar mengusap kepala Letta sayang. “ gitu dong... kan makin cakep.” Gumamnya senang dan riang.
Letta bergumam malas, membawa bekalnya keluar bersama Mars. Ia memberi pesan pada perawat didepan ruangannya lalu segera pergi dari sana bersama Mars.
Diperjalanan, tampa sengaja ia bertemu dengan komala dan panji, tapi Letta hanya tersenyum menyapa lalu pergi bersama Mars.
Komala dan panji menatap letta sedih. “ dia udah sama cowok lain anak kita masih sendiri yah.” gumamnya lirih. Komala sedih melihat letta dan Putra.
...
“ gimana berkas nya? “ Tanya Mars pada Letta yang makan bubur kacang hijau miliknya tenang, dengan just buah naga .
letta mengangguk.” Gue udah dapet.. tinggal loe aja yang ajukan kasus.. “ jelas letta santai
.” Kok loe cepet banget dapatnya?” Tanya mars tak suka.
Letta menaiki alisnya menatap mars.” Loe aja yang lelet.” Jelas letta malas.
Mars mendengus mendengar itu.” nanti gue coba konfirmasi lagi, pokoknya nama gue harus bersih, rumah sakit ini harus dapat dokter yang jauh lebih naik dan tempat yang layak buat dokter dokter dan pasiennya.” Jelasnya tegas.
“ gue bantu doa yah.” jelas Letta santai.
” Kalo semua udah selesai, loe mau keluar dong dari rumah sakit ini?” Tanya mars sedih.
Letta menggeleng.” Naikin gaji gue. gue nggak akan pergi.” Jelas letta terkekeh.
Mars mendelik pada letta. Letta terkekeh.” Realistis aja, gue butuh makan, butuh shoping. Gue butuh uang. kalo semisal disini nggak bisa kasih gue gaji gede yah gue cabut. Gue mau ke mana yang bisa bayar potensi yang gue miliki sesuai kemampuan gue.” jelas letta jujur. Hidup itu realistis, baik aja tidak bisa membuat dirinya kenyang.
Mars terkekeh pelan.” loe mau gaji berapa?” Tanya Mars pada letta.
__ADS_1
” samain aja kek gaji loe.” Jawab letta santai.
” Busett..” gumam Mars kaget.
Letta terkekeh pelan mendengar hal itu.” nggak sanggup loe?” Tanya letta heran.
“ bukan masalah nggak sanggup, bukan gue yang gaji loe. Tapi tunggu sampek modal gue cukup buat klaim ini jadi rumah sakit gue. gue akan jadiin loe profesornya dan jadi kepala kedokteran.” Jelas Mars serius.
Letta terkekeh mendengar itu.” Gue tunggu ye. Jangan lama lama, keburu gue bikin klinik sendiri.” Jelas letta.
Mars mendengus. Makan dengan tenang.” terus kenapa loe nggak bikin klinik sendiri kalo gitu?” tanyanya heran.
Letta menggeleng pelan.” gue mau cari kerja, titel, pengalaman dulu, soalnya semua nggak segampang itu sih, sekarang bisa gue bikin klinik tapi gue juga harus punya modal pengalaman.” Jelas Letta jujur. Ingat dengan dokter George.” Gue harap besok gue bisa jadi kayak dokter George. Gue pengen kayak dia... meksipun ilegal tetap dicari dan diakui seluruh dunia kalo dia hebat.” Bisik Letta. Mars tidak tau siapa yang letta maksud, tapi ia tau dia pasti sangat keren.
Diam hati letta menjadi ragu, ia kehilangan sesuatu tapi lupa. Apa itu.” gue berasa lupa sesuatu tapi apa yah??” tanyanya pada mars.
Mars terkekeh.” Gue juga sering gitu sih..” jelasnya. Letta menggeleng pelan lanjut makan. Mencoba mengabaikan perasaannya yang tidak nyaman.,
....
“ kata dokter cantik dia akan ke sini siang ini?? kenapa yah dia nggak datang datang?” Tanya Juya menatap jam di dinding memelas, padahal sudah jam 2 siang tapi dokter cantik tidak juga datang menepati janji pada dirinya.
Putra mendengar perkataan anaknya jadi ikut sedih, perasaan sedih dan sakit mengenai dirinya dan letta tetap ada, tapi melihat anaknya yang begitu berharap pada letta ia jadi terganggu juga.” Nanti mungkin dokter akan ke sini. “ jelas Putra mencoba memberi pengertian.
Putra mendengar itu menatap anaknya sedih.” Juya mengapa bicara begitu???? Papa akan cari dokter cantik, Juya tidak boleh berfikir itu lagi oke?” jelas Putra tegas pada anaknya. Juya menghela nafas pelan dan mengangguk.
Putra segera pergi dari sana, ia akan mencari dimana Letta yang sudah berjanji kepada anaknya, saat berjalan di lorong rumah sakit, ia bertemu dengan Letta dan mars yang berjalan beriringan sembari tertawa rasa di dadanya panas dan juga terbakarnya. Ia segera melangkah lebih dekat dengan Letta dan menatap Letta marah.
Letta yang sadar putra mendekati dirinya dan berdiri di depannya marah menaiki alisnya.” Ada apa?” Tanya letta pelan.
Putra memejamkan matanya.” Juya mencari kamu, kamu bilang akan datang siang ini, tapi tidak.. letta apa kamu memang hobby membuat janji lalu pergi??” Tanya Putra tegas.
