
Bara kaget mendengar hal itu, “ tapi nggak mungkin, nyokap gue punya akses besar dalam akun dia, nggak segampang itu orang lain bobol akun dia atau bahkan gunain akun dia, “ gumam Bara aneh, ibunya bukan sosok yang mudah di ambil alih akunnya, dia orang yang sangat telitih dan tidak mudah dimanfaatkan.
“ ha loe anaknya nyonya Aletta?” Tanya Bastian kaget mendengar gumaman Bara.
Begitu juga Betta di sana. Bara mengangguk.” Iya. Gue juga pagi tadi denger berita itu dan buat gue emosi. Mama gue dibawa bawa, kalo gue ketemu siapa pelakunya, habis dia ditangan gue.” jelas Bara dingin mengepalkan tangan penuh emosi pada pelaku.
Letta mendengarnya memandang Bara ngeri sedangkan Bastian dan Betta pun sama halnya, melirik letta yang diam lempeng saja mendengarkan membuat aneh.” Loe diem aja? Jangan jangan loe nggak tau kasusnya ?” Tanya Bastian pada Letta serius.
Letta menggeleng.” Gue tau, tapi gue bersyukur. Lagian cinta dan Belle pantes dapetinnya kan?” Tanya Letta melirik Betta dna bastian.” Manusia jahat kayak gitu, pasti banyak yang benci. “ bisik Letta kembali dengan dingin pada bastian.
“ tapi itu nggak manusiawi cuy. Keadaan dia bener bener parah, kalo manusia punya hati, dia nggak mungkin ngelakuin hal sekejam itu.” jelas Betta seru pada Letta.
hati betta lembut dan bersih, dia tidak pernah membayangkan hal buruk itu dimaklumi hanya karena di korban orang jahat.
Letta melirik Betta dengan alis terangkat.” menurut gue sih wajar, Bagaimana jika adekmu dibuat tidak baik sampai masuk rumah sakit dan Hampir mati. Apa yang kamu lakukan jika keadaan itu terjaid padamu? Apa kamu diam saja melihat pelaku keburukan pada adikmu?” Tanya Letta dengan tenang pada Betta.
Betta memandang Letta linglung.” Yah aku akan balas lah, meminta hukum supaya dia dihukum oleh Negara.” Jelasnya tegas.” Aku akan mencari pengacara terhebat dan dia akan aku buat masuk penjara seumur hidup.” Jelas Betta tegas tak terbantahkan.
“ mana boleh menyentuh adek gue yang mungil dan lucu.” Gumam Betta kembali kesal.
Betta sangat menyayangi adik laki lakinya.
Letta menjentikkan tangan didepan betta.” Begitulah sekiranya. Loe punya dendam dan orang lain punya dendam, loe menyuarakan dendam loe dengan cara minta bantuan hukum, sedangkan orang lain menyuarakan dengan sesuatu yang membuat dendam dia puas. Bisa jadi dengan cara ngebunuh, menusuk tau bahkan menyiksa. Tujuannya sama. sama sama mau timbal balik yang adil atas apa yang dia lakukan terhadap orang tersayang.” Bisik Letta dengan tenang.
Betta terdiam mendengar ucapan letta.” tapi tidak sampai membunuh atau menyiksa, kita punya hukum di Negara. Kenapa tidak biar Negara yang melakukan keadilan?” tanyanya menekan keinginan dan pikirannya sendiri.
Letta tersenyum sendiri.” Dan jika Negara tidak memberi keadilan???? Dan yang kamu maksud adil belum tentu adik untuk orang lain, seperti menghilangkan nyawa orang tetapi dia hanya di kurung di penjara selama dua puluh tahun, masih diberi makan layak, tidur nyenyak dan baju yang layak. sedangkan korbannya itu mati, keluarga yang ditinggalkan hidup dalam kesedihan. Betta..” gumam Letta melirik Betta yang diam menatap Letta ngeri.
Tersenyum lirih Letta bicara dingin.” Nggak ada yang adil di dunia ini, terkecuali kepusan diri sendiri membalas dendam sesuai yang menurut kita adil.” Lanjut Letta kembali dingin kepada Betta. Sekali lagi menggeleng tenang Letta kembali bicara.” Tidak ada yang adil.” Bisiknya dingin.
