
Agung duduk di depan warung melihat mobil Letta yang memasuki bagasi segera berdiri. Nadia melihatnya segera mendekati Agung dan melihat Letta yang keluar dari mobil dan memasuki rumah.” Letta..” tegas Agung padanya.
Di sana sudah ada Nato, Bastian, Udin dan Betta yang segera mendekati mobil Letta.
Letta menoleh melihat ayahnya, tersenyum tipis Letta mendekat dan menyalami tangan ayahnya. “ Kamu kemana semalem? Nato sibuk nyariin kamu kemana mana.“ jelas Agung dingin padanya, di ikuti Bastian dan yang lain meliriknya penuh tanda tanya.
Letta mengerjab pelan memandang agung sedih.” Semalem letta ketemu sama Mars, temen Letta, terus pas pulang dapet kabar Mars kecelakaan sesudah ketemu Letta pak. Di situ Letta kaget sampek nggak sempet pegang hp, Letta panik banget jadi jagain dia sampek semaleman, “ jelas Letta jujur,
Agung mendengar hal itu ikut kaget.” Yaudah kamu duduk dulu coba ceritain sama bapak sama ibuk sama temen temen kamu. Kami semua khawatir banget.” Jelas nadia kepada nya tegas,.
Letta mengangguk pelan menduyduki kursi yang ada di teras. Nadia sgeera ke belakang mengambil minum untuk Letta yang terlihat sangat kelelahan. Agung melihatnya ikut khawatir,. “ jadi gimana keadaan temen kamu?” tanyanya pelan.
Letta menggeleng.”mobil dia hancur pak,” jelas Letta pelan.
Agung mengernyitkan dahi ngeri mendengarnya, saat Nadia sampai memberikan minum air putih didepan letta segera duduk mendnegar penjelasan letta. “ serius? Terus gimana keadaan Mars?” Tanya Udin menyergap Letta pertanyaan.
“ semalem sih langsung oprasi yah, karena dia kekurangan banyak darah, ada pembekuan darah di otak bagian kiri, tangan nya juga patah sama sebagian luka dia ada beberapa jahitan. Bengkak semua muka dia.” Jelas Letta ngeri.
Betta mendengar hal tersebut meringis kecil memandang letta yang bercerita. “: kalian kenapa di sini?? “ Tanya Letta kepada ketiganya.
“ mana nggak khawatir kamu, Nato dateng ke rumah bastian, kerumah gue sama Udin tengah malem. Buat nanyain dimana loe nya.” Jelas Betta kesal pada Letta yang bertanya tanpa rasa bersalah.
“ kita khawatir pas denger loe nggak pulang semaleman Letta, jadi kita nggak ada yang ngikut ospek hari ini., kita nyarin dimana loe, mau lapor polisi loe hilangnya belum 24 jam.” Jelas Udin kembali menyahut memberi pengertian pada letta
“ mangkanya kalo ada apa apa tu di telepon letta.. apa guna hp mahal kalo ngak di gunain, buat pajangan doang?” Tanya Nato kepada letta ketus.
Letta melirik Nato memelas. “ sorry.,” gumamnya dengan pelan.
“ udah kamu bersih bersih, terus istirahat dulu. Bapak sama ibuk bakal masakin kalian juga. Buat temen temen Letta masuk aja yah. maaf ngerepotin kalian.” Jelas Agung tak enak.
“ santai aja kok pak, kita kan temen letta.” jelas Betta tulus.
Agung bersyukur jika Letta memiliki teman teman yang baik. Letta membawa teman temannya masuk ke kamarnya saja terkecuali Nato yang enggan gabung, memang jam 10 dirinya bisa pulang usai memeriksa jika mars benar benar sudah baik keadaan nya. Mars belum sadar sampai sekarang karena efek bius dan juga keadan yang belum begitu baik.
Ditinggal mandi. Betta membantu Nadia untuk masak makan malam, Nato yang beres rumah bersama ayahnya. Bastian dan udin tak enak hati yang diam saja memilih tidur saja di lantai beralasakan karpet di kamar Letta. Letta yang selesai mandi menggeleng melihat keduanya.