" Bukannya kamu sendiri yang bilang tidak suka berjanji karena jika tidak ditepati akan menimbulkan rasa sedih dan harapan. Kamu pendusta Besar Letta!!!!" tegas Putra semakin Murkah pada Aletta
Letta menaiki alisnya bingung mendengar pertanyaan untuknya tersebut.” Maksud kamu apa??” tanyanya. Letta tidak tau apa kesalahannya sampai putra memarahi dirinya begini.
Putra menatap letta lemah.” Kamu bisa saja janji dengan saya lalu pergi tapi tidak dengan anak saya. Saya harap kamu segera tepati, cukup saya yang sakit jangan anak saya.” Jelasnya melirik mars yang disebelah letta dingin.” Lalu bisa bersenang-senang dengan laki laki lain.” jelasnya lagi lalu pergi dari sana.
“ putra.” Panggil Letta pada Putra yang menjauh, tapi Putra tidak menjawab, ia pergi meninggalkan letta bersama mars yang dalam kebingungan.
” loe ada janji sama anak dia?” Tanya mars pada letta. letta diam mengingat janjinya.. sampai tatapannya melebar, ia dia sudah berjanji.
“ iya.. gue janji tadi buat siang ini ke sana.” gumam Letta menatap mars.
__ADS_1
Mars menatap letta dengan heran.” Yasudah kalo gitu, pergi lah, dia kelihatan marah sama loe.” Jelas mars.
Letta mengangguk memberikan kotak bekalnya pada mars,.” Titip dong.. gue males bolak balik lagi.” jelas Letta. mars berdehem pelan menatap letta menjauh.
Mars diam menatap langkah Letta yang buru buru. Menghela nafas pelan, mars sudah melepaskan Letta benar benar lepas, “ letta, gue harap loe bisa bahagia.” bisiknya pelan. Mars selalu berharap orang sebaik letta menemukan kebahagiaannya kelak.
Letta melirik penjual balon dan banyak lainnya di depan membuat ia berhenti sejenak.
Mengetok pintu kamar Juya. Letta tersenyum lebar masuk. Juya yang tadinya termenung menatap letta jadi tersenyum riang
.” kakak cantik...” jelasnya berseru senang. Letta menarik nafas dalam dan tersneyum lebar. Masuk membawa balon yang sempat ia beli didekat lorong rumah sakit. disana ada Putra melihat Letta lalu membuang muka, masih dengan laptopnya.
Letta mendekati Juya dengan tenang.” maaf yah telat, dokter tadi makan siang dulu.” Jelas letta tak bisa berbohong.
Juya mengangguk senang.” Ini buat Juya, cepat sembuh.” Jelas letta mengusap kepala Juya penuh ketulusan.
“ makasih kakak cantik, “ jelas Juya senang menerima balon yang terbang berbentuk ikan koi.” Cantik sekali... terimakasih.” Jelasnya lagi kepada Letta senang
Letta terkekeh pelan. “ maaf yah sekali lagi.. juya pasti menunggu.” Jelas letta.
Juya mengangguk. “ iya kakak cantik, sini deeh duduk sama Juya.. juya ada fizza dibawa sama nenek kakek siang tadi. Ayo buat kakak cantik juya sisain.” Jelasnya sembari menatap kotak didekat brangkarnya, hendak mengambilnya tapi letta menahannya untuk berdiri.
” Kakak yang ambil oke. Terimakasih Juya. Juya sangat dermawan dan baik hati.” Jelas letta tersenyum tipis.
Letta membuka kotak fizza dan tersenyum tipis, size penuh dengan toping keju dan irisan sosis. Letta sudah lama tidak makan junk Food. Ia menatap Juya tersenyum.” Makan bareng bareng mau yah? kakak suapin?” Tanya Juya.
Juya mengangguk pelan.” tapi itu untuk kakak cantik semua.” Jelasnya.
Letta menggeleng pelan.” kakak nggak akan habis semuanya, kita makan sama sama oke?” Tanya letta. juya mengangguk senang dan tersenyum lebar kepada Juya.
Juya mengambil size fizza dan menyuapi Juya” kakak duluan.” Jelas Juya menolak.
” Ioh gitu. Oke haha.” Gumam letta terkekeh makan dengan pelan, lalu menyuapi juya.
Juya menerimanya dengan lahap. Menatap letta senang menunjukan jempolnya.” Enak sekali, tapi karena di suap kakak cantik jadi tambah enaknya berkali kali lipat.,” jelasnya berbinar.
Letta terkekeh mendengar itu.” Kamu bisa saja..” jelas Letta menggeleng.
Juya mengangguk serius, “ juya tidak berbohong.. memang enak suapan kakak beda jika Juya makan sendiri.” Jelas Juya dengan senang memainkan bajunya ke kanan dan ke kiri.” Maukah kakak cantik menyuapi Juya setiap hari supaya Juya bisa makan makanan yang lebih lebih enak lagi?” Tanya Juga dengan berbinar.
Letta terkekeh pelan mendengar ucapan Juya. Rasa hangat menjalar di dadanya.” Juya juya... “ bisiknya menyuapi Juya lagi.
Juya bergoyang pelan didepan letta.” enyakkk.” Gumamnya dengan lucu., letta menjadi gemas kepada Juya.
__ADS_1