
Sepulang dari rumah sakit, Letta menghela nafas pelan menyusun beberapa tas mahalnya, baju baju yang tak ia kenakan lagi karena memang baju itu terasa sesak saat dikenakan, lalu beberapa perhiasan juga yang terlalu mencolok mata.
Bisa saja Letta menjual perhiasannya tapi Letta punya hari berikut yang harus ia pikirkan, masih ada waktu yang harus dirinya pastikan.
Letta tidak bisa mengandalkan uang yang ia pegang saja saat ini, ia juga masih harus memiliki tabungan untuk hari berikutnya.
menjual mobil? mobil itu sangat penting untuk kendaraan, jadi Petta memikirkan matang-matang untuk kedepannya.
Letta memandang HPnya, sudah dua jam ia menghubungi Bima tapi belum dijawab, mungkin dia sedang ada rapat atau pekerjaan.
Letta rencana meminjam uang pada Bima, nanti akan di kembalikan jika semua barang sudah terjual. tapi Bima tidak bisa dihubungi.
Ia membereskan keseluruhan barang dan mempotsingnya ke social media untuk dijual. Menatap tabungannya yang sudah minus Letta tidka yakin bisa membiayai kuliah Nato atau dirinya.
Letta bisa melihat potensi besar si diri Nato, memiliki karya dan juga skill yang bagus. sayang jika tidak kuliah..
Atau dirinya kerja saja yah? atau dia jadi pembunuh bayaran lagi? Letta menepis pipinya pelan. nggak boleh..,!!! dirinya tidak lagi boleh membunuh orang lain demi kepentingan dirinya. dirinya sudah taubat
Dring... letta melirik HPnya. Zeyn, melebarkan mata Letta menepuk keningnya.” Lupa gue kalo masih ada yang lain astaga...” gumamnya berbinar-binar, buru buru mngangkat telepon Zeyn.
” haloo.” Suara letta lembut dan juga merdu membuat Zeyn di seberang sana mengernyitkan dahi, memandang Hpnya aneh. ‘ tumben ini cewek lembut. Biasanya telepon saja tidak di angkat’ Gumamnya pelan.
Letta yang tak mendapatkan sahutan menghela nafas pelan.” haloo.. Zeyn..!!” tegas letta.
Zeyn menjauhkan HPnya dan berdehem pelan mengiusap dada.” Letta???” tanyanya pelan.
Letta mengangguk.” Loe belum bayar gue bulan ini...” tegas Letta dengan tak terima.
Zyeyn melebarkan matanya.” hey saya sudah bayar kemaren..!!!!” tegasnya kepada letta.
” mana ada, harusnya sudah masuk.. haduh Zeyn Zeyn katanya kaya tapi kok nunggak.” Jelas Letta mencibir di seberang, padahal sebenarnya memang sudah masuk tapi yah mau bagaimana uangnya habis??
__ADS_1
Zeyn memejamkan matanya.” oke... saya transfer sek--.”
“ dua ratus juta yah..!!!! biar bulan depan loe nggak usah bayar lagi.” Potong Letta lagi dengan tenang.
Zeyn di seberang melebarkan matanya tak terima.” Loe meras gue?” tanyanya memekik tak terima.
Letta mengibas rambutnya pelan.” yah kalo mau, kalo nggak yah nggak usah hubungin gue lagi. gue rencananya juga mau balikin ja duit loe yang mil..”
“ Fine.. gue transfer sekarang. tapi ingat malam Minggu loe temenin gue..!!!!” tegas Zeyn.
Letta mengangguk senang.” Oke..” jelasnya.
Zeyn mengangah mendengar jawaban Letta.” Cuma oke?” Tanya Zeyn kesal.
Letta mengangguk.” Memang mau apa???? partgoy??” Tanya Letta
Zeyn mendesis memandang HPnya kesal” au akh gelap.” Gumamnya mematikan HPnya.
” nggak ada yang grartis di dunia ini, awas aja loe..1!!” letta jadi merinding. Jangan jangan dirinya mau di unboxing???
Zeyn di ujung dunia lain pun Tersenyum mring memandang HPNya.” lihat saja, siapa yang untung dan siapa yang rugi, dia pikir saja mau dibodoh bodohi apa?” gumamnya sinis dan menyimpan HPnya. Zeyn manusia cerdik tidak akan mudah dikibuli.
trringtring.