“ letta.” gumam Bastian mengalihkan atensi mereka pada bastian. Bastian terkekeh pelan, tapi tidak bisa berbohong jika dirinya takut kepada letta.” loe kayak yang dukung pelaku. Loe bukan pelakunya kan?” tanyanya pelan dan berbisik pada Letta.
Letta tertawa dihadapan Bastian, Bastian pun ikut tertawa paksa melihatnya. “ mana mungkin Letta, Letta tidak mungkin sekejam itu melakukan pembalasan dendam, lagipula rasanya itu nggak mungkin.” Jelas Betta mendukung letta terkekeh,.
“ kalo emang gue gimana?” Tanya Letta tersenyum miring.
__ADS_1
Betta dan Bastian terkekeh melihat letta cemas.” letta loe nggak serius kan?” bisik Bastian.
Bara diam memandang Letta rumit, Letta memainkan penanya.” Nggak ada salahnya kan kalo gue yang jadi pelakunya? Kalian masih mau kan temenan sama gue kalo gue yang ngelakuinnya?” Tanya Letta tersenyum tipis pada Betta dan Bastian.
Keduanya melebarkan mata pucat memandang Letta. Letta melihat mimik wajah mereka yang begitu lucu terbahak di sana, menggeleng pelan memandangi keduanya lucu.” Kalian serius banget sih.” gumam letta menepuk pelan pundak Bastian dan Betta.
Betta memegang dadanya sesak, sama dengan Bastian mendatarkan wajah kesal.” Sial, muka loe yang serius banget. Jantung gue rasanya mau copot let kalo bener itu elo.” Gumamnya di sana cemas mengusap dada sendiri cemas.,
Letta terkekeh pelan mendengarnya.” Soalnya kalo itu emang loe, loe sadis banget. Sumpah. Loe tergolong nggak punya perasaan.” Gumam Bastian lagi.,
Letta terkekeh menggeleng.” gue Cuma bercanda aja sih, tapi kalo mereka dapet hal buruk begtu gue seneng nggak bercanda, mereka pantes dapetinnya menurut gue.” jelas Letta di akhir kata,
“pagi anak anak.” Segera mereka menatapnya kedepan buru buru melihat dosen yang sudah masuk.
“ pagi bu.,” seru dari mahasiswa termasuk Betta dan Bastian.
“ gue tau loe nggak bercanda. Dan gue tau Cuma loe yang bisa komunikasi sama mama gue.” bisik Bara pada Letta. hanya mereka berdua yang mendengarkannya sebab mereka sudah fokus pada dosen yang ada di depan,
Letta melirik Bara tersenyum miring.” Loe pinter.” Bisik letta terkekeh.
“ tapi mama loe suka dan mama lo yang dukung. Kalo bukan dari mama loe, loe pikir gue dapet akses nya dari mana?” Tanya Letta terkekeh pada Bara.
Bara terdiam mendengar hal itu. Letta menggeleng pelan.” mama loe udah izinin dan mama loe juga yang bantuin gue. kalo loe nggak terima gue bisa bilang sama mama loe kok.” jelasnya kembali sinis,
Bara mengepalkan tangan mendengar hal itu. tak bisa menjawab apapun sampai bahu letta di senggol oleh Betta.
Letta melirik betta dengan alis terangkat. “ dosennya ngeliatin kalian berdua sejak tadi.” Jelasnya berbisik pelan.
Letta sontak memandang kedepan, dimana dosen yang sedang menatap dirinya dan juga Bara sembari bersandar di meja dan tangan di lipat di perut, dan alis terangkat.” Sudah mengobrol nya?” tanyanya tegas.
Letta mengangguk pelan.” sudah pak.” Jelasnya polos.
“ Yaudah kita lanjut jika begitu, kalo kalian masih mau mengobrol diluar saja, jangan ganggu yang lain.’ “ tegasnya dingin.
...----------------...
