
“Tuan..” letta dan Zeyn melirik wanita tua yang mendekati mereka bersama laki laki tua di sebelahnya., Zeyn menatapnya dengan tenang.” Kenapa tidak bilang jika ingin berkunjung?” tanyanya tenang dan tak enak hati.
“ saya ke sini juga sedikit dadakan.” Jelas Zeyn pelan,
Mereka mengangguk pelan” kalian bisa kan masak untuk siang ini? kami akan makan di sini. Dan tolong bersihkan dua kamar untuk kami huni beberapa hari.” Jelas Zeyn tegas.
Letta mendengar diam saja. Sampai mereka melirik Letta dan tersenyum kaku, tak berani menyapa." baik tuan!"
” Kau mau keliling?” Tanya Zeyn pelan pada Letta. Letta mengangguk pelan membuat zeyn menggenggam tangan letta.
Letta melirik tangan yang Zeyn gandeng lalu mendongak menatap mata Zeyn, maik mata mereka bertabrakan dan Zeyn memberikan wajah tenangnya, membawa Letta berjalan kedepan dengan tenang. Mereka menuju tempat yang letta tak bisa katakana jelek, ini luar biasa. Hanya dibelakang Vila ini dirinya bisa melihat banyaknya pemandangan cantik.
Jarak tempuh dari kota ke sini mencapai 4 jam terbayar lunas, lihat sekeliling tempat yang dibawa oleh Zeyn ini banyak sekali buah anger dan strawberry, berselang tak jauh dari sini, ada ayunan yang di bawah pohon besar. Zeyn membawanya ke sana dan menduduki dirinya di ayunan.
Letta menatap Zeyn dengan tenang.” Disini tempat kalo saya sedang banyak masalah, kamu bisa ke sini kapanpun jika merasa diri kamu berat.” Jelas nya tenang.
Letta mendengar hal itu tenang, tersenyum tipis menatap kedepan. “ kalo disini nggak ada yang ganggu kita, nggak ada yang ikut campur, warganya juga baik baik dan ramah, yang terpenting jauh dari orang orang terdekat tetapi penuh tuntutan. Tempat healing terbaik adalah temat tenang dan terbebas dari masalah.” Jelas Zeyn memegang bahu letta mengayunkan ayunan tenang.
Letta mendengar hal itu penuh ketenangan, yang dikatakan Zeyn benar,” jika selamanya di sini apakah boleh?” Tanya Letta serak.
Zeyn mengangguk tenang.” Selamanya, kapanpun dan sebagaimana membuatmu tenang, aku akan memberikan semuanya.” jelas Zeyn tegas.
Letta mendengar itu menjadi tenang,.” Loe baik banget sama gue. loe suka sama gue?” Tanya Letta ragu.
Zeyn mendengar hal itu tersenyum tipis.” Kau baru tau?” Tanya Zeyn.
Letta mengernyitkan dahi heran.” Awalnya hanya memanfaatkan kamu agar semua hama hilang tetapi kamu terlalu menarik hingga membuat saya simpati.” Jelas Zeyn mengusap pipi Letta pelan.
Letta mendengar saksama memandangnya Zeyn.” tapi saya tidak cinta.” Jelas Letta berat hati.
Zeyn mendengar itu mengalihkan pandangannya tepat manik mata coklat letta.” bersama itu kadang bukan karena cinta, tapi karena sama sama mencari kebahagiaan, kebahagiaan bukan dari kata cinta utamanya, tetapi karena kamu menerima keadaan dan saling memberikan yang terbaik.” Jelasnya tegas.
Letta mendengar itu menjadi sedih dan sendu. “ bertahan dan menikmati tak selalu memberikan kebahagiaan jika hati tertekan.” Jelas Letta serak.” Gue mau sendiri. Loe bisa pergi nggak?” Tanya Letta tenang.
Zeyn mendengar penolakan letta mengepalkan tangan, meredah emosi yang tersulut dalam hati, Zeyn mencoba berdehem pelan menerima nya.
“ saya pergi, jika butuh sesuatu kamu bisa panggil saya.,” jelas Zeyn.
