Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Keberadaan


__ADS_3

“ seperti seorang dokter, dokter akan paham apa saja sakit seorang pasien yang sedang dia tangani, tapi mereka tidak akan paham bagaimana sakit yang mereka rasakan, dokter tidak akan tau bagaimana pasiennya harus menahan semua rasa sakitnya., dokter juga Cuma bisa beri saran dan arahan, tapi yang menyembuhkan tetap obat.” Jelas Letta dengan pelan.


Nadia mengangguk paham, “ jadi mau saya kasih tau kebenaran gimanapun, kejujuran yang bagaimanapun semisal mereka yang masih akan tetap terus bertanya mengenai kenapa? mengapa? dan meragukan sesuatu itu hal yang berat.” Jelas Letta kembali.


“ apalagi beberapa orang ada yang mengalami situasi buruk, dimana mereka nggak tau harus menjelaskan dari mana, dan ketika ia menjelaskan semua orang tidak akan percaya dan akan terus menyalahkan dia, mereka malah mencari tau kenapa kesalahan itu terjadi. “ jelas Letta bicara tipis.


Agung jadi paham jika letta sejak dulu mengalami hidup yang buruk, awalnya memiliki keluarga bahagia, cemara tetapi berakhir dengan situasi yang sangat membuat dirinya kesulitan.


Letta di ajarkan untuk tetap berdiri kokoh ditengahh sempitnya jalanan hidup.” Apa karena semua masalah itu membuat kamu selalu menyimpulkan untuk menghadapi seluruh masalah sendirian?” tanyanya pelan.


Letta mengangguk.” Situasinya memang berbeda, tapi berbagi masalah sekarang itu udah nggak nyaman. Karena di dalam hidup letta, paling menyakitkan itu adalah saat diri sendiri sudah merasa bergantung kepada seseorang, sehingga membuat diri kita lemah, “ jelas Letta lelah.


“ ngerasain kayak letta bergantung sama bapak, tapi ketika Letta butuh bapak di kedepan tapi bapak udah nggak peduli atau akan selalu ada buat letta bagaimana??? Apalagi pada dasarnya manusia itu sikapnya akan terus berubah sesuai dengan keadaan, waktu dan juga lingkungan. Karena itu pembiasaan hidup untuk enggak menyerahkan masalah untuk di selesaikan berdua atau lebih itu jauh lebih baik. “


“ Letta mungkin akan sulit, tapi setidaknya Letta ketika ditinggalkan nggak akan sakit. sakit batin itu susah untuk ngobatinnya, karena itu berhubungan sama mental, dan mental yang baik berasal dari diri kita sendiri. Letta udah hidup lama dengan keadaan yang ngak baik baik aja. Tanpa ada yang ada di sisi dan dukung letta.” Gumam Letta jujur.


Agung dan Nadia menjadi bungkam.”bapak nggak tau sejauh mana rasa sakit yang kamu lalui Letta..” bisik agung serak menata letta sedih.


Letta terkekeh pelan melihat pandangannya agung. “ jangan menatap letta begitu. Letta fine.” Jelas Letta serius kepada Agung.


“ kalo ibuk dan bapak minta buat letta bergantung sama kami mau???” Tanya nadia serius.


” Letta bisa berbagi sama kami, bisa berbagi masalah, berbagi kebahagiaan. Sekarang letta nggak sendiri. Letta bisa punya teman menjalankan kehidupan ini.. mau yah?” Tanya Nadia pada letta lirih.


Letta menatap andia ragu.” Letta bisa jawab iya, tapi itu sulit..” jelas Letta pelan.


Nadia mendengar itu menjadi sulit menatap letta. menguspa pelan pundak letta.”nggak apa apa, tapi kalo kamu capek kamu harus pulang yah. kamu masih punya rumah untuk istirahat, “ jelas Nadia tegas.


Agung mengangguk.” Masih ada tempat untuk kamu mencurahkan semuanya.. letta nggak boleh ngerasa sedih sendiri lagi, kalo cape kami akan semangat kan Letta, kalo sakit kami yang ngobatin Letta. oke???? Jangan pergi lagi oke?” Tanya Agung rumit. Letta mendengar itu menjadi hangat. perasaan ini mengajarkan dirinya untuk nyaman di suatu tempatnya, karena rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Mereka mengajar kan dirinya untuk pulang.


