
“ Letta...” Teriak Zeyn mencari ke mana mana.
“ Letta..” Teriak Putra mendekati Zeyn dan Xior. Matanya memerah dengan tangan terkepal. Hendak menghajar Zeyn.
Zeyn menggeleng kekeh.” demi Tuhan dia semalem di dalem dan gue jaga diluar.” Tegas Zeyn. Putra memejamkan matanya merasa marah dan kesal. Bagaimana jika Letta benar benar pergi.
Begitu juga dengan Zeyn, jika dirinya di tinggalkan bagaimana? mereka sampai tersesat loh mencari Letta masa mereka ditinggal begitu saja?
“ Kalian udah pulang?” Letta datang mengusap kepalanya yang berkeringat melihat ada Xior, Zeyn dan Putra
Zeyn, Xior dan Putra melirik Letta kaget, sontak Putra mendekati letta dan memeluknya erat. Letta terdiam dipelukan Putra. Terdengar helaan nafas Putra yang terdengar lirih.” Kamu kemana sih? bikin khawatir tau nggak.” Gumam Putra lirih.
Zeyn memandang Putra memanas, melirik letta nanar, “ lepas Put, ini jamur gue hancur.” gumam Letta melepaskan pelukan Putra.
Putra melirik jamur yang di tangan Letta yang cukup banyak, Letta tersenyum lebar menunjukan jamur di tangannya.
“ sampek wajah kena tanah juga gitu? Kamu ngapain cari jamur, kalo laper tinggal bilang biar aku yang cari jamur nya.” gumam Putra mengusap pelan pipi Letta yang terkena tanah, letta melirik Zeyn yang diam saja.” Dia nggak becus jaga kamu, kami khawatir nyari kamu dimana mana., “ jelas Putra menghela nafas pelan.
Letta menunjukan wajah tak bersalahnya.” Tadi pagi gue kebangun terus ngelihat ada jamur, di ambil deh, soalnya itu merajuk nggak di kasih mie semalem.” Jelas letta menunjukan Zeyn.
Zeyn yang di bawa bawa menaiki alisnya masih kesal. Letta tersenyum tipis.” Sorry yah.. gue nggak tau kalo loe sedih gue nggak kasih mie. Loe pasti laper banget yah semalem.” Gumam Letta memelas.
Zeyn di sana mendengarnya sontak melebarkan matanya.” eng “
“ Zeyn emang kalo laper suka marah dan ngambek, mood dia jelek kalo soal perkara makanan.” Jelas Xior memotong ucapan Zeyn yang hendak berbohong.
Xior menyeringai lamban.” Jangan jangan dia nangis semalem karena loe nggak kasih makan Letta. Biasanya sih nangis.’' Gumamnya mengejek.
” Loe.. diem.” Gumam Zeyn melotot pada Xior. Xior hanya memberi tampang tak bersalah miliknya.
Letta mendengar itu mengangguk paham, ingin tertawa tapi ia tahan, ia melirik Zeyn dengan rasa bersalahnya." Hehehe" Letta kaku jika harus bilang maaf terang-terangan. Zeyn melihat cengir lucu Letta mendengus di sela hampir tersenyum.
” Oh iya gimana semalem? Lancar?” Tanya Letta pada Putra dan Xior mengalihkan pandangan pada penampilan Putra dan Xior yang masih kacau,.
Putra mengangguk.'’ Cuma beberapa belum ketangkep, bisa jadi sembunyi di sekitar sini, nanti aku sama Xior ke sana lagi buat bakar ladangnya.” Jelas Putra pelan.
“ loh nggak nge-play kita kalo di bakar?” Tanya letta kaget., putra menyentil kening Letta,
letta meringis dibuatnya. “ nggak lah. Kita bakarnya pakek bensin, “ gumamnya. Letta membuat huruf o di bibirnya yang artinya ia paham. astaga Letta lupa... maklum sudah pensiun jadi penjahat.
__ADS_1
“ Kalian pergi juga? Yang lain dimana?” Tanya Letta melirik sekeliling.
Xior menunjukan Putra.” Dia mau pulang duluan.. khawatir sama loe.” Gumam nya malas.
Putra berdehem pelan mendengarnya kikuk.” Itu, aku harus panggil anggota lain sedang menginput dan membuat dokumentasi, kemaren dokumentasinya sebagian hilang.” Jelas Putra pelan,
“ yaudah beberes lah. Gue mau masak aja kalo gitu.” Jelas Letta mengangguk.
“ kamu bisa masak? bukannya enggak?” Tanya Putra kaget.
