
Memutar kembali mobil ke apartemen milik Bima, Letta menggunakan mab sampai di apartemen yang mewah, ini bukan apartemen tapi Penthouse.
Segera memasukinya dan menaiki lift yang tersedia. Di dalam ada dua laki laki yang Letta tidak kenal tetapi mereka juga tidak mempedulikan Letta yang masih menggunakan baju biasa.
Segera ke lantai paling atas, Letta mengetuk pintu milik Bima, beberapa detik pintu terbuka menampilkan Bima yang keluar dalam keadana mabuk. Letta mnegernyit mencium bau sampanye yang menyeruak dari bima.” Letta?” gumamnya menangis segera memeluk Letta erat.
Letta disana menepuk pelan pundak Bima yang sudah sempoyongan,” masuk dulu om.” Gumam Letta segera membawa tubuh Bima yang beratnya speerti babon amsuk dna menutup pintu cepat. Bima menangis tersedu sedu di pundak letta, berseru sangat sedih. letta hanya bisa diam mendengar bima yang menangis terus menerus.
“ mereka benar benar tidak menghormati ku sebagai ayah.” bnisik Bima di pundak letta, Letta mengangguk mengarahkan Bima ke sofa yang ada di ruangan tersebut.
Bima menurut di bahu letta.” mengatakan aku perusak segalanya. Apa mereka tidak tau jika ibu mereka itu adalah manusia terkutuk??? Dia yang meninggalkan saya Letta, dia yang pergi bersama selingkuhannya.” Tegasnya marah kepada Letta.
Letta mengangguk pelan mendengar luapan emosi Bima, ia kembali menangis tersedu sedu dan mengusapnya pipi letta pelan.” dia bilang kamu perusak hubungan saya dnegan prempuan sialan itu, tamnpa mendnegar jika tidak ada kamu saya tidak akan tau arti hidup. Letta kamu hidup saya.” Bisik Bima kembali menangis di pundak letta.
Letta merasa hatinya berdenyut nyeri, apa Bima begitu dalam mencintai Letta? begitu besar perasananya pada Letta??? Bima cigukan di dekat Letta men menyesap leher Letta dalam, Letta meringis menjauhkan kepala Bima dari lehernya meringis. Bima mendongak memandang letta polos.” Letta kamu tidak mau jadi istri saya, Karena saya sangat cinta kamu. Mari membuat anak yang lucu dan bisa menghormati saya??” gumam Bima polos dan lirih kepada Letta.
Letta mendelik mendengar ungkapan Bima. mengusap pelan kepala Bima Letta menggeleng pelan, tidak bisa letta ingkari, Bima laki laki baik dan penuh tanggung jawab, hanya saja takdirnya yang buruk bisa memiliki anak anak yang kurang ajar dan istri yang buruk.,
” Om Bima punya Letta kok, jangan bersedih.” Bisik Letta pelan mengusap kepala Bima sayang.
Bima mengangguk pelan mendekap Letta lebih erat dan mengecip bibir Letta pelan. Letta bisa merasakan rasa manis dibibir Bima bekas dari sampanye miliknya.” Iya.. saya punya kamu..” bisik Bima serak. Ada binar bahagia di setiap ucapannya.
Letta mengangguk membalas memeluk kepala BIma sayang. Letta menyayangi Bima.
Tapi ada yang aneh. Bima malah menyusup kepalanya ke dada letta, Letta melotot menarik rambut Bima kuat hingga Bima meringis dan mendongak. Letta menatapnya tajam.” Om jangan .” gumamnya.
Bima menarik tangan Letta dan mengukungnya kabut. Mata Bima penuh gairah dan juga emosional.” Saya mau memiliki kamu letta.,” bisiknya mengecup pipi letta. “ boleh yah?” bisiknya.
Letta menatap Bima dingin. Bima mabuk, lebih bringas dari biasanya, menahan tangan Letta dan mengunci tubuhnya. tak segan Letta menendang milik Bima dengan dengkulnya membuat Bima meringis dan terjengkang di lantai. Letta segera berdiri dan memandang Bima dingin.
Letta mengambil dasi miliknya dan mengikat tangan Bima, “ mau kemana? Mengapa tangan saya diikat baby?” Tanya Bima menatap letta yang menjauh usai mengikat dirinya.
