
“ Putra..” gumam Jasmine lemah.
Putra meremas rambutnya sendiri, air matanya mulai berjatuhan.” Kan kemarin sudah saya katakan jasmine, tinggalkan saya di saat itu, jangan mendekat tapi kau bodoh, sekarang harus bagaimana??? Aku harus bagaimana Jasmine bilang sama saya.” Teriaknya didepan jasmine frustasi.
Jasmine memejamkan matanya, "tapi kau akan kehilangan masa depanmu jika itu infeksi, bisa saja kau akan jadi Impotem.” Gumam jasmine lemah.
” Aku tidak peduli, bahkan jika aku seharusnya mati itu lebih baik.. “ teriak Putra nanar dan terduduk didepan jasmine.
Jasmin melirik Putra tersakiti, hatinya remuk mendengar penolakan Putra yang mentah-mentah.” Kamu benar benar tidak menyukaiku Putra?” tanyanya serak dan sedih.” Sedikit saja.. kamu lihat ada aku di sini... sebentar saja, “ Jasmine terluka melihat bagaimana prustasinya Putra mengetahui dirinya hamil anaknya.
“ menurut mu?” Tanya Putra mendongak menatap jasmine. Jasmine diam menatap Putra yang menggeleng. Putra menunjukan dadanya.” Jasmine,.. dia sepuluh tahun yang lalu mati matian membantu saya kembali hidup, dan kamu tidak akan tau bagaimana hubungan kami.. “ tegas Putra, ingat dulu bagaimana dirinya hampir mati di tangan Ragiel.
Tapi Letta membantunya, membopong tubuhnya, bagaimana dirinya berjuang mendapatkan hatinya letta. itu semua sakit untuk Putra bayangkan. Jasmine melihat putra yang begitu tak kuasa menahan diri sakit.” lalu aku yang mencintaimu sejak Kecil.. kau bahkan tak menatapku.” Jelas Jasmin sedih.
“ lalu kau pikir kau baik? aku mencintai letta puluhan tahun, dan sekarang kami akan menikah, sama saja dengan ku. Bagaimana rasanya jika harus kehilangan kesempatan didepan mata??? Itu lebih sakit jasmine.” Tegas Putra kesal.
Jasmine kehilangan suara mendengar itu.” Letta akan menikahi tiga pria.. ka..”
“ aku tidak peduli, bahkan jika dia menikahi lebih dari sepuluh pun aku tetap bersama dia.. “ tegas Putra dengan kesal. Jasmine terdiam sedih. Begitu dalam perasaan Putra terhadap letta.
“ menikahlah, aku tak akan menbuntut apapun.” tegas Jasmine, dengan hati yang begitu parahnya rusak, air mata yang bergelindnagan tanpa bisa ia jelaskan.
Putra melirik jasmine datar.” Kau bahkan tidak berfikir kan jika aku tidak mungkin meninggalkan anakku. “ tegas Putra dingin.
” Lalu bagaimana?” Tanya jasmine.
Putra memukul tembok kasar.. Jasmine melihat itu memejamkan matanya takut,. “ sialan... “ teriaknya nanar.
Jasmin tak berani, lihat bagaimana marahnya Putra, Putra menghela nafas pelan melirik Jasmin yang masih bertanya dirinya harus bagaimana.” Aku tidak akan menggugurkan anakku,.” Tegas Putra dingin dan tegas.
Jamsin diam tak berani bicara.” Tapi aku juga akan menikahi letta.” tegasnya.
Jasmine yang tadinya hanya diam mendengar sekarang segera menatap Putra, putra berdehem.” Semua kebutuhan anak ini aku akan tanggung, seluruhnya, tapi aku tidak akan menikahi kamu, sedari awal aku melakukan bersama mu karena terpaksa, dan kau yang memaksa, kau ingat sendiri kan bagaimana saat itu? Kamu bukan korban yang harus aku tanggung jawab dan aku juga korban bukan pelaku utama?” Tanya Putra dnegan tegas.
Jasmine enggan menjawab, ia ingat memang dirinya yang memintah saat itu,.” aku hanya membantumu.” Jelas jasmine keberatan.,
“ aku sama sekali tidak minta, aku mengusir dan kamu yang membuka bajuku, mencium ku, aku tidak akan bertanggung jawab mengenai apapun, karena itu kau sendiri yang mau dan minta. Lahirkan anak itu aku akan bertanggung jawab sebagai ayah.” Tegas Putra.