Letta mendengarnya cengengesan.”kalo Cuma tumis aja bisa. kemaren belajar sama Bu nadia.” Jelas letta terkekeh. tiba-tiba Letta merindukan bu Nadia sama pak Agung, mereka apa kabar yah?
Putra mengangguk paham beda dengan Zeyn yang seperti tersisih. Hati Zeyn seperti di hempas kan dari langit ke tujuh hingga ke bumi.
hey hey
apa Letta tak ada niat membujuk dirinya? wajah Zeyn memerah hampir menangis. sedangkan Xior melihat mimik wajah Zeyn menggeleng pelan.
...----------------...
“ Lapor tuan, kami sudah menemukan dimana tempat tuan Zeyn dan tangan kananya.” Jelas tangan kanan Bima.
Bima melebarkan matanya segera bangkit dari tempat kerjanya. “ kau serius?” Tanya Bima kembali dengan semangat.
Bima mendengar itu melebarkan nata.” Dunia sesempit itu kah?” gumamnya pelan memandang lantai.” Yaudah jika begitu kita berangkat sekarang" tegas Bima merapikan jasya senang.
” Tuan.” Panggil Hindi menghentikan langkah Bima.
Bima melirik Hindi yang ternyata masih duduk di depannya. Menaiki alisnya Bima lupa sekretarisnya masih ada di ruangan. Hindi meringis pelan.” Tuan, lima belas menit lagi akan ada rapat.” Jelas Hindi tak enak hati kepada bosnya.
“ siapa peduli? Kau pikir aku membayar mu Secara Cuma Cuma?” Tanya Bima kesal pada Hindi.
Hindi melebarkan mata mendengar ucapan Bima yang sinis.” Pergi dan Kau yang pimpin rapat bersama Mino . Aku ada urusan lebih penting. Dan ingat sambungkan zoom nya kepadaku. atau kau bisa ubah rapat ke mode Zoom saja.” Tegas Bima.
Hindi menggeleng pelan tak terima.” Mana bisa begitu pak. kan sudah di katakan tuan untuk rapat sekarang dan semua sudah siap di ruang rapat menunggu bapak.” Jelas Hindi menggerutu.
" kau membantah?” Tanya Bima pada Hindi, melirik Jo kesal.” Pecat dia Jo, menganggu saja.” Jelasnya segera pergi meninggalkan Hindi.
Hindi hampir melompat mendengar kabar itu.” pak tidak bisa begitu, baik baik saya akan melakukan apa yang bapak suruh tapi jangan pecat saya pak.” Gumam Hindi mengejar langkah kaki milik Bima yang tergesa-gesa.
__ADS_1
“ yah bagus, lebih bagus kau angkat kaki. Dan Jo kabarkan Mino untuk mengatur rapat.” Jelas Bima.
Hindi memandang Bima menauh melemas, apa sih yang salah? Padahal dirinya mengatakan sebenarnya jika Bima tidak bisa buang batu sembarangan, nanti akan mengenai kepala orang. kalian paham kan bahasa sindiran?
“ skh sial sial sial. Cari loker lagi deh gue.” gumamnya memelas.
Jo melirik Bima meringis.” Tuan, apa tidak keterlaluan? Hindi bekerja sudah hampir 3tahun untuk tuan, dan jika mencari yang baru lagi hanya akan membuat waktu belajar lebih panjang.” Jelas Jo tak enak hati pada Bima .
Bima melirik Jo santai masih di dalam Lift untuk turun.” Kau pikir apa??? aku tahu dia sedang menyukaiku, setiap saat ke ruangan ku menunjukan b0kong dan buah dadanya yang hampir meletup itu, kau pikir aku apa ha?” Tanya Bima kesal.
Jo mendengar itu hampir tersenyum tapi terhenti, memang Hindi ini punya badan yang bagus dan berisi di banyak bagian tubuhnya. “ Apa kau senyum senyum cabul? Dasar manusia mesum.” Gumam Bima kesal.
“ tuan tidak tergoda? Hindi cukup cantik padahal. Apalagi tuan sudah cukup lama menduda.” Gumam Jo penasaran.
Bima berdehem pelan.” saya hanya nafsu dengan wanita saya.” Jelas Bima tegas,
Jo mencibir Bima yang sok setia, padahal dikalangan dunia tinggi alias orang kaya jarang sekali loh dia hidup dengan kesetiaan, semakin banyak uang mereka maka akan semakin banyak pula tingkah dan simpanannya, itu fakta dan tidak bisa terbantah.
