Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
masa lalu


__ADS_3

" Tapi kalo papa nikah sama loe pasti jauh lebih bahagia, tapi loe malah kabur di hari pernikahan.” Jelas Brayen ketus.


“ siapa yang jamin?” Tanya Letta pada Brayen cepat.” loe pikir 7 tahun itu mereka ngapain aja? Yang pastinya mereka udah makan, tidur sampek mungkin maaf mereka ngelakuin hal romantias sesuai dengan sepasang lawan jenis. Calisa lebih paham bokap loe, dan kalopun bokap loe nikah sama gue , nggak ada jaminan dia sebahagia sekarang.” jelas Letta tegas.


Brayen mendengar itu diam, benar juga, tidak ada jaminan mengenai kebahagiaan siapapun di dunia ini, termasuk mengenai ayahnya dan juga istri barunya,. Merasa tak bisa menjawab Brayen menjadi bisu dan Letta menjadi tak bersuara lagi. sama sama menikmati jalanan yang sangat ramai. Letta harus menempu waktu dua kali lipat untuk sampai ke rumah.


“ thanks yah udah nganterin gue.” gumam Letta keluar dari mobilnya bersama Brayen. Brayen memberikan kunci mobilnya pada Letta dan melirik Tama yang sudah menunggu di mobil. Tama hanya menurunkan kaca mobil sembari melihat Brayen dan Letta.


Brayen mengangguk pelan.” masuk gih mandi, bersih bersih. Thanks juga udah bisa sebaik ini sama keluarga gue.” gumamnya tulus.


letta mengangguk tenang kepada Brayen. Brayen segera mundur dan mendekatinya tama, ia segera masuk dan tama menatap Letta dan membunyikan klaksomn. Letta melambaikan tangannya menatap mereka menjauh.


“ udah pulang?” Tanya Agung yang keluar rumah,


Letta kaget melirik Agung yang sudah ada dibelakangnya. “ udah nunggu dari tadi bapakmu Letta. sana gih masuk, nggak usah mandi dulu yah nanti masuk angin, kompres aja.” Jelas Nadia pada Letta serius.


Letta mengangguk pelan segera masuk.” Letta gerah mau man-.”


“ nggak bisa. air kita udah dikit, musim kemarau sekarang, jadi nggak usah mandi kamu.” Ketus Nadia. Letta mendengar iitu shok, he ini kok dirinya bisa dilarang mandi begini sih??? memangnya Letta kambeng apa yang nggak mandi mandi???


“ beneran, atau mau bapak bikin air hangat buat kamu? Mandi malam nggak bagus buat kesehatan Letta...” jelas Agung lembut dan tulus.


Letta mengangguk pelan.”nggak usah pak, letta bersih bersih aja nanti. Letta masuk yah.” jelas letta tersenyum.


“ udah makan belum? Nanti turun dulu makan malam.” Jelas Nadia.


Letta menggeleng pelan.” tadi letta udah makan.” Jelas Letta.


Nadia menganguk pelan.” beneran uyah, kalo gitu sana istirahat.” Tegas Nadia. Letta mengangguk segera memasuki kamarnya di lantai atas.


Agung melihat Letta harus menaiki tangga menjadi takut.” apa kita pindahin aja yah buk kamar Letta di bawah aja? Biar dia nggak kecapean naik tangga begitu, nggak bahaya buat kesehatannya?” gumam Agung takut, takut jika letta akan terluka.


Letta menaruh tasnya di atas kasur, membuka sepatunya dan kaos kakinya cepat. tak berapa lama Letta menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Karena penyakitnya Letta memang suah oprasi hanya saja ia tak bisa terlalu lelah, terlalu capek. Tubuhnya sangat lemah dan sangat mudah lemas.


Menatap tangannya yang gemetar Letta menghela nafas pelan. “ fine.. gue istirahat aja dulu.” Gumam Letta pelan, segera melepaskan jaketnya dan tertidur tampa membersihkan tubuh, tepat saat dimana Nadia masuk mengantarkan jus pada Letta ia tertegun melihat Letta yang tidur terlentang begitu, rasanya sedih Nadia melihatnya. Kertas pasti kecapean.