Letta menatap setiiap ruangan, mendapatkan kamar yang entah milik siapa, lettta segera masuk dan memeriksa kamar. Melirik Bima, ia segera mengambil selimut tersenyum miring.
Bima mengerjab melirik apa yang Letta lakukan, setengah sadar samar melihat apa yang letta lakukan bima menggeleng pelan.” apa yang kau lakukan sayang? Mengapa membuka celanaku?” tanyanya pelan dan serak. Letta Tersenyum miring dan segera melakukan apa yang dirinya pikirkan.
.....
__ADS_1
Samar samatr cahaya matahari memasuki jendela kamar milik Bima, meringis merasa silau dan pening Bima membuka matanya, menggerakkan tubuhnya yang pegal pegal, tapi tunggu, ia melebarkan matanya menatap apa yang terjadi padanya.. mengerjab menatap sekeliling, rupanya dirinya tetap dikamar tapi mengapa tubuhnya seperti kepompong.
Mengingat apa yang terjadi pada dirinya semalam Bima mendatarkan wajah melirik kearah atas diirnya tidur di bawah, dilantai asal kalian tau.
Kenapa tidak ditidurkan di kasur dirinya?
“ Letta?” gumamnya mengerang marah melihat Letta yang tertidur lelap tanpa memikirkan keadaan dirinya. Tubuhnya di ikat seperti kepompong dan di teriot menggunakan ikat pinggang miliknya sendiri di atas bawah dan tengah.
” LETTA?” Panggil Bima Mengerang.
Letta yang masih tertidur mengerjab pelan, merasa linglung melirik kebawah, samar smaar ingat kejadian semalam Letta tersenyum miring me runduk melirik Bima yang tidur dibawa. “ pagi om.” Gumam Letta menyanggah lehernya.
Bima melihat hal itu mengerang malas.” Baby apa yang kau lakukan? Kau mengikatku dan menidurkan ku dilantai begini? Baby tidak kasihan kepada om?” Tanya Bima memelas.
Letta terkekeh mendengar aduan Bima kepadanya.” itu hukuman karena Om mau menyerang ku semalam.” Gumam Letta menguap segera bangun dari kasurnya. Ia melirik jam di meja yang sudah menunjuk angka 7.
Letta mengerjab ingat pagi ini ia masuk pagi atau siang.. untungnya jam 9 nanti.
“ tapi ini menyakitkan.” Gumam Bima kesal.
Letta terkekeh segera mengusap pelan pipi Bima.” Hukuman om. Letta mau masak dulu.. terus mandi buat hadiah om hehe.” Jelas letta segera membuka ikatan Bima.
Bima meringis mendengar ucapan Letta, segera melepaskan letta dan mengangguk. Letta terkekeh Bima memang sangat penurut sekali kepada dirinya. Lihat dia sekarang mandi dengan cepat meninggalkan dirinya. Letta memilih mencuci muka di dapur dan memilih masak.
Eh sungguh tidak ada apa apa di rumah ini, apa karena Bima baru saja pindah yah? letta menggeleng segera memesan makanan via online saja. Mengambil beberapa jus buah dan susu untuk dirinya mix, letta mengambil roti dan juga beberapa selai. Letta sudah bisa masak loh meskipun tidak seenak masakan ibu atau kakaknya.
Minum jus dengan tenang sembari membuka aplikasi di hpnya, terlihat beberapa berita mengenai Cinta dan Belle yang menguar, kabar buruk wajah mereka rusak.
Letta tersenyum miring, bukan masalah, Letta sengaja merusak beberapa urat dan syaraf wajahnya agar tidak bisa di sembuhkan menggunakan oprasi sekalipun, biarkan saja wajahnya menjadi hancur dan dia tidak berulah.
Samar mencium aroma sabun dan suara kaki mendekatinya. Letta mendapatkan pelukan hangat dari seseorang, rasa dingin menyejuk ikut menenangkan kulit letta.
” Morning., cupo” Bima mengecup pipi letta dalam. Letta bergumam pelan merasa bubir Bima yang sangat dingin. Dirinya seperti pengantin baru haha.