Jo hidup mengikuti Bima bukan hanya Bima, tetapi sebelumnya juga pernah di-- akh intinya yang memiliki kekuasaan dan uang, mereka hampir memiliki 2 perempuan simpanan, dan akan suka berganti perempuan setiap bulannya,
dan saat mengikuti Bima, sudah hampir 20 tahun juga saat Bima muda dan dirinya berusia 25 dan Bima berusia 20 tahun, dia mendampingi Bima hingga cerai pun ia tau perjalanan hidup Bima dan pernikahannya.
Sama sekali Bima tidak selingkuh, meskipun istrinya selingkuh ia tak membalas, dan saat istrinya berkhianat dan membohongi uang yang ia beri Bima tak pernah marah. Bahkan sampai istrinya memfitnah Bima dan Bima harus di keluarkan dari KK keluarga dan di benci banyak orang, Bima hanya diam saja dan fokus memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Sampai ia bertemu Letta, sudah 3 tahun, tetapi selama 3 tahun itu juga ia tidak melirik perempuan lain selain Letta, sampai kadang Jo berfikir jika Bima ini menyimpang, tetapi ia suka kok dengan Letta, pernah juga memergoki mereka sedang ciuman. Atau berfikir Bima ini Impoten tapi sudah punya anak 2. Saat Jo bertanya pada Bima, apa kah Bima memiliki nafsu untuk perempuan maka BIma akan menjawab.” Tentu saja”
Lalu jika ditanya apa yang membuat Bima terlalu setia kepada perempuan maka dia akan menjawab.” Saya berfikir perempuan sudah melahirkan anak untuk dirinya, tidak pantas untuk saya menyelingkuhi dirinya, sebab perempuan itu sudah mengorbankan hidupnya, mengorbankan tubuhnya, darahnya dan kehidupannya untuk kehidupan baru yang saya sendiri ciptakan. Sama saja saya menjadi manusia tidak tau diri. “
Lalu bertanya kan istri Bima adalah orang yang tukang selingkuh maka Bima akan menjawab,.” Itu kan dia, jika dia selingkuh artinya dia bukan yang terbaik untuk saya, mudah jika saya ingin selingkuh tapi itu bukan hal yang baik, sebab saya tau sekali selingkuh maka saya sudah memberi penyakit baru di hidup saya,.” Tegas Bima. “ dan laki kaki mahal tidak akan membeli apa yang tidak seharusnya di beli. Dan semua orang bisa dengan mudah selingkuh tapi tidak semua orang bisa setia, karena setia itu mahal, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mahal pula. “ jelas Bima tegas.
Jo tidak habis pikir pikiran macam apa yang Bima katakan. sebab jika ia jadi Bima mungkin istrinya sudah 5. haha.
Bima memandang rumah yang akan ia masuki, tapi ia bisa melihat ada Tama yang sedang duduk di depan Vila dengan pandangan kosong. Bima mendengus kesal melihat itu, melirik Jo untuk masuk.” Coba lah kau masuk dan bertanya “ jelas Bima.
Jo mengangguk paham, segera keluar dan memasuki rumah dengan tenang.” Ada yang kami bisa bantu tuan?” Tanya Sarah memandang Jo., tapi tertegun sejenak melihat jika Jo yang datang. Sarah ingat Jo ini adalah bawahannya Bima.
Jo melihat Sarah dari atas hingga kebawah jijik, tersenyum aneh dan rendah.” Wah wah.. nyonya besar yang menggunakan barang branded apakah sekarang kehilangan harga dirinya???” tanyanya pelan, sebab baju sarah sangat kunyu seperti baju orang desa biasa, lebih parahnya berwarna bunga bunga kusam, sama dengan wajahnya. Dulu sarah ini sangat cantik, kulit putih bersih, rambut pirang. Sekarang lihat, kulitnya bahkan sudah mengerut dan hitam, belum lagi rambutnya yang keriting.
Iya nampak lebih tua dari usianya. dibandingkan dengan Bima, Sarah terlihat seperti ibunya Bima.
__ADS_1
Sarah mendengar penghinaan itu meremas ujung bajunya sendiri.” Ada yang bisa dibantu tuan?” Tanya Sarah pelan. ingin membantah pun Sarah tak bisa, sebab di hidup sebelumnya, ia di biayai oleh Bima dalam kecantikan dirinya mulai dari salon, perawatan, baju. semuanya serba terbaik,
Tapi sekarang tidak lagi. jangankan perawatan, untuk makan saja harus mereka harus berhemat.