Saat siang semua sudah siap. Letta ketiduran di kasurnya, kelelahan, dengan bastian dan Udin tidur dibawah. Beta dan Nadia melihat hal itu menggeleng pelan hendak membangunkan Letta dan Bastian.
" woy bangun mau makan nggak?” Tanya Betta pada Bastian dan udin. Keduanya terbangun dengan wajah kusut, melirik Bastian yang sudah berwajah cerah mendengar kata makan, Betta menggeleng pelan.
__ADS_1
“ gue bangunin letta kalian duluan aja.” Jelas Beta.
Bastian dan Udin mengangguk segera turun menuju ruang makan. Betta mendekati letta yang tertidur dengan celana pendek dan baju kebesarannya. “ letta bangun, makan dulu.,” tegur Betta. Letta bangun melirik Betta diam, memang dirinya sangat mudah untuk di bangunkan.
Segera menggaruk rambut yang kering padahal sebelumnya ia bawa tidur basah. “ yuk.” Gumam betta.
Letta mengangguk mengambil sandal rumahan dan segera turun, turun ke lantai satu melihat sudah berkumpul semuanya.” wahhhh cepetan Letta makan makan.” Teriak Bastian tak segan. Udin melotot melihat Bastian yang sangat ekspresif.
“ loe malu-maluin kayak nggak pernah makan aja.” Bisik Udin pada Bastian.
Bastian mencebik melirik Udin.” Masakan mama nadia emang enak banget.” Gumamnya memakan nila bakar rempah miliknya, menatap Nadia yang tersenyum senang.
” Nila bakar doang.” Gumam Udin malas. Bastian meliriknya malas.
Betta dan Letta duduk dikursi kosong mengambil makanan mereka, Nadia segera mendekati ayam goreng dan nila bakar rempah, ada juga sayur daun ubi tumbuk yang menambah lezat makanan mereka.
Letta makan dengan senang di tengah tenga kerusuhan. " andai aja mama papa gue nggak sibuk keluar kota keluar negri, pasti keluarga gue juga cemara kayak keluarga loe let.” Jelas Bastian nyeletuk menikmati nasi miliknya senang.
“ emang orang tua kamu sering keluar?” Tanya Nadia kepda Bastian heran.
Bastian mengangguk.” Sebulan paling Cuma dua hari di rumah, sibuk terus mereka di luar, tapi gimana yah soalnya kan papa gue single parent, papa gue udah nikah lagi jadi emang nggak bisa lagi netap bareng gue.” jelas Bastian memelankan makannya.
Semua juga tau di senyum lebarnya terdapat rasa sakit yang terselip rasa sedih mendalam dihati Bastian. Nadia menatap Bastian sendu.” Kamu bisa main di sini kok setiap hari, “ jelasnya.
Bastian memandang Nadia berbinar.” Serius tan? Tapi makan saya banyak.” Jelasnya dengan memelas,
Nadia terkekeh.” Boleh dong, di rumah ini nggak ada yang makan banyak,. Letta suka makan diluar, paling Nemo sama Nato. Nanti ibuk masakin yang banyak yah buat kamu.” Jelas Nadia.
Bastian tersenyum.” Asik dong. “ melirik letta yang diam melihat mereka.
” Letta kita sodara sekarang.” Ujarnya mengedipkan satu mata.
Letta memutar bola mata malas membuat Bastian terbahak, mereka semua menggeleng pelan, tak sadar jika Bastian mengusap air mata yang jatuh sendiri menggunakan lengannya. “ gue baru tau loe browken home.” Gumam Udin tak enak.
“ padahal kita udah temenan sejak kelas 1smp.” Bisiknya kembali lirih.
“ pantes gue nggak pernah ketemu bokap loe.” Jelas kembali Betta pada Bastian.
Bastian menggeleng pelan mendengarnya.” Loe harus cerita yah Bastian sama kita.” jelas Betta. Bastian mengangguk pelan.
