
haloo semua.. cie udah mau puasa aja nih. yaampun maafkan aku yang jika ada salah... sehat selalu semua ππ
Bunga mengusap tangan anaknya sedih, belum juga sadar Mars, padahal katanya sebentar lagi Mars sudah sadar tetapi ini sudah 3 jam lebih dari tadi.
Melirik Bumi yang duduk di sofa.β Gimana ini mas?β tanyanya.
Pluto melirik ibunya ikut kasihan.β bentar lagi mungkin ma.β Jelas Bumi tegas,.
Melirik Pluto yang diam saja bumi berdehem.β Kamu kenapa? Sakit? kok die
aja dari tadi Bang?β tanyanya lembut.
Pluto menggeleng pelan.β Cuma bingung aja pa,. Letta semalem nolongin Mars dalam oprasi, itu kayak aneh nggak sih pa?? dia kan belum pernah sekolah kedokteran atau dunia obat obatan. Mana orasi lagi.β jelas Pluto mencurahkan isi hatinya.
β secara dokter itu bukan hal yang mudah, mau jadi dokter aja harus ada koas, lulus aja susah. Dia dimana dapet ilmunya?? nggak mungkinkan asal-asalan aja kecuali dia pernah belajar dan praktek!β gumam pluto mengutarakan isi hatinya.
Bumi mendengar nya diam menatap Pluto bertanya.β Papa juga. Cuma papa rasa itu bukan hal yang harus kita Tanya atau kita tau dari Letta. kalo kita bertanya bukannya kita bakal kelihatan ngeremehin kemampuan dia? kita juga kan nggak tau banyak hal tentang dia.β tanyanya pelan.
Pluto mengangguk.β Tau, tapi ini terlalu aneh. Papa coba deh cari dulu data pribadi nya Letta. Pluto rasa ini ada yang aneh. Setahu Pluto juga letta bukan dari keluarga kedokteran, β jelasnya tegas.
β diibaratkan orang biasa, jangankan jahit manusia, jahit karung aja itu harus belajar, nggak bisa sembarangan dan nggak bisa di samain, itu juga harus praktek berkali kali biar bagus. Ini perkara nyawa manusia yang nggak bisa sembarang.β Jelas Pluto kembali.
β balik lagi sama kata papa kalo itu bukan hak kita untuk bertanya, secara dokternya kenal sama letta dan mengizinkan dia masuk, yang artinya Letta punya akses khusus dan di awasi dokternya langsung. β jelas Bumi tegas.β Kita nggak tau dia sebenernya siapa tapi juga nggak berhak nanya dia dari mana belajar hal itu. tunggu saatnya kita bisa Tanya dan dia bisa jawab tanpa paksaan..β Jelas Bumi kembali.
Pluto menghela nafas pelan ingin menjawab tetapi terpotong.
β suek. hukkm..β mereka melirik Mars yang bicara ngericau dan membuka mata sayu.
Bunga melebarkan mata menatap anaknya shok, Bumi dan PLuto segera mendekati Mars yang bicara.
β Naruto meninggal hiks.β mars Menangis dengan ricauannya bunga memandang bumi takut.
β panggil dokter kembali.β Tegasnya pada Pluto.
Pluto mengangguk pelan segera keluar memanggil dokter.
Masih mericau pelan Mars . dokter sampai dengan Pluto, segera mundur Bunga dan Bumi membetrikan ruang untuk pada dokter untuk memeriksa keadaan Mars.
dokter Faris memeriksa keadaan Mars dan tersenyum legah.β Bapak ibu jangan khawtair, sebab ini efek bius dan oprasi. Kondisinya belum pulih, mungkin sampai dua hari seperti ini.,β jelasnya tegas.
β tapi adik saya nggak jadi sedeng kan dok?β Tanya Pluto pelan.
β Hus mulutnya.β Tegas Bunga melotot pada Pluto. Pluto membuang muka Melirik Mars yang menatap mereka sayu.
β MOnyet. MOnyet jelek.β Gumam Mars dengan mata memandang Pluto,
Pluto melotot membuat Bumi dan Buinga menahan tawa melihatnya. Dokter Faris terkekeh pelan.β loe monyet.β Gumam Pluto kesal.
β adek mu nggak sadar itu tapi masih aja mau ribut.β Gumam Bunga menggeleng melihat tingkah sang anak.
__ADS_1
β dia ngatain Pluto monyet.β Gumam Pluto kesal. Mars disana malah kembali mericau tak jelas seperti orang mabuk beberapa saat kembali terkekeh.
