
Hari berlalu begitu saja. Tidak terasa sudah satu minggu lebih kembali ke rumahnya. Syukurlah letta tidak banyak mengeluh penyakitnya lagi. hanya saja tubuhnya memang melemah jadi tidak bisa terlalu lama keluar dan main.
Letta juga tidak bisa makan makanan yang terlalu berlemak dan sejenis daging daging. Ia diberi makanan yang bersifat ikan, tempe saja, tapi itu jauh lebih dari cukup. melakukan kegiatan ringan. Letta juga sudah bisa masak, tidak lagi keasinan seperti sebelum sebelum
Letta membantu ibunya untuk kembali membuka cabang. Luar biasa, dalam satu tahun keluarganya sudah membuka tiga cabang, dengan banyak varian jualan tambahan dan itu sangat ramai dan diminati pembeli, jualan ayah dan ibunya itu padahal hanya jual gorengan saja, tapi omset dalam satu hari mencapai 10 juta. Bahkan ada beberapa fitnah mengatakan mereka menggunakan penglaris, padahal kan memang karena jualan mereka enak mangkanya laris manis.
Dari sini letta jadi tau jika Agung dan Nadia sebelumnya itu hanya kekurangan modal, andai saja dulu mereka punya modal dan anak mereka letta Yonarsa tidak bertingkah suka mencuri uang Orang tuanya. Bisa jadi mereka sudah menjadi orang kaya sejak dulu.
Lihat belum satu tahun keluarganya sudah bisa membeli tanah untuk sawah. Tentu saja mereka membeli sawah agar tidak lagi memikirkan beras jika ingin makan. Dan di sinilah letta sekarang.
Duduk di pondok menatap ayah dan keluarganya dnegan tampang plongo, jika begini apa gunanya ia diberikan toppi lebar selebar paytung., memang patung malah, dengan baju jaket panjang besar dan celana kebesaran di ahak ke sini untuk mengecek sawah yang akan mereka beli.
Sedangkan dirinya di tinggalkan di pondok saja, hanya nato dan agung yang mengecek antara patokan tanah, menatap kondisi tanah beserta air sawah yang akan mengaliri padi yang akan mereka tanah,.
Letta menatap buah jambu di sebelah pondoknya, menatap berbinar buah jambu yang sudah setengah matang, tapi letta jadi ingat ia tidak boleh makan makanan yang susah larut sedangkan biji jambu sudah larut di dalam perencanaan dirinya kelak. igi cukup berbahaya.
“ terus kalo gue di bawa ke sini di suruh duduk bengong doang ngapain.” Gumam Letta memelas memandang kesal kearah depan, dimana lahgan kosong yang belum ada padi nya ini, tadi dibawa Agung ke sini di suruh pakai baju tebal, panjang, celana panjang lah, bla blabla eh malah di suruh duduk saja di pondok.
Sampai setengah jam Letta memilih melepaskan topi dan jaket nya karena gerah. Mengipasi wajahnya mulai turun, mengambil buah jambu biji itu, tak lagi pikir tentang biji yang susah di cerna. Kan bisa tidak makan bijinya. Memang sedikit bodoh Letta ini.
Letta duduk dibawah pohon jambu dan makan dnegan tenang melihat banyaknya burung burung yang lewat. Memang di sawah itu paling indah dan paling segar yah udaranya. Mengunyah dengan tenang letta mendengar suara tertawa membuatnya menoleh.
Ternyata Agung dan Nato sudah kembali dengan pemilik sawahnya. Letta buru buru berdiri dan mendekati mereka. “ kayaknya kami jadi untuk beli sawah ini, tapi sesuai kesepakatan yah. kami minta kurang seperti tadi.” Jelas agung berdiri didekat Letta. letta mengunyah jambunya tetapi terhenti saat Nato merebut jambu miliknya dan memakannya tanpa pamit.