Nadia segera mengambil air hangat untuk mengompres tubuh Letta.


Di perjalanan pulang Brayen mengingat kata kata Letta sebelumnya. Letta benar benar menyayangi Bima yang artinya perasaan Letta memang untuk Bima kan???

__ADS_1


“ bengong mulu. Mikirin apa loe?” Tanya Tama pada Brayen yang diam saja. Tetapi bola matanya pergi kemana mana.


Brayen menghela nafas pelan.” gue nggak mikir apa apa.” Jelas nya.


Tama mengangguk saja tak menjawab lagi. toh privasi orang lain kan???


“ menurut loe gimana letta?” Tanya brayen pada tama gugup. Menanyakan hal sensitif.


Tama melirik Brayen sekilas lalu kembali menatap jalan. “ dia baik banget.” Gumam Tama,


Brayen mengangguk setuju.” Tapi kalo gue sih nggak bisa sama dia, soalnya dia keras dan cukup egois terhadap perasaan dia. Kalo suka dia harus punya kalo ngak suka dia abainya terlalu. Bahkan saat ada musuh terlalu parah dia jauh lebih gila, sedangkan gue orangnya emosional,“ jelas Tama serius.


“ loe nggak suka sama Letta kan?” Tanya Tama pada sang adik rumit. Jangan jangana diknya menyukai Letta karena itu terlihat gelisa sejak tadi.


Brayen menggeleng pelan.” dulu pas gue lihat Letta pertama kali di SMA, gue suka banget sama dia.” Gumam Brayen mengulum senyumnya.


Mengingat saat SMA pertama kali masuk, letta yang dari bus turun menggunakan rambut di anyam, dengan pita cantik di atasnya. Letta terlihat sangat manis dan cantik. Bahkan paling cantik untuk di mata Brayen kalah itu,


Senyum letta yang manis. Mungkin saat itu letta melupakan dirinya. “ gue dulu pernah nawarin bayar busnya dia, padahal dulu bayar bus Cuma 1000 perak, dan dia ngeliat gue aneh dan nolak.” Gumam Brayen terbahak lucu mengingat saat itu.


tama mendengar itu melirik Brayen shok.” Sumpah glei banget gue minta nomor dia dan nanya nama dia,. Cuma memang anaknya sombong sejak dulu.” Jelas Brayen kesal.


Tama sangat ingat bagaimana Brayen menangis.


Brayen mengangguk pelan.” haha iya, tapi pas tau kalo dia selingkuhan bokap, gue nggak tau rasa suka itu tiba tiba jadi benci.. Gue benci banget Sampek ke ulung hati gue.’' gumam Brayen dengan pelan, menyesali perbuatan dirinya.” Dan gue bener bener ngerasa bersama sama letta Yonarsa asli. Dosa gue banyak banget sama dia.” Jelas Brayen sedih.


“ gue dulu yang suka ngefitnah dia, kalo dia itu suka bully orang. gue yang fitnah dia kalo dia itu anak nya kepala sekolah mangkanya dia selalu dapat juara. Bahkan ngehasut Fajar buat nggak suka sama dia. Sampek Fajar juga muak dan nggak suka sama dia.” Jelas Brayen mengakui.


Tama mendengar itu kaget. Brayen mengangguk sedih.” Maafin gue letta Yonarsa, gue nggak tau sekarang loe dimana, hidup atau enggak. Tapi gue bener bner nyesel udah memperlakukan loe buruk gitu. Gue harap loe bisa tenang disama.” Gumam brayen sedih.


Tama mengangguk pelan.” gue juga minta maaf deh. Meksipun gue nggak ada salah sama loe Letta salahnya sama Letta yang ini. tapi gue minta maaf berfikir loe anak cewe yang buruk.” Jelas Tama ikut minta maaf pada angin.


Brayen dan tama hanya sama sama menghela nafas dalam, sama sama menyesalinya perbuatan kepada Letta dulu atau Letta yang asli.


Hidup itu memang sulit.


...----------------...


“ hidup itu seperti roda berputar, tapi kok gue ngerasa roda gue petak yah.” gumam Letta kepada Nato yang tidur di sebelahnya.