__ADS_1
Sampai di kamar Letta. Bastian, Letta, Betta dan Udin sudah berkumpul memandang Bastian yang di posisi paling di tatap.” Loe beneran browken home? Loe selama ini emang tinggal sama siapa?” Tanya Betta sedih. Sebab tidak tau apa apa persoalan temannya.
Bastian memandang langit langit kamar.,” sejak gue kelas enam SD sih,” jelasnya gampang.
“ anjir udah lama dan loe baru cerita?” Tanya Udin shok.
“ gue tadi keceplosan.” Gumam Bastian sedih.
“ loe nggak mau cerita? Kita temenan nggak setahun dua tahun loh bas.” Bisik Betta sedih.
Letta yang merasa masih baru disana menggaruk tengkuk tak gatal.” Mau gue beri tempat?” Tanya Letta pelan untuk berdiri.
“nggak usah. “ jelas Bastian tegas.
Letta tak hadir berdiri.” Loe udah jadi temen kita kok.” jelas Udin di anguki oleh Betta
” Kita udah percaya sama loe kok let.” Sahut Betta.
Letta tersenyum tipis segera duduk mendengar kembali percakapan mereka.
“ dulu aps gue SD. Bokap nyokap gue emang udah sibuk kerja, nyokap yang di dunia desain dan bokap gue pebisnis mengharuskan dia keluar masuk luar kota.” Jelas Bastian dengan tenang.
Mereka diam memandang Bastian yang bicara dengan raut sendu.” Dan gue saat itu nggak paham kenapa bokap marah dan mukul nyokap gue, sampek gue denger kalo nyokap gue ternyata selingkuh sama bawahannya.” Jelasnya bergetar.
“ Bastian..” gumam Letta menggeleng.” itu hak loe kok buat nggak cerita.” Gumam Letta menekatinya dan mengusap bahunya.
Bastian mengangguk. Air mata yang di simpan jatuh juga. Menangis lebih dalam membuat Letta memeluknya erat Bastian memelas pelukan Letta yang begitu erat membuat Udin dan Betta saling tatap dan ikut memeluk Letta dan Bastian.
“ gue nggak tau cerita dari mana, gue tinggal sendirian selama ini, nyokap bolak balik keluar kota sama dnegan bokap, pas gue kelas 2 bokap gue nikah lagi jadi gue emang bener bener hidup sendiri, gue ngak punya siapa siapa.” Bisik Bastian kembali bergetar.
Betta yang memang hatinya mudah mellow ikut menangis bersama Udin. Letta diam merasa hatinya ikut sedih mendengar Bastian.,” selama ini gue nggak pernah bohong kok kalo meeka keluar kota, karena memang mereka tinggal diluar kota dan gue sendiri.” Gumam Bastian menangis lebih dalam.
Betta memukul pundak Bastian menangis.” Kenapa loe nggak cerita anjing. Gue kiranya hidup loe bahagia diluar, loe selalu bikin orang ketawa, selalu konyol. Tapi loe sesaki ini hidup loe.” Bisiknya kembali terisak.
Udin menggeleng pelan menarik kepala Bastian dari pundak Letta. Bastian menatap din yang menatapnya garang. Menjambaknya “ tolol. Kenapa nggak pernah cerita? Loe ngangep kita apa selama ini ha??? Temen?? Atau apa??? “ tanyanya berteriak.
Bastian terdiam memandang mereka yang marah. “ gu nggak tau cerita di mulai dari mana, dimulai dari nyokap cere? Gue hidup sendiri??? Kadang yang gue cerita nggak ngefek apapun kok sama orang orang kan. gue Cuma nggak mau bebankan gue sama hidup kalian.” Jelas Bastian kembali menangis.
Letta menenangkan ketiganya.” udah. Mau gimanapun kita punya sisi baiknya beda beda. Bastian nggak mau cerita juga karena dia nggak tau harus cerita gimana kan? dan buat kita juga, nggak bisa maksa buat Bastian terbuka dengan masa lalunya. Luka aja kalo di buka bikin sakit., “ jelas Letta. Betta dan Udin membuang muka tak bisa., mereka sedih mendengar cerita Bastian.
__ADS_1