__ADS_1
Jasmin kembali terluka, terhantam kenyataan, Putra tidaklah memang ingin membunuh anaknya, tapi dia menyakiti Jasmine. Apakah setidak suka itu Putra kepada dirinya?? Apakah dirinya semenjijikan itu??
... ........
Mengerjab pelan memandang dokter yang menangani dirinya. Letta sedikit terkejut saat Xior membawanya ke sini. Dokter Glorse, dokter yang terkenal dengan keahliannya, dia dibayar sangat fantastis di setiap oprasi dan pengobatan yang dia jalani.
Namun sayangnya dia dokter illegal, tidak memiliki sertifikat izin sejak dulu, dia juga memiliki beberapa kasus dengan penemuannya yang ekstrim, ia juga yang menemukan obat kangker ampuh, sayangnya ditolak oleh pemerintah dikarenakan beresiko tinggi. Usia dirinya dengan dokter Glarce ini cukup timpang jauh.,
Letta bahkan sempat ingin mencari dokter Glorse dulu dimana ia ingin mengobatinya saudaranya yaitu Reta dan juga Zaxi.
Sayangnya dokter Glorse sulit ditemukan, tak jarang dia diluar ngeri atau di dalam, memiliki beberapa identitas palsu yang di kliem asli oleh beberapa Negara, entah Letta juga mengakuhi jika dokter Glorse emang sesulit itu.
Akh iya, dia dokterr pria, berusia 42btahun saat ini, belum menikah atau mempunyai anak. Wajahnya??? Dia sangat tampan, namun sayangnya dia impoten, karena itu dia tertarik dengan dunia medis untuk mengobati dirinya sendiri, tapi sampai sekarang tidak menemukan obatnya sendiri karena itu selalu melakukan eksperimen yang diluar nalar.
“ masih belum ada yang cocok Xior.” Jelas Glorse tenang memandang berkas berkas yang ia temukan.
Xior mendengar itu diam, keningnya terlihat mengerut dan nafas yang menjadi berat. Letta mengerjab pelan mendengar itu. “ lalu bagaimana?” Tanya Xior pelan.
Glorse mengangguk pelan.” aku ada obat alami, untuk beberapa waktu sampai kau mendapatkan jantung yang bagus... “ jelas Glorse tenang.
Xior mendengar itu mengernyitkan dahinya heran. Glorse mengangguk tampa perubahan apapun di wajahnya.” Tenang saja, dia cukup kuat bertahan dengan kondisi seburuk ini.” jelas Glorse pelan melirik Letta.
Letta melihat Xior yang lemas angkat bicara. “ aku tidak masalah jika harus pergi.” Jelas Letta pelan.
“ berhenti bicara ..” tegas Xior.
Letta menatap Xior dengan polos” kau tidak tau bagaimana gilanya ayahmu mencarimu? Ibumu meriundukan kamu? Teman temannya? Putra? Bima?? Semuanya menyayangi kamu dan kamu ingin pergi?? Kamu egois.” Tegas Xior. Letta terdiam mendengar itu.. benar dirinya egois.
“ bertahan sedikit saja nona.” Jelas Glorse tenang.
Letta menatap Glorse yang berwajah Flat.” Bertahan sedikit saja, jika kamu berhenti dan mengalah dengan takdir itu artinya kamu lemah, akan ada banyak orang yang bersedih jika kamu pergi, jadikan dirimu bahagia dimasa depan,.” Jelasnya tenang.
Letta mendengar itu mengerjab pelan, bahagia yah?? letta bahagia sekarang kan?? dikelilingi orang orang baik dan juga begitu menyayangi dirinya???
” Tapi... aku... tidak tau.” Gumam letta ragu, kondisi yang tidak memungkinkan membuat dirinya tak mau terlalu berharap.
“ tidak usah berfikir sesuatu yang tidak seharusnya dipikirkan, kamu hanya perlu konsumsi obat dan oprasi., aku akan melakukan yang terbaik.” Tegas Glorse tenang.
__ADS_1
” aku sudah menangani penyakit ini berkali kali, dan berhasil. Mereka hampir seluruh berumur panjang dan hidup bahagia.. kesehatan hanya ada ditangan anda, jika ingin sehat yah buat diri anda selalu bahagia.” Tegasnya.