__ADS_1


Nato mendengar itu melirik letta dengan alis terangkat.” Petak apaan? Loe pikir roda petak gimana mau jalannya dodol.” Ketusnya. Membayangkan roda petak saja Nato Sudah ngeri.


Letta melebarkan matanya segera bangkit dri posisinya dan berubah menjadi telungkup memandang nato.” Jangan gitu letta, bener bener posisinya.” Tegas Nato.


Letta menghela nafas segera posisi lebih baik dari sebelumnya yaitu tidur lagi.” Loe bayangin gimana gradak gruduknya kalo petak bannya? Dan pengendaranya gue, itulah hidup gue. gruduk gruduruk. Nyaris jatuh nyaris terpelenting nyaris mati..” gumam Letta menggeleng.


Nato mendengar itu menaruh hp yang sejak tadi ia mainkan." Asl--"


” Kamu ngapain di kamar letta Nato?” tegas Agung.


Nato yang melihat Agung masuk ke kamar Letta bersama nadia buru buru duduk dan menghela nafas kaget.” Bapak is. Kita ngobrol.” Tegas Nato pada ayahnya.


Agung menghela nafas kesla.” Kalian itu udah sama sama dewasa, harus saling jaga batas dan jarak., bapak nggak mau denger yah Nato ada rasa suka sama Letta atau letta ada rasa nyaman sama Nato. Bapak nggak mau juga hal yang enggak enggak .” tegas Agung kepada Nato kesal.


Nato melihat Agung yang begitu mendengus kesal, lihat bagaimana Agung yang begitu protektif pada Letta, bahkan dirinya sebagai kakak saja tidak boleh dekat dekat karena takut mereka jadi inces, kalian tau kan inces? Hubungan antar suadara yang terlarang.


“ emang kalian ngomongin apa sih?” Tanya Nadia menengahi mereka.


Letta yang mendengar itu terkekeh pelan pada Nadia.” Sini pak buk... tidur di sini.” Gumam Letta menepuk kasurnya. Agung dan Nadia saling lirik dan memasuki kamat letta.


“ baba mama bobo.” Gumam Nemo dibelakang membawa dot.


Letta melihat itu mengernyitkan dahinya. Nemo terlihat melebarkan matanya menatap ayunan yang ada dikamar letta. berlari segera naik.” Kakak nemo bobo cini ye?” gumam nemo polos pada letta.


Letta menganguk.” Hati hati tapi.” Tegas letta. Nemo mengangguk dan segera menidurkan dirinya.


Agung dan nadia duduk di dekat Letta. Nemo yang tadinya paling dekat segera bergeser.” Kami ngomongin hidup ini..” jelas nato melirik agung.


” Nato nggak ada rasa kok sama Letta. Nato kan dari dulu mau punya adek cewek gitu, semenjak Letta udah berubah Nato jadi pengen deket deket deh..” gumam nato memelas.” Lagian nato nggak segila itu buat suka sama adek sendiri.” Tegasnya.


Agung mendengar itu mendengus.” Sebenernya kami percaya, tapi kami takutnya kalian terpedaya sama suasana dan setan. Siapa yang tau kan? mangkanya bapak batasin, boleh dekat tapi jangan berduaan di kamar begini oke.” Jelas Nadia tegas. Nato menghela nafas dan berdehem pelan. melirik Letta yang diam saja di sebelahnya, tidak ada membantu menjelaskan.


Agung menghela nafas pelan mengusap pipi Letta yang mulus dan bersih.” Tu bapak aja Deket banget sama letta.” gumam Nato kesal pada Agung.


Agung menaiki alisnya menatap nato.” Bapak kan ayahnya. Kenapa kamu yang sewot?” tanyanya sinis.


“ tapi Nano kakaknya nggak boleh, bapak nggak adil banget sih,. “ gumam Nato kesal ikut mengusap kepala Letta,.


Agung menepisnya.” Kan Cuma kakak.” gumam agung kesal.

__ADS_1


“ bapak juga Cuma bapak.” Gumam Nato tak mau kalah. Letta dan Nadia melihat mereka menjadi pusing. mereka sedang mempeributkan apa sih?


__ADS_2