Letta mengangguk dan menyenderkan kepalanya di tali ayunan, memandang kedepan dalam tatapan kosong.
__ADS_1
Letta menepuk pelan dadanya.” Ragel, gue harap bisa nemuin gimana caranya control jantung. Gue nggak mau hidup dengan perasaan, rupanya hidup punya perasaan itu sakit.” gumam Letta sedih.
Yah. dulu hidup pertama Letta, ia tak memiliki perasaan, semua dinikmati dengan kepedihan dan dikontrol, Letta tak pernah separah ini dalam perasaan, mematikan. Letta bisa merasa bahagia sekaligus sedih, patah hati itu berat dan dirinya tidak suka. Ragiel... Letta butuh penghentian perasaan. Dirinya tidak ingin perasaan ini lagi, biarkan hidup tanpa perasaan jika begini.
Dari jauh Zeyn melihat itu dingin, mengangkat tingi dagunya.” Saya akan habisi siapa pelakunya. Kamu tenang saja letta.” gumamnya segera menjauh.
Meninggalkan pekarangan vila menggunakan mobilnya. Yah Letta ditinggal sendiri di sini dan dia pergi dari sini untuk menyelesaikan maslaah Letta.
Berbeda dengan Letta yang di vila menenangkan diri, keluarga Letta kelabakan mencari dimana Letta, di rumah sakit Letta kabur dan mereka tidak menemukan di manapun Letta. agung menghela nafas pelan, menatap Nato yang kacau dan sedih.” Ini semua gara gara loe, harusnya loe nggak nampar dia.” Jelas Betta kepada Nato nanar.
“ nggak ada yang di salahin. Letta juga slaah, dia juga pergi kan karena kasus ini, berarti kasusnya bener.” Jelas udin tegas.” Nggak.. nggak bisa kita nebak kecuali denger dari dia langsung.” Jelas Betta tegas kepada kedua orang yang begitu keras di depannya.
“ terus sekarang mau gimana? Mau lapor polisi? Kan belum 24jam kehilangan dia., “ jelas bastian kembali menengahi.
” Kita harus cari, kita mencar aja, cari dimana aja.” Jelas Betta kembali., Nadia dan Agung sudah tak lagi bersuara, kekhawatiran membumbung tinggi.,
“ bapak.”
“ diam Nato.” Tegas Agung pada Nato yang bicara kepadanya.
Nato diam menunduk sebab tatapan Agung terhadapnya sangat tegas dan juga dingin. Agung membuang muka dan menghela nafas serak.” Bapak nggak mau tau, kamu cari Letta sampai dapat, kalo nggak bapak akan marah besar. Nggak pantas kamu tampar dia, sedangkan bapak, bapaknya tidak pernah menamparnya.” Tegas Agung dingin.
Agung melirik nato, mengangguk pelan.” Cuma kakaknya dan kamu tau itu benar atau tidak hanya karena sesuatu sepihak saja? Kamu..” Agung kehilangan kata katanya.
“ sudah sudah. Berhenti ribut. Sekarang kita cari dimana letta sekarang.” tegas Nadia kepada anak dan suaminya.
Mereka mengangguk memilih bergegas mencari dimana letta. Agung bersama Bastian, Udin bersama Nato sedangkan Betta dan Nadia di rumah saja menunggu kabar baik sembari menghubungi beberapa orang.
...----------------...
Beda dengan Bima yang memang tidak ada di Negara nya sebab sedang menenangkan diri usai mengusir sang anak, dan Bara yang juga sibuk mencari dimana Letta, ia harus mencari penjelasan dari Letta. apakah semua itu benar atau tidak. Tapi Bara sendiri yakin jika itu bukanlah Letta, ia yakin jika Letta tidak mungkin melakukan hal serendah itu hanya karena uang.
“ kamu kenapa baru pulang bara?” Tanya Reta yang menunggu Bara sejak semalam hinga jam 3 dini hari ditemani oleh Rizal.
Bara yang baru saja masuk rumah dengan wajah kusam nya memandang Reta sedih.” Sedang mencari teman ma, dia hilang.” Jelas Bara tenang.