__ADS_1
Letta menguap pelan usia pelajaran selesai, rasanya hidup Letta tak ada perubahan, sama sekali tidak seru “ Letta.” gumam Bara pada Letta,
Letta menoleh melirik Bara yang memanggil dirinya pelan. Bara berdehem pelan melihat Letta yang menoleh kepada dirinya.” Apa mama gue masih di sini?” Tanya Bara pelan.
Letta berdehem pelan dan menatap ke depan.” Yah.. kenapa?” tanyanya.
Bara menggeleng pelan.” mama gue bangga nggak sama gue?” tanyanya kembali .
Letta kembali menoleh mendapatkan wajah Bara yang sedih.” Loe kangen mama loe?” Tanya Letta berbisik.
Bara memainkan jari jarinya dan mengangguk.,” selalu. Gue selalu rindu mama gue.” gumam nya lirih.
Letta mendengar hal itu menjadi sedih.” Tapi mama loe harap loe bahagia?.” jelas letta berbisik pada Bara.
“ boleh nggak gue ketemu mama gue letta??? sebentar aja, gue Cuma mau bilang sama dia kalo gue kangen.,” bisik Bara bergetar, tidak sampai menangis tapi mata bara sudah berkaca kaca dan memerah.
Letta mendengar hal; itu merasa sesak. Bara menghela nafas pelan dihadapan letta, terlihat sangat rapuh. Letta duduk dengan tegap.” Sebenernya.” Gumam letta pelan.
Bara menoleh melirik Letta dengan penuh harapan.”gue letta.” bisik letta pelan.” aletta Ragiel.” Bisik Letta kembali.
Bara menaiki alis tak paham memandang Letta. Letta menatap sekeliling yang sepi, semua orang sudah ke kantin, hanya dirinya dan Bara yang tidak. “ gue nemuin loe pas di bawah kolong jembatan, berantem sama anak anak,. Loe yang dipukul dan di bully terus gue bawa lo ke apartemen.” Jelas Letta pelan pada Bara. Bara melebarkan mata mendengar itu kaget.
Letta menghela nafas sesak.” Gue yang mau buang loe lagi dimana yang loe pengen tapi loe malah mau bunuh diri sampek mentokin kepala loe ke tiang. Itu buat gue marah besar dan gue mungut loe jadi anak angkat gue.” jelas letta kembali.
” Letta.” tegas bara nanar...
“ iya gue mama loe.” Bisik Letta dengan berbisik memandang bara,.” Gue nggak bilang sama siapapun, karena gue nggak mau lagi jadi Alletta, hidup dalam kesedihan dan penuh tekanan. “ jelas Letta kembali tak menatap bara.” Gue udah punya keluarga, ayah yang sayang ibuk yang perhatian dan abang sebagai musuh. Gue udah senang sama kehidupan gue yang sekarang.” Bisik Letta kembali serak.
Bara mundur dari duduknya, memandang Letta sesak dan nanar, Letta melihat hal itu terkekeh pelan.” bilang aja gue egois, tapi ngelihat loe selalu cari mama loe, gue jadi pengen jujur. Jangan cari lagi mama loe yah, dia udah punya kehidupan yang bahagia. loe cukup bahagia bersama keluarga loe yang sekarang.” bisik Letta kembali menenangkan diri agar tak menangis.,
“jadi loe mama Letta? Bukan cewek indigo?” Tanya Bara sesak.
Letta meliriknya dan mengangguk pelan.” jadi selama ini loe bohong sama gue?” bisik bara sesak, mata yang tadi berkaca kaca sekarang sudah menjatuhkan embun nya.
Letta membuang muka, tidak mau melihat mata milik Bara yang mulai membuang kelaharnya. “ gue nggak bohong. Gue pernah bilang sama loe kalo mama loe udah bahagia kan. dia Cuma hidup diversi yang lebih baik Bar.” Bisik Letta dengan pelan.
__ADS_1
” tapi mama gue nggak sasimo, sana sini mau. Suka main cowok, dia cewek tegas dan berani. Nggak kayak loe yang petakilan, suka main cowo sana sini.” Jelas bara menekan semua perkataannya. Letta sedikit sakit hati mendengar pernyataan Bara mengenai pandangan terhadap dirinya.