Letta melirik nato kesal dan menatap Agung lagi. penjual terlihat berfikir sejenak sembari tertawa” Baik pak, mau kita bikin suratnya saja sekarang??” tanyanya.
Agung mengangguk.” Letta ayo sini ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani.” Jelasnya.
Letta menatap Agung mengernyitkan dahinya.” Loh kenapa letta?” Tanya letta.
Agung diam saja menarik Letta untuk kembali ke pondok, dengan dua kuasa hukum dan pak RT letta di suruh untuk tanda tangan di sana, Letta jadi paham kenapa namanya di tarik tarik.
Rupanya pembelian tanah ini mengatas namakan dirinya, jadi tanah sawah ini akan jadi miliknya membuat Letta menatap agung dengan tatapan sulit.
__ADS_1
Agung tersenyum mengusap kepala Letta yang di tengah tengah mereka.” Nanti kita akan ketemu lagi yah di rumah pak Rt. Sekarang kesepatan sudah jadi.” Jelas kuasa hukum perdata di sana yang mengurus jual beli tanah.
Agung dan pemilik tanah berjabat tangan. Dan Letta tersenyum tipis ikut berjabat tangan kepada mereka. Letta melirik agung dengan pandangan sulit.” Pak, kenapa jadi atas nama letta? atas nama bapak atau Nato aja.” Jelas Letta. melirik Nato takut, takut Nato akan iri kepadanya.
Agung mengusap kepala letta.” kamu lupa yah?? semua yang kami miliki itu atas bantuan kamu, kalo kamu nggak bantu bapak ibuk buat pindah di sana, pindah dari rumah yang di usir, kita nggak akan bisa seenak ini hidupnya, jadi kamu lebih dari pantas untuk terima ini.” jelas Agung tegas.
Letta mendengar itu dengan diam.” Nanti kalo kamu suatu hari nikah yah, sama siapapun itu, kita nggak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Yang namanya harta itu titipan, tuhan bisa mengambilnya dengan sekejab mata. Apalagi kamu seorang perempuan, jika mendapat suami baik yah syukur kalo dapat suami jahat?” Tanya Agung pelan.
“ karena itu bapak belikan ini, supaya kelak kalopun kamu nggak punya uang seenggaknya kamu masih punya beras buat makan. Bapak udah lewatin hidup berat, dan bapak nggak mau kamu ngerasain hal yang sama.” jelas agunhg lirih.
Letta mendengar itu jadi ingin menangis terharu. “ nato ambil kelapa yah pak.. segar kayaknya buat siang siang.” Jelas Nato segera mundur.
Agung mengangguk membuat Nato segera mengambil kepala. Kelapa yang hanya setinggi dua meter itu banyak buahnya, hanya di ambil santai sudah bisa di nikmati.
“bapak kayaknya susah yah hidup pas nikah dulu?” Tanya Letta tersenyum tipis.
Agung duduk di dekat pondok dan mengangguk pelan. “ dulu bapak sama ibuk kamu nikah muda, pas itu bapak dan ibuk masih umur seumur kamu ini, 18 tahun, karena kami juga yah enggak sekolah letta, “ jelas Agung pelan.
Letta mengangguk pelan menatap agung.” Bapak juga awalnya kerja sebagai pedagang kan, tapi pas itu ada dimana jualan bapak di fitnah pakek borak, jadi bapak hampir masuk penjara dan keluarga kami jadi sulit. Hehe dulu keluarga bapak toxic mangkanya sekarang bapak nggak punya siapa siapa selain kalian.” Jelas nya sedih.” Dan keluarga ibu kamu suka ngehina kita yang miskin, jadi bapak memilih merantau sejauh ini meninggalkan mereka.” Gumamnya sedih.
Lalu melirik letta lagi.” bapak nggak tau apa alasan tuhan kirim kamu di kehidupan kami, meskipun kehilangan anak kami Letta kami mendapatkan malaikat kayak kamu ditengah kami. Terimakasih yah sudah mau nerima bapak yang buruk ini jadi bapak kamu.” Jelas Agung lirih.