Reta mendengar hal itu mengusap kepala sang anak pelan.” kamu istirahat dulu, nanti kembali mencari yah, “ jelas Reta pelan.
Bara melirik Reta lirih, jika Reta tau yang dirinya cari adalah adiknya, apakah dia masih mengatakan tentang istirahat seperti sekarang?
__ADS_1
...----------------...
Tuktuk.
Letta menoleh melirik siapa yang mencoleknya, wanita muda itu menggaruk tengkuknya pelan, rambut yang di anyam dua, baju dress mengembang kuno dan tersenyum ramah, usianya mungkin sama dengan letta.” hemm mbak. Makananya sudah makan. Mari.” Jelasnya dengan sopan.
Letta mengerjab pelan, mengangguk segera berdiri, melihat kaki letta yang di gift ia segera membantu letta untuk berjalan.” Saya bisa sendiri.” Tegas letta.
” tap..” letta menghempaskan tangan dari gadis itu. gadis itu tertegun memandang Letta yang begitu kasar.
Letta tak lagi ingin menggunakan hati, terlalu bergantung dan berharap rupanya sakit, “ hmmm nama kamu siapa?” Tanya Letta pelan pada sang gadis.
“ Ningsih.” Jelasnya pelan kepada Letta, tak lagi berani begitu baik kepada letta
Letta diam mengangguk berjalan dengan pincang, jalan yang Ningsih tunjukan menuju ruang makan, sepi, hanya ada dua laki laki paru baya yang tadi menyapa dirinya dan sang istri, usia mereka mungkin sudah masuk lima puluhan.” Dimana Zeyn?” Tanya Letta pelan.
Mereka saling lirik dan berdehem.” Tuan sudah pulang, katanya kami harus menjaga nona, nona tenang saja.” Jelasnya.
Letta mendengar itu mengerjab memandang sang paru baya.” Dia tinggalkan saya?” Tanya letta pelan.
Mereka menggeleng.” sepertinya nona butuh waktu sendiri, tuan memberi ruang.” Jawab sang suaminya.
“ jika boleh berkenan. Nama nona siapa?” Tanya sang istri tersenyum polos.
” Oh iya.” Suami melirik istrinya melotot.” Perkenalkan saya pak Dar dan ini istri saja bu Fatma. Nah kalo ini anak kami namanya Ningsih. Jika nona butuh apa apa panggil saja kami, kami akan menyiapkannya.” Jelas pak Dar kembali sopan pada Letta.
Letta diam mengambil nasi dan sayur segar yang hanya ditumis putih, lalu ikan yang digoreng saja dan beberapa lauk lain.” ini semua lauk nya di ambil dari kita sendiri nona, sayur sawi perkebunan tuan Zeyn dan wadah kolam ikan nila milik tuan Zeyn, segar dan enak kan?” Tanya sang pak Dar kembali ramah sebab Letta tak ambil suara lagi.
Letta berdehem pelan memakan makanan tenang.mereka saling lirik mendapatkan respon jelek letta.” nona... maaf kami menganggu nona. Kami permisi.” Jelas Bu Fatmah kembali tak enak hati, menarik suami dan anaknya.
Ningsih mendengus menatap letta.” mbok yo jawab kalo orang tua bicara.” Jelasnya kesal kepada Letta.
Letta menaiki alisnya memandang Ningsih yang begitu berani. Ningsih melihat hal itu menjadi gelagapan dan segera menatap letta berani.” Bapak sama ibuk itu orang tua, kalo ditanya yah dijawab. Kualat nggak dijawab,” jelasnya tegas.,
“ kalo kamu ada masalah jangan limpahkan semua sama orang di sekitar kamu, karena bukan berarti semua orang itu sama, “ jelas Ningsih memakan anggur.
Letta melihat itu dengan tenang tak ambil suara.” Mentang mentang orang kota sombong,, cuih” jelasnya kesal,
Letta meletakkan sendok di atas piring malas dan segera melangkah menjauh. Ningsih melihat hal itu menarik tangan Letta tak suka.” he mana boleh ditinggalin begitu aja, bapak mancing loh buat kamu makan. Habisin.” Tegasnya dingin dan tegas kepada Letta.
__ADS_1