β nanti pemeriksaan berikutnya akan diberi carian dan juga obat yah pak bu, jika sekarang biarkan saja, saya akan memberikan saja, saya sudah memberikan obat tidur sejenak agar dia tidka terlalui sering mericau dan membuat luka disudut bibirnya terbuka. Jika ada sesuatu panggil aja kami yah.β ujarnya.
Bunga dan Bumi mengangguk, tersenyum tipis pada dokter Faris segera mundur.β Terimakasih yah dok.β gumamnya Bunga diangguki oleh Faris.
......
Mos di hari ke dua Letta juga tidak hadir sebab letta masih lelah dan capek, dia juga menjenguk Mars hingga malam di sana. Mars juga sudah sadar tetapi masih setengah linglung, belum bisa di ajak bicara bagus, dan hari ketiga barulah dirinya bisa kembali Mos seperti anak anak lain,.
Masih bersama Nato pergi jam lima pagi, letta bahkan masih menguap dan Nato yang masih loyo harus pergi ke kampus, jarak yang ditempu cukup jauh, dari rumah mereka sekitar satu jam, tentu perginya harus jam lima, jika tidak akan terlambat. Kalo kata Nato, kemarin saja ada banyak yang kena hukum karena terlambat dua menit, Nato tidak mau. Jika Letta mah santai aja.
β wah.β Gumam Letta kesal melihat perkarangan parkiran begitu sesak.
β Duh telat kita kalo gini.β Gumam nato geregetan kepada Letta.
Letta mencoba menenangkan hati agar bersabar, memarkirkan mobilnya. Nato segera keluar mendekati letta yang keluar.β Mineral.β tegas Nato kaget.
Segera kembali membuka pintu dan mengambil dua buah botol mineral berisikan dua liter dan dua cocacola di dalam satu pelastik besar hitam berukuramn 2liter juga.
Letta hendak mengambil tapi Nato menunjukan bekal membawa semuanya sendiri. Letta segera mengambilnya dan buru buru berlari bersama Nato. Bahkan Letta lupa membuka jaket hitam yang melekat di tubuhnya.
β HE YANG DI SANA CEPAT CEPAT.. Jalan jongkok!!!! kalian sudah telat!!!!β Teriak senior kepada Nato dan letta yang berlari.
" Anjing..!" gumam Letta mendengar nya.melihat sekeliling sudah berjongkok berjalan menuju lapangan, Letta tidak mau help.
Letta memegang dadanya sesak, ini pertama kali berlari seumur hidup di dunia ini, sakit sekali di tengah jalan.
Letta menepuk pelan dadanya nyeri. Nato melihat hal itu mengusap pelan bahu Letta. panitia buru buru mendekati Letta dan bertanya."Ada apa?β tanyanya.
β Ini salah kalian, adek gue penyakit jantung bangsat.β Teriak Nato kuat didepan senior, mereka kicep mendengar teriakkan dari Nato menggema.
Letta melirik nato yang marah memegang tangan Nato pelan.β nggak apa.β Gumam Letta berbisik.,
β nggak apa apa gimana? β Tanya Nato mengusap wajahnya kasar, segera menggendong tubuh Letta keluar dari barisan yang bahkan belum mereka masukan.
β Itu UKS disana.β teriak panitia. Nato buru buru membawa Letta yang di dalam gendongannya ke UKS.
Letta diam dipelukan Nato, tersenyum tipis, jika beginikan dirinya dan Nato tidak akan kena hukum.
Senior sialan. Tidak tau mereka jika Letta ini sudah tua!!
Tapi Nato sweat sekali, dia benar benar menjaga dirinya meksipun membenci dirinya. haha lucu sekali.
Letta diletakkan di uks, segera dua panitia memanggil dokter memeriksa Letta. Letta diam memejamkan matanya memegang dadanya kesakitan, sebenarnya memang sakit tapi tidak sesakit itu, terasa nyeri dan keram. Dokter datang segera memeriksa Letta. Nato sama sekali tidak beranjak membantu adiknya membuka jaket miliknya dan di periksa oleh dokter.
Dokter memeriksa Letta mulai memeriksa denyut nadi Letta dan bagian dada atas menggunakan Stetoskop, melihat gurat bekas operasi di bagian dada atas ia mengangguk.β Pasien pernah operasi jantung?β Tanya dokter pada Nato.
Nato mengangguk pelan.β iya dulu pernah tlanspantasi dok. tapi pas masih kecil usia 7tahunan,β jelasnya kembali.
__ADS_1
Dokter melepaskan Stetoskop di telinganya, mengangguk pelan. mengambil cairan di barisan botol dan mulai menyuntikkan di lengan Letta, Letta meringis pelan semoga saja dirinya tidak apa apa di suntuk begini.
β Maish nyeri? Bagaimana rasa sakitnya?β Tanya dokter saat menyuntik Letta.