Letta mengusap air matanya sedih.” Bapak paling keren tauuuu.” Isik letta lirih.” Diluar sana ada ayah yang punya finasial yang jauh lebih baik dan punya segalanya tapi mereka gagal. Tapi bapak, dengan keterbatasan yang bapak punya. Bapak mampu Jadi oranng tua terhebat yang Letta lihat.” Jelas letta tersenyum.
Bugh.,.
Keduanya melirik Nato kaget.” Nato..” teriak agung sontak berlari kearah Nato. Letta disana malah tertawa melihat Nato yang tercebur di siring sungai, dengan tubuh yang sudah basah Nato mengusap kepalanya nanar. melirik kelapa yang hanyut nato buru buru menariknya lagi agar tidak hanyut.
Letta terkikik melihat itu.” yaampun nato hati hati.” Tetiak Agung pada anaknya.
Nato mendengus segera berdiri keluar dari siring.” Haha.’ Tawa letta semakin keras melihat sandal Nato yang sudah ada di dengkul.
” Ketawa terus loe.’” Ketus Nato kesal melihat Letta.
__ADS_1
Letta di sana hanya menatap Nato mengejek, mendengus membawa kelapa yang sudah dipetik Nato duduk di dekat Letta.
Segera Letta menjauh menatap Nato geli.” Itu di kaki loe apa?” gumam Letta.
Nato menatap kakinya bingung dan
Kyak..
Suara teriakannya menggema sebab itu lintah.
Yang Letta tunjukkan tadi Lintah.
Letta tertawa keras melihat bagaimana wajah ketakutan Nato terhadap lintah. Sedangkan Agung kaget menatap keduanya menghela nafas pelan.
Mereka terus saja ribut di situasi apapun.
Usai dari acara itu. Agung, Letta dan Nato makan kelapa muda bersama, dengan pak RT yang tadinya sudah pergi pulang semua hanya meninggalkan tiga orang itu. Nato sendiri harus meminjam hodie Letta karena bajunya yang basah,. Dan Agung membuka kelapa dengan semangat.
Xior mengerjakan pekerjaannya dengan tenang, di dekatnya ada Sunja yang membuka kuaci sejak dua jam yang lalu.
Lihat bagaimana mata Sunja yang sudah berair dengan tangan yang sudah merah memar karena lelah membuka kuaci yang diinginkan oleh Xior.
Bayangkan saja..!! Xior memerintahkan dirinya untuk membuka kuaci hingga satu toples penuh, karena Xior ingin makan kuaci tanpa harus di buka. Sunja menghla nafas pelan menatap tangannya yang lecet. Tidak boleh membuka kuaci tanpa di gigit.
Sunja harus mengandalkan tangannya.” Tuan... kenapa tidak beli kuaci jadi saja?” gumamnya melelas.
Xior mendengar saran Sunja menaiki alisnya.” Terus kau gunanya apa??? Kau mau tidur santai saja tampa mengerjakan apapun??? iya?” Tanya Xior dingin tanpa melirik Sunja yang sudah nelangsah di posisinya. Lihat bagaimana masam wajah sunja.
Sunja mendengar itu mendongak menatap Xior kesal.” Tuan..”
“ kau membantah?” Tanya Xior menghentikan tangannya dari laptop, melirik sunja.
Sunja buur buru merunduk dan tak berani menatap Xior. Xior itu kejam, bahkan tak segan mencambuknya jika melakukan kesalahan. Xior juga bisa saja membuat dirinya tidak lagi ingin hidup di dinia ini. “ tap tapikan ini sangat sul..”
__ADS_1
‘” kau membantahku?” Tanya Xior lagi dingin pada sunja.
Sunja buru buru menggeleng.” aku akan membukanya sampai satu toples penuh.” Tegas sunja kembali membuka kuaci cepat. Xior tersenyum sinis.” Good.” Gumamnya mengangguk senang kembali bekerja.