.Zeyn melirik kembali notifikasi dari aplikasi Instagram, menyipitkan mata melihat Letta menjual barang barang yang dirinya miliki, bahkan gaun yang dirinya beli. Letta sialan..!! bisa bisanya dia bersikap begitu buruk.
barang yang diberi mana boleh di jual lagi.
Letta menuruni tangga menuju dapur, memandang Nato yang mengocok telur penuh ketelatenan, memilih duduk di kursi makan, memilih memandang Nato memasak.
Nato melirik Letta dengan ekor matanya.” bantuin bukan Cuma lihatin doang..!!!” tegasnya.
__ADS_1
Letta menggeleng pelan.” gue nggak bisa masak.” jelas letta polos.
Nato menghentikan tangannya melirik letta menggeleng.” cewek harus bisa masak..! nggak malu loe kalo anak loe cerita sama temennya loe nggak bisa masak?” Tanya Nato menyerocos cetus.
Letta menggeleng pelan.”ngapain malu? Malu tu kalo anak kurang gizi dan gue nggak mampu kasih dia hidup layak. Mnggak bisa masak bukan aib, kalian aja yang mikir masak itu adalah identitas perempuan, contoh nih, emang apa perbedaan antara laki laki dan perempuan? Perempuan nggak bisa masak di anggap aib sedangkan cowok kalo nggak bisa di anggap lumrah???” pertanyaan Letta tak mau di anggap dirinya orang yang salah.
Nato menghentikamn kegiatannya, mendekati Letta dan memandanginya dalam, Letta di pandang begitu menjadi gugup dan takut, apalagi Nato ini mukanya rada-rada seram baginya.
“mau sampai kapan membenarkan diri sendiri? Masak bukan identitas tapi sesuatu yang dilakonin buat bertahan hidup, semisal suatu saat nanti loe hidup enak, kaya, yah bagus, loe nggak bakal ngereasain sulit, tapi gimana kalo suatu saat nanti loe nikah dan ditengah kehidupan laki loe bangkrut? Kalian miskin? kalian nggak punya uang buat selalu beli, atau nyewa pembantu ?” Tanya Nato kembali dengan tenang.
Letta diam mencernanya. Nato tersenyum sinis.” Pikiran terlalu modern tu bagus, tapi Cara berfikir loe harus luas, bukan Cuma memikirkan sesuai egoisme yang ada di diri loe, tapi menakar nasi sebelum dimasak itu perlu, bukan pakai paradigma atau angan angan loe aja. Soalnya nasi jadi bubur dibuat sama orang yang nggak tau takaran air buat masak.” Bisiknya dan menjauh dari Letta.
“ loe pikir miskin enak? Ha? Nggak semua orang mau masak, tapi mereka dipaksa masak buat bisa menuhuin kebutuhan secukup cukupnya, dan di posisi itu loe bakal tau gimana pentingnya bisa masak, seenggaknya masak sambil,. Goreng telor, masak mie atau buat sop lah. yang Basic..!!!” jelasnya dengan tegas.
Letta memajukan bibirnya tak lagi menjawab. Nato yang tau Letta tak menjawab kembali memasak, karena mereka tidak memiliki banyak bahan pangan, dirinya hanya memasak telur dadar empat butir yang ia campur dengan daun bayam di potong kecil kecil atau di cincang, bawang merah dan putih di cincang, daun bawang dan micing ia masukkan kedalam telur lalu di goreng.
Setelahnya ia mengambil ikan asin rebus yang ia buat untuk dijadikan sambal biasa, mengambil sayur kol di iris tipis dan di tumis. Letta menaruh kepalanya di atas meja memandang nato yang masak, dia sangat pandai memasak.
“ belajar dari ibuk loe masak?” Tanya Letta pelan.
Nato menggeleng pelan.” sejak kecil karena loe suka makan lauk gue, gue harus masaks
sendiri, loe nggak tau kan hidup gue menderita gara-gara loe?” Tanya Nato sinis.
Letta kembali diam, nato ini moodnya selalu buruk apa gimana sih? Letta memilih diam saja melihat Nato menyiapkan makanan orang tuanya yang ada di rumah sakit. ketimbang dirinya kena mental mending jaga mental dari ucapan pedas Nato.
“ itu tolong masukin airnya..” ujar Nato menunjukan botol minuman 2liter. Letta mengangguk memasukan air kedalam botol dengan cermat agar tidak tumpah.
.....
Nanti gue up lagi tapi tinggal jejak ye...
__ADS_1