...----------------...

__ADS_1


Letta menatap lamban rumah milik Putra, tidak ada orang sama sekali di sini, itu membuat letta menjadi mundur dari rumah itu, menatap sekitaran rumah. Letta menghela nafas pelan.” mbak cari siapa?” Tanya tukang sekitar sana.


Letta melirik bapak bapak tersebut,, bapak yang menggunakan celana cukup kotor, baju partai berwarna merah, topi coklat, wajahnya terlihat cukup tua, type pria pekerja keras. “ orang rumahnya mana yah pak?” Tanya Letta pelan pada nya.


Pekerja tersebut menggeleng pelan.” oh, itu sedang berkunjung ke rumah cucunya, “ jelas nya.” Jadi kosong rumahnya ..” lanjutnya lagi kepada letta. wajahnya terlijat penasaran.” Memang kenapa yah jika boleh tau?” tanyanya kembali.


Letta menggeleng pelan kepada bapak yang tidak ia tau siapa namanya., “ Cuma mau bersilahturahmi. Jika boleh tau dimana yah rumah cucunya dia??? Itu anaknya putra kan yah?” Tanya Letta lagi penasaran.


Di jawab dengan anggukan kepala,.” Benar yeh, soal rumah saya taunya ada di daerah pagaralam, tapi kalo tepatnya nggak tau hehe coba hubungin aja. Siapa tau nanti dijawab.” Jelasnya.


Letta mengangguk pelan.” oh gitu, makasih yah pak.” Gumam Letta tersenyum melambaikan tangannya, pria paruh baya tersebut mengangguk segera pergi menjauhi letta. letta sekali lagi menatap rumah Putra. Menghela nafas pelan Letta melangkah menjauh.


" Dimana yah??" gumam Letta pelan. sebab ia ingin berjumpa pada seluruh orang yang ia tinggalkan. ia ingin minta maaf.


...----------------...


Di sisi lain Putra menatap ibu dan ayahnya yang bermain bersama anaknya tersenyum tipis. Jay terlihat bergumam manja di sana,


Putra hanya diam di sofa membuat Panji dan ibunya senang.. “ Yaampun ganteng banget cucunya oma, ganteng banget, mirip banget sama kamu pas bayi dulu Put.” Gumamnya Komala dengan girang..


Wajah Komala terlihat suram mendengar pertanyaan anaknya. “ pantes masih jomblo sampek sekarang, siapa yang mau punya suami kayak kamu..” gumamnya sinis.


“ ada tuh tante Jasmine eh sok sokan nolak, eh jomblo deh. Moga aja jadi jomblo seumur hidup.” Ketus aleta kecil.


” He kamu kok ngomong gitu?? Nggak boleh sayang, kata kata adalah doa.” Gumam Panji kepada putrinya lembut.


“ biarin, suruh siapa jomblo.” Gumam Alleta polos. Panji dan Komala menggeleng dibuatnya. Sedangkan Putra hanya diam saja di sana.


Memang mereka tidak menikah, Putra dan Jasmin tidak menikah hanya Kirana jasmine hamil.


Jasmine mendengar pembicaraan mereka menjadi ragu dan malu malu melirik Putra, memang semenjak ia hamil putra tidak menikahi dirinya, tapi ia tetap bertanggung jawab, tanggung jawabnya Putra itu seperti menemani dirinya selama hamil, bahkan putra memilih tinggal di rumah yang sama tapi di kamar yang berbeda, ia memberikan semua yang jasmine butuhkan, seperti ngidam waktu lalu.

__ADS_1


Jasmine jadi ingat saat waktu lalu, dimana dirinya ngidam ingin makan rujak di pinggir pantai, yah biasa saja sih sebenarnya. Tapi yang jadi masalahnya adalah ia ngidam di jam 2 subuh, dan itu ia ingin makan dengan Putra yang mengulek cabenya,


Iya Jasmine pernah separah itu kepada kandungannya, dan putra mau tak mau mengiyakan hal itu.


on flashback..