Letta mendengar itu tersenyum tipis, benar juga,. Jika ingin sehat buat dirimu bahagia. Tangan Letta disana meremas pelan. tidakk, dirinya tidak boleh banyak berharap, jika ia terlalu berharap dan berakhir tak sesuai ekspetasinya ini akan sakit.
Xior menatap Glorse dengan lamban.” Kami akan pergi,. Dan akan kembali untuk sebentar lagi.. “ tegas xior. Glorse menganguk tenang.
Letta segera berdiri memandangi Glorse yang duduk tenang.” duluanlah kedepan, aku akan bicara dengan Glorse.” Jelas Xior. Letta mengangguk segera keluar meninggalkan keduanya yang ingin bicara.
Glorse menaiki alisnya menatap Xior. Xior di sana berdehem pelan.” Aku ada obat untukmu.” Jelas Xior tenang.
Glorse menaiki alisnya dengan bingung, Xior mengangguk pelan.” aku ada obat untuk penyakit impoten mu, dan aku akan memberikannya jika wanitaku sembuh..” tegas Xior.
Glorse melebarkan mata mendengar itu.. apakah benar?? Dan Xior memberikan wajah yang menjanjikan pada Glorse.
Sedangkan Letta keluar dari sana mengerjab pelan, rumah ini sangat kuno, di luarnya adalah tokoh buku yang sudah usang. Letta baru tau jika Glorse punya cara yang unik di tengah kota, dengan begini semua orang bahkan akan tak pernah berjumpa jika bukan berjanjian.
“ ayo.” Tegas Xior.
Letta berdehem pelan kepada Xor, menaiki mobil Letta menahan tangan Xior.” Aku yang nyetir..” tegas Letta.
Xior hendak menolak tapi Letta lebih dulu mendorongnya dan menaiki bagian kursi kemudi. Xior menatap itu dingin tapi tak ayal memandang letta yang bahkan tak bisa menghidupkan mobilnya. Letta menaiki alisnya bingung.” Ini sudah dimodifikasi, kau tak akan bisa.” jelas Xior tegas
Letta menghela nafas kesal segera turun dan duduk di kursi penumpang. Xior menggeleng pelan segera naik, melirik letta yang cemberut dan kesal.
Xior menggeleng pelan, membawa mobil mereka entah kemana. Letta diam saja diperjalanan, sampai malam ia tau jalan ini. Letta mengerjab pelan, menatap jalanan sampai di depan rumah yang ia kenali. Rumah miliknya bersama agung dan Nadia.
Letta meneguk salivanya, mobil terhenti dan Xior menatap ke depan dimana rumah letta. letta bisa melihat ada agung yang duduk di depan rumah sayu, memeluk foto dirinya.
Letta melihat itu sedih.. “ dia sangat merindukan kamu. Kamu tidak ingin berjumpa dengannya?” Tanya Xoor serak.
Letta tak bicara apapun, hanya melihat semuanya dengan kesedihan, sampai pada Nadia keluar dan memberikan agung kopi, letta diam dengan pandangan yang bergetar. Lihat nadia semakin kurus, Nemo yang entah bagaimana keadaannya, tidak Nemo harus minum obat sama speerti dirinya, Hati Letta menjadi bergetar tak karuan..
” Letta ayo jumpa mereka, mereka sangat merindukan kamu.” Tegas Xior
Letta menatap Xior sedih dan takut. tapi Xior keluar dari mobilnya dan membuka pintu bagian Letta, Letta disana enggan tapi Xior memaksanya.
Letta mau tak mau turun dari mobil. Berjalan dengan pelan dan akut dibelakang Xior menuju rumahnya. Letta bisa melihat bagaimana situasi rumahnya yang begitu sepi dan menyedihkan.
__ADS_1
Agung menghela nafas pelan.” udah hampir dua bulan letta enggak pulang. bapak kangen loh nak.. maafin bapak kalo bapak ada salah.” Gumam Agung lirih, air matanya jatuh dengan rasa kerinduan yang mendalam.,
” apa kamu sebenci itu sama bapak sampai menghukum bapak seberat ini??” lirihnya sedih memandangnya bingkai foto Letta. agung merasa dadanya sangat sesak dan perih karena Letta tak kunjung pulang. ini sangat sakit.