Letta menggeleng lemah.β Keram.β Gumam Letta jujur. memang dadanya keram.
Dokter mengangguk pelan di dekat Nato, dua panitia satu perempuan dan satu laki laki memandang letta dengan pandangan ngeri,β Berarti sebelumnya adeknya pernah mengalami gagal jantung?β tanyanya melirik Nato.
Nato mengangguk.β jantungnya lemah dok sejak bayi, memang bawaan.β Jelas Nato mengusap pelan lengan Letta,
β seharusnya tidak dibiarkan dia berlari lari dan panic dan juga capek yah, jika terlalu lelah dan panic dia akan merasakan keram dibagian jantungnya,. Guncangan itu hal yang harus di hindari.β Jelas dokter kembali dengan tegas.
Nato melirik panitia tajam tetapi mereka membuang muka pura pura tidak tau. sedangkan keringat keluar sebesar biji jagung di dahi merekaβ Yaudah saya tadi beri obat dan sudah saya berikan suntik untuk nak Letta. nanti jika belum juga membaik panggil saya saja dulu yah. nak Letta silahkan istirahat dulu.β Jelas dokter tersenyum tipis. Letta tak membuka matanya, terus diam memegang dadanya.
Seusai dokter keluar panitia mendekati Nato yang di dekat letta.β hmmm kamu jagain adeknya yah, jika butuh apa apa panggil saja panitia.β Jelas panitia perempuan gugup.
Nato mengangguk membuat panitia keduanya keluar, didepan ada banyak panitia yang memandang Letta di dalam ruangan penuh bertanya, apa yang terjadi dan apa yang membuat keduanya tadi berteriak dan di gendong begitu. Bisik bisik terjadi diluar sana membuat semua orang ikut prihatin pada keadaan letta.
Nato duduk di kursi sebelah Letta cemas, memandang letta,. Letta membuka sebelah matanya melihat sekeliling, sudah sepi, pintu tertutup. Ia melihat Nato yang menatap dirinya dengan bertanya.β Udah keluar semua orang?β Tanya Letta pelan.
Nato mengangguk pelan.β loe udah nggak apa apa?β tanyanya pelan memegang tangan Letta lembut.
Letta mengerjab menatap tatapan sayang Nato padanya, Letta seperti memiliki sosok abang begitu perhatian rasanya. Letta mengangguk pelan sembari tersenyum. β gue udah baikan kok, Cuma butuh istirahat aja.β Jelas Letta.
Nato menghela nafas dan mengangguk pelan.β jangan bilang sama bapak ibuk yah.β jelas Letta tegas.β Gue ngak mau mereka khawatir.β
Nato mengangguk pelan.β tapi lain kali kalo sakit lagi loe harus kasih tau gue, meksipun gue benci sama gue, gue nggak mau lihat bapak ibuk sedih punya anak penyakitan, nyusahin kayak loe.β Jelas Nato pelan.
Letta mendengarnya hanya bisa terkekeh pelan.β iya bawel. Kitakan saling benci.β Jelas letta.
β banget, benci banget gue sama loe.β Bisik Nato membuang muka.
β benci tapi mau nangis lihat gue sakit.β Cibir letta.
β mana ada. Sotoy loe.β Nato memukul lepala Letta pelan.
Letta meringis memegang kepalanya kesakitan. Nato memegang kepala Letta buru buru.β Yang mana yang sakit? kenceng banget yah??β Tanya Nato dengan gelagapan.
β tuh kan contohnya. Kalo sayang bilang aja.β Seru Letta tercengir kuda di depan Nato.
Nato mengerang kesal mengacak kasar rambut Letta. Letta merinis dibuat oleh Ntao, melirik Nato mendelik.β Cape gue punya adek kayak loe.β Gumam Nato kesal.
β kalo gue meninggal baru tau r .. β
plak...β Jangan ngomong asal kayak gitu.β Tegas Nato memandang Letta tegas.,
Letta mengerjab pelan, ucapan itu terlontar dengan Tak sengaja membuat Nato begitu murkah. β kata kata tu adalah doa letta. gue nggak mau musuh gue meninggal, kalo loe meninggal yang bayarin kuliah gue siapa??β Tanya Nato kembali meledak.
Letta memandangnya lempeng.β Gue pikir loe bakal bilang kalo loe sayang gue dan nggak mau gue pergi.β Gumamnya malas.
__ADS_1
β Mimpi..β ketus Nato memutar bola mata malas kepada Letta. Letta hanya menguap pelan dibuatnya. Nato ciri ciri lelaki yang akan menyesal di belakang hari karena gengsi akan perasaannya sendiri.