Saat usia kandungan jasmine berusia 4 bulan Jasmine harus keluar dari jabatannya, karena ketahuan hamil diluar nikah, sehingga ia tinggal tak jauh dari daerah kota yang ada pantainya. Di sini juga memang sedikit bebas sehingga ada banyak pasangan yang belum menikah satu rumah.


“ yaampun kok jadi pengen rujak yah.” gumam Jasmine sedih menatap jam di HP nya. Pukul 2, 01, mengerjab pelan jasmine mengusap perutnya. Menjilat liurnya yang seperti menjadi banyak dan hampir jatuh.” Duh tidur aja deh.” Gumam Jasmine, sudah sejak jam 10 ia ingin makan tapi ia tahan sampai sekarang tapi ia jadi tidak ingin tidur dibuatnya.


Hua... “ mau rujak hiks hiks. Mau rujak..” gumam Jasmine dengan kesedihan mendalam, menangis mengusap perutnya. Mood seorang perempuan hamil itu ternyata benar adalah, seperti sekarang jasmine merasa dirinya paling menyedihkan di dunia ini karena tidak mendapatkan apa yang dirinya inginkan.


" Huaaaw hiks hiks!!!"


Putra yang tengah tidur di sebelah kamar jasmine sontak melebarkan matanya. hidup lama di dunia militer membuat Putra selalu peka dan siaga di sekitarnya, “ jasmine ada apa?” tanyanya segera berlari ke kamar milik jasmine.


Jasmine di sana kaget melihat Putra yang mendobrak paksa kamarnya. Dengan kaget jasmine bangun menatap putra kaget. Putra menatap sekeliling kamar Jasmine waspada” ada apa?” tanyanya dengan lirih pada jasmine.


Jasmine menggeleng pelan.”aku ngidam. .” bisiknya memelas.


Putra mendengar itu terlemas, bahunya melemas dibuatnya, ingin marah tapi melihat wajah memelas jasmine membuat ia tak ingin marah lagi. putra tau jika ini bukan salah jasmine tapi salah anak mereka. “ kamu mau apa??” Tanya Putra pelan.


‘ mau rujak.” Gumam Jasmine memelas.


Putra mengangguk.” Kamu nggak tau aplikasi Foodgo kah??? Sekarang zaman udah canggih, kamu tinggal buka Hp, buka aplikasi dan pesan deh. Nanti juga dateng.” Gumam Putra kesal segera duduk di sofa kamar milik jasmine,.


Jasmine mendengar itu memandang putra lempeng.” Masalahnya itu aku mau makan rujaknya dipinggir pante dan kamu yang nguleknya Put.. aku mau makan di sana bukan di rumah.” Gumam Jasmine merengek, matanya kembali berkaca kaca dan bibirnya bergetar hendak menangis.


Putra mendengar itu mendelik, melirik jam di hpnya.” gila kamu, sekarang udah jam segini, besok aja deh kalo kamu mau di pante, di mana ada jual rujak, mana gue disuruh ngulek.. nggak nggak, gue pesen aja.” Gumam Puytra menolak.


Jasmine menatap Putra penuh kebencian.” Ngak usah. Kamu pergi aja sana, nggak usah nggak usah. Aku nggak mau.” Gumam Jasmine segera tidur lagi dan mengusap air mata yang entah kenapa terus berjatuhan karena mendengar penolakan Putra yang begitu jelas.

__ADS_1


Putra melihat itu mengerjab pelan.” loh bukan gitu, sekarang masih pagi loh.” Gumam putra pelan dan memelas.


” Apa salahnya? Tinggal bawa buah yang ada di kulkas, bawa cabe, ulekan dan gula are, jadi. Nggak susah, yang susah itu kamu, kamu yang bikin susah, sesuatu hal nggak susah kalo kamu mau, kalo nggak mau nyoba artinya anak kita memang nggak penting penting banget hiks hiks. Aku tau kok kamu nggak suka aku tapi kamu nggak tau kan gimana sakitnya hati aku. Aku juga nggak tau hiks hiks kamu pikir aku mau gini.” Gumam Jasmine menangis sesegukan sembari membelakangi Putra.


__ADS_2