Segera duduk di sebelah Letta mendapatkan jus apel ia melirik Letta dan minumannya.” Di kulkas mu tidak ada apa apa, jadi aku baru memesan makanan. Ting. “ ia melirik pintu.
” Sepertinya sudah sampai.” Jelas letta hendak berdiri.
__ADS_1
” Biar aku saja honey.” Bisik Bima segera menuju ke depan., Letta mengerjab baru sadar jika Bima sejak tadi tidak menggunakan baju, hanya menggunakan tubuh terbuka dan boxer pendek saja. Udh seksi,
Samar-samar Letta ingat jika sebenarnya selama ini salah, dirinya terlalu Dekat dengan beberapa laki laki yang berbeda, apa yang harus dirinya lakukan agar dirinya bisa lepas dari mereka? Letta tidak ingin di cap sebnagai wanita murahan, menggeleng pelan letta menghela nafas, hal itu sudah terjadi padanya. Tapi tak apa. letta melakukan apa yang diriny senang. Hahaha...
Bima datang membawa bungkusan makanan yang Letta pesan, ia memesan di warung ibunya cukup banyak hahaha. Segera menatap makanan yang ia pesan melirik bima yang menaiki alisnya.
” Nemo masak.” Gumamnya melihat merk makanan,
.” Biar aku ambilkan piring.” ujar letta.
” No baby, kamu duduk saja, biar saya yang ambilkan.” Bisik Bima segera mengambil piring. Letta menatap bima kalem, sebab melihat Bima yang begitu cekatan memindahkan banyak makanan itu ke atas piring, Bima itu type laki-laki yang menjadikan perempuan ratu, sayang sekali usianya sudah 39 tahun
Ada cumi bakar, ada cumi sambal, ada juga ayam opor dan lain lain, meneguk saliva kering Bima melirik letta.” sarapan menggunakan karbo?” tanyanya menggeleng.
Letta terkekeh.” Ini enak, sesekali tak masalah.” Jelas Letta menaruh bungkus nasi di atas piring bima.
” Aku sarankan kau makan sayur cumi nya, ini sangat enak.” Jelas Letta memberikan Bima sayur cumi sambal.
Bima melirik Letta yang semangat menyiapkan dirijhya makanan, melirik letta sulit, Letta terkekeh.” Sambal hijau dan sambal terinya juga enak. Akh maaf ini semua lezat.” jelas Letta dengan berbinar melirik Bima yang diam saja.
“ oh iya?” Tanya Bima menaiki alis dan tersenyum tipis.
Letta mengangguk cepat, mengambil nasi bagiannya dan menyisihkan separuh ke piring lain.” iya.. aku sangat menyukainya, kapan kapan jika kau ada acara atau apapun mending kau pesan saja di tempat ini.” jelas Letta sekaligus memperkenalkan makanan ibunya.
Bima mengangguk pelan mulai mengambil sendok dan makan makanan yang Letta siapkan, menyendokkan satu sendok ke mulutnya, ia melirik Letta yang menatapnya penuh harap dan binar, mengunyahnya pelan Bima mengangguk.” Iya. Pilihanmu yang terbaik.” Jelas Bima tersenyum.
” Tentu.. aku mengetahui kualitas terbaik, lain kali kau harus membelinya lebih banyak om.” Jelas Letta semangat.
Bima terkekeh pelan.” kau seperti sales ini ruah makan.” Jelas Bima gamblang memakan nasi miliknya
” Ini rumah makan ibu.” Jelas letta terkekeh.
Bima terbatuk mendengarnya mengerjab memandang letta nanar,.” jadi ibu dan ayahmu udah punya uang? Dan kau akan meninggalkanku karena sudah tak butuh uang?” tanyanya meleber kemana mana.
Letta menggeleng cepat.” tidak... aku hanya mempromosikannya agar ibu dan ayahku bisa membayar semua hutang yang aku buat hehe. Aku juga tidak akan meninggalkan Om.” Jelas letta tegas.
” Om bisa menganggap ku sebagai teman atau anak?” gumam Letta ragu.
__ADS_1
Bima meletakkan sendok kasar mendengar hal itu, ia melirik Letta tak suka.” letta aku sudah mengatakan untuk tidak akan melepaskan mu. Jadi berhenti bicara hal yang mustahil aku lakukan.” Tegasnya.